English
Indonesia

UKM MAPACH UPI Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Ekspedisi Pendidikan dan Lingkungan di Banda Naira

21 Oct 2025 • Humas UPI

Banda Naira, UPI — Mahasiswa Pecinta Alam Civics Hukum (MAPACH) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI) melaksanakan ekspedisi tahunan bertajuk “Safari Sadar Hukum: Merawat Warisan Sejarah, Menguatkan Pendidikan, dan Menjaga Lingkungan Banda Naira.” Banda Naira, Maluku Tengah, 22-28 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—serta wujud nyata kontribusi mahasiswa terhadap pelestarian nilai-nilai kebangsaan dan lingkungan di kawasan timur Indonesia.

Ekspedisi ini melibatkan kerja sama lintas universitas, yakni dengan MAHARIPALA Universitas Banda Naira dan MAHIPALA Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji, menandai semangat kolaborasi mahasiswa Indonesia dari barat hingga timur. Melalui kegiatan ini, MAPACH FPIPS UPI menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai pusat pemberdayaan dan pelestarian warisan sejarah bangsa.

Dalam pilar pendidikan, tim ekspedisi mengadakan sosialisasi peduli lingkungan bersama anak-anak Generasi Warna-Warni di Sekolah Beta Alam. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pendekatan partisipatif dan permainan edukatif. Anak-anak diajak memahami indikator lingkungan sehat serta mencegah kerusakan alam akibat aktivitas manusia. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran timbal balik antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus sarana menanamkan nilai tanggung jawab ekologis dalam pendidikan kewarganegaraan.

Selain itu, digelar pula seminar bertema integrasi filsafat lingkungan dan pendidikan sejarah yang menghadirkan Rektor Universitas Banda Naira, Dr. Muhammad Farid, M.Sos., sebagai narasumber. Seminar ini berlangsung di rumah pengasingan Bung Hatta, salah satu situs bersejarah di Banda Naira. Dalam pemaparannya, Dr. Farid menekankan pentingnya memahami warisan sejarah bangsa sebagai sumber inspirasi nasionalisme dan keadilan pendidikan. “Semangat Bung Hatta dalam mendirikan sekolah sore bagi anak-anak Banda adalah cermin perjuangan pendidikan yang berkeadilan,” ujarnya.

Ekspedisi ini juga berkolaborasi dengan tim KKN-Neira Basudara Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam Focus Group Discussion (FGD) penyusunan modul pembelajaran kontekstual untuk sekolah alternatif. Kolaborasi ini menghasilkan pertukaran gagasan mengenai pendidikan berbasis lokalitas, integrasi nilai sosial, dan kesadaran lingkungan. Sinergi antar universitas ini memperlihatkan semangat Partnership for the Goals (SDG 17)—kemitraan lintas institusi untuk penguatan pendidikan yang relevan dan berkelanjutan.

Dalam pilar penelitian, MAPACH UPI melakukan kajian mendalam terhadap situs-situs sejarah di Banda Naira sebagai sumber pembelajaran nilai nasionalisme. Tim melakukan observasi langsung dan wawancara dengan tokoh lokal di sejumlah lokasi bersejarah, antara lain Rumah Pengasingan Bung Hatta, Benteng Belgica, Benteng Nassau, Perkebunan Pala, dan Parigi Rante. Penelitian ini bertujuan menggali potensi situs sejarah sebagai media pembentukan karakter kewarganegaraan yang berakar pada nilai perjuangan dan cinta tanah air.

Adapun pilar pengabdian diwujudkan melalui penanaman 50 bibit mangrove jenis Rhizhopora di pesisir Pantai Tanda, bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku. Kegiatan ini melibatkan pemuda Dusun Kalombo dan komunitas lokal dalam upaya konservasi pesisir serta mitigasi perubahan iklim. Aksi penanaman ini sekaligus mendukung capaian SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) dengan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekologi.

Sebagai simbol identitas pecinta alam, tim ekspedisi menutup kegiatan dengan pendakian Gunung Api Banda (656 mdpl) dan kunjungan ke Pulau Syahrir serta Pulau Karaka. Momen ini menjadi refleksi atas makna keberagaman Indonesia serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Ketua Adat MAPACH, Diki Okdiansyah, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya ekspedisi ini. “Ketika kami berhasil menginjakkan kaki di Banda Naira, kami benar-benar menyadari bahwa Indonesia bukan sekadar peta, melainkan kehidupan yang nyata di setiap langkah perjalanan. Banda mengajarkan kami bahwa setiap pulau memiliki kisahnya sendiri,” ujarnya.

Kegiatan Ekspedisi Safari Sadar Hukum MAPACH UPI 2025 ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga hadir untuk masyarakat dan lingkungan. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berpihak pada keberlanjutan, UPI dalam hal ini terus memperkuat perannya sebagai universitas yang berdampak bagi bangsa dan bumi Indonesia.

Kontributor: UKM MAPACH FPIPS UPI

BEM KEMA Prodi Penmas FIP Dorong Gerakan Sosial Berkelanjutan Lewat Program ”Impact in Motion”

21 Oct 2025 • Humas UPI

Lembang, UPI — Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-69, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KEMA) Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menggelar kegiatan Social Project bertajuk “Impact in Motion” di SDN Bukanagara Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (11/10). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi akademik UPI dalam memperkuat peran pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara mahasiswa, komunitas lokal, dan lembaga sosial.

Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI berperan aktif dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Melalui kegiatan Social Project, mahasiswa diajak untuk menerapkan nilai-nilai kepedulian sosial, kemanusiaan, dan gotong royong sebagai bagian dari proses pembelajaran holistik. Ketua Program Studi Pendidikan Masyarakat, dalam sambutannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud konkret dari visi prodi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya guna dan berperan aktif dalam transformasi sosial.

BEM KEMA Pendidikan Masyarakat FIP UPI sebagai pelaksana kegiatan mengusung semangat “Bergerak hari ini, berdampak di masa depan.” Filosofi ini sejalan dengan misi universitas dalam menciptakan pendidikan yang bermakna dan berdampak bagi masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan empati sosial, memperkuat jejaring dengan masyarakat, dan menciptakan solusi lokal atas permasalahan sosial dan lingkungan.

Kegiatan Social Project: Impact in Motion diawali dengan sesi pematerian dan sharing session tentang pengelolaan sampah di lingkungan RW 01 Pagerwangi. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang cara-cara kreatif dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Selanjutnya, diadakan workshop pembuatan mini zine bertema “Gali Potensi Pengelolaan Sampah di RW 01,” yang hasilnya akan dikolaborasikan dengan komunitas seni dan literasi lingkungan Berkawansekebun dari Kota Bandung.

Selain edukasi lingkungan, kegiatan ini juga menebar dampak sosial nyata melalui penyaluran 25 paket sembako kepada warga RW 01 Pagerwangi yang membutuhkan. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana mahasiswa yang dilakukan secara mandiri dengan dukungan berbagai pihak. Penyerahan dilakukan secara langsung bersama perwakilan Karang Taruna RW 01 Pagerwangi sebagai bentuk transparansi dan kebersamaan. Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu warga secara ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat.

Kegiatan Impact in Motion juga menjadi bagian dari inisiatif strategis Universitas Pendidikan Indonesia, yaitu program “Berdampak”, yang mendorong sivitas akademika untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Melalui program ini, UPI berupaya memastikan setiap kegiatan akademik memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat serta menumbuhkan semangat inovasi sosial di kalangan mahasiswa.

Selaras dengan komitmen global terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, di antaranya: SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui praktik pembelajaran partisipatif berbasis masyarakat, SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dengan menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi tentang prinsip 3R (reduce, reuse, recycle); serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor antara mahasiswa, komunitas lokal, dan organisasi masyarakat sipil.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini dihadiri oleh dosen pembimbing Program Studi Pendidikan Masyarakat, pengurus BEM KEMA Penmas, serta perwakilan masyarakat RW 01 Pagerwangi dan komunitas Berkawansekebun. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong menjadi ciri khas seluruh rangkaian acara.

Sebagai tindak lanjut, pihak panitia merekomendasikan agar kegiatan serupa terus dikembangkan secara berkelanjutan melalui kemitraan antara kampus, komunitas lokal, dan pemerintah desa. Model kegiatan seperti Impact in Motion dinilai efektif dalam memperkuat literasi lingkungan, meningkatkan solidaritas sosial, dan memperluas ruang belajar mahasiswa di luar kampus.

Melalui Social Project: Impact in Motion, Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI menunjukkan bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang hidup di tengah masyarakat. Gerakan ini menjadi bukti bahwa langkah kecil mahasiswa mampu menciptakan perubahan besar—bergerak hari ini untuk berdampak di masa depan.

Kontributor: BEM KEMA Prodi Penmas

Senat Akademik UPI Bahas Draft Renstra 2026–2030 dan Rancang Tata Kelola Baru

21 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Senat Akademik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar rapat pleno yang berlangsung lebih cepat dari biasanya. Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah agenda strategis, termasuk pemberian masukan dan pertimbangan terhadap draperensra (draft Rencana Strategis) UPI tahun 2026–2030 yang diusulkan oleh Rektor untuk kemudian ditetapkan oleh Majelis Wali Amanat (MWA). yang berlangsung di Ruang Rapat A Lt. 1 FPBS Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. Selasa (21/10/2025)

Ketua Senat Akademik UPI, Prof. Dr. Yadi Ruhyadi, M.Si., menjelaskan bahwa pembahasan draperensra oleh senat merupakan langkah baru dalam mekanisme tata kelola universitas. “Selama ini pembahasan rencana strategis usulan rektor di Senat belum pernah dilakukan. Ini merupakan bentuk kesepahaman antara Senat dan Rektor untuk menjalankan mekanisme sesuai dengan Statuta dan peraturan MWA,” ujarnya.

Prof. Yadi menambahkan bahwa mekanisme ini sejalan dengan ketentuan statuta, di mana setiap usulan rektor yang akan ditetapkan menjadi peraturan MWA perlu dibahas terlebih dahulu oleh Senat. Hal ini sebelumnya telah diterapkan ketika membahas rencana pembentukan fakultas baru di lingkungan UPI.

Selain membahas draft Renstra, rapat pleno juga menyoroti pentingnya pembentukan tim penyusun tata kelola Senat Akademik, termasuk pengaturan tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian anggota Senat. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perubahan Peraturan MWA Nomor 3, yang menekankan perlunya pengaturan tersendiri terkait mekanisme pemilihan dan pemberhentian anggota Senat Akademik.

“Senat berpandangan bahwa tidak hanya tata cara pemilihan dan pemberhentian anggota yang perlu diatur, tetapi juga keseluruhan sistem tata kelola organisasi Senat Akademik,” jelas Prof. Yadi.

Lebih lanjut, Senat juga membahas rencana pembentukan tim perubahan Statuta UPI. Menurut Prof. Yadi, sejumlah pasal dalam statuta perlu disesuaikan karena adanya perubahan regulasi maupun perkembangan praktik penyelenggaraan perguruan tinggi. “Bisa jadi ada pasal yang harus diubah karena cantolan undang-undangnya sudah berbeda, atau karena kebutuhan baru dalam pengelolaan universitas,” ujarnya.

Tim ini akan mulai bekerja merumuskan arah perubahan statuta sambil menunggu regulasi baru dalam bentuk peraturan pemerintah tentang Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) yang hingga kini masih dalam proses penyusunan di tingkat kementerian.

“Senat Akademik UPI berupaya mengantisipasi berbagai perubahan dengan melakukan langkah-langkah strategis sejak dini agar universitas siap menghadapi dinamika kebijakan dan tantangan ke depan,” pungkas Prof. Yadi. (Riza/DN)

Memasuki Usia ke 71, UPI Komitmen Sebagai Universitas Pusat Unggulan Pendidikan dan Riset Berkelas Dunia

21 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Momen dies ini tidak hanya memperingati tetapi juga meneguhkan kembali tekad dan amanah yang diwariskan oleh para pendiri universitas ini, menjadi univesitas pelopor dan unggul dalam Pendidikan. Penelitian dan pengabdian serta sebagai universitas yang edukatif, ilmiah dan religius. Demikian dikatakan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M. Si., dalam kegiatan Gerakan Tasyakur, Shalawat dan Dzikir Bersama, dalam rangka peringatan Dies Natalis UPI ke-71, Senin, (20/10) di Masjid Al-Furqan Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Acara Gerakan Tasyakur diisi dengan kegiatan Shalawat dan Dzikir Bersama, Tausyiah oleh Prof. Dr. H. Sofyan Sauri. M. Pd, dan serah terima Waterstation dari salah satu bank mitra UPI.

Acara ini adalah wujud rasa syukur kita kepada yang maha kuasa atas perjalanan panjang dari masa universitas keguruan atau PTPG hingga kini menjadi universitas yang menjadi rujukan nasional maupun internasional di bidang Pendidikan.

Dikatakan Prof. Agus, seiring perjalanannya, UPI yang memiliki konsen dalam bidang Pendidikan, hingga kini banyak program studi yang telah memiliki akreditasi unggul dan akreditasi internasional. Saat ini UPI telah memiliki lebih dari 5.000 publikasi riset dan lebih dari 36 ribu sitasi hal ini tentunya menjadikan UPI sebagai universitas yang diakui oleh dunia terhadap kualitas dan relevansi riset yang dihasilkan.

Dalam pemeringkatan di bidang Pendidikan, UPI berada pada peringkat 221-250 dunia dan versit QS World Rangking by subjek tahun 2023 dan secara keseluruhan UPI berada pada peringkat 1001 – 1200 dunia versi Time Hinger Education World University Rangking, capaian ini membuktikan kontribusi akademik UPI telah menembus batas nasisonal dan diakui ditingkat global.

Menurutnya, capaian dan rangking yang diperoleh sesungguhnya lebih dari sekedar prestasi yang jauh lebih penting adalah nilai yang mendasari setiap langkah kita. “Sebagai universitas yang memiliki moto edukatif, ilmiah dan religius harus berpadu pada keimanan dan ahlak mulia. Ilmu yang kita kembangkan tidak hanya untuk kemajuan intelektual tetapi juga untuk kemaslahatan umat dan keberkahan kehidupan dalam artian kampus yang berdampak”, ungkap Prof. Agus.

Kita ingin UPI menjadi universitas yang menjadi contoh sebagai universitas yang menumbuhkan insan akademik yang berilmu luas dan berkarekter kuat dan berjiwa spiritual yang luhur. Pencapaian UPI hingga saat ini tak lepas dari kontribusi para mitra yang sudah terjalin dengan UPI baik antar universitas, lembaga pemerintahan maupun mitra lainnya, tentunya semua itu memiliki peranan besar dalam kemajuan UPI.

Saat ini UPI berkomitmen dalam mewujudkan green kampus, salahsatunya dengan adanya water stasion ini tentunya kita akan mengurangi penggunaan wadah berbahan plastik yang nantinya akan menjadi sampah dan mencemari lingkungan. Dengan cara itu kita akan mendidik didi kita sendiri untuk peka terhadap pencemaran lingkungan.

Ia berharap memasuki usia ke 71 mari kita kuatkan kembali komitmen kita untuk menjadikan UPI sebagai pusat unggulan pendidikan dan riset berkelas dunia yang tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Mengembangkan inovasi yang berdampak pada masyarakat dan kebangsaan, memperkuat budaya kolaborasi, agar UPI menjadi universitas yang bisa memberi kebermanfaatan bagi masyarakat luas. (DN/Ratih)

Hadirkan Hasil Hilirisasi Riset dan Inovasi, UPI Gelar Innovation Expo & Seminar 2025

21 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Kehadiran kami dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam UPI INNOVATION EXPO & SEMINAR 2025 adalah sebagai bentuk dukungan Kemdiktisaintek terhadap hasil riset sivitas akademika UPI. Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Inovasi, Hilirisasi dan Science Techno Park Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tampil dalam pameran tersebut sebanyak 50+ Showcase Produk Inovasi UPI dari berbagai bidang, yaitu pendidikan, teknologi, dan sains terapan. Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., dalam sebuah wawancara di sela-sela kegiatan Seminar, Innovation Showcases, dan Innovation and Business Talks di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI Bumi Siliwangi, Jalan Dr. Setiabudi No. 229, pada Selasa (21/10/2025).

Pada kesempatan tersebut, Dr. Fauzan Adziman juga mengatakan bahwa di dalam UPI INNOVATION EXPO & SEMINAR 2025 tersebut dipamerkan hasil-hasil riset, diantaranya adalah pengembangan cat yang bisa mengurangi tempetarur dalam ruang. Cat tersebut bernama βeCool yaitu cat pelapis atap dengan kemampuan mereflektansi surya yang sangat tinggi, sehingga tercipta permukaan atap yang dingin. Inovasi cat hasil pengembangan di dalam kampus ini sudah diperkenalkan secara luas. Selain itu, ada juga riset pengembangan Solar Cell secara organik yang bisa menyerap energi yang bisa menghasilkan energi untuk listrik, serta dipamerkan juga bentuk-bentuk kreativitas untuk pengembangan alat-alat pendidikan.

“Berdasarkan hasil pengamatan kami, kami ingin membantu, supaya bisa kita kembangkan agar inovasi-inovasi yang dihasilkan di kampus itu memiliki nilai ekonomis dan juga dampak sosial serta ekologi yang tinggi. Kami di Kementerian sangat mendukung,” ujarnya.

Beberapa program yang dikembangkan di UPI, lanjutnya, sebetulnya sudah masuk pembahasan Himpunan Bank-Bank Milik Negara, dimana sebelumnya Pemerintah melalui Kemenkeu telah menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun kepada Himbara untuk dikembangkan ke sektor riil termasuk bidang Sains, dan Teknologi.

Ditegaskannya,”Saat ini Kami sedang mengkurasi produk-produk tersebut agar bisa masuk ke dalam dukungan perbankan di Indonesia, sehingga perputaran uang tersebut bisa membantu pengembangan hasil-hasil riset di kampus. Kita tidak hanya mendorong produknya tapi juga sumber dayanya.”

Secara bersamaan, ungkapnya lagi, kami bersama 12 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang bekerja di bidang pendidikan sedang membangun peta jalan untuk meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia agar lebih strategis dan sistematis untuk mencapai kemandirian dan keunggulan akademik, riset, serta inovasi. Kami membiayai pendanaan riset ke arah sana, tidak hanya teknologi tetapi juga SDM.

“Kami memiliki empat pilar strategi sains dan teknologi (saintek) yang mendukung pengembangan dan pertumbuhan ekonomi. Yang pertama adalah pengembangan bina talenta. Kedua, peningkatan kualitas hasil riset dari hulu hingga ke hilir. Ketiga adalah hilirisasi riset berbasis kemitraan. Berkolaborasi dengan pihak di luar kampus menjadi kunci. Keempat adalah adaptif dan berbasis sains dengan mengembangkan kajian-kajian supaya pengambilan keputusan, pengembangan regulasi itu bisa berbasis data dan berbasis kajian-kajian kepakaran dari pakar-pakar di kampus, karena kita ingin kampus itu menjadi simpul pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (dodiangga)

Pencarian