English
Indonesia

Profesor UPI bidang Teknologi Partikel, Prof. Asep Bayu Dani NandiyantoJadi Keynote Speaker di ICIR3L 2025 Thailand

19 Aug 2025 • Humas UPI

Chiang Mai, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatat prestasi internasional. Prof. Prof (HC). Dr.Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng., dosen dari Teknik Kimia, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) UPI, menjadi keynote speaker dalam The 1st International Conference on Interdisciplinary Research and Lifelong Learning (ICIR3L 2025) yang akan diselenggarakan pada Sabtu, (12/7/2025), di Chiang Mai, Thailand.

Konferensi internasional ini digelar oleh Research Unit: Interdisciplinary and Lifelong Learning, Faculty of Education, Mahasarakham University, Thailand. ICIR3L 2025 menghadirkan pakar-pakar dunia lintas disiplin ilmu untuk mendiskusikan isu-isu strategis pendidikan, kesehatan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini, Prof. Asep Bayu menyampaikan materi bertema “Trends of Science and Technology”. Topik tersebut menyoroti perkembangan mutakhir ilmu pengetahuan dan teknologi serta relevansinya terhadap pendidikan, penelitian, dan pembelajaran sepanjang hayat.

Selain Prof. Asep, konferensi ini juga menghadirkan pembicara utama lain, antara lain Prof. Dr. Akihiro Nishio dari JICA Consultant, Jepang, Prof. Dr. Bahtiar Bin Mohamad dari Universiti Utara Malaysia, dan Asst. Prof. Dr. Chi Cheng Wu dari Kun Shan University, Taiwan.

Kehadiran Prof. Asep Bayu sebagai keynote speaker memperkuat kiprah UPI di kancah internasional, sekaligus menunjukkan peran aktif universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui inovasi pendidikan, riset, dan teknologi.

LPPM UPI selenggarakan Konferensi Internasional Green Energy dan Environmental Technology untuk Dorong Riset Energi Ramah Lingkungan

15 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang Green Energy dan Environmental Technology yang menghadirkan pembicara dari berbagai negara, di antaranya Hungaria, India, Israel, Cina, Singapura, Kanada, dan Korea Selatan yang bertempat di Auditorium LPPM lantai 3 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/8/25).

Berikut nama-nama Scientific Committee and Reviewers yang dimaksud, terdiri atas Prof. Chang-Wook Lee dari Kangwon National University (KNU), South Korea; Prof. Andrivo Rusydi dari National University of Singapore (NUS), Singapore; Dr. Eng. Beta Paramita dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Prof. Jaehyung Yu dari Chungnam National University, South Korea; Ronny Sutarto, Ph.D., dari Canadian Light Source Inc, Canada; Prof. Muhammad Aziz dari The University of Tokyo, Japan; Prof. Marno Schulze dari Musikhochschule Lübeck (MHL), Germany; Prof. Dr. Klaus Näumann dariMartin-Luther, Universität Halle-Wittenberg (MLU), Germany; Prof. Dr. Ade Gaffar Abdullah, M.Si., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Shah Nazir, PhD., dari Associate Professor, University of Swabi, Pakistan; Dr. Raseeda Hamzah dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia; Prof. Dr. Ir. Astri Rinanti, M.T., IPM., ASEAN Eng., dari Universitas Trisakti, Indonesia; Prof. Ahmad Bukhori Muslim, Ph.D., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Dr. Leni Anggraeni, M.Pd., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Dr. Phil. Leli Kurniawati, S.Pd., M.A., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; dan Dr. Sri Wahyuni Tanshzil, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia.

Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia akademik dan industri untuk membahas solusi energi berkelanjutan sekaligus kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Konferensi ini menekankan pentingnya transisi dari energi berbasis fosil seperti bensin, solar, dan batu bara menuju energi ramah lingkungan. Energi hijau tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga menekan dampak pemanasan global.

Kolaborasi ini melibatkan UPI (Indonesia) – riset urban physics dan kenyamanan termal, University of Tokyo (Jepang) – produksi & penyimpanan hidrogen/amonia, National University of Singapore – fisika benda terkondensasi & spektroskopi, Canadian Light Source (Kanada) – karakterisasi material mutakhir, dan Chungnam & Kangwon NationalUniversity (Korea Selatan) – geologi terapan & ilmu kebumian.

“Energi hijau bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari listrik berbasis tenaga air, tenaga surya (solar cell), tenaga angin, hingga pemanfaatan baterai listrik dan hidrogen. Tantangan kita adalah bagaimana membuat teknologi itu lebih kuat, efisien, dan mudah digunakan,” ungkap Prof. Ida Hamidah.

Selain energi, lanjutnya, dalam konferensi ini juga menyoroti tentang environmental technology atau teknologi lingkungan, yang mencakup inovasi sederhana hingga canggih untuk meningkatkan kualitas hidup. Contohnya penggunaan cat reflektif yang mampu menurunkan panas ruangan sehingga mengurangi penggunaan AC, peralatan hemat energi seperti lampu LED dan pendingin udara efisien dan pemanfaatan energi terbarukan melalui kincir angin, gaya gravitasi, hingga kompor berbahan bakar hidrogen. Teknologi ini terbukti berkontribusi pada efisiensi energi sekaligus menurunkan polusi.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa melalui konferensi ini UPI tidak hanya mengangkat isu global, tetapi juga mendorong lahirnya produk akademik berupa paper ilmiah dan publikasi di jurnal bereputasi internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan rekognisi UPI di dunia akademik global.

“Konferensi ini meng-cover banyak aspek dari SDGs, khususnya terkait lingkungan dan energi berkelanjutan. Kehadiran pembicara internasional dan kolaborasi lintas negara akan memperkuat jejaring riset UPI di kancah global,” ujar Prof. Ida Hamidah.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, hal serupa ditegaskan Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. Dikatakannya,“Konferensi ini berperan penting dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada isu-isu perubahan iklim, energi bersih, produksi dan konsumsi bertanggung jawab, serta kerjasama internasional.”

Adapun luaran konferensi ini akan dipublikasikan dalam jurnal terindeks Scopus maupun SINTA, ujarnya lagi. Kami berharap publikasi ilmiah ini dapat meningkatkan peringkat UPI di dunia, khususnya yang terkait dengan SDGs.

Topik utama yang paling banyak dibahas adalah energi terbarukan (renewable energy) dan perubahan iklim. Namun, lanjutnya, sesuai dengan core business UPI sebagai perguruan tinggi kependidikan, banyak pula makalah yang menyoroti peran pendidikan dalam membentuk perilaku masyarakat dan mahasiswa terhadap isu lingkungan.

Selain sebagai ajang pertukaran ide, konferensi ini juga menjadi wahana untuk menjalin kerjasama riset dan publikasi lintas perguruan tinggi serta lintas negara. Dijelaskan Prof. Didi Sukyadi,”Kerja sama internasional ini akan memberikan manfaat besar, termasuk publikasi bersama di jurnal bereputasi global, kolaborasi riset dengan dukungan pendanaan dari negara maju seperti Jepang, Korea, dan Singapura serta pengembangan SDM akademik. Misalnya, melalui program visiting lecturer, visiting professor, maupun visiting researcher.”

Konferensi ini, ujarnya lagi, bukan hanya soal presentasi penelitian, tetapi juga membuka jalan bagi kerja sama baru yang membawa manfaat nyata bagi kualitas riset, publikasi, dan sumber daya manusia UPI.

Dengan melibatkan pakar internasional dan berbagai perspektif, konferensi ini menjadi langkah nyata UPI dalam mendorong inovasi energi hijau dan teknologi lingkungan. Ke depan, hasil dari konferensi ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan riset sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan dunia.

Ditegaskannya,”Inisiatif ini bertujuan mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan global, dengan menghubungkan riset fundamental material hingga penerapan pada sistem energi dan lingkungan terbangun.”

Melalui kerja sama ini, lanjutnya, UPI menargetkan lahirnya material baru, model sistem energi hidrogen yang terintegrasi, pedoman desain kenyamanan termal di bangunan tropis, serta peningkatan visibilitas global riset UPI.  (rizaibrahim/edit:dodiangga)

The 6th FPEB Summer Program 2025, Mahasiswa FPEB UPI dan Universiti Malaya Presentasikan Projek Bisnis dan Tampilkan Karya Seni dan Budaya

15 Aug 2025 • Humas UPI

Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA secara resmi membuka rangkaian kegiatan The 6th FPEB Summer Program 2025, sebuah program akademik tahunan bertaraf internasional yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari FPEB UPI dan Universiti Malaya, Malaysia. Program ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 4 hingga 8 Agustus 2025, di lingkungan kampus UPI, Bandung.

Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA mengungkapkan bahwa The 6th FPEB Summer Program 2025 tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga membuka ruang interaksi budaya dan pengembangan soft skills antar peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terbangun pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun solusi bersama bagi tantangan global di masa depan.

Wakil Dekan Bidang Akademik FPEB UPI, Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M. M menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun ruang kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan dan bisnis, serta menjadi wadah pertukaran pengetahuan, budaya, dan perspektif global bagi para peserta. Hari pertama kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dilaksanakan di Auditorium lantai 6 FPEB.

Hari pertama The 6th FPEB Summer Program kegiatan diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan mengikuti tur keliling kampus UPI menggunakan UPI Shuttle sebagai bagian dari pengenalan lingkungan akademik dan budaya lokal. Kemudian dilanjutkan dengan dua sesi materi utama yang diselenggarakan di ruang Smartclass FPEB. Sesi pertama mengangkat tema Design Thinking for Global Problem Solving, yang membahas bagaimana pendekatan berpikir kreatif dan inovatif dapat digunakan untuk menghadapi berbagai tantangan lintas negara.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengusung topik We Can Solve By Using The Same Kind Design Thinking dan Artificial Intelligence for Sustainable Business Innovation yang membahas peran kecerdasan buatan dalam mendukung inovasi berkelanjutan dalam dunia bisnis. Para peserta tampak aktif dalam diskusi dan tanya jawab, serta menunjukkan antusiasme dalam memahami peran teknologi dalam membentuk masa depan industri global.

Hari kedua The 6th FPEB Summer Program diawali dengan pengenalan berbagai fasilitas di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis kepada para peserta. Mereka berkesempatan mengunjungi beberapa laboratorium, antara lain Laboratorium Microteaching untuk praktik mengajar, Laboratorium Forensik untuk pemeriksaan akuntansi, serta laboratorium milik Program Studi Pendidikan Bisnis untuk praktik digital printing. Selain itu, peserta juga mengunjungi Lab Space Ex dan Galeri Investasi Syariah guna melihat secara langsung berbagai aktivitas mahasiswa FPEB di luar perkuliahan.

Pada sesi berikutnya, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk mengerjakan proyek pembuatan prototype bisnis dengan menggunakan metode design thinking dan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam ide bisnis yang dikembangkan.

Memasuki hari ketiga, masing-masing kelompok mempresentasikan ide bisnis dan menampilkan prototype yang telah dirancang. Bertempat di Auditorium FPEB Gedung A, para peserta mendapatkan masukan dan umpan balik dari sejumlah pakar, baik dosen FPEB UPI maupun akademisi dari Universiti Malaya.

Acara dilanjutkan dengan Cultural Showcase yang menampilkan seni dan budaya dari masing-masing negara peserta Summer Program. Peserta dari UPI menampilkan ragam kesenian, seperti pembacaan puisi, lagu daerah Jawa Barat, tarian tradisional, dan kaulinan barudak. Sementara itu, peserta dari Universiti Malaya membawakan lagu khas Malaysia serta tarian Boria seni pertunjukan teater Melayu yang populer di Pulau Pinang dan menggabungkan unsur tari, musik, drama, serta sentuhan komedi.

Pada kegiatan. penutup, peserta Indonesia mengajak seluruh peserta dan panitia untuk menari tarian Maumere dan Poco-Poco bersama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi ramah tamah, di mana peserta dari masing-masing negara saling berbagi dan mencicipi hidangan khas mereka. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

FPEB UPI Tambah Guru Besar, Prof. Dr. Heni Mulyani Guru Besar Bidang Kepakaran Pedagogik Akuntansi

15 Aug 2025 • Humas UPI

Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA menghadiri penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Profesor atau Guru Besar Dr. Heni Mulyani, M.Pd yang merupakan dosen pada Program Studi Pendidikan Akuntansi.

Penyerahan SK Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Profesor atau Guru Besar disampaikan secara langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A bersama dengan dua dosen UPI lainya yaitu  Dr. Elah Nurlaelah, M.Si yang merupakan dosen Pendidikan Matematika FPMIPA serta Dr. Andhy Setiawan, S.Pd., M.Si yang merupakan dosen Program Studi Fisika FPMIPA

Kegiatan dihadiri oleh pimpinan universitas dan fakultas diantaranya Rektor UPI Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., Ketua Senat Akademik, Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si., Ketua Dewan Guru Besar Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum serta Dekan FPEB yaitu Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA.

Sebelumnya Dr. Heni Mulyani, M.Pd telah mengikuti berbagai tahapan dalam proses pengajuan jabatan fungsional guru besar diantaranya mengikuti kegiatan Paparan Position Paper Calon Guru Besar  yang diselenggarakan di ruang Rapat FPEB UPI Gedung A Lantai 3 yang dihadiri para guru besar, para wakil dekan, para ketua dan sekretaris program studi, serta para dosen FPEB UPI.

Dekan FPEB UPI Prof. Dr. Ratih Hurriyati, MP menyampaikan apresiasi atas penerimaan SK Pengangkatan Jabatan Fungsional Profesor atau Guru Besar untuk Dr. Heni Mulyani, M.Pd. Melalui penerimaan SK ini, FPEB UPI merasa bangga karena bertambah jumlah guru besarnya serta semoga dapat memperkuat dan meningkatkan kinerja kelembagaan FPEB UPI. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

FPEB UPI dan Ton Duc Thang University Jalin Kemitraan Strategis Internasional

15 Aug 2025 • Humas UPI

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia bersama dua perguruan tinggi Indonesia lainnya yaitu Universitas Kuningan dan Universitas Muhammadiyah Cirebon, menjalin kemitraan strategis dengan Ton Duc Thang University dari Vietnam melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA). Acara ini berlangsung di Grand Hotel Cordela Kuningan, Sabtu (9/8/2025), dan dihadiri oleh pimpinan universitas serta perwakilan delegasi dari masing-masing institusi.

Penandatanganan MoA dan IA ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas jejaring akademik internasional, memperkuat kolaborasi penelitian, serta memperkaya pertukaran pengetahuan lintas negara. Kesepakatan tersebut mencakup bidang kerja sama akademik seperti pengembangan kurikulum, program pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, seminar internasional, hingga publikasi ilmiah kolaboratif.

Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Ratih Hurriyati M.P, CSBA dalam sambutanya menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang strategis bagi sivitas akademika untuk berinteraksi dengan komunitas akademik global. “Kolaborasi lintas negara seperti ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa dan dosen menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Ton Duc Thang University menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan kesiapan mitra Indonesia dalam menjalin kemitraan yang saling menguntungkan. Mereka optimistis bahwa kerja sama ini akan menghasilkan inovasi, riset berkualitas tinggi, dan pertukaran budaya yang positif di antara mahasiswa dan dosen kedua negara.

Acara ini turut dihadiri oleh pimpinan dari Universitas Muhammadiyah Cirebon dan Universitas Kuningan, yang sama-sama berkomitmen untuk mengimplementasikan program kerja sama ini secara konkret dan berkelanjutan. Dalam sesi diskusi, masing-masing pihak membahas langkah strategis implementasi, termasuk rencana pelaksanaan program bersama pada tahun akademik mendatang.

Dengan ditandatanganinya MoA dan IA ini, diharapkan kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan Vietnam tidak hanya berhenti pada tataran dokumen, tetapi benar-benar terealisasi melalui kegiatan nyata yang memberikan dampak signifikan bagi pengembangan kapasitas akademik, kualitas riset, dan daya saing lulusan di kancah internasional. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Pencarian