English
Indonesia

Seminar Nasional Ekonomi Kerakyatan: Implementasi Asta Cita dan Nilai Filosofis Pancasila

27 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Seminar Nasional Ekonomi Kerakyatan sebagai Implementasi Asta Cita dan Nilai Filosofis Pancasila, yang dihadiri oleh tokoh nasional, akademisi, dan pemimpin masyarakat. Seminar ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan gagasan, riset, dan rekomendasi kebijakan dalam membangun perekonomian Indonesia yang berkeadilan, inklusif, dan berakar pada nilai Pancasila.

Acara dibuka resmi oleh Rektor UPI, dengan tamu kehormatan: Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi dan Perbankan, Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, Ustadz Dr. Adi Hidayat, Ph.D., Prof. Dr. H. Eeng Ahman, M.S., Ketua dan Sekretaris Majelis Wali Amanat UPI, unsur Forkopimda (Pangdam III/Siliwangi dan Kapolda Jabar), serta perwakilan 14 perguruan tinggi di Bandung.

Ketua MWA UPI menekankan bahwa pembangunan organisasi tidak hanya berhenti pada struktur, strategi, dan sistem, tetapi harus berlandaskan values, budaya organisasi, keyakinan, dan perilaku, karena aspek inilah yang paling fundamental.

Rektor UPI menambahkan bahwa Asta Cita yang digagas Presiden RI sejalan dengan nilai Pancasila. UPI sebagai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ide-ide segar, riset, dan kolaborasi demi mewujudkan ekonomi kerakyatan sebagai jawaban atas tantangan global.

Dalam Keynote Speech, Ustadz Dr. Adi Hidayat, Ph.D.,  memaknai “kerakyatan” dari perspektif linguistik dan religius. Kata rakyat berarti dimuliakan dan dipelihara, yang selaras dengan nilai fitrah manusia. Ia menekankan pesan Al-Qur’an (QS. Al-Hasyr:7 dan QS. Al-Baqarah:188) sebagai kritik terhadap monopoli dan ketidakadilan ekonomi yang terjadi di 15 abad lalu. Beliau meneladankan Piagam Yatsrib sebagai model awal persaudaraan, gotong royong, dan distribusi adil, yang kemudian menjadi inspirasi lahirnya Pasal 33 UUD 1945.

Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi dan Perbankan, melalui Asisten I, menyampaikan bahwa Presiden RI menegaskan ekonomi nasional harus berakar pada rakyat. Ekonomi kerakyatan selaras dengan Pancasila dan Asta Cita, menjunjung tinggi semangat gotong royong dan keberpihakan pada UMKM. Pemerintah berkomitmen menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan pembangunan SDM, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar tetapi juga pelaku ekonomi utama. Seminar ini diharapkan melahirkan gagasan dan riset untuk mendukung peta jalan kemandirian bangsa.

Dalam paparannya, Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, menegaskan adanya kesamaan kondisi antara ketimpangan ekonomi 15 abad lalu yang disampaikan UAH dengan kondisi Indonesia saat ini. Belajar dari para founding fathers, koperasi diyakini sebagai jawaban fundamental untuk mengatasi ketimpangan, memperkuat UMKM, dan menegakkan kemandirian bangsa agar tidak bergantung pada modal asing.

Prof. Dr. H. Eeng Ahman, M.S. (Guru Besar UPI) menekankan bahwa Asta Cita adalah fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan. Nilai-nilainya sejalan dengan Pancasila dan harus diwujudkan dalam sistem ekonomi kerakyatan. Beliau menyoroti prinsip kedaulatan rakyat, gotong royong, keadilan sosial, dan pemerataan pendapatan sebagai inti dari ekonomi berkeadilan. Menurutnya, UMKM dan koperasi adalah motor penggerak utama yang dapat menyerap tenaga kerja, mengurangi kemiskinan, dan mendistribusikan hasil pembangunan secara merata. Gerakan 80 ribu Koperasi Merah Putih dipandang sebagai strategi revolusioner yang dapat memperkuat pilar ekonomi bangsa, meneladani praktik sukses di berbagai negara maju.

Seminar ini menghasilkan kesepahaman bahwa ekonomi kerakyatan harus diukur bukan hanya lewat pertumbuhan GDP, tetapi dari keterlibatan dan kenyamanan rakyat dalam sistem ekonomi, khususnya melalui koperasi dan UMKM karena keduanya adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan, sekaligus instrumen utama implementasi Asta Cita. Rekomendasi yang dirumuskan dalam Seminar Nasional ini untuk selanjutnya akan diarahkan menjadi Naskah Akademik Ekonomi Kerakyatan sebagai sumbangan akademis bagi Presiden RI dan Pemerintah Indonesia dalam merumuskan peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.

(Kontributor: Rita Anggorowati/SPs UPI).

SPs UPI Dorong Peningkatan Daya Jual Produk Teaching Factory di SMK Program Keahlian Kuliner Berbasis Digital Marketing

26 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, September 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Diktisaintek Berdampak. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Kepakaran Bidang Ilmu, Sekolah Pascasarjana UPI mengadakan pelatihan untuk guru SMK Program Keahlian Kuliner se Jawa Barat bertajuk “Pelatihan Inovasi Pemasaran Berbasis Digital dalam Meningkatkan Daya Jual Produk Teaching Factory di SMK Program Keahlian Kuliner”. Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Prof. Dr. Cica Yulia, S.Pd., M.Si. beserta tim yang terlibat yaitu Prof. Dr. Isma Widiaty, M.Pd., dan mahasiswa doktoral Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan yaitu Muktiarni, M.Pd., dan Asep Maosul, M.Pd.

Kegiatan ini berangkat dari semangat SMK se-Jawa Barat untuk terus berkembang dalam dunia digital. Saat ini, siswa dan guru mulai aktif meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan platform digital marketing. Teaching Factory pun terus ditata agar memiliki sistem manajemen pemasaran yang terintegrasi, sehingga mampu mendukung inovasi dan memperkuat citra SMK sebagai pusat pembelajaran sekaligus pusat produksi yang siap menghadapi era digital.Kegiatan ini secara langsung memberikan dampak yang positif bagi 60 guru SMK Program Keahlian Kuliner se Jawa Barat yang terlibat. Para peserta mendapatkan pelatihan mengenai konsep dasar deep learning dalam pendidikan kuliner, peningkatan branding produk Teaching Factory, serta digital marketing berbantuan Artificial Intelligence.

Kegiatan ini sejalan dengan program utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pelatihan ini mendukung SDGs ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan menawarkan pendampingan dan pelatihan konsep dasar deep learning dalam pendidikan kuliner, pelatihan peningkatan branding produk Teaching Factory yang efektif dan professional, serta pelatihan digital marketing berbantuan AI kepada guru SMK untuk meningkatkan daya jual produk Teaching Factory.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama yaitu pelatihan deep learning dilaksanakan secara daring menggunakan platform zoom meeting pada tanggal 18 Agustus 2025. Pemateri dalam kegiatan pelatihan ini adalah Prof. Dr. Isma Widiaty, M.Pd. yang merupakan Dosen Ahli Kurikulum. Sesi kedua yaitu pelatihan branding produk dilaksanakan secara daring menggunakan platform zoom meeting pada tanggal 30 Agustus 2025. Pemateri dalam kegiatan pelatihan ini adalah Chef Zahakir Haris yang merupakan seorang Chefpreneur yang memiliki perusahaan bakery dan juga berprofesi sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor.

Kegiatan sesi ketiga yaitu pelatihan Digital Marketing Memanfaatkan AI dibuka oleh Dekan Sekolah Pasca Sarjana, Prof. Dr. Juntika, M.Pd. Kegiatan sesi ketiga ini merupakan penutup dari rangkaian acara pelatihan dan diadakan secara tatap muka di Gedung Center of Exellence (CoE) UPI lantai 6 pada hari Rabu 10 September 2025. Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh guru-guru SMK bidang kuliner sebanyak 30 orang. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Dr. Yusuf Murtadlo Hidayat, S.Si., M.Stat., CFP.

Sebagai langkah strategis, tim pengabdian merancang roadmap untuk mengembangkan strategi pemasaran berbasis digital dalam Teaching Factory di SMK se Jawa Barat secara berkelanjutan dalam lima tahun. Pada tahun pertama ini, kegiatan difokuskan pada identifikasi kebutuhan dan implementasi awal melalui observasi, studi literatur, serta pelatihan dasar digital marketing bagi siswa dan guru, termasuk strategi media sosial, e-commerce, dan SEO.

Pelatihan ini menegaskan komitmen UPI sebagai universitas yang menghasilkan lulusan yang berkualitas dan juga berkontribusi nyata pada inovasi, pembangunan sosial, dan solusi bagi masyarakat, khususnya bagi pendidikan berkualitas termasuk pendidikan vokasi yang berdampak. Luaran yang dihasilkan dari PkM ini meliputi publikasi jurnal, publikasi media massa, serta Hak Kekayaan Intelektual e-book Konsep Dasar Deep Learning dalam Pendidikan Kuliner.

Kontributor: Dhea Avelina M

Dosen UPI Jadi Pembicara Undangan di CCAT 2025 Korea

26 Sep 2025 • Humas UPI

Daejeon, Korea Selatan – 26 September 2025

Dua dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi pembicara undangan pada ajang bergengsi Conference of Advanced Technology (CCAT) 2025 yang diselenggarakan oleh Chungnam National University (CNU) bekerja sama dengan Kongju National University (KNU) pada 24–26 September 2025 di Daejeon, Korea. Kedua akademisi tersebut adalah Prof. Dasim Budimansyah, Director of GCC Indonesia, dan Dr. Syaifullah, Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan.

Acara CCAT 2025 dibuka secara resmi oleh President of CNU, Prof. Kim Jeong-Kyoum, Ph.D. dan President of KNU, Prof. Kyeong-Ho Lim, Ph.D.. Setelah itu dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Jeungeun Heo, Ph.D., Director General of Directorate for Academic Promotion, National Research Foundation of Korea. Kegiatan konferensi kemudian berlangsung dalam lima simposium paralel: SDG Solution, Next Generation Energy, Digital Agriculture, Region-Specific, dan Smart City.

Pada Simposium 1: SDG Solution, Prof. Dasim Budimansyah dan Dr. Syaifullah tampil sebagai pembicara pada sesi khusus Global Citizenship Education as a Pathway to the SDGs.

Dalam paparannya berjudul “Mainstreaming GCED in Indonesian Higher Education: Strategies and Challenges toward SDG 4.7”, Prof. Dasim menekankan bahwa Global Citizenship Education (GCED) merupakan pendekatan transformatif abad ke-21 yang mendorong kesadaran global, empati lintas budaya, dan tanggung jawab sosial. Dengan mengaitkan GCED pada filosofi Pancasila, Prof. Dasim menyoroti strategi dan tantangan implementasi GCED di perguruan tinggi Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan adanya dukungan kebijakan dan inisiatif inovatif, namun masih terdapat kendala struktural seperti pemahaman yang terfragmentasi, kapasitas pedagogis yang terbatas, dan kurangnya riset empiris. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem GCED secara holistik melalui kerangka nasional, integrasi ke sistem akreditasi, dan pengembangan komunitas praktik lintas perguruan tinggi.

Sementara itu, Dr. Syaifullah memaparkan karya berjudul “Indonesian Civic Education as a Cultural Pathway to Global Peace and SDG 16”. Ia menjelaskan bahwa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Indonesia tidak hanya mendidik generasi muda menjadi warga negara yang baik, kritis, dan bertanggung jawab, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi warga global yang inklusif dan berkontribusi pada perdamaian dunia.

Kehadiran dua akademisi UPI di forum internasional ini menegaskan komitmen UPI dalam mengembangkan pendidikan kewarganegaraan global dan memperkuat kontribusi Indonesia pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4.7 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat.

“GCED bukan hanya agenda global, melainkan sebuah imperatif berbasis nilai bagi Indonesia untuk melahirkan warga negara yang berakar pada identitas nasional sekaligus berperan aktif dalam peradaban global,” ungkap Prof. Dasim dalam sesi presentasinya.

Partisipasi aktif UPI dalam CCAT 2025 menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi akademik lintas negara dapat memperkuat jaringan keilmuan sekaligus memajukan diplomasi pendidikan Indonesia di kancah internasional.

Kontributor: Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si.

UPI Dorong Digitalisasi UMKM Melalui Pelatihan Digital Marketing Produk Kere Mujair di Sumedang

26 Sep 2025 • Humas UPI

Kabupaten Sumedang – Program Studi Pendidikan Tata Boga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada digitalisasi UMKM. Tim yang diketuai Dr. Ellis Endang Nikmawati, M.Si. menyelenggarakan pelatihan digital marketing untuk meningkatkan penjualan produk kere mujair di Kelompok Usaha Rumah Pintar (Rumpin) Albarokah, Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, pada Rabu (11/6/2025).

Sebagai institusi pendidikan terdepan, UPI melalui Program Studi Pendidikan Tata Boga mengambil peran strategis dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi UPI dalam mendukung transformasi digital UMKM di Indonesia, sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat desa yang telah terjalin sejak tahun 2013-2014 melalui program Rumah Pintar Al Barokah.

Inovasi yang dibawa tim UPI tidak hanya berupa transfer pengetahuan, tetapi juga solusi praktis berupa desain label kemasan dan booklet pemanfaatan digital marketing yang telah mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Hak Cipta. Pendekatan holistik ini menunjukkan komitmen UPI dalam memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi kreatif masyarakat desa.

Program pelatihan digital marketing ini memberikan dampak signifikan bagi transformasi ekonomi Kelompok Usaha Rumpin Albarokah. Melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA) berbasis kemitraan dan potensi lokal, tim UPI berhasil mengidentifikasi dan mengembangkan potensi produk kere mujair sebagai komoditas unggulan desa yang dapat bersaing di era digital.

Dampak nyata program ini terlihat dari antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ibu-ibu anggota Rumpin kini memiliki pemahaman komprehensif tentang digital marketing, mulai dari konsep pemasaran digital, pemanfaatan media sosial dan marketplace, hingga teknik pengemasan produk yang menarik dan sesuai standar pasar.

“Program ini memberikan pencerahan baru bagi kami dalam memasarkan produk kere mujair. Dengan dukungan teknologi digital, kami optimis dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Ibu Ade Lilis, pengelola Rumpin Albarokah, yang menyambut hangat kegiatan ini.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan UPI ini sejalan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Pengentasan Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Program ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan kapasitas ekonomi perempuan melalui pemberdayaan kelompok usaha berbasis home industry. Dengan meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemasaran, program ini membuka peluang kerja layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Aplikasi Praktik packaging produk pada kemasan

Selain itu, penerapan teknologi digital dalam pemasaran produk lokal juga mendukung tercapainya target SDG 9 tentang peningkatan akses UMKM terhadap layanan keuangan dan integrasi ke dalam rantai nilai global. Transformasi digital yang dilakukan akan memungkinkan produk kere mujair tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi berpotensi menembus pasar regional bahkan nasional.

Untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi dampak program, tim UPI merekomendasikan beberapa strategi kunci. Pertama, perlu adanya pendampingan berkelanjutan dalam implementasi pengetahuan digital marketing yang telah diperoleh peserta, termasuk monitoring dan evaluasi berkala terhadap perkembangan usaha.

Kedua, pengembangan kemitraan strategis dengan platform e-commerce dan lembaga keuangan untuk memfasilitasi akses pasar dan permodalan bagi UMKM. Hal ini akan mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing produk kere mujair di pasar yang lebih luas.

Ketiga, standardisasi dan sertifikasi produk kere mujair perlu dilakukan untuk memenuhi persyaratan distribusi modern dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Keempat, diperlukan pembentukan platform digital khusus untuk produk unggulan desa yang dapat mengintegrasikan berbagai pelaku usaha lokal dalam satu ekosistem digital yang terpadu.

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan yang komprehensif, dimulai dari tahap persiapan berupa koordinasi dan survei lokasi untuk menggali potensi lokal dan memahami tantangan yang dihadapi masyarakat. Tim UPI melakukan pendekatan partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholder dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program.

Kegiatan inti berupa pelatihan diselenggarakan dengan melibatkan tim ahli dari UPI, yaitu Dr. Ellis Endang Nikmawati, M.Si. sebagai ketua pelaksana, didukung oleh Dr. Yulia Rahmawati, M.Si., Prof. Dr. Cica Yulia, S.Pd., M.Pd., Nia Lestari, M.Pd., Muktiarni, M.Pd., dan Asep Maosul, M.Pd., serta mahasiswa sebagai asisten peneliti.

Materi pelatihan mencakup teori dan praktik digital marketing, pengemasan produk yang menarik, pembuatan toko online di marketplace dan media sosial, serta strategi branding produk lokal. Peserta juga mendapatkan booklet panduan dan desain label kemasan yang dapat langsung diimplementasikan dalam usaha mereka.

Desain label dan aplikasinya pada kemasan

Program pengabdian masyarakat UPI ini merepresentasikan model kolaborasi ideal antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan jarak tempuh ± 77,8 kilometer dari kampus UPI, tim menunjukkan dedikasi tinggi dalam mewujudkan misi transformasi sosial melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi untuk pengembangan UMKM berbasis digital di wilayah lain, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agent of change dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Booklet Pemanfaatan Digital Marketing Produk Usaha Kere Mujair yang telah mendapatkan sertifikat HKI Hak Cipta.

Kontributor: Yulia Rahmawati

Strategi Penguatan Personal Branding Mahasiswa UPI dengan Pelatihan Tata Rias dan Perawatan Wajah

25 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung UPI – menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global melalui Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Keterampilan Perawatan dan Tata Rias Wajah (Make-Up) bagi Mahasiswa sebagai Upaya Penguatan Personal Branding”, UPI memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan citra diri profesional. Kegiatan ini menegaskan peran aktif universitas dalam memberikan bekal keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Kegiatan ini secara nyata memberikan dampak positif dan signifikan bagi para peserta. Peningkatan kemampuan dalam mengolah tata rias wajah, perawatan kulit, dan etika penampilan langsung terlihat. Lebih dari itu, pelatihan ini berhasil menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa dan pemahaman bahwa citra diri yang baik merupakan modal penting dalam karier. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mentalitas profesional.

Acara yang berlangsung pada Senin, 26 Mei 2025, bertempat di Gedung Center of Excellence (CoE) UPI Bandung, dibuka secara resmi oleh Pimpinan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa. Susunan acara meliputi sambutan, penyampaian materi, demonstrasi, hingga sesi praktik langsung. Tim pelaksana yang dipimpin oleh Dr. Asri Wibawa Sakti, M.Pd., bersama Dr. Winwin Wiana, M.Ds., Mila Karmila, S.Pd., M.Ds., dan Dra. Cucu Ruhidawati, M.Si. memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan interaktif.

Kegiatan ini selaras dengan beberapa program utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pelatihan ini secara langsung mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menawarkan pembelajaran tambahan yang melengkapi kurikulum formal, sehingga mahasiswa memperoleh keahlian yang lebih komprehensif. Selain itu, dengan melibatkan peserta laki-laki dan perempuan secara setara, program ini juga berkontribusi pada SDG 5: Kesetaraan Gender, memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan manfaat dari pengembangan diri.

Sebagai langkah strategis, tim dosen merekomendasikan agar kegiatan serupa dapat menjadi program rutin, dengan cakupan yang diperluas ke lintas program studi. Kolaborasi dengan industri kecantikan juga disarankan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang lebih luas. Hal ini akan memperkuat sinergi antara dunia akademis dan industri, serta memberikan nilai tambah bagi lulusan UPI.

Pelatihan ini menegaskan komitmen UPI untuk tidak hanya menghasilkan intelektual, tetapi juga individu yang siap bersaing di dunia kerja dengan citra diri yang positif, kompeten, dan profesional. Luaran yang dihasilkan dari PkM ini meliputi modul pelatihan, video edukatif, dan sertifikat yang menjadi bukti kompetensi bagi setiap peserta.

Kontributor: Asri Wibawa Sakti
Editor: Angga Hadiapurwa

Pencarian