English
Indonesia

Membangun Jembatan Pendidikan: Penmas UPI Kunjungi Graduate School of Education Universitas Tohoku dan Kominkan Medisima Jepang

10 Sep 2025 • Humas UPI

Tohoku University, Sendai, Jepang (Senin, 08 September 2025) – Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan kunjungan ke Graduate School of Education Universitas Tohoku Jepang pada tanggal 8-9 September 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Student Exchange Program Doktor (S3) yang telah dilaksanakan selama 3 bulan di Tohoku Jepang dan mengisi MOU yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak sejak tahun 2018.

Dalam kunjungan ini, Penmas UPI diwakili oleh Sekretaris Program Studi Pendidikan Masyarakat, Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd, dan Koordinator Joint Research Internasional Program Prodi Penmas, Sodikin, S.S, M.Ed, Ph.D. Mereka disambut oleh Dekan Prof. Hideki Kozima, Ph.D, Kepala Kajian Adult and Continuing Education Matsumoto, Ph.D dan Mahasiswa Magister Miyagi Mayu dan Rotanabe Taku dan Doctoral Program Hiromu Inoe dan staf akademik Graduate School of Education Universitas Tohoku dan melakukan diskusi mengenai refleksi dan tindak lanjut program pertukaran mahasiswa doktoral. Prof Hideki selaku Dekan menyampaikan mudah-mudahan bisa tetap terhubung (connect) mengisi dan menindaklanjuti MOU yang telah terjalin selama ini antara Tohoku University dengan Universitas Pendidikan Indonesia, khususnya dengan Community Education  melalui kolaborasi riset, student exchange dan berbagai program lainnya.

Pada hari pertama, kunjungan difokuskan pada diskusi mengenai program pertukaran mahasiswa doktoral dan kerjasama penelitian antara Penmas UPI dan Graduate School of Education Universitas Tohoku. Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah dan Sodikin, S.S, M.Ed, Ph.D berbagi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program doktoral di Universitas Tohoku. Matsumoto, Ph.D berpesan agar keep in touch dengan berbagai program yang telah disepakati bersama dalam MOU antara Tohoku University dengan UPI, khususnya dengan Community Education Program. Beliaupun menyampaikan nanti di bulan 2 (Februari 2026), ada salah satu mahasiswanya akan ke UPI untuk melakukan riset tentang PKBM selama 1 bulan, mudah-mudahan Penmas UPI bisa memfasilitasi mahasiswanya kembali ke Indonesia.

Adapun pada hari kedua, Penmas UPI diajak oleh Matsumoto Sensei, Kepala Kajian Adult and Continuing Education, untuk mengunjungi Kominkan Medisima, sebuah pusat kegiatan belajar masyarakat di Jepang yang menjadi Labsite Tohoku University dalam meneliti dan mengembangkan berbagai program layanan bagi Masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, prang dewasa dan lansia. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi Penmas UPI untuk berdiskusi dan sharing mengenai penyelenggaraan program Kominkan Medisima dan sarana prasarana yang dimiliki.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pendidikan masyarakat. Kami berharap kerjasama antara Penmas UPI dan Graduate School of Education Universitas Tohoku dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kerjasama antara Penmas UPI dan Graduate School of Education Universitas Tohoku dan membuka peluang baru untuk kerjasama penelitian dan pendidikan di masa depan.

Kontributor: Dadang Yunus Lutfiansyah, Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI

Persiapan Pembukaan Prodi Bahasa Mandarin, FPBS UPI Studi Banding ke UNJ

10 Sep 2025 • Humas UPI

Jakarta – Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastera (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikannya. Salah satunya diwujudkan melalui kunjungan studi banding ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada pagi ini, dalam rangka persiapan pembukaan Program Studi Bahasa Mandarin di FPBS UPI.

Tim UPI dipimpin oleh Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu FPBS UPI, didampingi oleh asisten peneliti, Amirush Shaffa Fauzia, S,Pd. M.Pd.. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Dekan FBS UNJ, Dr. Samsi Setiadi, M.Pd., serta Koordinator Program Studi, Aprilia Ruby Wikarti, S.Hum., M.A. dan dua orang dosen Prodi Mandarin, Susi Andriani, S.S, M.TCSOL, dan Hudiyekti Prasetyaningtas, S.S., M.Ed.  

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai aspek penting dalam pengelolaan program studi bahasa, mulai dari pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, tata kelola akademik, hingga peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Tim FPBS UPI banyak belajar dari pengalaman UNJ, khususnya dalam hal menghadirkan program studi yang adaptif dengan kebutuhan global serta mampu menjawab tantangan era multibahasa.

Prof. Yulianeta menekankan bahwa pembukaan Prodi Bahasa Mandarin di UPI bukan sekadar penambahan program baru, tetapi merupakan bagian dari komitmen FPBS untuk memperluas akses mahasiswa terhadap bahasa internasional yang memiliki peran strategis di dunia. “Kami berharap kunjungan ini menjadi pintu inspirasi dan membuka wawasan kami dalam merancang prodi yang kuat secara akademik, relevan dengan kebutuhan industri, dan sekaligus mendukung visi internasionalisasi UPI,” ujarnya.

Pihak UNJ juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. Dr. Samsi Setiadi, M.Pd., Dekan FBS  UNJ, menegaskan pentingnya berbagi pengalaman antarperguruan tinggi untuk saling menguatkan. “Kami menyambut baik kehadiran rombongan FPBS UPI. Apa yang kami bagikan hari ini semoga bermanfaat, dan kami pun terbuka untuk kolaborasi lebih lanjut di bidang akademik, penelitian, maupun pertukaran dosen dan mahasiswa,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ibu Susi Andriani, S.S, M.TCSOL., menambahkan bahwa tantangan dalam membangun prodi bahasa asing dapat diatasi dengan sinergi dan inovasi. “Kunci keberhasilan ada pada kurikulum yang relevan, penguatan sumber daya dosen, serta dukungan mitra internasional. Kami yakin FPBS UPI akan mampu mewujudkan itu dengan baik,” tuturnya.

Hasil dari studi banding ini, FPBS UPI mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai model tata kelola prodi bahasa yang efektif, termasuk strategi menjalin kemitraan dengan institusi luar negeri, serta pengembangan materi ajar yang kontekstual. Selain itu, kerja sama antara UPI dan UNJ diharapkan akan berkembang lebih luas dalam bentuk penelitian bersama, seminar kolaboratif, dan pertukaran dosen maupun mahasiswa.

Kunjungan ini menandai langkah strategis FPBS UPI untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan pendidikan tinggi. Dengan sinergi antarperguruan tinggi, UPI optimis Program Studi Bahasa Mandarin yang akan dibuka nantinya dapat memberikan kontribusi nyata dalam membekali mahasiswa menghadapi persaingan global, sekaligus memperkuat peran UPI sebagai universitas pelopor dan unggul.

Kontributor: Neta

Dosen Program Magister Pendidikan Olahraga Sekolah Pascasarjana UPI Lulus Ujian Profesi PERADI 2025

10 Sep 2025 • Humas UPI

BANDUNG – Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., M.H. raih lisensi advokat setelah berhasil menyelesaikan ujian profesi yang diselenggarakan Panitia Ujian Profesi Advokat (PUPA) PERADI tahun 2025. Dosen Program Magister Pendidikan Olahraga Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia ini tercatat dalam daftar peserta lulus dengan nomor registrasi BDG 251 2455, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan PUPA-PERADI Nomor KEP.005/PUPA-PERADI/VIII/2025. Dr. Sandey Tantra Paramitha memiliki rekam jejak akademik yang komprehensif dengan menguasai berbagai bidang keilmuan. Perjalanan akademiknya dimulai dengan meraih gelar Sarjana Sains (S.Si.) yang memberikan fondasi dalam metodologi penelitian ilmiah dan analisis data. Melanjutkan studi ke ranah hukum, beliau meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan kemudian memperdalam keahlian legal melalui program Magister Hukum (M.H.). Sementara itu, komitmen terhadap dunia pendidikan diwujudkan melalui pencapaian gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) dengan fokus pada pendidikan olahraga. Kombinasi kualifikasi akademik yang dimiliki Dr. Sandey Tantra Paramitha menciptakan profil unik dalam dunia akademik Indonesia. Penguasaan metodologi sains, framework hukum, dan pedagogik pendidikan olahraga memberikan perspektif multidimensional dalam pendekatan keilmuan. Dalam konteks pengembangan kurikulum, keahlian hukum yang dimiliki Dr. Sandey Tantra Paramitha dapat diintegrasikan ke dalam mata kuliah yang berkaitan dengan regulasi olahraga, aspek legal dalam penyelenggaraan event olahraga, dan perlindungan hukum bagi pelaku olahraga. Dr. Sandey Tantra Paramitha berencana memanfaatkan lisensi advokat yang diperoleh untuk memperkaya dimensi pembelajaran di Program Magister Pendidikan Olahraga. Integrasi aspek praktis hukum dengan teori pendidikan olahraga diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman komprehensif. Penelitian-penelitian yang akan dikembangkan mencakup kajian tentang aspek hukum dalam penyelenggaraan pendidikan olahraga, regulatory compliance dalam kompetisi olahraga, dan framework legal untuk perlindungan atlet.

Ujian profesi advokat yang diselenggarakan PERADI merupakan gerbang utama untuk memperoleh legitimasi praktik hukum di Indonesia. Materi ujian mencakup berbagai aspek hukum termasuk hukum acara, etika profesi, dan kompetensi praktis dalam memberikan bantuan hukum. Kelulusan Dr. Sandey Tantra Paramitha dalam ujian ini menunjukkan penguasaan standar kompetensi yang ditetapkan organisasi profesi advokat Indonesia. Status advokat memberikan kewenangan untuk memberikan konsultasi hukum, mendampingi klien dalam proses peradilan, dan melakukan advokasi sesuai koridor hukum yang berlaku. Dengan kualifikasi yang dimiliki, Dr. Sandey Tantra Paramitha berpeluang mengembangkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Organisasi olahraga, federasi, dan institusi terkait dapat memanfaatkan keahliannya dalam menangani berbagai permasalahan yang membutuhkan pendekatan interdisipliner. Rencana pengembangan mencakup pembentukan pusat kajian hukum olahraga, program pelatihan untuk praktisi olahraga tentang aspek legal, dan pengembangan kebijakan berbasis riset untuk mendukung pembangunan olahraga nasional.

Dr. Sandey Tantra Paramitha menargetkan kontribusi nyata dalam pengembangan ecosystem hukum olahraga Indonesia. Melalui kombinasi keahlian akademik dan praktis, beliau berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan kompleks dalam dunia olahraga modern. Visi jangka panjang mencakup establishment pusat keunggulan untuk sports law di Indonesia, pengembangan publikasi ilmiah berkualitas internasional, dan partisipasi aktif dalam forum-forum hukum olahraga regional maupun global. Pencapaian Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., M.H. dalam meraih lisensi advokat menandai tonggak penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya, sekaligus membuka peluang kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan olahraga dan hukum keolahragaan di Indonesia.

Kontributor: Sandey Tantra Paramitha

Tingkatkan Literasi Kritis di Era Digital, Program Studi Bahasa Inggris UPI Bekali Mahasiswa UMY Kemampuan Membaca Teks Multimoda

10 Sep 2025 • Humas UPI

YOGYAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi visual di platform digital, kemampuan untuk membaca teks secara kritis tidak lagi terbatas pada tulisan semata. Merespons tantangan tersebut, Tim Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Multimoda dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan sebuah program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang krusial1. Pelatihan yang bertajuk “Memahami Metabahasa Visual untuk Membaca Teks Multimoda dalam Konteks EFL di Indonesia” ini dirancang sebagai jawaban atas rendahnya kesadaran di kalangan mahasiswa mengenai pentingnya metabahasa visual untuk memahami pesan kompleks di balik teks multimoda secara mendalam.

Pelatihan ini menargetkan para mahasiswa S1 UMY, khususnya yang berasal dari latar belakang program studi Bahasa Inggris, yang setiap hari berinteraksi dengan materi visual dan tekstual. Kegiatan ini dilaksanakan dalam format hybrid, menggabungkan sesi daring dan luring yang berlangsung pada tanggal 5 dan 15 Agustus 2025. Dari target 15 peserta, program ini berhasil menjaring 13 mahasiswa, dengan 12 peserta mengikuti sesi daring dan 10 peserta konsisten hadir hingga sesi luring. Tujuan utamanya adalah untuk membekali mahasiswa dengan perangkat analisis yang tajam guna membaca dan memaknai berbagai bentuk teks yang menggabungkan elemen visual, audio, dan tulisan secara efektif.

Para peserta diberi tugas menganalisis data

Sesi Daring: Meletakkan Fondasi Konseptual

Sesi pertama, yang dilaksanakan secara daring pada 5 Agustus 2025, diikuti oleh 12 mahasiswa dengan antusias. Selama sesi intensif berdurasi tiga jam, dari pukul 09.00 hingga 12.00, peserta diperkenalkan pada konsep-konsep fundamental dan istilah-istilah kunci dalam analisis teks multimoda. Fokus utama sesi ini adalah pembedahan “makna ideasional” atau representasional. Para narasumber menjelaskan bagaimana elemen visual dan verbal dalam sebuah teks bekerja sama untuk merepresentasikan peristiwa, objek, dan aktor di dunia. Pemahaman ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke analisis yang lebih kompleks.

Sesi Luring: Pendalaman Teori dan Praktik Analisis Kritis

Pada tanggal 15 Agustus 2025, sebanyak 10 mahasiswa mengikuti sesi luring yang dirancang untuk pendalaman materi dan praktik langsung. Sesi ini diawali dengan tinjauan ulang materi makna ideasional untuk menyegarkan kembali ingatan peserta. Selanjutnya, pembahasan diperdalam dengan mengupas “makna interpersonal” atau interaktif, yang menjelaskan bagaimana teks membangun hubungan dengan audiensnya, serta “makna tekstual” atau komposisi, yang fokus pada bagaimana elemen-elemen visual ditata untuk menciptakan pesan yang koheren.

Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif, sesi ini tidak hanya berisi teori. Peserta dilibatkan secara aktif dalam latihan analisis gambar praktis, yang dikenal sebagai analisis hubungan antar-modal (intermodal relation). Pada akhir sesi, sebuah post-test diberikan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan penyerapan materi oleh peserta. Seluruh rangkaian acara yang kaya manfaat ini dipandu oleh tim narasumber ahli yang kompeten, yaitu Dr. Budi Hermawan, M.P.C., Susi Septaviani, Ph.D., Dr. Mahardhika Zifana, M.Hum. dan Dr. Farida Hidayati, M.Pd.

Manfaat Jangka Panjang dan Kontribusi pada Pendidikan Berkualitas (SDG 4)

Serunya mengikuti pelatihan Multimoda

Luaran dari kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yakni Pendidikan Berkualitas, dengan membekali mahasiswa keterampilan esensial di abad ke-21. Peserta tidak hanya menerima sertifikat, tetapi juga mendapatkan kemampuan praktis untuk memaknai teks multimoda dengan lebih baik. Mereka kini memiliki pemahaman mendalam tentang hubungan antar-modal yang dapat diterapkan untuk menganalisis iklan, buku teks, atau bahkan merancang materi ajar yang pesannya lebih tepat sasaran di masa depan.

Keterampilan ini merupakan bagian integral dari “keterampilan yang relevan” yang ditekankan dalam target SDG 4. Di era digital, pendidikan berkualitas harus mampu melampaui literasi teks konvensional. Dengan menguasai analisis multimoda, lulusan UMY diharapkan menjadi individu yang lebih kritis, informatif, dan mampu bersaing di lingkungan profesional yang sarat dengan komunikasi visual. Kemampuan ini memberdayakan mereka untuk menjadi komunikator yang efektif dan konsumen media yang cerdas, sebuah inti dari sumber daya manusia berkualitas yang dicita-citakan dalam SDGs.

Tim Pelaksana:
Budi Hermawan
Susi Septaviana Rakhmawati
Farida Hidayati
Mahardhika Zifana

Kontributor: Ruswan Dallyono

FPMIPA UPI Strengthens Partnership with FKIP UNTIRTA and DISDIKPORA Pandeglang to Drive Joyful and Deep Learning Innovations for Quality Education (SDG 4)

10 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, September 4, 2025 – The Faculty of Mathematics and Science Education (FPMIPA), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) has formalized a partnership with the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) at Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) during a Guest Lecture and signing ceremony at UNTIRTA. The collaboration also involves the Education, Youth, and Sports Office (DISDIKPORA) of Pandeglang, which provides training for science and mathematics teachers.

This partnership supports the objectives of Sustainable Development Goal number four (SDG 4) to ensure inclusive, equitable, and quality education, as well as lifelong learning opportunities for all. It also aims to strengthen global partnerships for sustainable development (SDG 17), thereby accelerating progress toward quality education.

The collaboration focuses on enhancing the skills of current and future educators by implementing innovative learning approaches, specifically Joyful Learning and Deep Learning. These methods are designed to create engaging, meaningful, and challenging educational experiences that improve learning outcomes.

Leaders from both faculties and representatives from DISDIKPORA Pandeglang attended the event, which included a ceremonial exchange of mementos symbolizing academic friendship and shared commitment to educational advancement.

The Dean of FPMIPA UPI highlighted that this partnership extends beyond formal programs to serve as a platform for sharing best practices in education. “Through this synergy, we aim to better prepare teachers to meet 21st Century challenges by fostering creativity, critical thinking, and joy in learning, aligned with SDG 4’s goal of quality education for all,” he said.

The partnership includes expert lectures, teacher training, joint research, and academic publications. Soon, a joint team from UPI and UNTIRTA will support teachers under DISDIKPORA Pandeglang in applying Joyful Learning and Deep Learning approaches in their classrooms.

Through this collaboration, FPMIPA UPI reaffirms its leadership in science and mathematics education innovation in Indonesia and expands its strategic network with higher education institutions and government agencies to support SDG 4.

Kontributor: Ela Margalina

Pencarian