English
Indonesia

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI Mengajak Tim Kemendiktisaintek Mengenal Sejarah Villa Isola di Museum Pendidikan Nasional UPI

22 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI, 22 Agustus 2025 – Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si. memberi kesempatan kepada para tamu dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mengenal lebih dekat sejarah Villa Isola melalui kunjungan ke Museum Pendidikan Nasional. Kunjungan ini berlangsung setelah rombongan melaksanakan rapat di Gedung Rektorat Villa Isola sampai dengan sore.

Ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan nilai sejarah dan budaya yang melekat pada bangunan ikonik UPI, Villa Isola, yang kini menjadi landmark Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak untuk menonton film Dominique Willem Berretty ”Bisnis, Asmara, dan Isola” dan ”Sinyo Tampan: Wartawan yang Jadi Jutawan”. Film tersebut mengulas perjalanan hidup Berretty, gagasan arsitektur Villa Isola, dan nilai historis yang melekat pada bangunan ini sebagai simbol perkembangan pendidikan Indonesia.

Rombongan Kemendiktisaintek menyampaikan apresiasi atas inisiatif Museum Diknas UPI yang tidak hanya menjaga kelestarian Villa Isola, tetapi juga mengemas informasi sejarah secara interaktif melalui film dan koleksi museum. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah untuk menguatkan literasi sejarah dan budaya di dunia pendidikan.

Setelah selesai kunjungan, melalui pesan singkatnya, Warek Bidang Perencanaan dan Keuangan menyampaikan bahwa para tamu dari Kemendiktisaintek sangat mengapresiasi kunjungan tersebut, dan diharapkan menjadi bagian dari sarana promosi kepada masyarakat luas. Karena itu, Kepala Museum Diknas UPI, Prof. Leli Yulifar mengucapkan terimakasih atas inisiatif dari pimpinan UPI tersebut.

Kontributor: Fadilla Febrianty Nitami

Lantik Pejabat Struktural untuk Masa Bakti 2025–2030, UPI Siap Hadapi Tantangan Zaman

21 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi melantik sejumlah pejabat struktural untuk masa bakti 2025–2030. Pada kesempatan yang sama, UPI juga membentuk direktorat baru sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan dan perkembangan di dunia pendidikan tinggi. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Struktural Universitas Pendidikan Indonesia Periode 2025-2030 dilaksanakan di Gedung Gymnasium UPI Jl. Dr. Setiabudhi, No. 229 Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (20/8/25).

Selain itu, UPI bersama Majelis Wali Amanat (MWA) juga menyiapkan program retreat kepemimpinan guna memperkuat soliditas, sinergitas, serta komitmen nilai di kalangan pejabat baru.

Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menjelaskan bahwa pembentukan direktorat baru merupakan kebutuhan mendesak seiring dengan perubahan lanskap pendidikan, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan transformasi cara belajar mahasiswa.

“Perkembangan AI dalam pendidikan serta pergeseran dari pembelajaran konvensional menuju pembelajaran mandiri berbasis modul menuntut universitas untuk beradaptasi. Karena itu, kita perlu menyiapkan perangkat kelembagaan yang siap menghadapi tantangan tersebut,” tegas Rektor.

Ia menambahkan bahwa pelantikan pejabat baru diharapkan mampu memperkuat kekompakan dan kreativitas dalam menjalankan program kerja universitas. “Harapannya, para pejabat yang baru dilantik semakin kompak, penuh semangat, dan mampu melahirkan kinerja yang inovatif sesuai dengan harapan universitas,” ujar Prof. Didi Sukyadi.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua MWA Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna menekankan bahwa keberhasilan program kerja tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga pada kecerdasan emosional dan spiritual. Oleh karena itu, retreat kepemimpinan akan difokuskan pada penyamaan visi, penguatan komitmen, serta penanaman nilai-nilai kebersamaan.

“Retreat ini bukan soal legalitas atau IQ, tapi soal emotional dan spiritual intelligent. Dengan itu, diharapkan semua pimpinan dapat semakin solid, mengedepankan peran dan tanggung jawab ketimbang hanya status atau kewenangan,” ujar Ketua MWA.

Dalam retreat tersebut, MWA menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Ary Ginanjar untuk memperkuat emotional dan spiritual cohesion, serta Hermawan Kertajaya, pakar marketing Asia, untuk memberikan wawasan tentang strategi penguatan positioning dan branding UPI di tingkat nasional maupun internasional.

Drs. Nanan Soekarna juga menekankan pentingnya membangun identitas UPI yang khas. “Tidak perlu selalu hebat, yang penting berbeda. UPI harus bisa menegaskan apa positioning dan brand potensialnya, serta bagaimana membawanya ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.

Dengan kombinasi langkah struktural berupa pembentukan direktorat baru, pelantikan pejabat baru, serta penguatan nilai melalui retreat, UPI menegaskan komitmennya untuk bergerak seirama, memegang amanah dengan penuh tanggung jawab, serta menjadikan universitas semakin kompetitif dan berdaya saing global.  (rizaibrahim/denynurahmat/ratihlatifah/cawaludin)

UPI–DJKI Gelar ToT Kekayaan Intelektual & Drafting Paten

21 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar Training of Trainers (ToT) Kekayaan Intelektual dan Drafting Paten selama dua hari, Rabu-Kamis, 20-21 Agustus 2025, pukul 08.30–17.00 WIB di Ruang Rapat Utama DIPUU, Lantai 5 Gedung CoE. Kegiatan ini dirancang untuk mencetak fasilitator internal (“Agen KI”) yang mampu mendampingi proses identifikasi potensi KI hingga drafting dan pendaftaran paten di unit masing-masing.

Membuka kegiatan, Direktur Inovasi dan Pusat Unggulan UPI, Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si., menekankan pentingnya percepatan hilirisasi riset dosen dan mahasiswa.

“Target kami minimal satu luaran KI non-hak cipta per program studi. Baik paten, paten sederhana, desain industri, maupun merek dengan pendampingan berjenjang dari Agen KI di unit dan finalisasi di DIPUU,” ujarnya.

Prof. Ida juga menyampaikan bahwa universitas menyediakan insentif berbasis SBUV bagi luaran KI: paten Rp25 juta, paten sederhana Rp20 juta, dan kategori KI lain hingga Rp15 juta, yang dicairkan setelah terbit sertifikat.

Komitmen penguatan riset dan inovasi ditegaskan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. “UPI bergerak menuju karakter Third Generation University, yaitu memperkuat pertukaran pengetahuan, inovasi, dan kemitraan. Kebijakan anggaran akan lebih berpihak pada peneliti dan inovator agar luaran tak berhenti di publikasi, tetapi berujung pada perlindungan KI dan pemanfaatan,” katanya.

Dari DJKI, Ketua Tim Kerja Edukasi KI, Nila Manilawati, S.H., M.H. menekankan format pelatihan yang praktis dan interaktif.

“Kami hadirkan pakar sesuai klaster KI, dan khusus hari kedua akan fokus penuh pada sistem paten dan praktik drafting. Silakan manfaatkan sesi tanya jawab dan klinik,” ujarnya.

DJKI juga menyampaikan salam dari pimpinan Direktorat Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi yang berhalangan hadir karena agenda IPC di Thailand.

Selama dua hari, peserta mendapatkan penguatan menyeluruh ekosistem KI, mulai dari pemetaan potensi, pengenalan rezim KI utama, hingga sistem paten dan praktik penyusunan dokumen dengan pendampingan ahli DJKI.

Dampak yang diharapkan dari penyelenggaraan ToT ini adalah terbangunnya jaringan Agen KI lintas fakultas dan kampus daerah yang mampu mengakselerasi perjalanan karya ilmiah dari ide, prototipe, dan standarisasi, menuju pendaftaran dan perolehan hak, hingga pemanfaatan melalui kemitraan, lisensi, dan pengelolaan royalti.

Pada saat yang sama, budaya perlindungan KI di lingkungan UPI diharapkan kian menguat, mendorong peningkatan jumlah submission dan grant serta memperluas dampak akademik, sosial, dan ekonomi dari riset-riset unggulan universitas. (CS)

Teknisi Laboratorium UPI Tuntaskan Pelatihan Penanganan Perubahan Iklim di India

21 Aug 2025 • Humas UPI

Tasikmalaya, 6 Agustus 2025

Teknisi Laboratorium Universitas Pendidikan Indonesia dari unit UPI Kampus Tasikmalaya, Rizky Salis Septiawan, kembali ke Tanah Air setelah merampungkan tugas dinas luar negeri di India. Pelatihan bertajuk Climate Action Framework for Developing Countries pada 22 Juli hingga 6 Agustus 2025 di Hyderabad, India. Program ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara sebagai bentuk penguatan kapasitas SDM dan kolaborasi international.

Program yang berlangsung kurang lebih selama dua pekan di Environment Protection Training and Research Institute (EPTRI) ini membekali peserta dengan pemahaman komprehensif terkait dampak perubahan iklim, serta dua pendekatan utama dalam menghadapinya, yaitu mitigasi dan adaptasi. Kurikulum pelatihan mencakup topik-topik strategis seperti integrated water resource management, pembiayaan hijau (green financing), transisi menuju energi terbarukan, ekonomi sirkular, konservasi keanekaragaman hayati untuk ketahanan iklim, serta penggunaan instrumen laboratorium.

Selain sesi kelas, peserta juga mengikuti kegiatan kunjungan industri ke Hyderabad Integrated Water Resource Management dan city tour ke destinasi bersejarah di Hyderabad, antara lain Salarjung Museum dan Golconda Fort, serta program budaya yang memperkenalkan seni tari, kuliner khas India, dan praktik yoga yang telah mendunia.

UPI menilai keikutsertaan pelatihan ini dapat berdampak langsung dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia di lingkungan kampus UPI dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang penanganan perubahan iklim (SDG 13), akses air bersih dan sanitasi (SDG 6), serta pendidikan berkualitas (SDG 4).

Kegiatan ini juga membuka peluang kemitraan antara UPI dan lembaga internasional untuk pengembangan program bersama di masa yang akan datang. Program pelatihan didanai sepenuhnya oleh the India Technical and Economic Cooperation (ITEC) dengan dukungan fasilitasi dari Kedutaan Besar India di Jakarta. (kontributor)

FK UPI Memberi Pengalaman Belajar Juara UKS Final Champions 2025 di Museum Pendidikan Nasional UPI

21 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, 14 Agustus 2025. Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia menjadi destinasi Istimewa bagi para juara UKS Final Champions 2025, sebuah ajang yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) . Dalam kunjungan yang penuh semangat, para siswa tidak hanya menikmati kekayaan koleksi museum, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukatif yang memperkaya wawasan mereka tentang sejarah pendidikan di Indonesia dari masa ke masa.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Museum Pendidikan Nasional yang dipimpin oleh Kepala Museum, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. Para siswa dan pendamping kemudian diajak untuk menoton film bersama kisah bupati Jawa Barat ”R.A.A. Martanagara Sang Pembaharu” dan film D.W. Berretty (pendiri Vila Isola) ”Bisnis, Asmara, dan Isola”. Setelah itu, Tim Edukator Museum Diknas UPI mendemonstrasikan audio book kisah bupati Jawa Barat R.A.A. Martanagara dan P.A.A Soeria Atmadja. Setelah itu, para siswa diajak untuk berkeliling menyusuri empat lantai ruang pamer museum, dimulai dari sejarah pendidikan masa praksara hingga sejarah UPI.

Tidak hanya melihat dan mendengarkan penjelasan, para siswa juga diajak bermain sambil belajar melalui kuis tentang tokoh dan peristiwa penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia, dan ice breaking. suasana hangat dan ceria pun terasa, menunjukan bahwa mereka sangat senang berkunjung ke Museum Diknas UPI.

“Seru banget banget berkunjung ke Museum Pendidikan Nasional. Saya jadi tahu tentang sejarah pendidikan dan tokoh-tokohnya di Indonesia.” ujar Malik, salah satu siswa pemenang UKS Final Champions 2025.

Perwakilan guru pendamping menyampaikan apresiasi atas penyambutan dan program edukatif yang diberikan. Menurutnya, pengalaman ini memberikan motivasi baru bagi siswa untuk terus berprestasi sekaligus menghargai perjalanan panjang dunia pendidikan di Indonesia.

Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. mengungkapkan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan UKS Final Champions 2025. “Kami berharap kunjungan ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah pendidikan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Dengan perpaduan unsur edukasi dan rekreasi, kunjungan ini menjadi bukti bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, inspiratif, dan bermakna — terutama bagi generasi muda yang kelak akan menjadi pelaku sejarah berikutnya. (kontributor)

Pencarian