FPTI UPI Terima Kunjungan Bappenas, GIZ, dan RENAC Jerman
03 Oct 2025 • Humas UPI
Bandung, UPI
Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan tim Kementerian PPN/Bappenas, Proyek GESIT–GIZ, serta Renewable Energy Academy (RENAC) AG Jerman. Rabu, (24/9). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut identifikasi potensi kerja sama penyelenggaraan program upskilling di bidang transisi energi dan energi terbarukan.
Rombongan diterima langsung oleh Dekan FPTI, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, wakil dekan bidang sumber daya dan umum, Ketua Program Studi dan para dosen Program Studi Teknik Energi Terbarukan (TET). Dalam pertemuan ini, dilakukan pemaparan profil Prodi TET, diskusi mengenai peluang kolaborasi, serta kunjungan ke laboratorium dan sarana prasarana pembelajaran energi terbarukan yang dimiliki FPTI UPI.
Direktur Ketenagakerjaan Bappenas menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari agenda besar mendukung pengembangan green jobs di Indonesia sekaligus kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 7 (energi bersih dan terjangkau), dan SDG 13 (penanganan perubahan iklim).
Melalui kunjungan ini, FPTI UPI menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam mempersiapkan sumber daya manusia vokasi yang kompeten di bidang energi terbarukan, sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis dengan mitra nasional dan internasional guna mendukung agenda transisi energi menuju target Net Zero Emission 2060. (Kontributor: MNH)
Dekan FPTI UPI Tekankan Pentingnya Pelayanan Prima, Kunci Utama Mendukung Mutu Pendidikan Tinggi
03 Oct 2025 • Humas UPI
Bandung, UPI
Dekan FPTI UPI, Dr. Agus Setiawan, M.Si menegaskan bahwa tenaga kependidikan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan akademik. “Pelayanan prima merupakan kunci utama dalam mendukung mutu pendidikan tinggi. Dengan layanan yang ramah, cepat, tepat, dan solutif, kita dapat menciptakan budaya kerja yang profesional dan harmonis,” ujarnya saat membuka kegiatan PelatihanPelayanan Prima bagi tenaga kependidikan di lingkungan FPTI, Selasa, 30/9 di Auditorium Gedung PPG Lantai 6 Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.
Menurut Agus Setiawan bahwa pelatihan ini tidak hanya sekadar penguatan kapasitas, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata FPTI UPI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). “Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 tentang Quality Education dan SDG 16 tentang Peace, Justice, and Strong Institutions. Dengan meningkatkan kualitas layanan akademik, kita membangun tata kelola yang lebih inklusif, transparan, dan berkeadilan,” tambahnya.
Dijelaskan Dekan FPTI Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga kependidikan dalam memberikan layanan yang ramah, cepat, tepat, dan solutif. Hal ini penting karena mutu layanan administrasi yang prima akan mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang berkualitas. Selain itu, peningkatan keterampilan pelayanan juga menjadi upaya menciptakan tata kelola yang transparan dan berkeadilan, sejalan dengan target SDGs dalam membangun institusi yang kuat.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata FPTI UPI terhadap pembangunan berkelanjutan. Dengan layanan pendidikan yang semakin berkualitas (SDG 4), mahasiswa dan masyarakat akan merasakan manfaat nyata dalam pengalaman akademik mereka. Di sisi lain, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mendukung terciptanya tata kelola universitas yang transparan, efektif, dan akuntabel (SDG 16).
Melalui pelatihan ini, FPTI UPI berharap tenaga kependidikan mampu membangun budaya kerja yang harmonis, profesional, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai kebutuhan sivitas akademika. Dengan demikian, pelayanan prima tidak hanya meningkatkan kepuasan internal, tetapi juga memperkuat peran UPI sebagai institusi pendidikan tinggi yang mendukung pencapaian agenda global SDGs.
Pelatihan yang diikuti 50 tenaga kependidikan FPTI UPI ini menghadirkan Fery Ferdiansyah, A.md., S.E. (Hotel General Manager) sebagai narasumber berpengalaman dalam bidang pelayanan publik dan manajemen organisasi. Materi yang diberikan mencakup etika pelayanan, komunikasi efektif, pengelolaan waktu, hingga simulasi penanganan masalah layanan. (Kontributor: YR)
Edu Heritage Center: Wadah Inovatif Pelestarian Budaya dan Identitas Kampus UPI
02 Oct 2025 • Humas UPI
Bandung — UPI, Baru baru ini Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meresmikan Edu Heritage Center atau Pusat Edukasi Warisan Budaya yang berlokasi di Ruang Cinderamata Museum Pendidikan Nasional Indonesia, pusat edukasi ini berperan sebagai ruang kreatif dan edukatif yang memadukan pendidikan, budaya, serta kreativitas. Pusat ini hadir untuk memperkuat identitas kampus sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.
Edu Heritage Center digagas oleh Prof. Dr. Isma Widiaty, S.Pd., M.Pd., peneliti batik yang bertindak sebagai Founder, berkolaborasi dengan Dr. Suciati, S.Pd., M.Ds., tokoh kebaya nasional sekaligus Co-Founder. Inisiatif ini menjadi langkah strategis UPI untuk menghadirkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan akademik.
“Kami ingin menciptakan ruang yang tidak hanya menjadi pusat kreativitas, tetapi juga sarana pelestarian nilai-nilai luhur budaya Indonesia. Edu Heritage Center adalah wujud integrasi pendidikan, budaya, dan identitas kampus,” ujar Prof. Isma.
Senada dengan itu, Dr. Suciati menegaskan bahwa batik dan kebaya adalah simbol kebanggaan nasional. “Melalui Edu Heritage Center, kami ingin menjadikannya lebih dekat dan relevan dengan dunia pendidikan serta generasi masa kini,” tuturnya.
Salah satu produk unggulan Edu Heritage Center, batik bermotif khas UPI. (Dok: Edu Heritage Center)
Salah satu program unggulan adalah pengembangan batik bermotif khas UPI. Motif ini tidak hanya berfungsi sebagai cinderamata resmi kampus, tetapi juga merefleksikan visi, misi, dan ikon-ikon khas UPI yang sarat makna filosofis.
Pusat ini tidak hanya menyediakan cinderamata resmi, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti: Workshop membatik, pelatihan kreatif bagi mahasiswa dan sekolah mitra, juga penyewaan busana wisuda, pakaian adat, hingga busana modern yang dirancang dengan sentuhan budaya yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga di kalangan sivitas akademika.
Edu Heritage Center mengusung visi untuk menjadi pusat budaya dan kreativitas terdepan melalui edukasi, inovasi, dan kolaborasi. Dalam perjalanannya, pusat ini berkomitmen mengedukasi generasi muda tentang batik dan kebaya, menghadirkan pengalaman budaya yang interaktif, serta mengembangkan produk yang selaras dengan gaya hidup masa kini. Selain itu, Edu Heritage Center juga mendorong wirausaha berbasis budaya bersama UMKM dan menjadi wadah kolaborasi bagi akademisi, desainer, hingga komunitas budaya.
Dengan berbagai inisiatifnya, Edu Heritage Center tidak hanya memperkuat identitas budaya kampus, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pusat ini selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui kegiatan edukatif, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat dukungan terhadap UMKM dan budaya wirausaha, serta SDG 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya. Lebih jauh, inovasi batik dan kebaya yang dikembangkan juga sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), karena menekankan produksi kreatif yang relevan, berkelanjutan, dan berakar pada kearifan lokal.
Dengan berbagai pendekatan dan inisiatifnya tersebut, Edu Heritage Center diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional dalam pelestarian budaya melalui jalur pendidikan dan kreativitas, sekaligus memperkuat citra UPI sebagai universitas yang menjunjung tinggi nilai budaya bangsa. RK (02/10)
FPTI Deklarasikan Program FPTI HEGAR sebagai Wujud Komitmen Green Campus
02 Oct 2025 • Humas UPI
Bandung, UPI
Dekan FPTI UPI bersama jajaran Wakil Dekan, Para Ketua Program Studi dan Kepala Seksi di lingkungan FPTI secara resmi mendeklarasikan program FPTI HEGAR sebagai bagian dari inisiatif Green Campus yang selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). Jumat, 26 September 2025.
Program FPTI HEGAR merupakan akronim dari Hijau, Elok, Gemilang, Aman, dan Responsif, yang menjadi spirit FPTI dalam membangun budaya kampus yang ramah lingkungan, estetik, unggul, berkeselamatan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hijau: mencerminkan kepedulian FPTI terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan ruang terbuka hijau, pengurangan sampah, dan efisiensi energi.
Elok: menghadirkan lingkungan kampus yang bersih, tertata, dan nyaman sebagai ruang belajar yang mendukung kreativitas mahasiswa.
Gemilang: menunjukkan tekad FPTI dalam mendukung UPI Gemilang dengan Global issues oriented, Eksis, Mobilitas akademik, Internasionalisasi, Lihai dalam riset dan inovasi, Alumni berdaya saing, Networking, dan Global branding.
Aman: menjamin terciptanya lingkungan akademik yang sehat, selamat, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika.
Responsif: menegaskan kesiapan FPTI dalam menghadapi dinamika global, teknologi, dan kebutuhan masyarakat melalui pendidikan yang berorientasi masa depan.
Dalam penyampaiannya, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Umum menegaskan keseriusan FPTI terhadap keberlanjutan program ini. Ia menekankan bahwa berbagai inisiatif dan pengelolaan terus diarahkan pada terciptanya Green Campus yang sejalan dengan SDGs, sehingga dapat memberikan manfaat nyata dan diketahui oleh seluruh sivitas akademika FPTI. Deklarasi FPTI HEGAR menjadi tonggak penting dalam perjalanan FPTI untuk memperkuat branding sebagai fakultas yang responsif terhadap isu lingkungan, visioner dalam pengembangan akademik, serta berkomitmen mewujudkan Green Campus UPI dan agenda pembangunan berkelanjutan dunia. (Kontributor: Heni Hernawati)
Tenaga Kependidikan FPTI UPI Ikuti Pelatihan Pelayanan Prima
02 Oct 2025 • Humas UPI
Bandung, UPI
Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Pelatihan Service Excellent bagi tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan akademik dan non-akademik. Selasa (30/9). Kegiatan ini menghadirkan Fery Ferdiansyah, A.Md., S.E., seorang praktisi perhotelan berpengalaman sekaligus General Manager hotel, sebagai narasumber utama
Dalam paparannya, Fery menekankan bahwa pelayanan prima bukan hanya sebatas urusan administrasi, melainkan juga human touch yang membentuk pengalaman positif bagi mahasiswa, dosen, maupun tamu kampus.
“Service excellent berarti melampaui harapan, bukan sekadar memenuhi permintaan. Mahasiswa dan stakeholder kampus adalah tamu yang perlu kita layani dengan profesionalisme dan empati,” ungkapnya.
Materi pelatihan meliputi empat sesi penting, yaitu mindset service excellent, tiga pilar pelayanan (People, Process, Physical Evidence), keterampilan praktis komunikasi dan penanganan keluhan, serta implementasi budaya layanan di kampus.
Dekan FPTI UPI dalam sambutannya menegaskan bahwa tenaga kependidikan memegang peranan penting sebagai wajah kampus. “Pelayanan prima akan menentukan citra dan reputasi UPI. Dengan pelatihan ini, kita berharap terbentuk budaya layanan akademik yang unggul, ramah, dan mendukung tercapainya pendidikan berkualitas,” ujarnya.
Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 16 (Institusi yang Kuat dan Efektif). Dengan meningkatkan keterampilan pelayanan, UPI tidak hanya memperkuat mutu pendidikan, tetapi juga membangun tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan sivitas akademika.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menjadi academic service ambassador yang membawa semangat hospitality ke dalam layanan kampus. Selain itu, terbentuk pula komitmen bersama untuk menghasilkan daftar quick wins sebagai langkah nyata perbaikan pelayanan di FPTI UPI. (Kontributor:YR)