Bandung, UPI

Memasuki usia ke-72 tahun, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi terdepan di bidang pendidikan. Dalam momentum perayaan Dies Natalis UPI ke-72, Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UPI,  Amich Alhumami, S.Pd., M.A., M.Ed., Ph.D., menyampaikan refleksi mendalam mengenai peran kesejarahan, tantangan masa depan, serta kebanggaan sebagai bagian dari almamater tercinta.

Menurut Ketua Umum IKA UPI, pencapaian di usia ke-72 tahun ini amat sangat mengesankan. Ia menyoroti peran sejarah UPI yang kini memikul tanggung jawab yang lebih luas, yakni mendidik calon guru sekaligus mengembangkan program studi non-kependidikan.

“Ini menjadi tantangan serius bagi institusi pendidikan di Indonesia. Di satu sisi harus tetap menjaga jati diri sebagai lembaga pendidikan yang mendidik para guru, tapi di sisi lain juga harus melahirkan sarjana-sarjana bidang keilmuan non-keguruan,” ungkapnya saat mengikuti Upacara Dies Natalis ke-72 UPI di Gedung Achmad Sanusi Kampus UPI. Selasa (20/10).

Ia menegaskan bahwa tugas yang tidak mudah ini membutuhkan kekuatan kelembagaan dan kolaborasi yang solid di antara semua pihak.

Rasa kebanggaan sebagai alumni, lanjutnya, tidak terlepas dari rekam jejak panjang sejarah UPI. Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), institusi ini memiliki akar historis yang kuat dan lekat dengan peran salah satu pendiri bangsa, Bapak Prof. Muhammad Yamin. Saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan RI, beliaulah yang secara langsung meresmikan berdirinya Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Bandung sebagai cikal bakal UPI pada 20 Oktober 1954. Jejak sejarah inilah yang terus menjadi ruh dan inspirasi bagi UPI dalam menjalankan mandat mulianya mendidik para guru, demi meningkatkan kualitas hidup berbangsa dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lebih lanjut, Ketua Umum IKA UPI menitipkan pesan khusus dan motivasi bagi para mahasiswa yang sedang menimba ilmu. Ia mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa perguruan tinggi, terutama di UPI merupakan sebuah kesempatan emas yang sangat berharga.

“Mahasiswa harus memanfaatkan ekosistem pendidikan tinggi ini untuk mengembangkan diri, meningkatkan kualitas diri, dan terus-menerus mengembangkan talenta yang dipunya. Pada akhirnya, melalui penempaan di perguruan tinggi seperti di UPI ini, akan lahir lulusan-lulusan terbaik untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa,” pesannya.

Mengakhiri wawancaranya, Ketua Umum IKA UPI menyampaikan apresiasi atas posisi strategis kampus saat ini. UPI kini diakui sebagai perguruan tinggi terbaik di bidang pendidikan dan telah membangun reputasi yang dihormati di kancah internasional.

Ke depannya, ia berharap UPI dan seluruh sivitas akademikanya terus produktif berkarya. “Kita terus-menerus mendorong agar sivitas akademika berkarya melalui riset-riset ilmiah, mengembangkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan memperkuat teknologi. Berbagai capaian dosen maupun mahasiswa dalam aneka kompetisi domestik dan internasional menunjukkan bahwa perguruan tinggi kita memang mendapatkan pengakuan dunia melalui karya-karya terbaiknya,” pungkasnya. (Praptiningtyas/Naufal, Caraka Muda)