English
Indonesia

BANGUN EKOSISTEM DESTINASI WISATA GASTRONOMI PROVINSI JAWA BARAT MELALUI GASTRONOMI FINE DINING EXPERIENCE “HALLO BANDUNG” DI JOONGLA

31 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Joongla dan Program Magister Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan High Gastronomi Experience Fine Dining Experience dengan tema “Hallo Bandung”, Minggu (27/7). Tujuan kegiatan adalah untuk berkolaborasi dalam membangun dan mengembangkan ekosistem wisata gastronomi di provinsi Jawa barat melalui gastrodiplomasi khususnya dengan implementasi pengalaman bersantap gastronomi.

Peserta yang hadir dalam acara fine dining gastronomi tersebut adalah Dr. Iendra Sofyan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Nuzrul Irwan Irawan, S.E., M.Si Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, Rispiaga, S.T., M.T., Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Muhamad Sofiyurahman, S.S.T.Par., MM Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung, David Oot M.Si Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, Nuning Sekretaris ASITA Jawa Barat, Ganis Nosa Ariyadi Himpunan Pramuwisata Indonesia DPC Kota Bandung, Dr. Ahmad Hudaiby Galih Kusumah Ketua Program Studi Magister Pariwisata yang juga merupakan anggota Dewan Pakar GIPI, serta Dr. Dewi Turgarini., S.S., MM.Par Dosen Program Studi Magister Pariwisata dan Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Gabungan Industri Pariwisata Indonesia DPD Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan dimulai oleh Founder Joongla Farah Mauludynna dengan memperkenalkan diri seluruh peserta yang hadir. Kemudian dijelaskan bahwa para peserta akan menikmati hidangan yang terinspirasi oleh sejarah perkembangan warisan budaya makanan dan minuman di kota Bandung. Para peserta yang secara ekslusif tersedia berjumlah delapan orang kemudian dipersilahkan masuk, dan diperkenalkan ke para chef yang hadir yang bertugas mempresentasikan dan mengedukasi tentang bahan baku khas di kota Bandung seperti oncom, singkong, teknik pengolahan otentik dan inovasi yang dilakukan terhadap makanan yang disajikan. Perjalanan rasa dimulai dengan menikmati welcome drink rasa asam segar, kemudian disajikan beragam tema hidangan Sumping, Talaga, Badami, Tambih, Geulis, Tangkil, Beuleum, Sareng, Geulis, dan dessert yaitu nama Kelor dan Bandrek Gummy serta Wine Kombucha dari bunga Hibiscus dan buah Lobi-Lobi.

Semua hidangan adalah representasi glokaldiplomasi dan gastrodiplomasi yang mengakar pada hidangan otentik dan bahan baku khas yang hidup di kota Bandung. Proses budaya pada event ini sudah dilakukan secara komprehensif dengan melakukan pengetahuan landasan ide, sosialisasi pengetahuan serta technofact dimana dijelaskan pula bagaimana teknis pembuatan hidangan khas kota Bandung dengan mensinergikan teknik cooking mancanegara seperti terrine, sous vide, saus X-O (extra ordinary), kombucha. Timnya sangat deep research dalam menghidangkan makanan pada pra event Festival Jentik yang akan dilaksanakan pada 14 hingga 16 Agustus 2025 tersebut.

Iendra Sofyan ST, M.Si Selaku Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat memaparkan ”atmosfir Joongla yang mirip theater sangat bersih, dan atraksi dan pengalaan menikmati hidangan yang sarat dengan keunggulan makanan lokal Bandung ini sangat baik untuk dikembangkan di provinsi Jawa Barat. Keunikan ini harus menjadi destinasi unggulan yang harus dikunjungi bila berwisata di kota Bandung dan wilayah lainnya di masa mendatang.  ASITA harus segera memegang peran penting di masa mendatang agar dapat membuat paket perjalanan wisatanya. serta didukung stakeholder lainnya agar ekosistem pengembangan wisata gastronomi dapat dibangun di provinsi Jawa Barat”.

Hal serupa juga disampaikan Rispiaga, S.T., M.T., Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, “Joongla adalah restoran fine dining yang menjadi atraksi wisata unggulan kota Bandung yang patut dikunjungi di kota Bandung.  Komitmen penuh mempresentasikan makanan tradisional dengan bahan baku lokal dengan penampilan yang modern, merupakan contoh yang membanggakan bahwa kaum muda di kota Bandung sangat unggul dengan pelestarian budaya yang kreatif. Hal ini perlu didukung agara para wisatawan mendapatkan pengalaman rasa secara langsung yang menimbulkan pengalaman yang tidak dapat diperoleh di tempat kuliner lainnya”. (Kontributor Dr. Dewi Turgarini)

UPI Perkuat Kompetensi Guru SMKN 4 bandung Melalui Workshop Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Deep Learning

31 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Dr. Saripudin, S.Pd., M.T., menyelenggarakan Workshop Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Deep Learning bagi guru-guru di SMKN 4 Kota Bandung. Kegiatan ini merepresentasikan kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam rangka memperkuat kapasitas pendidik menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital. Pelaksanaan workshop berlangsung bulan Juni dan Juli 2025 berintegrasi dengan kegiatan In House Training SMKN 4 Bandung. Workshop ini melibatkan total hampir 95 guru SMK. Di SMKN 4 Bandung, workshop berlangsung pada 18, 19, 20 Juni dan 15, 16 Juli 2025.

Workshop ini menjadi ajang penting bagi para guru untuk mengembangkan kompetensi dalam menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) di lingkungan pendidikan kejuruan serta dapat memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam proses pengembangan bahan ajarnya. Materi workshop diawali dengan pemaparan mendalam mengenai filsafat Deep Learning dalam pendidikan kejuruan oleh Prof. Dr. Tuti Suartini, M.Pd. dan Sri Lestari Harja, S.Pd., M.T. Para peserta kemudian diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis pendekatan pembelajaran mendalam oleh tim dosen ahli yang terdiri dari Dr. Saripudin, S.Pd., M.T., Drs. Aan Sukandar, M.Pd., Dr. Cucu Sutianah, S.Pd., M.Pd., dan Irsyad F. Prasetya, S.E., M.Ak.

Puncak kegiatan diisi dengan praktik langsung pembuatan bahan ajar berbasis deep learning berbantuan AI, dipandu oleh mahasiswa Pascasarjana UPI, antara lain Abdul Rohman, S.Pd. dan Sri Alvina Damayanti, S.Pd., serta tim mahasiswa S1 dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektro yaitu Andita Dwitama, Wira Hadi Kusuma, Yudis Rafi Mukarom, Rimelda Putri Darmayanti dan Iman Fathurrahman, Mahasiswa Pendidikan Multimedia yaitu Ridwan Muttahid, Abdullah Al-Mujahid, Mahasiswa Pendidikan Mesin Alpiana Puja Septiani, Helema Dasilva, Luthfi Septiansyah dan Mahasiswa Akuntansi Haidar Faiz Rabbani serta mahasiswa Pendidikan Agro Industri Salwa Ayu Manika. Mahasiswa-mahasiswa tersebut membantu sebagai fasilitator input bahan ajar ke dalam Learning Management System (LMS) dan fasilitator workshop.

Hasil rancangan bahan ajar ini selanjutnya akan digunakan sebagai data riset dan pengembangan dalam penelitian media digital oleh Tim Research yang diketuai Prof. Dr. Tuti Suartini, bersama para dosen peneliti UPI lainnya: Sri Lestari Harja, S.Pd., M.T., Dr. Saripudin, S.Pd., M.T., Dr. Cucu Sutianah, S.Pd., M.Pd., Drs. Aan Sukandar, M.Pd., dan Irsyad F. Prasetya, S.E., M.Ak.

Pada hari ke lima tepatnya tanggal 16 Juli 2025 para guru mempresentasikan hasil dari Pratik pengembangan bahan ajar digital berbasis deep learning berbantuan kecerdasan artifisial. Guru mempresentasikan hasil kerjanya secara berkelompok dan tim dosen pelaksana PkM memberikan feedback kepada para guru yang memaparkan bahan ajar yang telah dikembangkan.

Dalam sambutannya, pimpinan sekolah, Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama ini, yang telah menjadi bagian dari program In House Training dan bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu guru. Sebagai bentuk apresiasi dari pelaksana PkM dan penelitian, peserta yang aktif diberikan sertifikat 50 Jam Pembelajaran untuk Guru-guru SMKN 4 Bandung serta buku karya Prof. Dr. Tuti Suartini, M.Pd. sebagai referensi lanjutan.

Workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru SMK dalam implementasi pendekatan pembelajaran mendalam, sekaligus mendukung transformasi pendidikan vokasional di era Industri 4.0 dan 5.0, dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial sebagai alat bantu dalam bidang Pendidikan. (kontributor)

Meningkatkan Kerjasama Sinergi UPI di SMKN 7 Kota Bandung Melalui In House Trainning Dengan Tema Pendekatan Pembelajaran Deep Learning

31 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, 9 Juli 2025

Dalam rangka mendukung transformasi pendidikan kejuruan di era industry 4.0 dan society 5.0, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Pendekatan Pembelajaran Deep learning yang dilakukan dengan melalui Workshop In House Traiining untuk   Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Deep Learning pada tanggal 8 Juli 2025 hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 103 orang guru dari berbagai bidang keahlian dan merupakan hasil kerja sama antara Tim Pengabdian kepada Masyarakat dan Tim Penelitian Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diketuai oleh Prof. Dr. Tuti Suartini, M.Pd.  Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengembangkan invovasi pembelajaran dengan memanfaatkan Artificial Intelligent (AI) guna menjawab tantangan pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Materi konseptual mengenai Filsafat Deep Learning dalam Konteks Pendidikan Kejuruan, yang disampaikan oleh Prof. Dr. Tuti Suartini, M.Pd. dan Sri Lestari Harja, S.Pd., M.T.  diharapkankan dapat mengingatkan kembali tentang  perspektif filosofis dan pedagogis  pendidikan kejuruan melalui teknologi kecerdasan buatan serta pengembangan kurikulum dan proses pembelajarannya.   Kegiatan  ini disertai  dengan pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning, yang dipandu oleh para dosen UPI dari berbagai bidang keilmuan yang menunjang, yakni: Dr. Saripudin, S.Pd., MT., Drs. Aan Sukandar, M.Pd., Dr. Cucu Sutianah, S.Pd., M.Pd. dan Irsyad F. Prasetia, S.E., M.Aky.  dimana pada penyusunan strategi pengembangan bahan ajar berbasis deep learning serta model Teaching Factory (TEFA) ini berbasis kemitraan dengan dunia industri, sebagai pendekatan yang kontekstual dan aplikatif guna meningkatkan mutu pembelajaran di SMK.  Pada kegiatan ini dilakukan bersama para Mahasiswa Pendidikan Magister Sekolah Pascasarjana UPI Bandung dalam mempraktekan pengembangan bahan ajar digital berbasis AI ini, yaitu: Abdul Rohman, S.Pd. dan Sri Alvina Damayanti, S.Pd.

Hasil RPP dari rencana pembelajaran para guru ini selanjutnya diintegrasikan ke dalam sistem Learning Management System (LMS) yang telah dikembangkan oleh mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro yaitu Wira Hadi Kusuma. Proses teknis pendampingan dalam penggunaan LMS dibantu oleh mahasiswa program sarjana Pendidikan Teknik Elektro UPI: Andita Dwitama, Yudis Rafi Mukarom, Rimelda Putri Darmayanti, dan Iman Fathurrahman.

Data hasil workshop ini akan digunakan sebagai bagian dari evaluasi akademik dan penelitian pengembangan media pembelajaran digital oleh Tim Peneliti yang dikelola oleh Prof. Dr. Tuti Suartini, S.Pd., M.Pd., beserta para dosen kolaborator juga mahasiswa Pascasarjana dan Sarjana UPI.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif para guru pada kegiatan ini, panitia memberikan sertifikat dengan bobot 32 JP serta buku karya Prof. Dr. Tuti Suartini, M.Pd. kepada peserta yang mengikuti kegiatan secara penuh. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program In House Training SMKN 7 Bandung yang dipimpin oleh Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., serta merupakan bagian yang terintegrasi dengan program Pengabdian kepada Masyarakat dan Penelitian yang didanai oleh Sekolah Pascasarjana UPI Bandung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi profesional guru dalam menyusun bahan ajar digital berbasis Deep Learning dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, pendidikan kejuruan di Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan dan dinamika perkembangan teknologi informasi yang pesat di era digitalisasi pendidikan. (kontributor)

FPEB UPI Terima Kunjungan Riset FEB UNY

31 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia menerima kunjungan dari tim riset Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) pada tanggal 23 Juli 2025. Delegasi kunjungan UNY dipimpin oleh Dr. Mustofa, S.Pd., M.Sc selaku Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, Umum, dan Sumber Daya FEB UNY dan Endra Murti Sagoro, S.Pd., S.E., M.Sc selaku Tim Peneliti.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FPEB UPI, Dr. Hj. Heny Hendrayati, S.IP.,M.M., bersama Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Prof. Heni Mulyani, M.Pd., dan Ketua Program Studi Akuntansi, Dr. Hj. Aristanti, S.Pd., M.Si.

Dr. Heny Hendrayati.,S.IP.,M.M menjelaskan Tujuan kunjungan ini adalah untuk pengambilan data penelitian terkait implementasi Team-Based Project Learning (PJBL) di lingkungan FPEB UPI, sebagai bagian dari penguatan model pembelajaran kolaboratif di universitas eks-LPTK.

Pada sesi diskusi, narasumber FPEB UPI menjelaskan bahwa PJBL telah menjadi pendekatan strategis dalam mendukung kurikulum Outcome Based Education (OBE). Mahasiswa dilibatkan dalam proyek yang menuntut kerja tim, kreativitas, pemecahan masalah, dan kemampuan presentasi.

PPEB UPI telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana penunjang PJBL, seperti laboratorium bisnis digital, ruang kolaborasi mahasiswa, studio multimedia, serta platform Learning Management System (LMS) terintegrasi.

Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M.M menyampaikan terima kasih atas kunjungan kolaboratif dari FEB UNY. Semoga sinergi ini terus memperkuat inovasi dan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. (Kontributor Humas UPI/ FPEB UPI)

Pegasus Institute Pusat Keunggulan FPEB UPI Ikuti FGD Kolaborasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Bogor

31 Jul 2025 • Humas UPI

Kabupaten Bogor, UPI

Pegasus Institute Pusat Keunggulan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Bogor pada Hari Selasa, 28 Juli 2025.

Kegiatan dihadiri oleh Arvian Triantoro, S.Pd., M.Si Selaku Kepala Pegasus Institute Pusat Keunggulan FPEB UPI sekaligus Koordinator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 serta Dr. Lili Adi Wibowo, S.Pd., S.Sos., MM da Raden Dian Hardiana, S.Pd., M.S yang merupakan dosen pakar FPEB UPI.

Arvian Triantoro, S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Bogor merupakan kerjasama antara Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kab Bogor dengan  Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia.

Focus Group Discussion (FGD) sejalan dengan kebijakan dan program Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia dalam kaitanya terhadap impelementasi tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Suistainable Development Goals (SDGs) indikator 1, tanpa kemiskinan, indiaktor 2 tanpa kelaparan, indikator 3 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta indikator 10 berkurangnya kesenjangan. Narasumber yang hadir pada Focus Group Discussion (FGD) yaitu Kepala BPS Kabupaten Bogor, BRAC international, Islamic Relief, PSKS Kabupaten Karawang, sertaPegasus Institute FPEB UPI. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Pencarian