English
Indonesia

Penjaga Irama di Balik Layar: Sebuah kisah dari Tim Kesekretariatan POMNAS Jabar

25 Sep 2025 • Humas UPI

Semarang 24 September 2025

Pada suatu petang di kota Semarang, selepas meliput perjuangan para Atlet Jawa Barat (Jabar) di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) penulis pun diundang Wakil ketua kontingen Jabar, Prof. Dr. Mulyana,M.Pd  untuk bersilaturahmi ke ruang kesekretariatan kontingen. Menit demi menit dilalui dalam kehangatan silaturahmi, penulis pun tersadarkan, Dibalik sorak-sorai para suporter dan semangat para atlet Jawa Barat yang berlaga di POMNAS, terdapat sebuah tim yang bekerja senyap di balik layar, tetapi keberadaannya sangat menentukan kelancaran aktivitas kontingen. Mereka adalah tim kesekretariatan POMNAS kontingen Jawa Barat, sosok-sosok multitasking yang menjaga informasi tetap aktual, sinergi tetap terjaga, dan roda koordinasi terus berputar.

Beranggotakan tiga orang yang Tengah berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Defany Ifadh (S2 Pendidikan Olahraga), Fabian Handhika Wijanarto (S1 Ilmu Keolahragaan), Dian Barokah (S1, Pendidikan Olahraga), Setiap hari sejak pagi hingga larut malam, tim ini terus bergerak baik di dalam command centre maupun lintas gelanggang pertandingan. Tugas mereka berlapis, dari memastikan jadwal pertandingan tersiarkan dengan benar, menyampaikan hasil pertandingan secara real time, menyiapkan kebutuhan administrasi, menjadi penghubung antar bidang dalam kontingen, bahkan sampai tugas dokumentasi dan publikasi.

“seru, dapat banyak pengalaman,sekaligus melatih kesabaran, plus banyak kenal orang baru ” ujar salah satu anggota tim dengan senyum. Kalimat sederhana itu mencerminkan kesadaran bahwa keberhasilan tim ini seringkali tidak tercatat dalam catatan prestasi, tapi terasa dalam kelancaran kontingen secara keseluruhan.

Bayangkan sebuah kompetisi dengan belasan cabang olahraga, ratusan pertandingan, dan berbhinekanya pihak yang harus diorganisir. Di situlah tim kesekretariatan Kontingen POMNAS Jabar memainkan peran krusial. Mereka berkoordinasi dengan panitia pusat, atlet, pelatih, technical delegates, hingga ofisial di lapangan. Satu kesalahan informasi bisa berakibat fatal, tetapi lewat ritme kerja yang rapi, sinergitas antar lini tetap terjaga.

“Kadang kami overload, dar der dor dengan banyaknya informasi dari berbagai sumber dengan waktu bersamaan, tapi komunikasi harus tetap lancar. Itu jadi tantangan sekaligus kebanggaan,” Ujar Fabian, sambil menatap laptopnya dengan senyum yang tetap merekah.

Dalam sebuah kontingen besar, sacapkali yang mendapat sorotan adalah atlet berprestasi atau pelatih. Namun, janganlah kita lupakan, ada barisan pekerja keras yang memilih berada di belakang layar, memastikan operasional berjalan mulus. Tim kesekretariatan POMNAS Jabar Adalah salah satu contohnya, pahlawan tanpa sorotan.

Mereka tidak mengejar medali, tidak berdiri di podium, tapi dedikasi mereka memastikan kontingen berjalan sebagai kesatuan yang solid nan gemilang. Keberadaan mereka membuktikan bahwa sebuah kemenangan lahir bukan hanya dari keringat atlet di lapangan, tapi juga ketekunan sosok-sosok yang bekerja dalam senyap, bersuara dalam karya.

Kontributor: Vidi Sukmayadi

PPBS UPI Gelar Pra-Karantina dan Seleksi PPBS 2025: Cetak Duta Kampus Berwawasan Global

25 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, 21 September 2025 – PPBS UPI kembali menyelenggarakan ajang bergengsi Pemilihan Putra Putri Bumi Siliwangi (PPBS) 2025. Kegiatan Pra-Karantina dan Seleksi berlangsung pada Sabtu–Minggu, 20–21 September 2025, bertempat di Auditorium DPPM UPI dan Gedung FPTI A UPI. Sebanyak 96 mahasiswa dari sembilan fakultas dan tiga kampus daerah (Cibiru, Purwakarta, Sumedang) ambil bagian dalam acara ini.

Melalui kegiatan ini, UPI berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta wawasan UPI dan kebangsaan. Proses pembekalan yang menghadirkan para ahli menjadi bentuk nyata kontribusi UPI dalam membangun mahasiswa berkarakter unggul dan siap bersaing tidak hanya ditingkat kampus tetapi sampai tingkat nasional.

Dampak program ini terlihat dari bagaimana PPBS UPI menjadi ruang aktualisasi diri, wadah pelatihan soft skill, sekaligus media pengembangan kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Dengan demikian, kegiatan ini sejalan dengan visi UPI dalam melahirkan lulusan berdaya saing global yang juga membawa nilai-nilai kearifan lokal.

Lebih jauh, keberadaan PPBS sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui pembekalan soft skill, kreativitas, serta jejaring sosial yang terbangun, mahasiswa dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di masa depan.

Ke depan, rekomendasi strategis yang dapat diambil adalah memperluas kolaborasi PPBS dengan instansi pemerintah maupun swasta, serta mendorong keterlibatan alumni PPBS sebagai mentor. Hal ini akan memperkuat keberlanjutan program sekaligus meningkatkan dampaknya terhadap pengembangan mahasiswa UPI.

Rangkaian Acara Pra-Karantina

Pada hari pertama, peserta mengikuti berbagai sesi pembekalan dengan materi sebagai berikut:

  • Wawasan UPI oleh Dr. Mokh. Iman Firmansyah, S.Pd.I., M.Ag.
  • Wawasan PPBS oleh Ghalih Djati Munggaran (Ketua Umum PPBS UPI 2025/2026) dan Kapten Syaidan Nur Daniswara (Ketua Pelaksana Pemilihan PPBS UPI 2025).
  • Public Speaking oleh Adi Kusmiadi, S.Pd.
  • Manner dan Etika oleh Vicky Taniadi, S.Pd., M.Ag.
  • Personal Branding oleh Maryam Kassem.
  • Talkshow bersama Satuan Penjamin Mutu (SPM) PPBS UPI, Ketua dan Wakil Ketua PPBS UPI, serta Putra Putri Terpilih Bumi Siliwangi 2024.

Kegiatan Pra-Karantina ini dihadiri oleh Prof. Dr. Trianti Nugraheni, M.Si. selaku Dosen Pembimbing PPBS UPI, dan dibuka secara resmi oleh Dr. Hernawan, M.Pd. (Kepala Divisi Bidang Organisasi Kemahasiswaan dan Alumni, Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UPI).

Rangkaian Acara Seleksi

Hari kedua diisi dengan proses seleksi intensif yang mencakup:

  • Tes Tulis, untuk menguji pengetahuan akademik dan wawasan umum peserta.
  • Wawancara, sebagai sarana menilai kepribadian, motivasi, dan pola pikir calon finalis.
  • Motion Challenge, yaitu tantangan berbicara singkat secara spontan untuk melatih kecakapan berpikir kritis dan komunikasi efektif.
  • Catwalk Training, yang melatih kepercayaan diri, penampilan, serta keterampilan membawakan diri.

Dari total 96 peserta, terpilih 38 finalis (19 putra dan 19 putri) yang akan melaju ke Grand Final PPBS UPI 2025. Para finalis diharapkan menjadi representasi mahasiswa UPI yang berintegritas, inspiratif, dan siap menjadi duta kampus di berbagai forum nasional maupun internasional.

Ketua Pelaksana, Syaidan Nur Daniswara, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan diri mahasiswa. “PPBS UPI adalah ruang aktualisasi untuk mencetak generasi muda yang berwawasan, berkarakter, dan siap menjadi teladan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum PPBS UPI 2025/2026, Ghalih Djati Munggaran, menambahkan bahwa ajang ini akan terus menjadi tradisi kebanggaan universitas. “Kami berharap finalis PPBS 2025 dapat menjadi role model bagi mahasiswa lain dalam berkarya dan berkontribusi untuk masyarakat,” jelasnya. (PPBS)

Daftar Finalis Putra Putri Bumi Siliwangi (PPBS) UPI 2025

Finalis Putra

NoNamaProgram Studi / Fakultas / Kampus
1Aditia Bayu TirtaPendidikan IPS (FPIPS)
2Samuel Halomoan SimarmataPendidikan Sosiologi (FPIPS)
3Ahmad Ikhsan MaulanaPendidikan Geografi (FPIPS)
4Muhammad Zidan FauziyanaPendidikan Sejarah (FPIPS)
5Arifinsyah Julitama HasibuanPPKn (FPIPS)
6Dhitkya PradanaIPAI (FPIPS)
7Aditiya RusmaindraManajemen Industri Katering (FPIPS)
8Gherry AlviartIlmu Komputer (FPMIPA)
9Damar SatrianaBiologi (FPMIPA)
10Shobron DzulkayisiInternational Program on Science Education (FPMIPA)
11Febri Putra BudiartoPendidikan Teknik Bangunan (FPTI)
12RamdaniPendidikan Teknik Mesin (FPTI)
13Ryan Rafif AndaffaTeknik Sipil (FPTI)
14Aldi KosasihPendidikan Teknik Arsitektur (FPTI)
15M. Faiz Rizky DarmantoPendidikan Teknik Arsitektur (FPTI)
16Dimas Haifan AdibPendidikan Teknik Elektro (FPTI)
17Al Furqon Rizky FebianMusik (FPSD)
18Rifki Destrizal NugrahaMekatronika & Kecerdasan Buatan (Kampus Purwakarta)
19Yudi GuntoroPendidikan Guru SD (Kampus Sumedang)

Finalis Putri

NoNamaProgram Studi / Fakultas / Kampus
1Zalika Haviva RaziManajemen Resort & Leisure (FPIPS)
2Wina Melinda MarbunIlmu Komunikasi (FPIPS)
3Aulia Ezha ApriyantiPendidikan Pariwisata (FPIPS)
4Alettha Dini Zakaria S.Psikologi (FIP)
5Imelda Aprillia SitanggangBimbingan & Konseling (FIP)
6Khalda Nur AuliaBimbingan & Konseling (FIP)
7Monalisa Aprilyanti SianturiPendidikan Khusus (FIP)
8Nazwa Aulia FitriyaniInternational Program on Science Education (FPMIPA)
9Merdifa Chiquita Kayla CahyadiFisika (FPMIPA)
10Diva Dwi Ayu Tahta M.K.W.Pendidikan Teknik Arsitektur (FPTI)
11Vanesa Nicole Rehuellah OppierPendidikan Tata Busana (FPTI)
12Tasya Rahma PutriBahasa & Sastra Indonesia (FPBS)
13Keisya Putri KurniaPendidikan Bahasa Korea (FPBS)
14Anya Khalisa HaddelPendidikan Manajemen Perkantoran (FPEB)
15Woro Dwi WerdaniKeperawatan (FPOK)
16Nabila Nasya FahlefiPendidikan Seni Tari (FPSD)
17Afgeashayna Vianca VardhiniKedokteran (FK)
18Najwa Adistia NisrinaPGSD (Kampus Cibiru)
19Syarah Fitria NovelarosaKeperawatan (Kampus Sumedang)

Dua Mahasiswa Doktoral Pendidikan IPS UPI Angkat Nama Indonesia Pada Forum Akademik Dunia di Daegu, Korea Selatan

25 Sep 2025 • Humas UPI

Daegu, Korea Selatan – Dua mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yakni Amri Dhimas Maulana dan Alif Ilman Mansyur, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Keduanya, yang juga merupakan penerima beasiswa LPDP, menjadi delegasi UPI dalam ajang World Engineering Educational Forum & Global Engineering Deans Council (WEEF & GEDC) Annual Conference 2025 yang berlangsung pada 21–25 September di EXCO Convention Hall, Daegu, Korea Selatan.

Kehadiran mereka mendapat apresiasi karena berhasil mengangkat isu pendidikan, literasi digital, serta potensi lokal Indonesia ke panggung dunia. Forum internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk membahas isu-isu mutakhir dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya.

Diskusi Lintas Kebudayaan

Sebelum tampil dalam sesi utama, Amri dan Alif mengikuti pre-conference yang dihadiri peserta dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, para delegasi terlibat diskusi mendalam mengenai kesadaran lintas kebudayaan (cross-cultural awareness).

Bagi Amri dan Alif, kesempatan ini sangat berharga untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring akademik internasional.

“Kegiatan ini membuka ruang dialog antarbudaya yang sangat berharga. Kami tidak hanya membicarakan penelitian, tetapi juga bertukar perspektif tentang bagaimana pendidikan dapat menjembatani perbedaan dan membangun kolaborasi global,” ujar Alif.

Inovasi Amri Dhimas Maulana: Kopi Jember dan Pembelajaran IPS

Amri Dhimas Maulana, di bawah bimbingan Prof. Dr. Aim Abdulkarim, M.Pd., Prof. Dr. Enok Maryani, MS., dan Prof. Dr. Erlina Wiyanarti, M.Pd., mempresentasikan penelitian berjudul:

“Social Studies Learning with Local Coffee: A Community-Based Approach From The Field to Digital Marketplace.”

Dalam paparannya, Amri menekankan bahwa pembelajaran IPS tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga dapat menjadi sarana pengembangan potensi lokal berbasis komunitas. Ia mengangkat kopi Jember sebagai studi kasus, yang memperlihatkan bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam pembelajaran untuk:

  • mendukung keberlanjutan ekonomi lokal,
  • menjaga kelestarian budaya agraris, dan
  • memperluas akses pasar melalui platform digital.

“Melalui pendekatan berbasis komunitas, pendidikan dapat menjadi motor penggerak yang menghubungkan petani kopi, peserta didik, dan pasar global. Ini bukan sekadar pembelajaran di kelas, tetapi praktik nyata pemberdayaan masyarakat,” jelas Amri.

Gagasan Alif Ilman Mansyur: Pendidikan Budaya Digital

Sementara itu, Alif Ilman Mansyur, dengan bimbingan Prof. Nana Supriatna, M.Ed., Prof. Dr. Sapriya, M.Ed., dan Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd., memaparkan risetnya mengenai pendidikan budaya digital.

Penelitian berjudul “Digital Cultural Heritage Education: Using Technology to Improve Instruction for the SDGs in Lombok, Indonesia” menyoroti pentingnya penguatan literasi digital di kalangan peserta didik.

Menurut Alif, literasi digital tidak boleh hanya sebatas kemampuan teknis, tetapi juga harus meliputi aspek etika, nilai, dan budaya. Transformasi ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya technologically literate, tetapi juga memiliki cultural sensitivity dalam ruang digital global.

“Sintesis antara kemahiran teknis dan kearifan sosio-kultural merupakan prasyarat fundamental untuk membentuk peserta didik yang mampu menavigasi kompleksitas ruang siber sekaligus berkontribusi konstruktif bagi pembangunan peradaban digital yang berkarakter dan berbudaya,” tegas Alif.

Kontribusi Akademisi Indonesia di Level Global

Partisipasi Amri dan Alif dalam forum internasional ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi Indonesia dalam menghadirkan gagasan inovatif sekaligus memperkenalkan potensi lokal bangsa di level dunia.

Menurut mereka, keikutsertaan ini bukan hanya ajang berbagi gagasan, melainkan juga membuka peluang kolaborasi global.

“Kesempatan ini adalah momentum untuk memperkenalkan pendidikan IPS Indonesia di level dunia, sekaligus menunjukkan bahwa potensi lokal seperti kopi Jember maupun isu literasi digital dapat menjadi bahan kajian yang relevan secara global,” tambah Alif.

Ajang Kolaborasi Internasional

Forum WEEF & GEDC Annual Conference 2025 yang digelar di Daegu merupakan wadah strategis bagi para akademisi dunia. Dengan tema besar seputar pendidikan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan, forum ini mendorong pertukaran ide sekaligus pencarian solusi atas tantangan global.

Keterlibatan dua mahasiswa doktoral Pendidikan IPS UPI ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi akademisi muda Indonesia untuk terus berani menghadirkan karya, riset, dan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga relevan secara global. (alif)

Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR) UPI: Dari Terang Rumah Menuju Terang Pendidikan dan Kehidupan

25 Sep 2025 • Humas UPI
Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., Menunjukan cara penggunaan LIMAR kepada masyarakat penerima bantuan (22/9/2025)

BANDUNG, 22 September 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dengan meluncurkan program LIMAR (Listrik Mandiri Rakyat) di Kampung Datar Mala, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Program ini ditujukan bagi rumah tangga yang belum terjangkau aliran listrik pemerintah, khususnya masyarakat prasejahtera.

Program unggulan ini dipimpin langsung oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA. Pemasangan perdana dilakukan pada rumah percontohan sebagai upaya memberikan penerangan malam hari serta mendukung aktivitas produktif warga.

“UPI berdampak melalui program LIMAR ini bukan hanya sekadar memberikan penerangan kepada mereka yang tergolong dalam kelompok masyarakat prasejahtera, tetapi juga memberikan harapan dan kesempatan kepada mereka untuk berani bermimpi dan mengejar mimpi-mimpi mereka. Dampak dari sinar yang mereka dapatkan bukan hanya sebagai penerang rumah, tetapi juga membuat anak sekolah memiliki waktu lebih lama untuk belajar serta meningkatkan produktivitas masyarakat. Sesuai dengan slogannya, UPI Bersinar: bersinar rumahnya, bersinar hatinya, bersinar masa depannya,” ujar Prof. Vanessa Gaffar.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA., Menunjukan LIMAR di salah satu rumah penerima bantuan (22/9/25)

Program LIMAR sendiri lahir dari pencarian solusi energi alternatif yang sudah berjalan sejak lama. Sebelumnya, masyarakat kehilangan akses terhadap minyak tanah sebagai sumber penerangan akibat konversi ke gas LPG 3 kg sejak 2007. Upaya lain seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mini dan penggunaan aki mobil sempat dicoba, namun belum mampu memenuhi kebutuhan listrik secara berkelanjutan.

Akhirnya, solusi ditemukan melalui kombinasi panel surya dengan lampu light-emitting diode (LED) monokromatik yang lebih efisien dalam menghasilkan cahaya dengan daya rendah. Teknologi ini dianggap tepat untuk menjawab keterbatasan akses listrik terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2025, masih terdapat 121.871 rumah di Jawa Barat dan 1,28 juta rumah secara nasional yang belum mendapatkan aliran listrik. Program LIMAR dari UPI diharapkan dapat menjadi model pengembangan solusi kampus berdampak yang bisa direplikasi oleh perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia.

Dengan hadirnya program ini, UPI tidak hanya memperlihatkan kiprah akademiknya, tetapi juga mempertegas peran nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, membuka kesempatan menggapai cita cita serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera.

Kontributor: Muhamad Iqbal

Editor: RK

Atlet Jabar Bersinar, Rektor UPI Turut Menyemangati dari Gelanggang ke Gelanggang

25 Sep 2025 • Humas UPI

Semarang–Solo, 24 September 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan kiprah besarnya dalam dunia olahraga nasional. Sebanyak 54 atlet UPI menjadi bagian dari 204 atlet yang mewakili Jawa Barat dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) POMNAS XIX 2025 di Semarang dan Solo. Kontribusi UPI tidak hanya dari sisi jumlah, melainkan juga dari prestasi yang berhasil diraih mahasiswa di berbagai cabang olahraga.

Dari cabang olahraga renang, mahasiswa Program Studi Kesehatan dan Fisiologi Olahraga (KFO), Rahmalia Azzahra, berhasil meraih medali perunggu. Sementara itu, Adinda Kusumahningrum dari Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) menyumbangkan medali perak. Momen ini menjadi lebih istimewa bagi Adinda karena POMNAS 2025 merupakan penampilan terakhirnya sebagai mahasiswa aktif sebelum diwisuda pada Oktober mendatang. Tak kalah membanggakan, dari cabang karate, mahasiswa Ilmu Keolahragaan (IKOR), Radar Steagal, juga berhasil mempersembahkan medali perak.

Sementara itu, dari nomor lari 100 meter putra, mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) UPI, Taufik Hidayat, mempersembahkan medali emas bagi Jawa Barat. Capaian ini turut melengkapi perolehan Jawa Barat pada hari tersebut, yakni total 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Dari jumlah itu, atlet UPI menyumbangkan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, membuktikan kontribusi signifikan kampus pendidikan ini bagi kejayaan olahraga Jawa Barat.

Kehadiran Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A.di berbagai gelanggang memberikan energi tambahan bagi para atlet. Sebagai Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Barat, Rektor tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga turun langsung memberikan semangat, menyapa, bahkan mengalungkan medali bagi para pemenang. Kehadiran ini menjadi bentuk nyata program “UPI Berdampak”, di mana kampus tidak hanya berkontribusi dalam bidang akademik, tetapi juga mendampingi mahasiswa dalam mengasah sportivitas, karakter, dan daya juang.

Rektor UPI menyampaikan, “POMNAS ini sangat menarik dan luar biasa. Kita telah berkunjung dari satu gelanggang ke gelanggang yang lain, dan saya sangat terlibat secara emosional karena mewakili Provinsi Jawa Barat. Para atlet sudah berjuang dengan baik, penuh sportivitas, dan membawa nama harum daerah serta universitas kita, UPI. Kita membina generasi muda tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga sportivitas dan karakter melalui olahraga.”

Partisipasi UPI yang tergabung dalam kontingen Jawa Barat dalam POMNAS juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Olahraga bukan hanya wadah prestasi, tetapi juga sarana pembinaan kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Selain itu, keterlibatan UPI dalam mendorong mahasiswa aktif di ajang nasional memperkuat akses pendidikan yang holistik, di mana prestasi akademik dan nonakademik berjalan beriringan.

Wakil Ketua Kontingen POMNAS Jawa Barat dari UPI, Prof. Dr. Mulyana, M.Pd., menyampaikan bahwa perjuangan kontingen tahun ini penuh tantangan. “POMNAS kali ini betul-betul menguras energi dari persiapan hingga pelaksanaan. Alhamdulillah para atlet merasa nyaman dengan fasilitas yang ada, dan kita bisa melampaui target awal. Semula target 13–15 medali emas, sekarang sudah 20 emas. Meskipun belum bisa menggeser Jawa Timur, ini tetap prestasi luar biasa. Kami berterima kasih kepada para atlet, pelatih, pengurus, serta Pak Rektor sebagai Ketua BAPOMI Jawa Barat,” ujarnya.

Pencarian