English
Indonesia

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bisnis FPEB UPI Menerima Program Beasiswa Mien R. Uno Foundation – Envoy 17

08 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Binis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia berhasil meraih prestasi sebagai penerima program Beasiswa Mien R. Uno Foundation – Envoy 17.

Program beasiswa ENVOY 17 yang berskala nasional telah diikuti dan beberapa mahasiswa Pendidikan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia telah lolos berbagai rangkaian seleksi. Yakni Naila Fadia, Nazwa Aulia Meytun, dan Yunita Risma Wati. Dimulai dari seleksi berkas, psikotes, hingga wawancara akhir.

Ketua Program Studi Pendidikan Bisnis FPEB UPI Dr. Puspo Dewi Dirgantari, S.Pd., M.T., M.M menjelaskan bahwa ENVOY 17 merupakan program bentukkan Mien R. Uno Foundation (MRUF) yang merupakan yayasan dengan berkomitmen untuk memajukan ekonomi inklusif dan berfokus pada pemberdayaan anak muda, perempuan, dan disabilitas.

Dosen Pembinaan Kemahasiswaan Program Studi Pendidikan Bisnis FPEB UPI, Dr. Masharyono, AP., S.Pd.,MM menjgungkapkan bahwa salah satu program ENVOY, berupa pelatihan dan pendampingan kewirausahaan untuk mahasiswa di seluruh Indonesia.   ENVOY merupakan program pendampingan kewirausahaan untuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan strata 1 sembari menjalankan unit usaha. Pendampingan kewirausahaan ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa binaan menjadi wirausahawan muda yang mandiri, mampu membantu perekonomian diri dan keluarga dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat di sekitarnya.

Fasilitas yang diberikan dalam pendampingan kewirausahaan ENVOY berupa training atau pelatihan berdasarkan modul kewirausahaan, coaching oleh coach bisnis tersertifikasi, mentoring dengan alumni ENVOY yang sudah berkembang dalam bisnis, pameran untuk memperluas pasar mahasiswa binaan, berbagai pelatihan tambahan untuk mengasah keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa binaan dan jejaring yang luas untuk kesempatan kolaborasi. Seluruh rangkaian program ini akan berjalan selama satu tahun dengan enam bulan masa pendampingan serta enam bulan masa monitoring. (Kontributor Humas UPI/ FPEB UPI)

PkM Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam FPEB UPI : Kembangkan Masjid Sebagai Pusat Unggulan Ekonomi Melalui Pelatihan Literasi Keuangan Syariah

08 Aug 2025 • Humas UPI

Kepulauan Seribu, 2 Agustus 2025

Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia selenggrakan program pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Menjadikan Masjid sebagai Pusat Keunggulan Ekonomi melalui Literasi Keuangan Syariah,”

Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam FPEB UPI, Dr. Aas Nurasyiah, S.Pd., M.Si  menjelaskan bahwa PKM Ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Menurutnya PKM ini diselenggarakan dalam rangka pencapaian Indiaktor Kinerja Utama (IKU) dan Rencana Strategi FPEB UPI 2020-2025 serta dilakukan dalam rangka impelementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pada indikator pendidikan berkualitas serta indikator perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh.

Kegiatan dilaksanakan di Kepulauan Seribu tepatnya di Mesjid Al-Makmiriyah  pada tanggal 1-2 Agustus 2025, kegiatan ini dihadiri oleh para DKM dan pengurus mesjid di sekitar Kepulauan seribu dan dipandu oleh Dr. Juliana, S.Pd., M.E.Sy. dan Syaiful M. Irsyad, B.BA., M.Sc.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat di Kepulauan Seribu dan sekitarnya. Salah satu fokus utama adalah praktik pembukuan sederhana untuk keuangan masjid, yang bertujuan untuk membantu  pengurus masjid dalam mengelola dana dan sumber daya secara efektif.

Melalui literasi keuangan syariah, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, serta memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan ekonomi yang berdaya. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi lokal, menciptakan peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini mencakup berbagai inisiatif untuk menggali potensi masjid dalam memberdayakan masyarakat, seperti Kegiatan Ekonomi Berbasis Masjid yaitu untuk mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di sekitar masjid, seperti pasar atau bazar yang diadakan secara rutin. Ini tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal tetapi juga memperkuat ikatan komunitas, Program Sosial yaitu  mengadakan program sosial yang mendukung masyarakat yang kurang mampu, seperti pemberian bantuan modal usaha atau pelatihan keterampilan. Ini bisa menjadi cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Serta Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan Syariah Membangun kemitraan dengan lembaga keuangan syariah untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih baik bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. (Kontributor Humas UPI/ FPEB UPI)

FPEB UPI Tingkatkan Kerjasama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

08 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi,M.Si didampingi Kepala Badan Pengelola dan Pengembangan Usaha Prof. Dr. Amir Machmud, SE., M.Si menyambut kehadiran Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia, Metrologi, Mutu dan Jasa Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan kerjasama kelembagaan.   

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia hadir dalam rangka untuk berpartisipasi pada implementasi kerjasama untuk bidang pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu kerjasama dilakukan para program pengembangan, kompetensi sumber daya manusia ekpor, metrologi, mutu dan jasa perdagangan.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Sugih Rahmansyah menjelaskan bahwa program utama Kementerian Perdangan terikait dengan Penguatan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan UMKM BISA ekspor merupakan tiga program yang menjadi fokus utama Kemendag saat ini. Semuanya bermuara untuk mempertahankan, bahkan melanjutkan tren positif dari neraca perdagangan Indonesia yang telah surplus selama 53 bulan ke belakang.  Menurutnya  dalam mendukung ketiga program tersebut diperlukan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan responsif terhadap dinamika perdagangan

Sugih Rahmansyah  mengungkapkan bahwa kerjasama tahun sebelumnya telah dilakukan pada ruang lingkup pelaksanaan program magang mahasiswa, pertukaran sumberdaya, penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi melalui studi lanjut, berbagi informasi tentang data yang dapat digunakan untuk kegiatan penelitian serta penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat.

Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Metrologi, Mutu, Dan Jasa Perdagangan, Suci Inggrid Daniati, S.Si., M.Si menjelaskan bahwa kerjasama yang akan ditingkatkan di Tahun 2025 yaitu pada ruang lingkup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kerjasama juga dilakukan dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan kewirausahaan dan usia mikro kecil dan menengah (UMKM).

Menurut Prof. Dr. Amir Machmud, SE., M.Si bahwa program kerjasama Tahun 2025 antara Kementerian Perdangan Republik Indonesia dengan Fakultas Pendidkan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia pada kegiatan magang mahasiswa dalam pengembangan kurikulum dan pengembangan media pembelajaran. Kerjasama juga dilakukan dalam program praktisi mengajar, kuliah umum serta program yang bisa menyesuaikan seperti pelatihan bagi mahasiswa dan lainya.

Kerjasama dengan Kementerian Perdagangan ini juga dilakukan dengan beberapa unit kerja Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri serta UPI Kampus Tasikmalaya. (Kontributor Humas UPI/ FPEB UPI)

PkM Program Studi Manajemen FPEB UPI : Manajemen Berkelanjutan Usaha Kecil Melalui Manajemen Keuangan, Sertifikasi Halal dan Promosi Online

08 Aug 2025 • Humas UPI

Kepulauan Seribu, 2 Agustus 2025

Program Studi Manajemen Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di Kepulauan Seribu Pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2025. Target khalayak sasaran para pelaku umkm dengan tema pelatihan Manajemen Praktik dan Berkelanjutan untuk Usa Kecil : Soslusi Keuangan, Sertifikasi Halal dan Promosi Online

Ketua Program Studi Manajemen FPEB UPI, Dr. Maya Sari, S.E., M.M, menjelaskan bahwa PkM ini diselenggarakan dalam rangka pencapaian Indiaktor Kinerja Utama (IKU) dan Rencana Strategi FPEB UPI 2020-2025 serta dilakukan dalam rangka impelementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pada indikator, tanpa kemiskinan, pendidikan berkelanjutan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Kemudian Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta indikator perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh.

PkM membahas tiga materi penting yaitu Peningkatan Produktivitas UMKM Menggunakan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang disampaikan oleh Dr. Eka Surachman, S.Si., M.T, Manajemen Keuangan disampaikan oleh pak Budhi Pamungkas Gautama, SE., MSc serta materi UMK Naik Kelas dengan Sertifikasi Halal disampaikan oleh Layung Anindya Prasetyanti, S.T., M.S.M., M.Eng.

Sesi pertama, materi yang dibahas terkait dengan Peningkatan Produktivitas UMKM Menggunakan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Secara lengkap pembahasan materi terkait dengan bagaimana memahami dasar AI secara sederhana, melihat manfaat langsung alat-alat AI Praktis, serta mendorong peserta mengadopsi teknologi AI.

Sesi kedua, materi yang dibahas terkait dengan manajemen keuangan UMKM. Secara lenglkap narasumber membahas studi kasus terkait dengan kinerja keuangan UMKM di Indonesia. Melalui studi kasus diatas, para peserta diajak untuk praktik langsung menganalisis dan menetukan kinerja keuangan dengan menentukan neraca, Modal kerja & Tingkat Keuntungan dari modal yang diinvestasikan, laba dan rugi, margin keuntungan. Selanjjutnya menganalisis dan menentukan Laba kotor, Laba Bersih, Kemampuan Bayar Utang. Menganalisis dan menentukan Efektifitas Pengelolaan Aset & Kondisi Likuiditas Keuangan.

Narasumber juga membahas praktik manajemen keuangan yang dilakukan melalui  Manajemen Keuangan Dasar bagi Pemilik Usaha Rintisan, Analisis Kelayakan Keuangan, Pengelolaan Modal Kerja, Pengelolaan Utang, Pengelolaan Arus Kas dan Pengelolaan Kinerja Keuangan.

Sesi terakhir PkM membahas materi terkait dengan UMK Naik Kelas dengan Sertifikasi Halal. Secara rinci narasumber membahas terkait dengankewajiban pelaku usaha miktor dan kecil untuk mengikuti kebijakan pemerintah melalui Undang-undang Noor 33 Tahun 2014 Pasal 4, bagaiamana konsep dan praktik halal dan haram, bagaimana aturanya, serta bagaimana fatwanya. Narasumber juga membahas terkait dengan skema Seritifkali Halal yang dibagia menjadi dua bagian yaitu seritifikat halal regular dan sertifikat halal self declare. Pada bagian akhir materi, narasumber melakukan simulasi dan praktik pengajuan sertifikat halal yang mengikuti regulasi dan kebijakan pemerintah. (Kontributor Humas UPI/ FPEB UPI)

Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si : Menjadi Dosen Produktif Dengan Buku Ajar Inovatif

08 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si merupakan dosen dan guru besar pada Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia yang aktif menulis buku serta menulis publikasi popular di media massa.

Berbagai karya buku Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si bisa diakses oleh masyarakat secara langsung di berbagai toko buku di Indonesia. Menurutnya,  Pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, keterampilan praktis, dan nilai-nilai profesional.

Lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam konteks ini, buku ajar menjadi salah satu elemen vital dalam proses pembelajaran, yang berfungsi sebagai jembatan antara tujuan kurikulum dan pengalaman belajar mahasiswa di ruang kelas maupun secara mandiri.

Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si  menjelaskan bahwa Buku ajar merupakan media instruksional yang dirancang secara sistematis, kontekstual, dan ilmiah untuk membantu mahasiswa memahami, mendalami, serta menerapkan konsep-konsep yang diajarkan. Tidak seperti buku teks biasa yang cenderung bersifat general dan tidak selalu menyesuaikan dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), buku ajar disusun dengan orientasi pedagogis dan integrasi langsung terhadap Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Dalam praktiknya, keberadaan buku ajar memiliki peran multifungsi. Pertama, buku ajar memberikan struktur dan arahan yang jelas dalam kegiatan belajar-mengajar. Kedua, buku ajar mempermudah dosen dalam merancang aktivitas pembelajaran yang selaras dengan asesmen dan evaluasi pembelajaran. Ketiga, buku ajar berkontribusi dalam pengembangan budaya akademik, baik melalui peningkatan kualitas literasi ilmiah mahasiswa, maupun dalam bentuk kontribusi akademik dosen sebagai penulis.

Beberapa karakteristik utama buku ajar yang membedakannya dari bentuk publikasi ilmiah lainnya antara lain dilihat dari Struktur Sistematis, Berorientasi Pembelajaran (Learning-Oriented), Kontekstual dan Aktual, Bahasa Ilmiah-Pedagogis, terdapat Komponen Evaluasi dan Refleksi

Kepada redaksi Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si  berbagai tips dalam penyusunan buku ajar yang ideal tidak hanya harus sesuai dengan kurikulum, tetapi juga harus memperhatikan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning). Menurutnya, Buku ajar berfungsi sebagai pedoman utama bagi mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan, dan juga sebagai alat bantu dosen dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif dan efisien.

Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si  mengungkapkan terdapat beberapa komponen pokok yang harus diperhatikan dalam penyusunan buku ajar yaitu pada komponen Deskripsi Mata Kuliah, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Materi Pokok dan Subpokok Bahasan, Aktivitas Pembelajaran Mahasiswa, Soal Latihan dan Evaluasi, Referensi dan Bacaan Lanjutan, Petunjuk Penggunaan Buku Secara keseluruhan, menulis buku ajar merupakan aktivitas strategis yang berdampak luas, tidak hanya untuk peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga bagi penguatan profesionalisme dosen dan pengembangan institusi pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi dosen untuk menjadikan penulisan buku ajar sebagai bagian integral dari tugas tridharma perguruan tinggi. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Pencarian