English
Indonesia

FPTI UPI dan Honda Cars Hakata Jepang Perkuat Kolaborasi Magang Akademik Internasional

02 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan resmi dari tim Honda Cars Hakata Co. Ltd., Jepang dalam rangka monitoring kerja sama program magang akademik internasional, Selasa (23/9). Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kemitraan strategis antara UPI dan Honda, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Tim Honda Hakata diwakili oleh Koshiro Muto, Executive Director; Takeshi Yamashita, Manager of Business Promotion Department; Susumu Ueno, Chief of Global Human Resources Section; Kazuhiro Mitsuno, Section Staff of Global Human Resources Section; Asuka Tatsushima, Staff of NAME Co., Ltd. kunjungan diawali dengan berdialog bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) FPTI. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang monitoring kesiapan enam mahasiswa batch kedua yang akan berangkat magang ke Honda Jepang pada Oktober mendatang. Antusiasme mahasiswa PTO lain juga tampak tinggi untuk berpartisipasi dalam program serupa di masa depan.

Selanjutnya tim delegasi Honda bertemu dengan Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., didampingi Direktur Kemitraan dan Urusan Internasional, Kepala Divisi Kemitraan Internasional, Dekan FPTI, jajaran wakil dekan FPTI, serta Kaprodi PTO. Pihak Honda menyampaikan apresiasinya terhadap enam mahasiswa prodi PTO FPTI UPI batch pertama yang baru menyelesaikan magang pada Agustus lalu.

Dua di antara mahasiswa magang tersebut berhasil meraih sertifikat keahlian dan mendapatkan kesempatan untuk kembali ke Jepang dengan status engineer. Para mahasiswa juga berbagi testimoni positif: magang dinilai memberikan pengalaman berharga yang memperkaya pengalaman, persiapan dunia kerja sekaligus memperluas wawasan budaya. Selain itu, program ini terintegrasi dengan sistem akademik melalui konversi 20 SKS, sehingga mahasiswa dapat langsung menyelesaikan sidang skripsi setelah menyelesaikan magang di Jepang.

Magang akademik ini merupakan bentuk nyata implementasi MoU antara UPI dan Honda Cars Hakata. Program ini menegaskan peran FPTI UPI sebagai pelopor pendidikan vokasi berstandar global, yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan melalui kemitraan internasional.

Sebagai bagian dari dokumentasi, tersedia pula video yang menampilkan wawancara dan cuplikan aktivitas mahasiswa PTO UPI selama magang. (Kontributor:MNH)

Kepala Migrant Center UPI: Garuda Green Project 2025, Siapkan SDM Berkualitas di Tingkat Global

01 Oct 2025 • Humas UPI
Kepala Migrant Center UPI, Didin Samsudin, S.E., M.M., CHCM., CIT. (Dok: KKIPP UPI)

Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan Garuda Green Project 2025 di Gedung Achmad Sanusi (BPU), Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Rabu (1/10). Program ini merupakan hasil kolaborasi UPI dengan PT International K-Bridge Network (IKN) Korea dan Songgok University, Korea Selatan.

Menurut ketua pelaksana kegiatan, Bapak Didin Samsudin, S.E., M.M., CHCM., CIT., yang juga merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Korea UPI dan juga sekaligus Kepala Migrant Center UPI, Garuda Green Project 2025 bertujuan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di bidang keperawatan yang siap bersaing di tingkat global.

“Melalui program ini, peserta akan melanjutkan studi dua tahun di Songgok University sekaligus mengikuti praktik kerja lapangan di bidang keperawatan. Setelah lulus, mereka akan mendapatkan sertifikasi profesi keperawatan setara internasional,” jelas Didin.

Ia menambahkan, program ini diharapkan mampu memberikan banyak dampak positif, baik bagi UPI maupun Indonesia. “Jika banyak alumni UPI yang ikut serta, dua tahun mendatang mereka dapat menjadi tenaga kerja terampil di Korea. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan tracer study UPI, memperbaiki citra Indonesia di mata Korea, serta mendukung Kementerian BP2MI dalam menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten,” ujarnya.

Selain itu, peserta yang berhasil mendapatkan visa E-7 berkesempatan memperoleh penghasilan layak di Korea. “Kontribusi mereka juga akan berdampak pada devisa negara, yang saat ini menjadi salah satu sumber terbesar setelah migas,” tambahnya.

Sebelum keberangkatan, seluruh peserta wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) keperawatan selama dua tahun di UPI, yang nantinya diakui dan dikonversi sebagai SKS oleh Songgok University.

Adapun pelatihan bahasa Korea diselenggarakan di daerah masing-masing dengan biaya tertentu. Namun, Didin menegaskan bahwa UPI berkomitmen memberikan pelatihan bahasa Korea gratis bagi mahasiswa yatim piatu.

Bagi calon peserta yang berminat, pendaftaran dilakukan melalui UPI Migran Center, yang menjadi pusat informasi dan layanan program Garuda Green Project 2025.

“Program ini tidak hanya menyiapkan pendidikan, tetapi juga membuka jalan karier bagi generasi muda Indonesia di kancah internasional,” tutup Pak Didin.

RK (01/10)

Rektor Songgok University, Prof. Wang Dukyang: Kami Akan Melakukan Yang Terbaik Untuk Masa Depan Para Murid

01 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Songgok University dan PT International K-bridge Network (IKN) Korea Selatan secara resmi meluncurkan Garuda Green Project 2025 di Gedung Achmad Sanusi (BPU), Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Rabu (1/10).

Garuda Green Project 2025 merupakan bentuk kerja sama internasional yang dirancang sebagai model kolaborasi global, dengan cakupan tidak hanya pada bidang akademik, melainkan juga pada keberlanjutan karier lulusan. Program ini memperkuat peran UPI sebagai universitas bereputasi dunia yang berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia unggul sekaligus memperluas jaringan kerja sama internasional.

Program ini merekrut pemuda Indonesia untuk menempuh pendidikan pada bidang helper atau nursing di Songgok University, Korea Selatan. Selain kuliah, peserta juga mengikuti praktik kerja lapangan dan memiliki jalur resmi untuk bekerja secara profesional setelah menyelesaikan pendidikan.

Rektor Songgok University, Professor Wang Dukyang, menegaskan bahwa motivasi utama keterlibatan institusinya adalah demi masa depan semua siswa.
“Kami bergabung dengan UPI dan IKN karena kami ingin menciptakan sinergi yang lebih baik di era global ini. Yang terpenting, kami menganggap semua siswa, baik siswa Korea maupun siswa Indonesia sebagai siswa kami, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk masa depan mereka.” ungkapnya.

Kerja sama ini lahir dari kesamaan visi antara UPI, PT IKN Korea, dan Songgok University, yang diyakini mampu menghasilkan terobosan strategis dalam bidang pendidikan sekaligus memperluas peluang kerja global.

Melalui Garuda Green Project 2025, UPI mempertegas perannya sebagai universitas bereputasi dunia yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mendukung pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing internasional.

RK (01/10)

UPI Bersama Songgok University dan PT International K-bridge Network (IKN) Luncurkan Program Garuda Green Project 2025

01 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Songgok University dan PT International K-bridge Network (IKN) Korea Selatan resmi meluncurkan Program Garuda Green Project 2025 ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UPI, Songgok University, dan PT IKN yang dirangkaikan dengan seminar di Gedung Achmad Sanusi, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Rabu (1/10).

Acara ini dihadiri oleh Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Korea, dosen, mahasiswa, dan alumni. Turut hadir pula pimpinan Songgok University, perwakilan PT IKN Korea, Kadin, BP3MI, serta mitra perguruan tinggi, sekolah, dan yayasan.

Dalam sambutannya, Rektor UPI menegaskan bahwa Garuda Green Project 2025 bertujuan memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia, khususnya lulusan SMA/SMK, untuk memperoleh pendidikan terbaik di Korea sekaligus peluang bekerja di sektor kesehatan.

“Visi proyek ini adalah agar universitas tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga menyediakan lapangan kerja. Setelah lulus, peserta dapat bekerja di pekerjaan yang lebih baik di Korea. Proyek ini akan sangat membantu Indonesia karena dapat menekan angka pengangguran,” ujar Rektor UPI.

Program ini dirancang untuk merekrut pemuda Indonesia dalam bidang helper atau nursing di Songgok University, Korea Selatan. Selain kuliah, peserta juga akan menjalani praktik kerja lapangan serta memiliki jalur untuk bekerja secara profesional setelah menyelesaikan pendidikan.

Rektor UPI menambahkan bahwa kolaborasi ini lahir dari kesamaan visi antara UPI, PT IKN Korea yang diwakili oleh Mr. Allen, serta Songgok University. “UPI bergabung dalam program ini karena meyakini bahwa sinergi tiga pihak akan menghasilkan terobosan yang bermanfaat. Sebagai universitas yang mewakili negara, UPI berkewajiban memperluas akses pendidikan sekaligus membuka jalan bagi peluang kerja global,” tegasnya.

Garuda Green Project 2025 adalah sebuah program kolaborasi internasional yang diharapkan menjadi model kolaborasi internasional yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga keberlanjutan karier lulusan. Dengan hadirnya program ini, UPI kembali mempertegas perannya sebagai universitas bereputasi dunia yang berdampak nyata, baik dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berkualitas maupun memperluas jejaring kerja sama internasional.

RK (01/10)

Peringati Hari Kesaktian Pancasila Momentum Perekat Bangsa di Tengah Tantangan Global

01 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di halaman Gedung Gymnasium Kampus UPI Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung. Dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pondasi sekaligus perekat bangsa dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Rabu, 1/10/2025.

Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, menjadi pengingat bahwa Indonesia sebagai bangsa majemuk dengan beragam suku, agama, ras, dan golongan telah memiliki dasar yang kuat untuk menjaga persatuan.

“Banyak negara yang memiliki keragaman seperti Indonesia justru mengalami kesulitan dalam mempersatukan bangsanya. Namun, Indonesia mampu bertahan dan tetap kokoh berkat nilai-nilai luhur Pancasila yang digali oleh para founding fathers kita,” ujar Rektor UPI.

Lebih lanjut, Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. menekankan bahwa persatuan bangsa merupakan prasyarat penting dalam mencapai pembangunan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan terwujudnya masyarakat beradab. “Kalau kita bersatu, kita bisa melakukan apapun, termasuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas tahun 2045,” tambahnya.

Rektor UPI juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti pada pemahaman saja, melainkan benar-benar mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Mulai dari bangun tidur hingga kita kembali beristirahat, seharusnya nilai-nilai Pancasila sudah terpatri dalam diri kita. Percaya kepada Tuhan, mencintai sesama, menghormati orang tua, menyayangi yang lemah, hingga peduli pada fakir miskin adalah wujud nyata pengamalan Pancasila,” tegasnya.

Dalam Kesempatan yang sama Kepala Pusat Unggulan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan UPI Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si. menjelaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengenang sejarah, khususnya peristiwa G30S/PKI yang memperlihatkan pertarungan ideologi antara komunisme dengan Pancasila. “Bangsa Indonesia mampu tegak berdiri karena berpegang pada Pancasila. Itulah mengapa Pancasila disebut sakti, karena tidak bisa ditumbangkan bahkan oleh kekuatan militer,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pancasila digali dari nilai-nilai budaya bangsa dan nilai-nilai agama yang hidup di tengah masyarakat. Inilah yang membedakan Pancasila dengan ideologi besar dunia seperti komunisme, liberalisme, maupun sosialisme. “Basis Pancasila adalah religiusitas, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjadi landasan dalam membangun kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan,” jelasnya.

Di sisi lain, tantangan terhadap Pancasila tidak hanya datang dari luar melalui ideologi transnasional yang bertentangan dengan jati diri bangsa, tetapi juga dari dalam negeri. Generasi penerus bangsa perlu terus memahami, mengembangkan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pendidikan formal menjadi jalur strategis untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Tema tahun ini sangat relevan karena kita tengah berupaya agar nilai Pancasila benar-benar hidup dalam sanubari bangsa Indonesia serta menjadi dasar dalam sistem ketatanegaraan kita,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, UPI berkomitmen terus menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus dan masyarakat luas sebagai jalan menuju bangsa yang bersatu, maju, dan berdaulat. (Riza Ibrahim/DN/Ratih)

Pencarian