Bandung, UPI

UPI Migrant Center resmi menutup program pelatihan “SMK Go Global 2026” bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada Kamis (5/11/2026). Acara penutupan dan sesi pembelajaran terakhir ini berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Program pelatihan kali ini diikuti oleh 120 peserta yang terbagi ke dalam tiga bidang keahlian, yakni housekeeping plus bahasa Inggris, bahasa Korea, serta bahasa Jepang. Seluruh peserta diwajibkan mengantongi sertifikasi kompetensi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Kepala UPI Migrant Center, Didin Samsudin, S.E., M.M., CHCM., CIT., menyampaikan bahwa para peserta akan menjalani tahapan penting pascapelatihan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.

“Hari ini penutupan dan pembelajaran terakhir. Besok peserta akan mengikuti uji kompetensi. Setelah itu, mereka kembali ke kampung halaman masing-masing sambil menunggu proses job matching dan melengkapi persyaratan lainnya,” ujar Didin.

Didin menjelaskan, peserta yang lolos seleksi job matching akan melanjutkan ke tahap pemberkasan dan keberangkatan. Sementara bagi peserta yang belum terpilih, mereka dipastikan tetap berada dalam antrean proses berikutnya.

UPI Migrant Center tidak hanya bertanggung jawab memberikan pelatihan kapasitas dan kompetensi, tetapi juga memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memantau perkembangan peserta hingga tahap keberangkatan.

“Kami wajib memantau dan memberikan informasi perkembangan pascapelatihan sampai peserta berhasil job matching dan berangkat. Kami memiliki akun khusus di BP3MI Jawa Barat bernama ‘Akun Sakola’ untuk melaporkan rekam jejak dan data PMI satu per satu,” jelasnya.

Sejak awal pelatihan, antusiasme dan keakraban para peserta menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Meski sempat bingung di awal program, para peserta kini memiliki motivasi tinggi, semangat kerja sama, serta optimisme besar untuk menghadapi proses job matching.

Program SMK Go Global 2026 merupakan pelaksanaan tahun kedua yang digelar oleh UPI Migrant Center setelah sukses melaksanakannya pada tahun 2025. Langkah ini sekaligus bentuk dukungan UPI terhadap target penyerapan tenaga kerja luar negeri yang dicanangkan pemerintah.

Didin mengungkapkan bahwa Presiden menargetkan sebanyak 40 ribu calon pekerja migran dapat terkelola dan diberangkatkan pada tahun ini. Angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga 150 ribu orang pada tahun depan.

“Mudah-mudahan UPI masih bisa terus berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan kemampuan sarana-prasarana universitas. Secara skema, kami akan melakukan analisis terlebih dahulu menyesuaikan minat peserta agar target output dan outcome dapat tercapai secara maksimal,” pungkas Didin. (DN)