English
Indonesia

FPTI UPI Tegaskan Peran Pendidikan Tinggi Dalam Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Industri

16 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si. turut berpartisipasi aktif dalam The 16th CUPT-CRISU Conference yang diselenggarakan pada 24–26 Agustus 2025 di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. 24–26 Agustus 2025.

Kegiatan berskala internasional ini mengusung tema “Collaborative Innovation for Impact: Strengthening Food Security and Industrial Downstreaming through Higher Education Partnerships” yang menyoroti peran penting perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung hilirisasi industri melalui kemitraan global.

Konferensi ini diikuti oleh para rektor, dekan, serta mahasiswa dari perguruan tinggi anggota Council of Rectors of Indonesian State Universities (CRISU) dan Council University President of Thailand (CUPT).

Selama tiga hari, peserta mengikuti agenda strategis yang difokuskan pada penguatan kerja sama akademik Indonesia–Thailand. Rangkaian kegiatan konferensi mencakup: Forum Rektor / High Level Meetings, yang membahas strategi kerja sama antarnegara serta isu global dalam pendidikan tinggi. Forum Dekan, yang fokus pada pertukaran pengalaman pengembangan kapasitas fakultas, dengan penekanan pada inovasi kolaboratif, ketahanan pangan, dan hilirisasi industri. dan Forum Mahasiswa, yang menjadi wadah mahasiswa Indonesia dan Thailand untuk berbagi pandangan terkait isu-isu global, teknologi, dan inovasi.

Menurut Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si. kehadiran FPTI UPI dalam forum ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan Thailand, mendukung komitmen riset dan pendidikan lintas negara, menjadi representasi UPI dalam kancah akademik internasional, dan membuka peluang kolaborasi riset dan pertukaran akademik di tingkat global.

Sementara capaian penting dari partisipasi FPTI UPI dalam konferensi ini diantaranya terbangunnya jejaring internasional dengan pimpinan universitas di Thailand, diperolehnya perspektif baru tentang strategi pendidikan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan dan hilirisasi industry, terbukanya peluang riset kolaboratif dan pertukaran mahasiswa, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara FPTI UPI dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES) terkait kegiatan tridharma dan pengembangan sumber daya perguruan tinggi.

“Konferensi ini memberikan kesempatan berharga bagi FPTI UPI untuk memperluas jejaring internasional, memperoleh perspektif baru tentang strategi pendidikan tinggi, serta membuka peluang kolaborasi riset. Partisipasi ini juga menjadi representasi penting UPI dalam forum akademik internasional.” ujar Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si.

Dr. Agus menegaskan bahwa keterlibatan FPTI UPI dalam the 16th CUPT-CRISU Conference merupakan langkah strategis untuk mengokohkan kontribusi UPI terhadap isu-isu global, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, ketahanan pangan, dan hilirisasi industri.

Melalui kolaborasi ini, ia memastikan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Kontributor: Yuyun Rohayati
Editor: DN

Trained To React, Ready To Act: Mengarungi Dunia Pertolongan Pertama Bersama Pelatihan Medis Akbar KSR PMI Unit UPI

15 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, 13 September 2025 – Pelatihan Medis Akbar (PESIAR) kembali menjadi kegiatan tahunan yang diadakan oleh KSR PMI Unit UPI di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Mengangkat tema “Trained To React, Ready To Act”, PESIAR 2025 berhasil membawa seluruh peserta untuk berlayar di dunia pertolongan pertama.  

Sebagai wadah pelatihan yang dilengkapi dengan teori hingga praktik mengenai dasar pertolongan pertama, kedaruratan medis, penanganan cedera, hingga teknik evakuasi yang tepat, kegiatan ini diikuti oleh 130 peserta yang merupakan mahasiswa UPI dari berbagai fakultas dan program studi. Berbagai materi tersebut dikemas secara praktis oleh pemateri dari anggota KSR PMI Unit UPI yang telah memperoleh sertifikasi pertolongan pertama tingkat advance, yakni Rully Khairul Ramadhan dan Intan Nurul Ilmi.

Pelatihan Medis Akbar 2025 dibuka secara resmi melalui rangkaian upacara pembukaan. Bapak Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom selaku Pembimbing KSR PMI Unit UPI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta “Dari 130 peserta yang hadir hari ini, tidak hanya dari program studi rumpun kesehatan. Tentunya ini adalah hal yang bagus karena ini menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang memiliki keinginan untuk mempelajari ilmu pertolongan pertama

Sambutan dilanjutkan dengan harapan yang dilontarkan oleh Ketua Umum KSR PMI Unit UPI, Intan Nurul Ilmi atas terlaksananya kegiatan ini. “Besar harapan kami agar kegiatan ini dapat memberikan pemahaman dan manfaat, hingga pengamalannya di kehidupan nyata.” Harapan tersebut disambung oleh Elsa Yulianti sekaku Ketua Pelaksana Pelatihan Medis Akbar 2025, yang juga mengutarakan rasa syukur atas setiap dukungan dan doa sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. “Harapannya kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mempersiapkan para peserta agar sigap, tanggap, dan percaya diri dalam menghadapi situasi darurat.

Seluruh rangkaian kegiatan PESIAR 2025 berhasil diwarnai oleh antusiasme dari para peserta yang tergambar melalui partisipasi aktif selama pematerian, sesi tanya jawab, hingga sesi simulasi pertolongan pertama yang dirancang sedemikian rupa agar mampu memberikan gambaran kejadian nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang KSR PMI Unit UPI
Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Pendidikan Indonesia (KSR PMI Unit UPI) adalah unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kepalangmerahan. Berkomitmen untuk menciptakan generasi muda yang peduli dan terampil, KSR PMI Unit UPI aktif dalam berbagai program seperti pertolongan pertama, donor darah, mitigasi bencana, dan kegiatan sosial lainnya.

Kontributor: Griselda Callista
Dokumentasi: Divisi PDD PESIAR 2025

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kunjungi UPI untuk Kembangkan Smart Classroom

15 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif HidayatullahJakarta melakukan kunjungan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan tujuan mempelajari konsep dan implementasi smart classroom yang telah dikembangkan UPI di Ruang Rapat DSTI Lt.1 PPG Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. Senin (15/9/2025).

Dalam kunjungan ini, perwakilan UIN Jakarta menyampaikan bahwa pihaknya ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai standar smart classroom yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi di era digital, sekaligus sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait transformasi digital di perguruan tinggi.

“Kami ingin tahu secara langsung bagaimana standar smart classroom yang dikembangkan UPI. Hal ini penting karena kami juga tengah mempersiapkan pembangunan smart classroom di UIN Jakarta,” ujar Prof Khamami, S.H., M.A., M.DC. selaku Ketua Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmennya dalam transformasi digital pendidikan dengan mengembangkan Smart Management System serta Smart Class. Inisiatif ini dipaparkan dalam agenda benchmarking yang dihadiri oleh sejumlah perguruan tinggi, sebagai wadah saling tukar pengalaman dan inovasi dalam pengelolaan pendidikan berbasis teknologi.

Menurut Direktur Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) Dr. Cepi Riyana, M.Pd pembangunan Smart Management System diawali dengan penyediaan infrastruktur, perangkat (device), hingga penciptaan lingkungan digital yang terintegrasi. Langkah strategis ini telah mendorong banyak perguruan tinggi melakukan studi banding ke UPI untuk melihat langsung praktik baik yang telah dilaksanakan.

“Sistem yang kami kembangkan mungkin belum sepenuhnya ideal, tetapi sudah menjadi bukti keseriusan UPI dalam membangun ekosistem digital pendidikan tinggi. Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dengan berbagai pihak,” ujar Dr. Cepi Riyana.

UIN Jakarta berharap kunjungan ini dapat memberikan inspirasi sekaligus rujukan dalam merancang smart classroom di berbagai fakultas. “Harapannya, secepatnya kami bisa membangun smart classroom dengan standar yang tepat dan kontekstual sesuai kebutuhan UIN Jakarta,” tambahnya.

Lebih lanjut, UIN Jakarta menargetkan agar tahun depan seluruh fakultas sudah dapat mengimplementasikan smart classroom baru dengan mengadaptasi standar yang dipelajari dari UPI.

Selain aspek teknologi, UPI menekankan bahwa ketersediaan konten digital menjadi faktor penting. Tanpa konten yang memadai, Smart Class tidak akan memberikan nilai tambah yang optimal. Saat ini, UPI melalui platform wajar.id telah menyediakan sekitar 40 kursus daring. Jumlah tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan hingga ratusan bahkan ribuan kursus agar dapat menjangkau mahasiswa dan masyarakat yang lebih luas.

“Mahasiswa, khususnya yang belajar mandiri, sangat memerlukan sumber daya konten digital. Semakin banyak kursus yang tersedia, semakin besar pula dampaknya dalam mendukung pembelajaran fleksibel dan inklusif,” tegas Direktur DSTI UPI.

Dengan langkah strategis ini, UPI berharap dapat menjadi model pengembangan pendidikan digital di Indonesia, yang tidak hanya memperkuat kualitas internal, tetapi juga dapat diadopsi oleh perguruan tinggi lain di tanah air.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis kedua universitas dalam memperkuat kolaborasi pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus mendukung arah kebijakan nasional dalam mewujudkan digitalisasi pendidikan di Indonesia. (Riza Ibrahim/DN)

UPI Dorong Inovasi Pengolahan Ubi Jalar di Banjaran Wetan: Wujudkan SDGs, Ketahanan Pangan, dan Sejalan dengan Program Nasional

15 Sep 2025 • Humas UPI

Kabupaten Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park mempertegas komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan ketahanan pangan nasional. Bertempat di Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada Senin, 15 September 2025, UPI menggelar sosialisasi inovasi pengolahan ubi jalar, salah satu komoditas unggulan lokal yang memiliki potensi besar di pasar domestik maupun global.

Desa Banjaran Wetan sendiri memiliki lahan lebih dari 100 hektar untuk produksi ubi jalar, menjadikannya kawasan strategis dalam mendukung program pemerintah di bidang pangan dan hilirisasi.

Pemberdayaan Petani untuk SDGs dan Ketahanan Pangan

Kepala Desa Banjaran Wetan, Ujang Kusnadi, menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas petani untuk mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

“Petani desa harus lebih produktif dan kreatif. Tidak hanya menanam dan menjual, tapi juga harus bisa mengolah menjadi produk pangan bernilai lebih,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan SDGs poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 2 (Tanpa Kelaparan), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

UPI Perkuat Hilirisasi dan Ekonomi Desa

Rombongan UPI dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. H.R. Aam Hamdani, M.T., IPM., yang menegaskan bahwa inovasi pengolahan ubi jalar bukan hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan.

“UPI ingin para petani tidak hanya menjual komoditas ubi, tetapi mengolahnya menjadi pangan bernilai yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama ini harus berlanjut dan berkesinambungan,” ungkap Prof. Aam.

UPI juga menghadirkan sejumlah pakar, yaitu Dr. Rita Patriasih, S.Pd., M.Si., pakar pengolahan makanan, Dr. Sulastri, S.Pd., M.Stat., M.M., selaku pakar manajemen bisnis sekaligus perwakilan Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan STP UPI, serta Dr. Ai Mahmudatussa’adah, S.Pd., M.Si., sebagai inventor sekaligus pemateri kegiatan hari ini.

Dari Produk Lokal ke Pasar Global

Dalam pemaparannya, Dr. Ai Mahmudatussa’adah menjelaskan bahwa ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti tepung gluten-free yang kini berstatus high-demand dan berpeluang ekspor. Tidak hanya umbinya, tetapi juga daun, kulit, hingga akar ubi jalar dapat dimanfaatkan.

“Ubi jalar bisa memenuhi kebutuhan ekspor, mendukung ketahanan pangan, memanfaatkan bahan baku lokal secara berkelanjutan, sekaligus selaras dengan pencapaian SDGs,” jelas Dr. Ai.

Selaras dengan Program Pemerintah

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, S.H., M.Si., mengapresiasi inisiatif UPI.

“Apa yang dibawa UPI hari ini sejalan dengan program pemerintah sekaligus menjadi solusi konkret bagi peningkatan ekonomi petani. Kami berharap pelatihan berlanjut agar proses hilirisasi berjalan optimal, sehingga ubi jalar benar-benar menjadi produk unggulan desa,” ujarnya.

Inovasi ini juga sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan, peningkatan produktivitas, serta penguatan industri hilir pertanian. Dengan pengolahan berbasis inovasi, ubi jalar diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi lokal tetapi juga menjadi komoditas strategis dalam mendukung visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Harapan ke Depan

Kegiatan yang diikuti oleh kelompok tani, BUMDes, serta masyarakat desa ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Desa Banjaran Wetan sebagai desa inovatif dan mandiri pangan. Dengan dukungan UPI, pemerintah daerah, serta program nasional, ubi jalar bukan sekadar hasil panen, tetapi menjadi produk unggulan berdaya saing global.

Kontributor: Andri Yunardi

UPI Teguhkan Komitmen Keberlanjutan Lewat Program UI GreenMetric

15 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Pelatihan UI GreenMetric yang berlangsung di Auditorium Gedung PPG lantai 6, Kampus UPI Bumi Siliwangi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung,, Jumat (12/9).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Vishnu Juwono, S.E., MIA sebagai narasumber utama. Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen UPI untuk memperkuat implementasi prinsip green campus dan keberlanjutan lingkungan di lingkungan perguruan tinggi. Melalui UI GreenMetric, universitas di seluruh dunia didorong untuk menerapkan indikator ramah lingkungan dalam tata kelola kampus, termasuk pengelolaan energi, transportasi, pendidikan, penelitian, serta pengelolaan limbah dan air.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan.Prof. Agus Setiabudi,M.Si. menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman sivitas akademika tentang pentingnya mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“UPI berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus praktik nyata yang dapat diadopsi oleh setiap unit kerja di UPI,” ujar Wakil Rektor PPK.

Peserta pelatihan terdiri dari jajaran pimpinan universitas, dosen, hingga tenaga kependidikan, dengan jumlah undangan lebih dari 60 orang. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan kebijakan kampus hijau di lingkungan kerja masing-masing.

UI GreenMetric sendiri merupakan pemeringkatan internasional yang menilai komitmen universitas terhadap pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Dengan mengikuti pelatihan ini, UPI menargetkan peningkatan kinerja pada indikator-indikator utama yang dinilai dalam pemeringkatan tersebut.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan kampus berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam UI GreenMetric World University Rankings, sebuah pemeringkatan internasional yang menilai universitas berdasarkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, pengelolaan energi, serta kontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Pada kesempatan yang sama Prof. Agus Setiabudi,M.Si. menekankan bahwa keterlibatan universitas dalam pemeringkatan ini bukan semata-mata untuk mengejar angka atau peringkat, tetapi untuk membangun budaya keberlanjutan yang nyata di lingkungan kampus. “Saya kira ini harus komprehensif, tidak hanya di satu sektor saja. Pencapaian UI GreenMetric menuntut kita bergerak bersama, baik dalam aspek fasilitas, pendidikan, maupun penelitian,” ungkapnya.

Salah satu program prioritas yang dicanangkan adalah penataan fasilitas kampus agar semakin ramah lingkungan. UPI akan mengadopsi prinsip sustainable building pada pembangunan maupun renovasi gedung, serta memperhatikan aspek efisiensi energi dan pengelolaan sumber daya. Selain itu, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama.

Kebiasaan sehari-hari sivitas akademika akan diarahkan untuk lebih ramah lingkungan, salah satunya dengan penyediaan dispenser air minum dan filter di seluruh gedung kampus. Langkah ini diharapkan dapat menekan penggunaan plastik sekali pakai, khususnya botol plastik, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama sampah.

Di bidang pendidikan, UPI berkomitmen untuk mengintegrasikan Sustainable Development Goals ke dalam berbagai kurikulum dan mata kuliah. Materi pembelajaran akan diperkaya dengan topik keberlanjutan sehingga mahasiswa dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam bidang keilmuan mereka masing-masing.

Ada banyak sekali materi yang bisa ditambahkan di sini. Pendidikan kita harus ikut membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keberlanjutan, baik dalam kehidupan akademik maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Selain pendidikan, UPI juga menegaskan arah penelitian dan inovasi di lingkungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Direktorat Inovasi agar lebih selaras dengan SDGs. Topik riset akan diarahkan untuk menjawab tantangan global, mulai dari isu energi terbarukan, pengelolaan sampah, hingga inovasi ramah lingkungan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.

Target utama dari langkah ini adalah adanya peningkatan indikator keberlanjutan UPI, baik pada UI GreenMetric maupun pemeringkatan internasional lainnya seperti Times Higher Education (THE) Impact Rankings. Kedua pemeringkatan tersebut sama-sama menilai kontribusi universitas terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.

Namun demikian, Prof. Agus Setiabudhi menegaskan bahwa tujuan jangka panjangnya adalah pembiasaan perilaku berkelanjutan di kalangan sivitas akademika. Harapannya, keikutsertaan UPI dalam ranking ini tidak hanya sekadar proses pencapaian peringkat, tetapi nantinya terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat kampus sudah terbiasa dan berorientasi pada pencapaian SDGs,” jelasnya.

Dengan serangkaian langkah tersebut, UPI optimis dapat memberikan kontribusi nyata tidak hanya bagi lingkungan kampus, tetapi juga masyarakat luas. Upaya ini sekaligus meneguhkan peran UPI sebagai universitas yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga menjadi teladan dalam praktik keberlanjutan. (Riza Ibrahim/DN)

Pencarian