English
Indonesia

Menjadi Rujukan dalam Pelestarian Bahasa Daerah, UPI menerima kunjungan UNG untuk perkuat Posisi Bahasa Daerah di Tengah Arus Kolaborasi

23 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung – Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (FPBS UPI) menjadi pusat rujukan dalam pelestarian bahasa daerah. Berbagai pengalaman yang dimiliki UPI, mulai dari pengembangan kurikulum, riset kebahasaan, hingga pengabdian masyarakat, menjadikan prodi ini sebagai mitra strategis bagi perguruan tinggi lain di Indonesia. Dalam konteks ini, UPI menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu dengan menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Senin, 22 September 2025. Kegiatan berlangsung di Kampus UPI Bandung dengan fokus utama berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan pendidikan bahasa daerah.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda, Dr. Haris Santosa, M.Pd., sebagai perwakilan UPI menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNG yang hendak mengembangkan program studi serupa. Menurutnya, riset lintas bahasa seperti perbandingan bahasa Sunda dan bahasa Gorontalo tidak hanya penting bagi dunia akademik, tetapi juga membuka ruang dialog kebudayaan yang lebih luas di Indonesia. Sementara itu, Prof. Dr. Sulaeman Bouti, S.Pd., M.Hum., dari UNG menjelaskan bahwa pihaknya hingga kini belum memiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah. Karena itu, kolaborasi dengan UPI dipandang sangat penting untuk memperkuat arah riset dan memastikan pengembangan tata tulis bahasa Gorontalo berbasis kajian ilmiah. Dalam sesi diskusi ini pembahasan juga diarahkan pada aspek ortografi dan fonologi, menyoroti perbedaan serta persamaan sistem bunyi antara bahasa Gorontalo dan bahasa Sunda.

Riset yang dirancang UNG dipandang strategis karena berpotensi menjadi model pengembangan studi bahasa daerah lain di kawasan Timur Indonesia. Dengan menekankan aspek fonologi dan ortografi, penelitian ini dapat menunjukkan pola-pola kebahasaan yang menguatkan keragaman sekaligus kesatuan Nusantara. Benchmarking UNG ke UPI ini menegaskan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi dalam memperkuat posisi bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Upaya ini sekaligus menjadi momentum berharga bagi UNG untuk memperluas jejaring akademik, memperkuat kapasitas riset, dan mempersiapkan pendirian program studi bahasa daerah di masa depan. Lebih jauh, inisiatif ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Pelestarian bahasa daerah melalui riset dan pendidikan tidak hanya mendukung peningkatan mutu pembelajaran, tetapi juga memastikan keberlangsungan identitas budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan benchmarking dimulai pukul 09:10 WIB dengan penyampaian maksud dan tujuan oleh Prof. Sulaeman, dilanjutkan sambutan Dr. Haris pada pukul 09:21 WIB, dan diskusi panel pada pukul 09:28 WIB. Dalam sesi diskusi, pembahasan diarahkan pada aspek ortografi dan fonologi, menyoroti perbedaan serta persamaan sistem bunyi antara bahasa Gorontalo dan bahasa Sunda. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif serta menghasilkan berbagai ide dan gagasan untuk pengembangan riset bahasa daerah ke depan. Tim UNG banyak belajar dari pengalaman UPI dalam membangun kurikulum dan penelitian, sekaligus mendukung pelestarian bahasa daerah melalui pendidikan dan pengabdian masyarakat. Riset ini juga dinilai berdampak langsung pada penyusunan buku ajar, pengembangan literasi sekolah, hingga media pembelajaran berbasis bahasa daerah yang dapat diwariskan kepada generasi muda.

Kontributor: Haris Santosa Nugraha

Kupas Tuntas Literasi Politik Digital dalam Bincang Isu 2025: Bertarung di Era “Shadow Minister” dan Hoaks Terstruktur

23 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Ikatan Mahasiswa Manajemen (IMAGE) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melalui Departemen Ilmu Komunikasi, sukses menggelar kegiatan Bincang Isu (BINSU) 2025.

BINSU 2025 berjudul “Literasi Politik Digital: Bertarung di Era Shadow Minister dan Hoaks Terstruktur” dan mengusung tagline “Menembus Bayang, Meretas Kebenaran” ini berlangsung di Lantai 1 Gedung University Center (UC), UPI, pada Senin (22/9).

Kegiatan ini turut dihadiri lebih dari 50 orang peserta serta menghadirkan dua pembicara. Pada sesi pertama, BINSU 2025 dibuka dengan pemaparan dari Imam Baihaqi selaku PIC Distrik Berisik Bandung dengan pemaparannya tentang shadow minister atau aktor politik bayangan yang kini memiliki andil membangun opini publik melalui narasi terstruktur.

Sesi pematerian yang kedua diisi oleh Vidi Sukmayadi selaku dosen dan peneliti Prodi Ilmu Komunikasi UPI sekaligus Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publlik (KKIPP) UPI yang memaparkan materi tentang pentingnya literasi politik digital melalui media sosial. Ia menekankan bahwa kunci dari literasi media dan literasi politik terletak di Pendidikan, literasi tidak dibangun dalam satu hari, tetapi melalui Upaya terstruktur dimulai dari Pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi.

Pada BINSU 2025, lebih dari lima puluh peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai program studi tampak antusias. Selain mendengarkan materi, peserta juga terlibat dalam sesi permainan roleplay “Who’s Shadow Minister”.

Dalam permainan ini, mereka berperan sebagai warga negara yang harus menentukan melalui voting siapa tokoh yang paling menggambarkan peran shadow minister. Sesi ini menjadi daya tarik tersendiri karena memberi pengalaman langsung tentang bagaimana opini publik dapat diarahkan dengan narasi tertentu.

Antusiasme peserta terlihat jelas, salah satunya melalui pertanyaan dari [Rizky, mahasiswa Program Studi Manajemen yang bertanya tentang cara menyikapi akun kredibel yang kerap diserang oknum buzzer.

“Sebagai mahasiswa, bagaimana sebaiknya kita menyikapi akun media sosial yang sering diserang buzzer? Padahal, akun tersebut konsisten mengangkat isu penting nasional, misalnya kasus viral Raja Ampat?” tanya Rizky.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Vidi mengungkapkan bahwa konsistensi menyuarakan nilai yang jelas dan positif akan menemukan wadahnya sendiri, tidak kalah oleh algoritma.

Melalui kegiatan BINSU 2025, dapat ditarik benang merah bahwa media sosial memang bisa menjadi titik awal kontribusi, tetapi tidak cukup jika hanya berhenti di sana. Perlu adanya konsistensi dalam menyuarakan nilai yang autentik tetap lebih berdampak demi memertahankan Kesehatan demokrasi bangsa.

Melalui kegiatan ini, IMAGE UPI berharap mahasiswa semakin peka terhadap fenomena politik digital, sekaligus mampu berpartisipasi aktif dalam membangun ruang publik yang sehat dan konstruktif selaras dengan  tujuan Pembangunan berkelanjutan (SDG) nomor 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Pada akhirnya, dengan literasi media digital yang kuat, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen narasi positif dan kritis bagi dinamika demokrasi Indonesia.

Kontributor: Santika Afionita, Sarah Annisa Fadhila

Melalui Kegiatan Retret, FPIPS UPI Siap Membangun SDM Berkarakter Pancasila

22 Sep 2025 • Humas UPI
Dekan FPIPS, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.I.P., S.A.P., S.H., M.H., M.Si. (Dok: Prof. Cecep Darmawan)

Bandung, 21 September 2025– Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Cecep Darmawan, mengambil langkah berbeda dalam pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kinerja bagi Ketua Program Studi dan tenaga kependidikan. Alih-alih dilakukan di ruang rapat kampus, kegiatan ini berlangsung di camping ground Sekolah Alam SMP Prima Cendekia Islami (PCI), Pangalengan, pada 20–21 September 2025.

Menurut Prof. Cecep, pelaksanaan perjanjian kinerja yang dilaksanakan di alam terbuka bertujuan mempererat keakraban, memperkuat solidaritas, dan membangun soliditas antar-tenaga kependidikan. Acara ini dikemas dalam bentuk retret dua hari, yang diisi dengan materi bela negara, kegiatan outbound, pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), serta tea walk sejauh lima kilometer di perkebunan teh Warnasari.

Beliau menekankan pentingnya peningkatan kinerja di masa mendatang, komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan dokumen resmi kontrak kinerja yang ditandatangani bersama oleh seluruh jajaran tenaga kependidikan di lingkungan FPIPS UPI.

Jajaran Tenaga Kependidikan FPIPS UPI (Dok: FPIPS)

Selain agenda utama, diskusi dalam kegiatan itu juga menghasilkan gagasan baru berupa pendirian Rumah Pendidikan Karakter Pancasila (RPKP). RPKP dirancang sebagai lembaga penguatan karakter Pancasila, baik untuk civitas akademika UPI maupun masyarakat luas. Untuk mewujudkan rencana ini, FPIPS berencana menjalin kerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Prof. Cecep menutup kegiatan dengan menegaskan komitmen FPIPS dalam mengembangkan inovasi sekaligus membangun sumber daya manusia yang berkarakter Pancasila bukan hanya bagi civitas akademika UPI, tetapi juga masyarakat luas.

(RK 09/25)

Mahasiswa Prodi PGSD UPI Kampus di Sumedang Berhasil Meraih Absolute Winner Tingkat Nasional

22 Sep 2025 • Humas UPI

Partisipasi dalam ajang kompetisi tingkat nasional merupakan langkah nyata dalam pengembangan diri sekaligus kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Salah satu platform yang menjadi wadah pengembangan diri ini adalah Olimpiade Pelajar Nasional 2025, yaitu olimpiade untuk berbagai jenjang mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi dengan banyak pilihan bidang dan serentak dilaksanakan secara online pada tanggal 21 September 2025. Salah satu pilihan bagi mahasiswa Perguruan Tinggi adalah mengikuti Olimpiade pada bidang Bahasa. Olimpiade ini menjadi sebuah ajang kompetisi yang menguji pemahaman literasi, serta kemampuan berpikir kritis para pelajar di Indonesia.

Melia Dwi Tamala, mahasiswa prodi PGSD UPI Kampus di Sumedang angkatan 2023 yang berpartisipasi dalam kompetisi ini berhasil meraih prestasi yaitu sebagai Absolute Winner (1st Winner) sekaligus peraih medali emas Olimpiade bidang Bahasa Indonesia dan meraih penghargaan medali perak bidang Bahasa Inggris jenjang Perguruan Tinggi. Sebelumnya, pada bulan Agustus tepatnya 17 Agustus 2025 Ia berhasil meraih penghargaan medali perak bidang Bahasa Inggris jenjang Perguruan Tinggi pada acara Olimpiade Sains Akbar Nasional dan meraih penghargaan medali emas bidang Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Jenjang Perguruan Tinggi pada tanggal 24 Agustus 2025 pada acara Olimpiade Siswa Nasional-Hari Kemerdekaan 2025.
Keikutsertaan dalam Olimpiade berkontribusi pada pencapaian beberapa poin dalam SDG nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas yang dicanangkan PBB, karena dengan mengikuti kompetisi ini mahasiswa dapat mengasah keterampilan literasi, serta keterampilan berpikir kritis dan analitis melalui pemahaman teks yang kompleks.

Ketua prodi PGSD UPI Kampus Sumedang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Melia yang telah berhasil mencapai prestasi ini. Melia sangat nyata memberikan kontribusi terhadap ketercapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi melia sendiri untuk dapat mencapai prestasi lebih gemilang lagi terutama di tingkat Internasional dan dapat memotivasi kepada mahasiswa lainnya untuk dapat berprestasi, sehingga prodi PGSD dapat dikenal sebagai prodi yang memiliki prestasi mahasiswa yang gemilang.

Kontributor: Ani Nur Aeni

TIM AMEA FPTI UPI Raih Juara 3 Nasional lewat Inovasi Mesin Roaster Kopi Berbasis IoT

22 Sep 2025 • Humas UPI

Bekasi, 11 September 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). TIM AMEA (Alliance of Mechanical, Electrical, and Agriculture) dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin berhasil meraih juara ketiga dalam ajang bergengsi Kompetensi Inovasi Teknologi Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi pada 10–11 September 2025.

Tim yang dibimbing langsung oleh Qori Zulia Rahma, M.T. ini menampilkan karya inovatif berupa “Mesin Roaster Kopi Berbasis Internet of Things (IoT)”. Inovasi tersebut mendapat apresiasi tinggi karena mampu menggabungkan teknologi otomasi dengan kebutuhan industri pascapanen kopi yang tengah berkembang di Indonesia. Mesin ini dirancang untuk membantu petani kopi melakukan proses penyangraian biji secara lebih efisien dan terukur. Melalui sensor suhu dan sistem kendali berbasis internet, proses sangrai dapat dipantau secara real time melalui perangkat digital, sehingga kualitas hasil sangrai lebih konsisten dan mampu meningkatkan daya saing produk kopi di kalangan petani maupun UMKM.

Kolaborasi yang dilakukan TIM AMEA menunjukkan pentingnya sinergi lintas disiplin ilmu. Tim ini terdiri dari mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin, Teknik Elektro, serta pertanian, yakni:

  1. Giyan Heriansyah – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)
  2. Bayu Prasetyo – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)
  3. Danishwara Ardyansyach Riyadi – Teknik Elektro (TE)
  4. Muhammad Zaki Alghifari – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)
  5. Muhamad Husen – Teknik Elektro (TE)
  6. Faris Setyawan Ramadhan – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)
  7. Abu Dzar Ash Shiddiqie – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)

Keterpaduan keahlian mereka berhasil melahirkan inovasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kompetisi yang diikuti puluhan tim mahasiswa dan inovator dari berbagai daerah di Indonesia ini menuntut para peserta untuk mempresentasikan sekaligus mendemonstrasikan karya cipta di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, dan pakar teknologi. TIM AMEA tampil percaya diri dengan membawa konsep, desain, hingga demo langsung mesin roaster kopi yang telah mereka kembangkan. Penilaian mencakup aspek kreativitas, kebermanfaatan, tingkat inovasi, serta potensi implementasi di lapangan.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk bersaing dalam bidang inovasi teknologi. Qori Zulia Rahma, M.T., selaku dosen pembimbing menyampaikan rasa bangga dan harapannya agar karya ini terus dikembangkan hingga benar-benar dapat diterapkan oleh petani kopi Indonesia. Setelah sukses di kompetisi ini, TIM AMEA berencana melanjutkan pengembangan mesin roaster dengan meningkatkan efisiensi energi, memperbaiki desain mekanik, serta mengintegrasikan sistem kontrol yang lebih cerdas. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan industri maupun lembaga penelitian untuk mendorong hilirisasi teknologi, agar inovasi ini tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Prestasi TIM AMEA di Kompetensi Inovasi Teknologi Nasional 2025 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UPI. Inovasi ini sekaligus membuktikan bahwa dengan semangat kolaborasi lintas disiplin, generasi muda Indonesia mampu menghadirkan karya kreatif dan inovatif yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Kontributor: Qori Zulia Rahma

Pencarian