English
Indonesia

UPI dan SMA Taruna Nusantara Jalin Kerja Sama Cetak Generasi Pemimpin Masa Depan

07 Oct 2025 • Humas UPI

Cimahi, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi menjalin kerja sama dengan SMA Taruna Nusantara yang berlokasi di Cimahi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menengah dalam mencetak generasi muda berkarakter unggul di Auditorium SMA Taruna Nusantara Jl. Komp. Brigif XV, Cibeber, Kec. Cimahi Sel., Kota Cimahi, Jawa Barat. Senin, (6/10/2025)

Rektor UPI menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pihak SMA Taruna Nusantara kepada UPI. Kami berterima kasih kepada Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara yang telah mempercayai UPI untuk menjalin MoU ini. Saya yakin, melalui kolaborasi dan kerja sama, kita dapat mencapai hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UPI sebagai lembaga yang telah lama berperan dalam mencetak calon guru profesional memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pendidikan di SMA Taruna Nusantara. “UPI bisa menyuplai guru-guru terbaik, mendorong riset yang relevan, serta berkontribusi dalam program pengabdian kepada masyarakat. Bahkan, kerja sama ini dapat menjadi ruang talent scouting bagi calon guru yang berkompeten,” tambahnya.

Kerja sama ini juga menjadi momentum penting bagi kedua institusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang holistik tidak hanya menekankan pada kecerdasan intelektual, tetapi juga moral, kepribadian, dan kepemimpinan peserta didik. “SMA Taruna Nusantara mendidik calon generasi hebat bangsa. Kami berharap melalui sinergi ini, UPI dapat memberikan kontribusi nyata untuk penyiapan para pemimpin masa depan,” tutur Rektor.

Kepala SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI Ardiansyah, S.Sos., M.I.P. menyampaikan apresiasinya kepada jajaran pimpinan UPI atas sinergi yang terbangun. “Kami berharap UPI dapat memberikan kontribusi nyata melalui pendampingan, pelatihan, serta pengembangan keahlian bagi guru-guru dan para pengasuh di sekolah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mayjen Adi menegaskan bahwa SMA TN Cimahi siap menjadi laboratorium pendidikan UPI untuk mendukung inovasi pembelajaran dan pengembangan pendidikan nasional. “Kami ingin sekolah ini menjadi wadah pembelajaran dan riset bagi civitas akademika UPI, agar dapat bersama-sama mencetak generasi terbaik bangsa,” tambahnya.

Selain penguatan mutu pendidikan, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendukung program internasionalisasi sekolah. SMA Taruna Nusantara berkomitmen untuk membuka peluang bagi para siswanya agar mampu melanjutkan studi ke luar negeri serta berdaya saing global.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (LPTTN) turut memberikan dukungan dalam bentuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. “Saat ini pembangunan telah memasuki tahap kedua dan kami optimis seluruh fasilitas dapat selesai dalam waktu satu tahun ke depan,” jelas Mayjen Adi.

Menutup pernyataannya, Kepala SMA TN menyampaikan harapan besar agar sekolah ini mampu melahirkan generasi unggul dari seluruh pelosok Indonesia. “Kami ingin mencetak putra-putri terbaik bangsa, dari Sabang sampai Merauke, yang siap membawa Indonesia menuju masa emas 2045,” tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para pimpinan sekolah, dosen, dan alumni UPI yang kini berkiprah di SMA Taruna Nusantara. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas jejaring kemitraan UPI dengan berbagai lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan menengah menuju Indonesia Emas 2045. (Riza/Ratih)

Finalis PPBS UPI 2025 Ikuti Materi Education for Sustainable Development Goals

07 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – PPBS UPI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui program pengembangan mahasiswa. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan pembekalan bagi finalis Putra Putri Bumi Siliwangi (PPBS) UPI 2025, yang mengangkat materi Karantina Education for Sustainable Development Goals.

Program ini menjadi wujud nyata peran UPI sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak tenaga pendidik profesional, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berwawasan global, adaptif, dan peduli terhadap isu-isu keberlanjutan. Melalui PPBS UPI, finalis berupaya menanamkan nilai keberlanjutan agar memiliki kesadaran untuk berkontribusi pada masyarakat luas.

Dalam konteks PPBS UPI, kegiatan ini mempertegas posisi universitas sebagai kampus yang berdampak, yakni melahirkan sosok duta kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdaya saing di ranah sosial dan lingkungan. Melalui pembekalan ini, PPBS UPI menempatkan finalis PPBS bukan sekadar simbol prestasi, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu membawa gagasan inovatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Materi Education for Sustainable Development Goals sendiri disampaikan oleh M. Yusril Aldiana Mahendra, B.Ed., yang menekankan pentingnya integrasi nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyoroti bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam mendukung SDGs, seperti Quality Education (SDG 4), Climate Action (SDG 13), hingga Partnerships for the Goals (SDG 17).

Sebagai tindak lanjut, rekomendasi strategis yang diangkat adalah perlunya penguatan kolaborasi lintas sektor antara universitas, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat untuk menjamin kesinambungan program yang berdampak. Dengan cara ini, PPBS UPI dapat menjadi role model bagi program duta kampus di perguruan tinggi lain.

Rangkaian acara pembekalan ini tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga sesi diskusi interaktif, refleksi, serta simulasi praktik peran finalis sebagai agen perubahan. Melalui kegiatan tersebut, para finalis diharapkan mampu memahami esensi SDGs dan mengaplikasikannya dalam aksi nyata, baik di lingkup kampus maupun masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, PPBS UPI 2025 semakin mantap dalam misinya mencetak duta kampus yang visioner, inspiratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Hal ini menjadi langkah nyata UPI dalam menguatkan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. (PPBS UPI)

Mahasiswa FPMIPA UPI Bersinar di KDMI AMLI 2025

06 Oct 2025 • Humas UPI
Gedung FPMIPA UPI. (Dok: FPMIPA)

Bandung, UPI— Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda unggul melalui partisipasi mahasiswa Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) pada Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI)yang diselenggarakan olehAsosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) pada 4–5 Oktober 2025. Ajang tingkat nasional ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai LPTK se-Indonesia untuk beradu gagasan, keterampilan komunikasi, serta kemampuan berpikir kritis.

FPMIPA UPI mengirimkan tiga tim yang merepresentasikan kolaborasi lintas program studi. Tim pertama terdiri atas Nisa Wahidah dan Tarisa Fauzia Firmansyah (Pendidikan Biologi). Tim keduamenampilkan kolaborasi antara Muhammad Alwi Putrasyefik (Pendidikan Biologi) dan Azzahra Salsabila (Pendidikan Fisika). Adapun tim ketiga diwakili oleh Fransiska Dormauli S. S. (Pendidikan Biologi) yang berpasangan dengan Dina Maharani dari International Program on Science Education (IPSE).

Tim FPMIPA UPI untuk KDMI AMLI 2025, (Ki-ka): Tim pertama, tim kedua, dan tim ketiga (Dok: FPMIPA UPI)

Di bawah bimbingan Nur Endah Susilowati, M.Pd. (Pendidikan Fisika) dan Ai Nurlaelasari Rusmana, M.Ed. (IPSE), ketiga tim berlatih intensif hingga mampu tampil percaya diri di setiap babak. Hasilnya, dua tim (Tim 1 dan Tim 2) berhasil melaju ke babak perempat final, dan Nisa Wahidah meraih penghargaan Best Speaker, menegaskan kualitas pembinaan akademik di FPMIPA UPI.

Dekan FPMIPA UPI, Prof. Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap capaian mahasiswa.

“Kami bangga atas dedikasi dan prestasi mahasiswa. Ini membuktikan bahwa FPMIPA UPI tidak hanya melahirkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga agen perubahan melalui kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang kuat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Nahadi, M.Si., M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPMIPA UPI, menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan.

“Prestasi ini membuktikan mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat nasional dengan semangat kolaborasi dan komunikasi ilmiah yang kuat. Kami akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa agar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.

Partisipasi mahasiswa FPMIPA UPI dalam KDMI sejalan dengan program Kampus Berdampak dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas. Ajang debat ini menjadi wahana pembelajaran kontekstual untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi publik, dan kolaborasi lintas disiplin.

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen UPI dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik, tangguh menghadapi tantangan global, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kontributor: Nur Endah Susilowati & Ai Nurlaelasari Rusmana

UPI Kirim Kafilah Terbaik ke MTQMN XVIII di Kalimantan Selatan

06 Oct 2025 • Humas UPI
Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an UPI saat diterima oleh Rektor, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., di Gedung Rektorat, (2/10).

Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi melepas kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII untuk berlaga di Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, pada 5–9 Oktober 2025. Acara pelepasan berlangsung hari Kamis, (2/10) di Gedung Rektorat UPI, dipimpin langsung oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., serta didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. Phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., dan Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Siti Nurbayani K., M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Didi menekankan bahwa MTQMN bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wahana untuk menyebarkan nilai-nilai Islami di kalangan mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berkompetisi dalam bidang keagamaan, tetapi juga memperkuat karakter dan spiritualitas sebagai insan akademis,” ujarnya.

Senada dengan itu, Prof. Yudi Sukmayadi berpesan agar para kafilah menjaga nama baik almamater dengan menampilkan karakter sili asah, asih, asuh, dan wawangi.
Sementara itu, Prof. Siti Nurbayani mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kekompakan, kesehatan, serta menjunjung tinggi sportivitas dan semangat fair play selama perlombaan.

Kafilah UPI pada MTQMN XVIII terdiri atas beberapa cabang lomba, di antaranya:

  • Khaththil Qur’an Perseorangan Putri: Maya Kusniawati (Pendidikan Seni Rupa, FPSD) dan Asih Wulandari (PGSD, Kampus Purwakarta).
  • Qira’atus Sab’ah: Abdul Majid (Pendidikan Bahasa Arab, FPBS).
  • Tilawatil Qur’an: Salma Nurul Zaina (Ilmu Keuangan dan Ekonomi Islam, FPEB).
  • Tartil Qur’an: M. Aqva Wibiyana Fahriza (Fisika, FPMIPA).
  • Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an: Sri Ayu Rismayanti dan Zihan Humaero (PGPAUD, Kampus Tasikmalaya).
  • Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an: Muhammad Zaky Dhiyaul Haq (Pendidikan Agama Islam, FPIPS) dan Ahmad Izzuddin Azzam (Ilmu Komputer, FPMIPA).
  • Debat Bahasa Inggris: Faiz Firdaus (Pendidikan Agama Islam, FPIPS) dan Zaenil Akmal Riwanto (Bahasa Inggris, FPBS).
  • Fahmil Qur’an: Aisya Istiqliana, Tiara Sisdayanti, dan Najwa Nailal Jannah (Pendidikan Agama Islam, FPIPS).

Kafilah UPI dijadwalkan bertolak ke Kalimantan Selatan pada Minggu, 5 Oktober 2025, didampingi oleh Kepala Divisi Pembinaan Talenta dan Kewirausahaan, Dr. Mokh. Iman Firmansyah, M.Ag., dan Risris Hari Nugraha, M.Hum.
“Kami telah melakukan proses seleksi di tingkat universitas, dilanjutkan dengan pembinaan intensif agar kafilah UPI siap berkompetisi dan memberikan hasil terbaik,” ungkap Dr. Iman.

Dengan semangat UPI Gemilang, para kafilah diharapkan mampu membawa prestasi terbaik dan menebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di kancah nasional.

UPI Luncurkan Sistem Informasi Dokumen Elektronik Kelulusan Akademik dan Profesi (SIDEKAP)

06 Oct 2025 • Humas UPI
Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., dan Aswari, S.Kom., Teknisi Sistem Informasi Arsip UPI. (Dok: STIPD)

Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi meluncurkan Sistem Informasi Dokumen Elektronik Kelulusan Akademik dan Profesi (SIDEKAP) sebagai inovasi digital dalam pengelolaan dokumen akademik dan profesi. Peluncuran berlangsung pada Senin (6/10) di Ruang Rapat Direktorat Sistem, Teknologi Informasi, dan Pusat Data (STIPD), Gedung PPPG Lantai 1, Kampus UPI Bandung.

SIDEKAP merupakan aplikasi yang dikembangkan melalui kerja sama antara Direktorat Pendidikan, Direktorat STIPD, dan Arsip Universitas, yang memungkinkan proses penandatanganan ijazah, transkrip nilai, SKPI, dan sertifikat profesi dilakukan secara elektronik.

Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menyampaikan bahwa penerapan SIDEKAP merupakan bagian dari transformasi digital UPI untuk meningkatkan efisiensi layanan akademik.

“Melalui aplikasi ini, proses tanda tangan dokumen kelulusan mahasiswa menjadi lebih mudah dan cepat. Ini adalah langkah konkret UPI dalam mewujudkan tata kelola akademik yang efisien dan berstandar digital,” ujar Rektor UPI.

Sementara itu, Direktur STIPD, Dr. Cepi Riyana, M.Pd., menjelaskan bahwa peluncuran SIDEKAP menjadi tonggak penting bagi modernisasi layanan administrasi akademik di UPI.

“Peluncuran Sistem Informasi Dokumen Elektronik Kelulusan Akademik dan Profesi (SIDEKAP) UPI merupakan langkah visioner menuju transformasi digital kampus. Inovasi ini memperkuat efisiensi layanan akademik, menjamin keaslian ijazah, serta menegaskan komitmen UPI sebagai pelopor perguruan tinggi berbasis teknologi dan tata kelola pendidikan modern yang terpercaya,” tegasnya.

Penerapan tanda tangan elektronik ini membawa sejumlah manfaat nyata. Pertama, efisiensi waktu dan biaya, karena seluruh proses penerbitan ijazah dan dokumen kelulusan kini dapat dilakukan secara daring tanpa tahapan manual. Kedua, peningkatan keamanan dan keaslian dokumen, melalui penggunaan tanda tangan digital dan QR code verification yang terhubung langsung dengan basis data universitas. Ketiga, mendukung kebijakan kampus hijau (green campus) dengan mengurangi penggunaan kertas dan sumber daya fisik lainnya.

Selain itu, sistem SIDEKAP memperkuat reputasi UPI sebagai universitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan digital nasional. Inovasi ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta regulasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tentang sertifikasi tanda tangan digital.

Melalui peluncuran SIDEKAP, UPI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan tata kelola pendidikan tinggi yang transparan, efisien, berkelanjutan, dan berstandar global. Program ini menjadi simbol transformasi dari birokrasi manual menuju ekosistem akademik digital yang unggul dan terpercaya.

Kontributor: Direktorat STIPD

Pencarian