English
Indonesia

UPI Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional UNESCO-UNITWIN ke-10 tentang Pendidikan Guru Berkualitas

06 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, 5 Agustus 2025

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 10th UNESCO UNITWIN International Conference on Quality Teacher Education yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 4–5 Agustus 2025, bertempat di Auditorium FPMIPA UPI, Bandung.

Konferensi internasional bergengsi ini merupakan kerja sama antara UPI dan Korea National University of Education (KNUE), dalam kerangka program University Twinning and Networking (UNITWIN) yang berada di bawah naungan UNESCO. Tahun ini, konferensi mengangkat tema “The Roles of Teacher Education in Preparing Teachers’ Competencies to Teach Sustainability Issues”, yang menyoroti peran strategis pendidikan guru dalam menyiapkan kompetensi pengajaran isu-isu keberlanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Agus menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan tonggak penting dari komitmen bersama antarnegara Asia Tenggara untuk meningkatkan kualitas pendidikan guru. Ia menegaskan, sejak bergabung dengan jejaring UNESCO UNITWIN pada tahun 2017, UPI telah aktif dalam berbagai proyek kolaboratif seperti penelitian bersama, pengembangan kurikulum, pertukaran dosen, serta program penguatan kapasitas.

“Kolaborasi UPI dengan KNUE dan institusi lainnya—termasuk Vietnam University, Souphanouvong University, Khon Kaen University, Mahidol University Kanchanaburi Campus, dan University of the Philippines—menunjukkan kekuatan jaringan akademik yang memiliki visi bersama: meningkatkan kualitas pendidikan guru yang inklusif, adil, dan inovatif,” ujar Prof. Agus.

Pada sesi sambutan berikutnya, Project Director dari KNUE-UNITWIN, Prof. Younghoon Kim, turut menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh tamu dan institusi mitra dari berbagai negara. Ia menekankan pentingnya peran pendidik dalam mendorong perspektif keberlanjutan di dalam kurikulum pendidikan guru. Prof. Kim juga mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi secara aktif selama konferensi, berbagi hasil pelatihan guru, serta membangun kolaborasi baru yang berdampak jangka panjang.

Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perguruan tinggi mitra, termasuk dari Korea Selatan, Laos, Vietnam, Thailand, dan Filipina, serta para dekan, ketua program studi, dan akademisi dari lingkungan UPI. Selain sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan para pembicara utama dan diskusi panel yang berlangsung selama dua hari ke depan.

Konferensi ke-10 ini menegaskan peran UPI sebagai pusat keunggulan dalam pendidikan guru di Asia Tenggara dan memperkuat jejaring internasional untuk menciptakan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap tantangan global, khususnya dalam isu keberlanjutan. (kontributor)

Museum Pendidikan Nasional UPI Terima Kunjungan Unsur Pimpinan Satuan Penjamin Mutu Universitas Jenderal Soedirman: Pererat Jejaring Antar Institusi

06 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, 4 Agustus 2025

Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia kembali menjadi ruang silaturahmi antar institusi pendidikan, dengan menerima kunjungan dari Unsur Pimpinan Satuan Penjamin Mutu Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Wisnu Widjanarko, S.Sos., M.Si. dan Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Periode 2009-2014 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Suwatno, M.Si. Kunjungan ini menjadi langkah positif dalam memperkuat sinergi antar perguruan tinggi, khususnya dalam bidang riset dan persiapan Unsoed sebagai PTNBH.

Dr. Wisnu Widjanarko, S.Sos., M.Si dan Prof. Dr. Suwatno, M.Si. disambut langsung oleh Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. , serta diajak menonton film D.W. Berretty dan berkeliling ruang pamer Museum Diknas UPI.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai pentingnya peran museum sebagai media komunikasi edukatif yang mampu menjangkau masyarakat luas, serta bagaimana strategi kehumasan dapat mendorong partisipasi publik terhadap institusi pendidikan, baik melalui media sosial, kegiatan kolaboratif, maupun penguatan branding institusi berbasis nilai-nilai sejarah dan budaya.

Dr. Wisnu Widjanarko, S.Sos., M.Si. mengapresiasi pengelolaan Museum Pendidikan Nasional UPI yang dinilai tidak hanya informatif dan historis, tetapi juga komunikatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI menyambut baik kunjungan ini sebagai awal dari jalinan kerja sama yang lebih erat antar institusi. “Kami membuka ruang kolaborasi yang dapat memperkuat fungsi museum sebagai pusat edukasi publik lintas perguruan tinggi, baik melalui pameran, pertukaran program edukasi, maupun kegiatan komunikasi strategis bersama,” ujarnya.

Kunjungan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus membangun jejaring kolaboratif dalam memajukan pendidikan, komunikasi, dan kebudayaan di lingkungan perguruan tinggi Indonesia. (Fadilla Febrianty)

Kunjungan Akademik USM Malaysia: Jelajahi Sejarah Pendidikan di Museum Pendidikan Nasional UPI

06 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, 5 Agustus 2025

Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan akademik, kali ini dari delegasi Universiti Sains Malaysia (USM). Kunjungan yang berlangsung dengan hangat dan penuh antusias ini bertujuan untuk memperluas wawasan mengenai sejarah dan perkembangan pendidikan di Indonesia, sekaligus mempererat hubungan akademik lintas negara.

Kedatangan delegasi Universiti Sains Malaysia ke Universitas Pendidikan Indonesia ini untuk menghadiri program kolaborasi internasional antara FPMIPA UPI dan USM Malaysia melalui serangkaian kegiatan ilmiah, budaya dan eksplorasi kota.

Rombongan delegasi USM disambut hangat oleh Tim Edukator Museum Diknas UPI. Selama kunjungan, rombongan diajak untuk menonton film D.W. Berretty ”Bisnis, Asmara, dan Isola”, setelah itu berkeliling menelusuri ruang pamer Museum Diknas UPI yang terdiri dari 4 lantai.

Mereka tampak antusias saat menyimak penjelasan mengenai transformasi sistem pendidikan, tokoh-tokoh pelopor pendidikan Indonesia, serta peran UPI dalam pengembangan pendidikan nasional.

Salah satu mahasiswa USM menyampaikan kekagumannya terhadap konsep edukatif dan interaktif yang diusung oleh museum. “Museum ini tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga mengemasnya dengan cara yang menarik dan reflektif. Ini bisa menjadi inspirasi untuk pengembangan museum pendidikan di Malaysia,” ujarnya.

Selama tur museum, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai sejarah pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, sejarah pendidikan di Indonesia dan Malaysia mempunyai banyak kesamaan, terutama dalam pendidikan berbasis agama dan pendidikan masa kolonial. Selain itu, Indonesia dan Malaysia mempunyai misi yang sama dalam Pendidikan yaitu untuk memajukan pendidikan rakyat. (Fadilla Febrianty)

Rob Hammink: Film Berretty Karya Tim Riset Museum Pendidikan Nasional UPI Berpotensi Menjadi Film Hollywood

06 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, 5 Agustus 2025

Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia menyambut kunjungan spesial dari pendiri Yayasan Seni Art in Motion asal Belanda, Rob Hammink. Rob Hammink merupakan seorang pilot, reporter, dan penulis yang memiliki pengalaman selama 30 tahun. Ia dikenal memiliki rasa ingin tahu dan minat yang tinggi terhadap seni, budaya, dan sejarah. Ketertarikannya tersebut membawanya mendirikan Art in Motion.

Dalam kunjungan ini, tamu kehormatan disambut langsung oleh Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., beserta staf museum.

“Kami menyambut baik kedatangan Mr. Hammink ke Museum Pendidikan Nasional UPI. Mr. Hammink memiliki minat yang besar terhadap seni dan sejarah, sehingga kami sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi dalam bentuk program seni edukatif di masa depan,” ujarnya.

Kunjungan ini diawali dengan pemutaran film D.W. Berretty berjudul “Bisnis, Asmara, dan Isola” serta “Sinyo Tampan yang Jadi Jutawan”. Hammink tampak antusias dan mengapresiasi penyajian film yang menggabungkan unsur sejarah.

Wonderful, film ini sangat bagus. Film ini bisa dijadikan sebagai film layar lebar, bahkan berpotensi menjadi film Hollywood,” ujar Hammink.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata berupa buku karya Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., dan audiobook “Kisah Bupati Jawa Barat” hasil riset beliau bersama tim. Setelah itu, kunjungan diakhiri dengan tur keliling museum untuk melihat artefak D.W. Berretty yang merupakan hibah dari cucunya, Isabel Cid.

Selain itu, Hammink juga menyampaikan bahwa Museum Pendidikan Nasional memiliki koleksi yang luar biasa, terutama koleksi D.W. Berretty. Ia berharap agar koleksi Berretty dapat terus bertambah di masa depan, karena hal tersebut akan membuat museum ini semakin menarik dan bermutu.

Kunjungan ini tidak hanya memperkuat relasi antarlembaga, tetapi juga menegaskan posisi Museum Pendidikan Nasional UPI sebagai ruang pertemuan gagasan, budaya, dan refleksi sejarah yang terbuka bagi siapa saja. (Fadilla Febrianty)

Kerjasama UPI dan PT Berkah Alam Kukuhkan Komitmen SDGs lewat Hilirisasi Produk Herbal “Brogandi” Berbasis Riset

06 Aug 2025 • Humas UPI

Garut, 4 Agustus 2025

Sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan Program Dana Padanan (PDP) Tahun 2024/2025, Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan pertemuan koordinasi dan FGD bersama mitra industri, PT Berkah Alam Nusantara. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting terkait hilirisasi produk herbal “Brogandi”, hasil riset unggulan Dr. Lisna Anisa Fitriana dan tim.

“Brogandi” adalah produk berbasis ekstrak bahan alam yang dikembangkan untuk mendukung kesehatan masyarakat secara preventif dan kuratif. Dalam diskusi, tim UPI dan pihak industri menyepakati bahwa Brogandi akan diproduksi secara bertahap dan didistribusikan dengan pendekatan pemasaran multisaluran. Proses legalisasi, termasuk registrasi BPOM, pengujian mutu, dan desain kemasan, akan segera dimulai pada Agustus 2025.

Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si (Direktur Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas – UPI), menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mendukung pencapaian SDGs 12 (Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab) dan SDGs 17 (Kemitraan Global). “Komersialisasi produk riset seperti Brogandi adalah langkah konkret bagaimana universitas dapat berperan aktif dalam sistem inovasi nasional yang berdampak luas,” ujarnya.

Tim PDP menargetkan laporan kemajuan proyek, termasuk pencapaian 50% progres fisik dan penyerapan anggaran, dapat dipenuhi sebelum pertengahan Oktober 2025. Pihak UPI dan PT Berkah Alam sepakat untuk mempercepat penyusunan perjanjian kerja sama dan menyusun timeline operasional agar produk Brogandi bisa segera dipasarkan secara nasional.

Pertemuan ini menandai langkah maju dalam pembangunan kemitraan antara dunia akademik dan industri, yang tidak hanya berdampak terhadap penguatan daya saing nasional, tetapi juga memberi manfaat kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat luas.

Pencarian