English
Indonesia

FPEB UPI Sukses Gelar The 10th GCBME 2025: Hadirkan Kolaborasi Global untuk Kepemimpinan Transformasional dan Inovasi Bisnis Berkelanjutan

08 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan sukses menyelenggarakan The 10th Global Conference on Business, Management, and Entrepreneurship (GCBME) 2025. Konferensi internasional yang digelar secara hybrid ini mengangkat tema “Transformational Leadership and Innovation for Business Sustainability” dan menjadi ajang akademik bergengsi yang mempertemukan 199 peserta dari berbagai negara, dengan 179 abstrak yang berhasil diseleksi dan dipresentasikan dalam sesi paralel.

Ketua panitia sekaligus Dekan FPEB UPI, Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P.,CSBA menjelaskan bahwa GCBME ke-10 ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam pengembangan budaya akademik di lingkungan UPI, tetapi juga mencerminkan posisi strategis FPEB sebagai pelopor kolaborasi global dalam bidang bisnis, manajemen, dan kewirausahaan. Konferensi ini terselenggara atas kerja sama dengan sejumlah institusi mitra, yakni Universitas Cipasung Tasikmalaya, Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Universitas Garut (UNIGA), Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), Termez University (Uzbekistan), dan Ton Duc Thang University (Vietnam).

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, SE.,Ak.,MBA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa GCBME merupakan wujud konkret komitmen universitas dalam membangun sinergi keilmuan lintas disiplin, memperkuat jejaring akademik global, serta mendorong inovasi dalam pendidikan ekonomi dan bisnis. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional sebagai strategi kunci dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan keberlanjutan bisnis masa depan.

Konferensi ini juga menghadirkan para pembicara kunci bertaraf internasional yang memperkaya diskusi dan memperluas perspektif para peserta. Mereka adalah Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Republik Indonesia; Prof. Robert De Souza, B.Sc., M.Sc., Ph.D., Executive Director/CEO of The Logistics Institute – Asia Pacific; Dr. Nguyen Dinh Hoa, Dekan Fakultas Hubungan Perburuhan dan Serikat Buruh, Ton Duc Thang University, Vietnam; Dr. Andreawan Honora, Dosen Departemen Marketing, UWA Business School, The University of Western Australia; Dr. Masharyono, Dosen Program Studi Pendidikan Bisnis,FPEB, Universitas Pendidikan Indonesia.

Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P.,CSBA menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh co-host, pembicara, peserta, dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Ia menjelaskan bahwa seluruh artikel yang masuk telah melalui proses double-blind peer review dan akan dipublikasikan melalui Advances in Economics, Business, and Management Research (Atlantis Press, bagian dari Springer Nature) yang terindeks di Web of Science, CNKI, dan Google Scholar. Beberapa artikel unggulan juga berkesempatan diterbitkan di jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus.

GCBME tahun ini dihadiri  peserta dari berbagai negara, seperti: Korea Selatan, Uzbekistan, Arab Saudi, Malaysia, Vietnam, Ghana, dan berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menegaskan karakter internasional GCBME 2025 sebagai forum ilmiah lintas budaya dan disiplin yang terus berkembang setiap tahunnya.

Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P.,CSBA menjelaskan bahwa konferensi ini terbagi ke dalam lima parallel tracks, yakni: Perilaku Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajemen SDM; Inovasi, Teknologi Informasi, Operasi, dan Manajemen Rantai Pasok; Manajemen Pemasaran; Manajemen Keuangan dan Akuntansi; Manajemen Strategis, Kewirausahaan, dan Isu-Isu Kontemporer. Kelima jalur ini mencerminkan isu-isu strategis dalam keberlanjutan bisnis di era transformasi digital saat ini.

Seluruh artikel yang dipresentasikan telah melalui proses peninjauan ilmiah ketat dengan mekanisme double-blind peer review. Naskah terpilih akan diterbitkan dalam Proceedings Series: Advances in Economics, Business, and Management Research oleh Atlantis Press (bagian dari Springer Nature), dan terindeks dalam Web of Science, CNKI, serta Google Scholar. Selain itu, sejumlah karya unggulan juga diundang untuk diproses lebih lanjut pada jurnal bereputasi yang terindeks Scopus, seperti Business Strategy and the Environment, Journal of Business Valuation and Economic Loss Analysis, Knowledge-Based Systems, dan SEEJPH.

Lebih dari sekadar forum presentasi ilmiah, GCBME 2025 menjadi ajang penguatan jejaring akademik internasional, pembentukan kolaborasi riset lintas negara, serta ruang refleksi kritis atas dinamika bisnis global. Dengan berakhirnya konferensi ini, FPEB UPI menegaskan kembali perannya sebagai pusat unggulan dalam riset dan pendidikan bisnis yang inklusif, berdaya saing global, dan berorientasi pada keberlanjutan.

GCBME 2025 berhasil membuktikan bahwa forum ilmiah bukan sekadar agenda rutin akademik, tetapi juga instrumen penting dalam membangun gagasan baru, memperkuat kualitas riset, serta mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan dalam lanskap bisnis yang terus berkembang. UPI, melalui FPEB, kembali memperlihatkan peran strategisnya dalam mengorkestrasi kemajuan keilmuan dan kolaborasi global yang berdampak luas. (Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P.,CSBA)

Prof. Dr. Suryana, M.Si.,  dan Yoga Perdana, SE.,M.S.M., Luncurkan Buku Kewirausahaan di Bidang Bisnis

08 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Prof. Dr. Suryana, M.Si  dan Yoga Perdana, SE.,M.S.M yang merupakan Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia meluncurkan karya buku terbarunya yang berjudul Kewirausahaan di Bidang Bisnis : Solusi Praktis untuk Merintis dan Mengembangkan Usaha (8/8/2025).

Buku ini diterbitkan oleh Rajawali Pers dan sudah bisa didapatkan oleh masyarakat di berbagai toko buku di Indonesia. Buku Kewirausahaan di Bidang Bisnis ini merupakan buku referensi yang diperlukan untuk merespon dan memberikan solusi terhadap ketidakpastian dan perkembangan yang sedang terjadi dimasa kini dan yang akan datang

Menurutnya, pergantian tenaga kerja dengan mesin secara massif diberbagai lapangan dipandang lebuh efisien dan efektif. Keadaan ini harus direspon dengan mengubah cara berfikir, cara bertindak  dan cara kerja manusia.

Selanjutnya, orientasi manusia yang sebelumanya mencari lapangan kerja dan bisa bekerja diberbagai bidang, setelah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan harus berubah orientasi menjadi kepada manusia menciptakan peluang usaha  dan lapangan kerja.

Prof. Dr. Suryana, M.Si mengungkapkan semoga buku ini menjadi solusi bagi semua orang yang berniat menjadi wirausaha di bidang bisnis. Buku ini membahas tentang pola pikir kewirausahaan sebagai fondasi untuk bisa merintis usaha baru dan mengembangkanya menjadi wirausaha sukses dalam bidang bisnis sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis yang berlaku.  (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Prodi Pendidikan Khusus FIP UPI Kirimkan 38 Artikel Ilmiah pada Konferensi Internasional ICSAR ke-15 di Malaysia

08 Aug 2025 • Humas UPI

Malaysia, 30 Juli 2025

Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan eksistensinya di kancah internasional dengan mengirimkan sebanyak 38 artikel ilmiah untuk dipresentasikan dalam ajang The 15th International Conference on Special Education in Southeast Asian Region (ICSAR 2025). Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid oleh INTI International University, Malaysia, pada tanggal 29 hingga 30 Juli 2025.

Konferensi bertema “Special Education Orientation in Improving the Quality of Inclusive Teaching and Learning in the Era of Sustainable Development Goal” ini menjadi forum strategis bagi akademisi dan praktisi pendidikan khusus dari berbagai negara di Asia Tenggara untuk berdiskusi, berbagi praktik terbaik, serta mempresentasikan hasil riset dan inovasi dalam bidang pendidikan inklusif. Topik-topik yang diangkat meliputi inovasi pembelajaran, teknologi pendidikan luar biasa, pendidikan vokasi, asesmen berkualitas, hingga dukungan legislatif dan layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Dalam kegiatan tersebut, empat dosen dari Prodi Pendidikan Khusus FIP UPI turut hadir secara langsung di Malaysia, yaitu Dr. dr. Riksma Nurahmi R. A., M.Pd. selaku Ketua Program Studi, Dr. Yoga Budhi Santoso, M.Pd. sebagai Sekretaris Program Studi, serta dua dosen lainnya yaitu Ana Fatimatuzzahra, S.S., M.Pd. dan Hendriano Meggy, S.Pd., M.Pd.. Kehadiran para dosen ini menjadi representasi penting dari UPI dalam membangun jejaring akademik internasional, memperkuat kolaborasi riset, serta memberikan dukungan langsung kepada mahasiswa dan peneliti muda yang mempresentasikan artikel mereka.

Partisipasi Prodi Pendidikan Khusus FIP UPI dalam ICSAR ke-15 ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademik Indonesia dalam pengembangan pendidikan inklusif yang berkualitas dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan global dalam Sustainable Development Goals (SDG) khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas untuk semua.

KSTI 2025 Resmi Dibuka: Dorong Transformasi Ekonomi Melalui Sains dan Teknologi

07 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, 7 Agustus 2025 – Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertempat di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung, pada Kamis (7/8/2025). Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2025, dan akan menjadi tonggak penting dalam upaya menuju transformasi ekonomi nasional berbasis sains dan teknologi.

Presiden Republik Indonesia, telah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% dalam lima tahun mendatang, dengan strategi utama berupa hilirisasi industri, penguasaan teknologi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM). Strategi ini sejalan dengan visi Asta Cita, khususnya poin ke-4 dan ke-5, yang menekankan pembangunan SDM unggul dan industrialisasi berkelanjutan.

Dengan mengusung tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi”, KSTI 2025 menjadi platform strategis yang mempertemukan para ilmuwan, teknokrat, pelaku industri, pembuat kebijakan, dan mitra internasional. Acara ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, melalui penguatan industri nasional berbasis riset dan inovasi teknologi.

Dalam pidatonya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan, konvensi ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo untuk menyatukan visi para peneliti, akademisi, serta pelaku industri dalam upaya mendorong transformasi ekonomi berbasis riset dan inovasi.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Bapak Presiden untuk mempertemukan dan mengumpulkan para peneliti serta guru besar, khususnya di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), agar bersama-sama menyamakan visi, berkontribusi, dan memajukan bangsa serta negara Indonesia”, jelasnya.

KSTI 2025 dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka dunia di bidang sains dan teknologi, diantaranya: Sir Konstantin Novoselov, peraih Nobel Fisika 2010 atas penelitian grapheme, Prof. Brian Paul Schmidt, peraih Nobel Fisika 2011 atas penemuan ekspansi percepatan alam semesta, Prof. Chennupati Jagadish, ahli optoelektronika dan Presiden Australian Academy of Sciences, serta Prof. Lam Khin Yong, pakar nanoteknologi dari Nanyang Technological University, Singapura.

Selain forum diskusi panel, KSTI 2025 juga menampilkan pameran inovasi teknologi, diskusi lintas sektor, dan forum kebijakan riset-industri nasional. Ribuan ilmuwan Indonesia dari bidang STEM akan berpartisipasi aktif dalam membahas strategi industrialisasi Indonesia di delapan sektor prioritas tersebut.

Melalui konvensi ini, Kemdiktisaintek berharap dapat memperkuat sinergi antara kebijakan pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan industri dalam membentuk SDM unggul serta memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di panggung global.

The 6th FPEB Summer Program 2025, Hadirkan Kolaborasi Internasional FPEB UPI dan Universiti Malaya

07 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA secara resmi membuka rangkaian kegiatan The 6th FPEB Summer Program 2025, sebuah program akademik tahunan bertaraf internasional yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari FPEB UPI dan Universiti Malaya, Malaysia. Program ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 4 hingga 8 Agustus 2025, di lingkungan kampus UPI, Bandung.

Wakil Dekan Bidang Akademik FPEB UPI, Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M. M menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun ruang kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan dan bisnis, serta menjadi wadah pertukaran pengetahuan, budaya, dan perspektif global bagi para peserta. Hari pertama kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dilaksanakan di Auditorium lantai 6 FPEB.

Sambutan antusias datang dari jajaran pimpinan fakultas, dosen pendamping, serta para peserta yang menunjukkan semangat tinggi untuk mengikuti program ini secara penuh. Dalam sambutannya, pihak FPEB UPI menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam membentuk lulusan yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan global. 

Setelah pembukaan, peserta diajak mengikuti tur keliling kampus UPI menggunakan UPI Shuttle sebagai bagian dari pengenalan lingkungan akademik dan budaya lokal. Kegiatan ini memberikan gambaran awal mengenai kehidupan kampus, fasilitas, serta atmosfer pembelajaran di UPI yang mendukung integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Kemudian dilanjutkan dengan dua sesi materi utama yang diselenggarakan di ruang Smartclass FPEB. Sesi pertama mengangkat tema Design Thinking for Global Problem Solving, yang membahas bagaimana pendekatan berpikir kreatif dan inovatif dapat digunakan untuk menghadapi berbagai tantangan lintas negara. Sesi ini mendorong peserta untuk berpikir kolaboratif dan solutif terhadap isu-isu nyata dalam dunia bisnis dan sosial.

Sesi kedua mengusung topik We Can Solve By Using The Same Kind Design Thinking dan Artificial Intelligence for Sustainable Business Innovation yang membahas peran kecerdasan buatan dalam mendukung inovasi berkelanjutan dalam dunia bisnis. Para peserta tampak aktif dalam diskusi dan tanya jawab, serta menunjukkan antusiasme dalam memahami peran teknologi dalam membentuk masa depan industri global.

Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA mengungkapkan bahwa The 6th FPEB Summer Program 2025 tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga membuka ruang interaksi budaya dan pengembangan soft skills antar peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terbangun pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun solusi bersama bagi tantangan global di masa depan. (kontributor)

Pencarian