English
Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia dan INTI International University Bahas Peluang Kolaborasi Internasional Mendatang

30 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, 24 Juli 2025

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan resmi dari INTI International University & Colleges, Malaysia, dalam rangka menjajaki berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan, riset, serta mobilitas akademik internasional. Pertemuan berlangsung di Gedung Pendidikan Profesi Guru Universitas Pendidikan Indonesia (PPG UPI), Kampus Bumi Siliwangi, Bandung.

Agenda utama dalam kunjungan ini adalah membahas kolaborasi strategis jangka panjang antara kedua institusi, yang menjadi bagian dari upaya UPI dalam memperluas jejaring internasional dan memperkuat posisi strategisnya di kancah global.

Delegasi dari INTI International University dihadiri oleh Prof. Dr. Goh Khang Wen selaku Pro Vice Chancellor for Global Engagement, didampingi oleh Chen Si Ying selaku Assistant Director of the International Relations and Collaboration Centre.

Sementara itu, pihak Universitas Pendidikan Indonesia dihadiri oleh:

  • Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc. selaku Direktur Direktorat Urusan Internasional
  • Arif Hidayat, M.Si., Ph.D.Ed. selaku Kepala Divisi Kerja Sama Internasional dan Peningkatan Universitas
  • Heri Puspito Diyah Setiyorini, M.M., Ph.D. selaku Kepala Divisi Pengembangan Program Internasional

Dalam pemaparannya, pihak INTI menjelaskan profil kelembagaan, sejarah, visi dan misi, hingga pengembangan program internasional universitas. INTI berada di bawah naungan Hope Education Group, yang memiliki jaringan pendidikan global di berbagai negara, termasuk Thailand, Tiongkok, Hungaria, Polandia, Filipina, dan Indonesia. INTI juga memiliki beberapa kampus yang tersebar di Malaysia, yaitu:

  1. Pulau Pinang
  2. Subang, Selangor
  3. Nilai, Negeri Sembilan
  4. Kota Kinabalu, Sabah

INTI memiliki lima fakultas utama dan sejumlah pusat pengembangan pendidikan, yaitu:

  • Faculty of Business and Communications (FBC)
  • Faculty of Data Science and Information Technology (FDSIT)
  • Faculty of Education and Liberal Arts (FELA)
  • Faculty of Engineering and Quantity Surveying (FEQS)
  • Faculty of Health and Life Sciences (FHLS)
  • INTI Health Management School
  • Centre for Postgraduate Studies
  • Centre for Continuing Learning

Program-program yang ditawarkan dimulai dari pendidikan formal di berbagai jenjang, pelatihan profesional, hingga program pengembangan berkelanjutan. INTI juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis keberlanjutan melalui inisiatif kampus hijau (green campus) dan pengembangan energi terbarukan.

Dalam diskusi yang berlangsung, INTI menyampaikan berbagai peluang kolaborasi yang terbuka bagi UPI, meliputi:

  1. Program pertukaran mahasiswa (student mobility/programme)
  2. Program studi singkat atau customized study tour berdasarkan bidang keilmuan mahasiswa
  3. Program pertukaran dosen (teaching exchange programme) dan visiting scholar
  4. Pelatihan pengajar secara offline maupun online (teacher training)
  5. Kolaborasi program akademik dalam bentuk franchise maupun dual awards
  6. Undangan pada forum akademik dan simposium internasional secara daring
  7. Kerja sama riset bersama (joint research)

INTI juga menyampaikan bahwa mereka menjadi universitas nomor satu dalam penerimaan mahasiswa pertukaran masuk (inbound exchange students) pada tahun 2024, yang mencerminkan kekuatan dan daya tarik program internasional mereka.

Terkait program pertukaran mahasiswa, pihak INTI menyatakan kesiapan untuk menerima mahasiswa UPI dalam program satu semester. Mahasiswa yang mengikuti program ini akan difasilitasi secara kelembagaan. Harapannya, mahasiswa UPI yang telah memili paspor tertarik mengikuti kegiatan dan siap memproses visa pelajar, tiket pesawat, serta kebutuhan pribadi selama berada di Malaysia.

Dr. rer. nat. Nandi menyambut baik peluang kolaborasi tersebut dan menyampaikan bahwa UPI sejauh ini kerja sama mobilitas internasional umumnya difokuskan pada mahasiswa pada program jenjang sarjana (S1). Namun, jika memungkinkan, UPI akan membuka peluang untuk memperluas kolaborasi tersebut hingga jenjang pascasarjana (S2) bersama INTI International University.

Heri Puspito Diyah Setiyorini menambahkan bahwa potensi kolaborasi dapat diperluas dalam berbagai bentuk seperti pengembangan kurikulum bersama, bantuan partisipasi dalam konferensi internasional, penunjukan adjunct professor, penyelenggaraan inbound summer program, outbound summer exchange, short course, hingga Educational Leaders Visiting Scholar (ELVS). Selain itu, pelatihan tematik dan riset kolaboratif juga dinilai mampu meningkatkan kualitas akademik kedua belah pihak secara global.

Sebagai informasi, Universitas Pendidikan Indonesia saat ini merupakan perguruan tinggi terdepan di Indonesia dalam bidang pendidikan dan menempati peringkat dunia 251–300. UPI memiliki lebih dari 150 kerja sama internasional aktif dengan mitra utama dari Jepang dan Korea Selatan, serta terus memperluas kolaborasi dengan Tiongkok, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Saat ini, mahasiswa internasional terbanyak di UPI berasal dari Uzbekistan dan Tiongkok.

UPI memiliki 9 fakultas, yaitu:

  1. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
  2. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS)
  3. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS)
  4. Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA)
  5. Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI)
  6. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK)
  7. Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB)
  8. Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD)
  9. Fakultas Kedokteran (FK)

Selain itu, UPI memiliki Sekolah Pascasarjana (SPs) dan 5 kampus daerah yang tersebar di Cibiru, Purwakarta, Tasikmalaya, Sumedang, dan Serang. Program studi di UPI tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup program-program non-kependidikan. Dalam bidang publikasi, UPI telah menerbitkan jurnal ilmiah dari tingkat SINTA 1–6, serta jurnal internasional bereputasi dari Q1 hingga Q3.

Ke depannya, UPI dan INTI akan melanjutkan diskusi lebih lanjut guna merancang bentuk kerja sama yang lebih konkret, meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum bersama, pelatihan internasional, serta riset kolaboratif yang berdampak secara akademik dan sosial. Dengan kekuatan akademik, semangat kolaboratif, dan visi internasional yang dimiliki oleh kedua universitas, diharapkan kerja sama ini akan berkembang secara strategis dan memberi manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan global. (Inayah Alawiyyah/Fathan Sofwan Apip)

Museum Pendidikan Nasional UPI Dukung Pendidikan Inklusi: Kolaborasi Bersama Komunitas Difabel untuk Wujudkan SDGs

30 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Museum Pendidikan Nasional UPI mendukung pendidikan inklusif melalui kerja sama strategis dengan komunitas difabel lulusan dari Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinas Sosial Jawa Barat. Kerja sama tersebut berupa pemasaran produk karya komunitas difabel, berupa cindera mata dengan ciri khas bermotifkan seni batik. Pertemuan komunitas difabel tersebut didampingi pihak Dinas Sosial Jawa Barat di ruang Serbaguna yang dilaksanakan pada Senin (14/7/2025).

Program ini sejalan dengan semangat Sustainability Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), tujuan 10 (mengurangi ketimpangan), dan tujuan 11 (kota dan komunitas berkelanjutan).

Penjajagan kerja sama ini difasilitasi Dr. Farid Abdullah, M.Sn. dosen FPSD (Fakultas Pendidikan Seni dan Desain) UPI, yang diterima Ririn Vina Yunigar selaku pengelola souvenir dan gifts Museum Diknas UPI. Karya yang ditampilkan berupa produk seperti ID card, Mug, dan Tumblr yang bermotif batik hasil karaya komunitas difabel.

Batik hasil karya dari komunitas difabel ini pernah dipamerkan saat kedatangan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon ke Museum Diknas UPI pada 14 Desember 2024. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon berkenan membubuhi tanda tangan pada karya tersebut. Acara tersebut disaksikan Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan, dan Sistem Informasi, Dekan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang kini menjadi Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum.

Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menegaskan bahwa kerjasama ini merupakan komitmen Museum Diknas UPI dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan transformatif.

Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinas Sosial Jawa Barat menyampaikan bahwa keberadaan museum sebagai mitra sangat berarti dalam membuka akses dan memperluas jangkauan karya mereka. Sebagai bentuk dukungan terhadap teman-teman disabilitas, kita bisa untuk membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi serta penghidupan mereka.

Kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mendorong akses pendidikan yang merata dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat sejalan dengan prinsip utama SDGs adalah ”Leave No One One Behind” sekaligus memperkuat posisi UPI sebagai pelopor pendidikan yang inklusif, inovatif dan berpihak pada keberagaman. (Fadilla Febrianty)

Pelantikan Wakil Rektor UPI: Awal Baru Menuju Universitas Bermartabat dan Mendunia

30 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia secara resmi melantik jajaran Wakil Rektor baru untuk masa jabatan 2025–2030 dalam sebuah seremoni yang digelar di Taman Berretti, halaman Gedung Bumi Siliwangi Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Kota Bandung, Jawa Barat. Rabu (29/07/2025). Pelantikan ini menandai awal babak baru dalam mewujudkan visi UPI sebagai universitas yang bermartabat dan bereputasi internasional.

Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa pelantikan ini memiliki makna strategis mengingat berakhirnya masa jabatan Wakil Rektor periode sebelumnya. “Dengan dilantiknya Wakil Rektor yang baru, saya berharap memiliki tenaga baru yang lebih kuat dan mampu mendorong pencapaian visi UPI sebagai universitas yang tidak hanya dihormati di Asia, tetapi juga di dunia,” ujarnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Rektor menargetkan pencapaian dalam berbagai pemeringkatan global seperti QS World University Ranking dan Times Higher Education Impact Ranking. UPI ditargetkan untuk menembus peringkat 800 dunia dan masuk dalam 500 besar kampus dengan kontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, peningkatan kualitas publikasi ilmiah juga menjadi fokus agar lebih banyak program studi masuk dalam pemeringkatan global by subject.

Dalam kerangka reformasi tata kelola, UPI juga akan menerapkan sistem masa jabatan seragam selama lima tahun, tidak hanya untuk rektorat, tapi juga hingga ke tingkat dekanat. “Kita akan bekerja berbasis kinerja dan capaian. Setiap pejabat akan menandatangani kontrak kinerja dan fakta integritas,” jelas Prof. Didi Sukyadi.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor melantik lima pejabat akademik yang akan memegang amanah sebagai Wakil Rektor di bidang masing-masing, yaitu:

  • Wakil Rektor Bidang Pendidikan, dan Penjaminan Mutu. Prof. Dr. Vanessa Gaffar, SE., Ak,. MBA. sebelumnya menjabat Wakil Dekan FPEB bidang Akademik.
  • Wakil Rektor Sumber Daya, dan Sistem Informasi. Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd sebelumnya menjabat Dekan FPBS.
  • Wakil Rektor Bidang Perencanaan, dan Keuangan. Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si. sebelumnya menjabat Dekan FIP.
  • Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan. Prof. Agus Setiabudi,M.Si. Sebelumnya menjabat Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Den Haag, Belanda.
  • Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis. Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd. sebelumnya menjabat Dekan FPSD.

Menariknya, pada periode ini, dua dari Wakil Rektor yang dilantik adalah perempuan. Rektor menekankan bahwa hal ini bukan semata-mata didasari pertimbangan gender, namun lebih pada kompetensi dan rekam jejak yang dimiliki. “Keterlibatan perempuan dengan ketelitian dan kecermatannya akan memberikan nilai tambah dalam tim kerja,” imbuhnya.

Dalam upayanya menjawab tantangan global, UPI juga diarahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah, termasuk dalam isu stunting, pengelolaan sampah, dan penyediaan tenaga kerja global. Pemerintah diketahui memiliki lebih dari 1 juta peluang kerja di luar negeri, sementara Indonesia baru mampu mengisi sekitar 300 ribu. “Ini menjadi tanggung jawab kita untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing secara global,” tutur Rektor.

Terakhir, dipilihnya lokasi pelantikan di luar ruangan menjadi simbol keterbukaan dan semangat baru. “Saya ingin kita lebih inklusif, berpikiran luas, dan siap menatap tantangan bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri,” pungkasnya. (rizaibrahim/foto:denynurahmat)

Mahasiswa RPL UPI Cibiru Raih Lulusan Terbaik di Coding Camp 2025

29 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru. Nauval Gymnasti, mahasiswa Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), berhasil meraih gelar sebagai salah satu lulusan terbaik dalam ajang bergengsi Coding Camp 2025 Powered by DBS Foundation. Tak hanya itu, ia juga terpilih menjadi salah satu dari dua pembicara utama dalam talk show kelulusan program tersebut.

Acara kelulusan Coding Camp 2025 akan digelar secara luring pada Kamis, 31 Juli 2025 di Gedung Kemdiktisaintek, dan akan disiarkan secara publik melalui kanal YouTube pada Senin, 4 Agustus 2025. Kepala Program Studi RPL, Mohamad Iqbal Ardiansyah, menyampaikan bahwa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Bidang Sains dan Teknologi dijadwalkan hadir untuk memberikan apresiasi langsung kepada para lulusan terbaik.

Direktur Kampus UPI Cibiru, Prof. Deni Darmawan, turut mengapresiasi capaian gemilang Nauval. Salah satu sorotan utama dari kontribusinya adalah Capstone Project bertajuk Isyara, sebuah platform berbasis web yang memperkenalkan bahasa isyarat Indonesia secara interaktif dan menyenangkan. Proyek ini dikembangkan oleh Nauval bersama timnya dengan pendekatan teknologi inklusif untuk menjembatani komunikasi dengan komunitas tuli.

“Atas keberhasilan pengembangan proyek ini, tim Isyara dinobatkan sebagai salah satu dari 20 tim terbaik dan menerima penghargaan sebagai Best Capstone Team 2025 dari Dicoding dan DBS Foundation,” jelas Prof. Deni.

Menurutnya, pencapaian Nauval merupakan refleksi dari kualitas mahasiswa RPL UPI Cibiru yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial tinggi serta kemampuan kolaboratif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi demi kebermanfaatan masyarakat.

“Selamat kepada Nauval atas pencapaian luar biasanya. Semoga ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa RPL untuk terus belajar, berkarya, dan memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkas Prof. Deni.

Sejak 2023, Coding Camp Powered by DBS Foundation hadir sebagai program pelatihan teknologi informasi yang mengusung prinsip Akselerasi, In-Depth, dan Komprehensif. Tahun ini, sebanyak 3.157 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program intensif ini, di antaranya 93% berasal dari kota kecil dan menengah, 32% peserta perempuan, serta 625 peserta dari keluarga pra sejahtera.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dicoding dan Bank DBS Indonesia, yang secara konsisten memberikan akses pendidikan digital kepada lebih dari 180 ribu talenta dari seluruh penjuru negeri.

Partisipasi mahasiswa UPI Cibiru dalam Coding Camp 2025 menunjukkan bahwa talenta dari kampus daerah mampu bersaing secara nasional dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia teknologi dan sosial. (kontributor)

Kolaborasi Menuju SDGs: Pengembangan Media Promosi Lewat Kunjungan dan Diskusi di PT RMI

29 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), tim peneliti Museum Pendidikan Nasional UPI dan Educational Cultural Sustainability Network (ECSN) melakukan kunjungan kerja ke PT RMI, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media kreatif. Kegiatan ini bertujuan untuk menjajaki kerja sama dalam pengembangan media promosi yang inovatif dengan dukungan pendanaan dari DIPUU.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program penelitian DIPUU yang berjudul ”Pengembangan Aplikasi Ar -Trigger Marker Book sebagai Media Promosi Koleksi Digital Museum Diknas UPI Berbasis Immersive untuk Meningkatkan Income Generating Unit Universitas”.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai peluang kolaborasi dalam produksi media promosi digital, strategi branding, serta pemanfaatan teknologi kreatif untuk meningkatkan IGU Universitas.

Prof. Dr. Leli Yulifar selaku Ketua Peneliti mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan langkah penting dalam mendorong ketercapaian SDGs dalam aspek pendidikan berkualitas dan pembangunan industri kreatif inovatif.

Sementara itu, PT RMI menyambut baik kerja sama ini, ”PT RMI sangat terbuka untuk kerja sama dalam pengembangan media yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi membawa nilai eduaktif.” ungkap Billy Ardiansyah, Direktur PT RMI.

Kerja sama dalam pengembangan media promosi ini diharapkan tidak hanya menjadi alat promosi, tetapi juga menjadi media advokasi dan edukasi yang inklusif. Kolaborasi ini menjadi salah satu contoh dalam penerapan tridarma perguruan tingggi dan pembangunan berkelanjutan. (kontributor)

Pencarian