English
Indonesia

Guru Besar FPEB UPI Prof. Dr. Vanessa Gaffar, SE.,Ak.,MBA Dilantik Menjadi Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu 2025–2030

31 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Guru Besar FPEB UPI Prof. Dr. Vanessa Gaffar, SE.,Ak.,MBA secara resmi dilantik menjadi Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Pendidikan Indonesia Periode 2025-2030 Pada Hari Selasa, 29 Juli 2025.

Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. secara resmi melantik empat Wakil Rektor lainya yaitu Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd menjadi Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, dan Sistem Informasi. Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si menjadi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, dan Keuangan. Prof. Dr. Agus Setiabudi,M.Si menjadi Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan. Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd menjadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis.

Prof. Dr. Vanessa Gaffar, SE.,Ak.,MBA merupakan dosen dan guru besar pada Program Studi Manajemen Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia. Ia memiliki pengalaman sebagai pimpinan lembaga diantaranya Ketua Program Studi Manajemen, Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran Pariwisata, Menjadi Wakil Dekan Bidang Akademik FPEB UPI serta pengalaman lainya dalam Tridharma Perguruan Tinggi.

Merujuk Peraturan Rektor UPI Nomor 30 Tahun 2025,  Fungsi Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu sebagai pembantu Rektor dalam menyelenggarakan bidang pendidikan dan penjaminan mutu. Kedepan, sejumlah Tugas Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu yang harus dilaksanakan yaitu menyusun program rencana kerja tahunan sesuai dengan Rencana Strategis (RENSTRA) UPI dalam bidang pendidikan dan penjaminan mutu serta menyusun kebijakan operasional dan pelaksanaan bidang pendidikan dan penjaminan mutu.

Selanjutnya mengoordinasikan kegiatan pengembangan dan pelaksanaan bidang pendidikan dan penjaminan mutu. Mengoordinasikan dan melaksanakan manajemen risiko serta penjaminan mutu internal dan eksternal yang terekognisi internasional pada bidang pendidikan dan penjaminan mutu. Mengerahkan semua sumber daya dan upaya yang dimiliki agar THE Impact Rankings, QS WUR, QS AUR, QS Ranking by Subjects dan UI GreenMetric berada pada posisi 10 besar di Indonesia dan QS WUR minimal masuk dalam 800 besar dunia;

Selain itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan mutu juga mendapat tugas untuk membuat dan melakukan pemantauan capaian kinerja unit organisasi yang berada di bawah koordinasi dan tanggung jawabnya. Mengoordinasikan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan bidang pendidikan dan penjaminan mutu. Mengoordinasikan penyusunan laporan tahunan bidang pendidikan dan penjaminan mutu, melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh Rektor serta memenuhi kontrak kinerja yang ditandatangani dengan Rektor. Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A menjelaskan bahwa melalui pelantikan para Wakil Rektor UPI ini diharapkan dalam meningkatkan kinerja dan reputasi UPI baik pada tingkat nasional maupun internasional. Para Wakil Rektor UPI yang dilantik diharapkan dapat mendukung pencapaian target universitas yang bermartabat, bermanfaat, unggul, adaptif, berintegritas, meritokratif serta mendukung riset universitas. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Riset Kolaborasi Dosen FPEB UPI Bersama UiTM Shah Alam, Malaysia dan Fatoni University, Thailand

31 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dosen Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia telah melaksanakan kegiatan Research Collaboration pada rentang waktu 20-25 Juli 2025

Kegiatan diselenggarakan oleh tim riset yaitu Dr. Hilda Monoarfa., M.Si, Dr. Juliana, S.Pd., SH., M.E.Sy dan Rumaisah Azizah Al-Adawiyah., SE., M.Sc bersama tim riset UiTM Shah Alam, Malaysia dan Fatoni University, Thailand.

Riset kolaborasoi dilakukan  dengan judul penelitian “Strategy to Increase Competitiveness of Muslim Friendly  Tourism in ASEAN Countries” yang didanai dari hibah penelitian fakultas dengan skema penelitian kerjasama internasional.

Kegiatan yang telah dilaksanakan  di Malaysia yaitu Mengunjungi daerah wisata halal di daerah Shah Alam dan Kualalumpur (Malaysia), melakukan wawancara dan pengambilan data penelitian di objek wisata halal tersebut. Kemudian menyelenggarakan diskusi akademik dengan melakukan review pada proposal mahasiswa S3 UiTM sekaligus diskusi penelitian yang sedang dijalankan. Selanjutnya kegiatan ⁠Penandatanganan IA research collaboration antara Prodi IEKI, FPEB UPI dan FEM UiTM Shah Alam.

Kegiatan yang dilaksanakan di Thailand yaitu mengunjungi objek wisata halal di Pattani di Masjid Jami Pat Ani, Masjid Kresik, Mall yang memberdayakan UMKM Halal dan dibiayai dari dana wakaf. Melakukan wawancara dan pengambilan data penelitian kepada para pengunjung wisata halal. Selanjutnya mengunjungi Fatoni University dan diterima oleh Rektor di kampus pertama di Thailand yang di danai dari dana wakaf. Kemudian melakukan kunjungan ke unit-unit usaha yang dimiliki Fatoni University, diantaranya pabrik penggilingan kopi yang telah banyak kerjasama dengan UMKM yang ada di Thailand dan Indonesia.

Tim penelitia, Dr. Hilda Monoarfa., M.Si berharap, semoga kegiatan yang telah dilaksanakan bermanfaat, menambah portofolio kerjasama FPEB UPI dan menghasilkan luaran penelitian serta publikasi yang telah ditentukan pada skema kerjasama internasional. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Pegasus Institute Pusat Keunggulan FPEB UPI Menjadi Narasumber Piloting Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Graduasi di Desa Cibeureun Kulon

31 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, 24 Juli 2025

Pegasus Institute Pusat Keunggulan FPEB UPI bersama BRAC yang merupakan NGO International menjadi Narasumber piloting penanggulangan kemiskinan berbasis graduasi di Desa Cibeureun Kulon.  

Kegiatan diselenggarkan pada Kamis, 24 Juli 2025, 13.00 WIB di Desa Cibeureum Kulon Kegiatan dihadiri Kepada Bidang Pemerintah Desa DPMD, Kepala Bidang Informatika  Diskipas, Kepala Bidang Statistik  Diskipas, serta Kepala Desa Cibeureum.

Arvian Triantoro, S.Pd., M.Si Selaku Kepala Pegasus Institute Pusat Keunggulan FPEB UPI sekaligus Koordinator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 menjelaskan bahwa kegiatan diselenggarakan menindaklanjuti arahan dan kebijakan Sekretaris Daerah, serta masukan para sekretaris kecamatan terkait aplikasi Sakip Desa serta permasalahan yang dihadapi desa terutama terkait data

Arvian Triantoro, S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa piloting penanggulangan kemiskinan berbasis graduasi di Desa Cibeureun Kulon merupakan bagian dari tugas Tim SLRT Jawa Barat dan Pusat Unggulan FPEB UPI dalam melakukan penanganan dan pemantauan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskina serta pembinaan lainnya dalam rangka pembentukan dan pengembangan SLRT di Desa Cibeureun Kulon. 

Diskusi Piloting Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Graduasi inisejalan dengan kebijakan dan program Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia dalam kaitanya terhadap impelementasi tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Suistainable Development Goals (SDGs) indikator 1, tanpa kemiskinan, indiaktor 2 tanpa kelaparan, indikator 3 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta indikator 10 berkurangnya kesenjangan. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Pembekalan Panitia Dan Pengawas UKP-PPG SPS UPI Bagi Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2025

31 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, 26 Juli 2025

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan kegiatan pembekalan panitia dan pengawas Uji Kompetensi Program Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) daring berbasis domisili guru tertentu periode 2 tahun 2025. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 26 Juli 2025, di Hotel Aston, Bandung. Kegiatan pembekalan ini dihadiri oleh koordinator pengawas, admin IT, staf administrasi, dan para pengawas yang akan bertugas dalam pelaksanaan UKPPPG periode ini. Tujuan utama pembekalan adalah memastikan seluruh panitia dan pengawas memiliki pemahaman komprehensif mengenai prosedur, tata tertib, serta standar operasional pelaksanaan UKPPPG, demi menjamin proses ujian berjalan secara profesional, objektif, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Ketua Prodi PPG SPs UPI, Prof. Dr. Asep Herry Hernawan, M.Pd. menjelaskan bahwa pelaksanaan UKPPPG daring berbasis domisili untuk PPG guru tertentu tahap 1 tahun 2025 telah sesuai dengan linimasa yang ditetapkan. “Mulai dari rekrutmen pengawas, pembekalan panitia dan pengawas hari ini, hingga simulasi yang akan dilaksanakan pada 27-28 Juli 2025. Total terdapat 12 sesi yang terbagi dalam enam hari kerja para pengawas,” ujarnya.

Jumlah peserta UKPPPG pada periode ini mencapai 17.280 orang, terdiri dari 17.270 peserta reguler dan 10 peserta berkebutuhan khusus. Untuk mendukung kelancaran ujian, melibatkan 144 pengawas reguler, 5 pengawas peserta berkebutuhan khusus, 14 koordinator pengawas, 14 pengawas admin IT, dan 40 koordinator UP. “Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar sampai tanggal 3 Agustus 2025,” tambahnya.

Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Sumber Daya Manusia SPs UPI, Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., dalam sambutannya turut menyampaikan pentingnya objektivitas bagi para pengawas. “Para pengawas harus mampu menjaga objektivitas dan mendorong para peserta dalam pelaksanaan UKPPPG. UKPPPG ini adalah kunci mutu kegiatan yang mengantarkan para guru untuk mengimplementasikan praktik pendidikan,” tegasnya. Beliau menambahkan bahwa pengawas adalah salah satu kunci kualitas mutu pendidikan di Indonesia. “Mohon Bapak/Ibu menyimak pembekalan hari ini, mencatat hal-hal penting, dan melaksanakannya secara objektif.”

Dalam kegiatan ini juga hadir secara daring melalui aplikasi zoom, Direktur Direktorat PPG Ditjen GTK-PG yang diwakili oleh Sissy Paramitasari dan Ketua Panitia Nasional, Prof. Dr. Subandji yang menyampaikan beberapa kebijakan terkait pelaksanaan UKPPPG tahun 2025 dan pengarahan teknis dalam proses pengawasan ujian tertulis secara daring berbasis domisili.

Pemateri pertama, Ibu Dwi Wahyuni Nurwihastuti, memaparkan terkait penjaminan mutu UKPPPG. Beliau menyatakan bahwa ini merupakan kegiatan terstruktur untuk meningkatkan kualitas UKPPPG. “Kami melihat beberapa kejadian kecurangan seperti contekan dan bantuan dari pihak lain. Pengawas diharapkan selalu waspada, mengecek setiap peserta satu per satu, dan memastikan kamera belakang berfungsi dengan baik,” pesannya.

Nur Hadi, pemateri selanjutnya, menekankan agar pengawas lebih waspada karena modus kecurangan semakin banyak dan beragam. “Pengawas harus lebih jeli,” ujarnya. Beliau juga menjelaskan tugas dan tanggung jawab pengawas. Khusus peserta tunanetra, mereka mendapatkan tambahan waktu 30 menit dengan pendamping yang ditentukan oleh LPTK penyelenggara UT. Materi terkait panduan peserta UTBK UKPPPG daring berbasis domisili disampaikan oleh Nurhadi W. Ia menjelaskan beberapa aturan yang harus disepakati peserta, termasuk persiapan seperti pemasangan peramban ujian, ketepatan waktu, dan kepatuhan mengikuti jadwal. Nurhadi juga menjelaskan aturan berpakaian dan kesesuaian lingkungan ujian.

Pematerian mengenai kepengawasan dan penggunaan Zoom dijelaskan oleh Alfath Yanuarto. Sesi pelaksanaan UTBK UKPPPG GT 2 terdiri dari 6 hingga 12 sesi. “Untuk hari Jumat, sesi akan disesuaikan khusus untuk peserta dan pengawas perempuan. Idealnya setiap sesi dimulai pukul 08.30-11.00 WIB, namun seringkali ada kendala sehingga pengerjaan maksimal dibuka hingga pukul 12.00 WIB,” jelas Alfath. Ia juga menjelaskan teknis pembuatan dan pengaturan Zoom untuk pengawasan.

Selanjutnya, Thariq Hidayatullah memaparkan panduan aplikasi pengawas. Beliau menjelaskan cara mengendalikan aplikasi ujian bagi pengawas. “Jika pengawas mengalami kendala, mereka dapat memilih berbagai kategori laporan. Untuk indikasi pelanggaran, pengawas wajib mengunggah minimal satu bukti,” terangnya.

Materi terakhir terkait aplikasi ujian EXAMBPPP disampaikan oleh Whika. Ia menjelaskan cara mengunduh dan menginstal aplikasi EXAMBPPP, serta tata cara penggunaan dan konten yang terdapat di dalamnya.

Ibu Rahmawati memberikan arahan terakhir, menyatakan bahwa ujian akan berlangsung selama enam hari. “Karena jadwal yang ketat, simulasi akan dilakukan selama dua hari. Kami mencari formula terbaik untuk melaksanakan simulasi dalam dua hari dengan 12 sesi,” katanya. Beliau berharap UKPPPG ini berlangsung lancar, penuh integritas, dan menghasilkan tingkat kelulusan yang diharapkan.

Kegiatan pembekalan juga melibatkan penyelia, Dr. Eng. Woro Srihas Tuti, S.T., M.T., dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Prof. Dr. Ir. Ivan Hanafi, M.Pd., dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Keduanya menjelaskan tugas seorang pengawas yang semestinya bersifat objektif, dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan etis, serta menjaga kualitas proses agar hasil ujian benar-benar mencerminkan kompetensi peserta.

Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan panitia nasional terkait SOP, syarat, dan aturan dalam proses pengawasan. (Asep HH & Hany H)

Universitas Pendidikan Indonesia dan Hioki Jepang Perkuat Kerja Sama Strategis dalam Pendidikan dan Teknologi

30 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, 27 Juli 2025

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan resmi dari delegasi Hioki E.E. Corporation, Jepang, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat hubungan kelembagaan serta menjajaki peluang kolaborasi lanjutan dalam pengembangan pendidikan, riset, dan teknologi di Indonesia.

Hioki E.E. Corporation sendiri merupakan perusahaan global asal Jepang yang bergerak di bidang pengembangan, manufaktur, dan distribusi instrumen pengukuran listrik dan elektronik. Dengan pengalaman lebih dari 90 tahun, Hioki telah menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi pengukuran, dan produknya digunakan luas di berbagai sektor seperti otomotif, energi, pendidikan, serta riset dan pengembangan industri.

Kunjungan delegasi Hioki ke UPI menjadi momentum penting dalam pengembangan kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dengan pelaku industri global. Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, UPI memiliki lebih dari 40.000 mahasiswa, 9 fakultas, dan 5 kampus daerah. Salah satu fakultas penginisiasi kerja sama bersama Hioki adalah Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), yang mengharapkan kedepannya program-program studi seperti Pendidikan Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Mesin, Pendidikan Teknik Bangunan, Pendidikan Teknik Otomotif, dan Teknik Elektro, dapat mengimplementasi kolaborasi bersama Hioki dalam bentuk pelatihan, mobilitas mahasiswa, mobilitas pengajar, dan penelitian.

Kedekatan visi antara UPI dan Hioki dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul di bidang teknologi menjadi dasar kuat terjalinnya kolaborasi. Dalam hal ini, UPI menjadi mitra potensial karena memiliki kompetensi dan fasilitas laboratorium yang mendukung pembelajaran vokasional serta pengembangan riset terapan.

Dalam sambutannya, Presiden Hioki E.E. Corporation, Takahiro Okazawa, menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terbangun dan menyatakan komitmen Hioki untuk terus memperluas kontribusi globalnya dalam mendukung pendidikan teknik dan vokasi, termasuk di Indonesia.

Dr. rer. nat. Nandi, M.T., M.Sc., selaku Direktur Direktorat Urusan Internasional UPI, menyambut baik kedatangan delegasi dan menyampaikan bahwa UPI siap mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda internasionalisasi dan penguatan kurikulum berbasis industri.

Dekan FPTI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., turut memberikan gambaran komprehensif tentang kekuatan FPTI, baik dari sisi akademik maupun fasilitas. Ia berharap bahwa kerja sama ini dapat mencakup riset bersama, program magang internasional, hingga pengembangan pembelajaran teknologi di lingkungan FPTI.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Wakil Dekan Bidang Akademik FPTI, Iwan Kustiawan, S.Pd., M.T., Ph.D., yang menyampaikan bahwa potensi UPI sebagai pusat pelatihan teknik dan instrumentasi sangat besar, dan dapat dimaksimalkan melalui kolaborasi erat dengan Hioki dan mitra industrinya.

Lebih lanjut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPI, Prof. Dr. Ida Hamidah, M.Si., menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri serta peran riset terapan dan pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lapangan.

Delegasi Hioki yang hadir antara lain Yasunao Takano (Director, Hioki E.E. Corporation), Pan Dongyun (Director of Asia Pacific Market, Global Sales Division), Tisna Irawan (President Director, Hioki Electronic Indonesia), dan Beny Rachmanto (Business Development, Hioki Electronic Indonesia). Dalam penyampaiannya, Beny menyatakan bahwa pihaknya siap membuka ruang kolaborasi lintas bidang, tidak hanya terbatas pada teknik otomotif tetapi juga bidang teknologi lainnya sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan yang dimiliki UPI.

Tisna Irawan menambahkan bahwa perkembangan pasar serta rencana strategis pemerintah dalam mendorong pemanfaatan teknologi membuka peluang besar untuk kerja sama antara sektor industri dan pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik langkah-langkah konkret yang tengah dijajaki bersama UPI dan berharap akan muncul lebih banyak program kolaboratif di masa mendatang.

Diskusi berlangsung dengan antusias dan produktif, membahas inisiatif-inisiatif meliputi inovasi teknologi dan alih teknologi, penguatan pendidikan profesional di bidang teknik elektro, serta pengembangan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri. Kerja sama juga mencakup pelatihan teknis, program sertifikasi, pengembangan kurikulum berbasis industri, hingga pembukaan peluang magang dan pengembangan karier bagi mahasiswa. Seluruh kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi jangka panjang antara dunia pendidikan dan industri, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan keberlanjutan energi.

Pertemuan ini ditutup dengan semangat optimisme dari kedua belah pihak untuk melanjutkan pembahasan yang lebih mendalam pada forum-forum berikutnya. Kerja sama antara UPI dan Hioki merupakan bentuk sinergi strategis yang tidak hanya memperkuat kapabilitas institusi pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing tinggi di era global. (De Shila Syailinda Maulida/Diana Farida)

Pencarian