Bandung, UPI

Momentum Dies Natalis ke-72 UPI memberi kesan tersendiri terkhusus bagi Dr. Syaifullah, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi FPIPS UPI. Peringatan yang berlangsung di Gedung Ahmad Sanusi Kampus UPI pada Selasa (20/10/2026) ini dimaknai sebagai wahana krusial untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas berbagai capaian lembaga.

“Dies Natalis itu sebagai wahana untuk kita melakukan refleksi, evaluasi terhadap berbagai capaian yang sudah dicapai. Capaian yang bagus tentu ini menjadi cambuk, menjadi motivasi untuk bisa mempertahankan. Kalau bisa tahun depan lebih bagus lagi, dan capaian yang belum maksimal atau belum optimal tentu ini juga harus lebih dioptimalkan sekarang, apakah menyangkut pendidikan, penelitian maupun pengabdian pada masyarakat,” ujar Dr. Syaifullah di sela-sela kegiatan

Ia menambahkan, hal ini sejalan dengan tagline Kemdikti Saintek mengenai program perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, menurutnya penguatan Tridharma Perguruan Tinggi harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing dosen.

Di bidang pendidikan, layanan yang optimal harus diberikan kepada mahasiswa agar tercipta motivasi belajar yang kuat serta mendorong terwujudnya capaian pembelajaran transformatif. Sementara di bidang penelitian, beliau mendorong para rekan dosen untuk meningkatkan publikasi karya ilmiah yang benar-benar bisa diimplementasikan. “Penelitian itu tidak selesai di laporan, tapi bagaimana hasil penelitian itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat. Nah, di sinilah sebetulnya berdampaknya begitu,” tegasnya.

Terkait pengembangan keilmuan yang ditekuninya, ia berharap momentum ini dapat semakin memperkuat peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di tengah masyarakat. Orientasi PKN tidak hanya sebatas membentuk good citizenship, melainkan melahirkan warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen). “Saya kira ini menjadi tantangan bagi kita, bagi komunitas akademik PKN di Dies Natalis UPI ini, bagaimana agar keilmuan PKN itu bisa memberikan nuansa, warna bagi pembangunan masyarakat,” pungkasnya. (Naufal/Varel, Caraka Muda)