English
Indonesia

Program Studi Pendidikan Bisnis FPEB UPI Sukses Gelar Webinar Series 4: Bekali Mahasiswa Jadi Guru Percaya Diri Lewat Public Speaking

25 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Bisnis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia terus menunjukkan konsistensinya dalam menciptakan ruang-ruang pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa. Salah satu bentuk implementasi konkret adalah penyelenggaraan Webinar Series Seri 4 bertema “Public Speaking 101: Bekal Wajib Calon Guru.” Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh masyarakat umum yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik.

Webinar ini menghadirkan Amirush Shaffa F., S.Pd., M.Pd., seorang Professional Public Speaker yang telah berpengalaman membimbing para pendidik dan calon guru dalam mengasah keterampilan berbicara di depan publik. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kemampuan public speaking tidak hanya tentang bagaimana seseorang menyampaikan materi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan diri, menyampaikan pesan secara efektif, dan menjalin koneksi emosional dengan audiens khususnya siswa di dalam kelas.

Wakil Dekan Bidang Akademik FPEB UPI Dr. Heny Hendrayati, S.IP., MM menjelaskan bahwa Webinar ini tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga memberikan pembekalan menyeluruh dari sisi vokal, verbal, dan visual. Dari sisi vokal, peserta diajak memahami pentingnya intonasi, artikulasi, volume suara, tempo bicara, hingga jeda dalam membangun dinamika komunikasi yang tidak monoton. Sementara itu, dari sisi verbal, peserta belajar mengenai pemilihan kata, penyusunan kalimat yang ringkas, alur bicara yang sistematis, serta teknik storytelling dan penekanan kalimat untuk memperkuat pesan utama.

Dari aspek visual, narasumber menggarisbawahi pentingnya bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, serta penampilan yang sesuai konteks untuk mendukung kesan profesional dan membangun kepercayaan audiens. Ditekankan pula bahwa penampilan bukan hanya soal estetika, tetapi bagian penting dari komunikasi nonverbal dalam dunia pendidikan dan presentasi publik. Peserta juga memahami berbagai manfaat penguasaan public speaking, antara lain meningkatkan kepercayaan diri, menyampaikan materi lebih efektif, membangun koneksi dengan siswa, serta memperkuat profesionalisme sebagai pendidik maupun pembicara publik.

Melalui penyelenggaraan webinar series seri 4 ini, Program Studi Pendidikan Bisnis lebih dari sekedar memberikan transfer pengetahuan, webinar ini menjadi wadah pengembangan soft skills yang esensial dalam dunia pendidikan abad ke-21, seperti public speaking, critical thinking, dan emotional connection. Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diajak untuk mengasah kemampuan melalui contoh nyata dan pendekatan praktis. Hal ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Diharapkan, mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi pendidik yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menginspirasi, menggerakkan, dan memberdayakan siswa melalui komunikasi yang autentik dan berdampak. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Kerjasama FPEB UPI dan Gaziantep University, Turkiye Selenggarakan Kuliah Umum Manajemen Kinerja Institusi Pendidikan

25 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kuliah umum tema “Balanced Scorecard for Performance Management in Educational Institutions”. Kuliah umum diselenggarakan di Auditorium FPEB UPI Lantai 6 yang diikuti oleh para dosen dan mahasiswa FPEB UPI.

Kuliah umum menghadirkan narasumber Dr. Zehra Keser Özmantar selaku Associate Professor di Gaziantep University. Selain penyelenggaraan kuliah umum, juga diselenggarakan penandatanganan kerjasama antara FPEB UPI dengan Gaziantep University Turkiye serta pelaksanaan kegiatan Workshop Qualitative Research and Mixed Research Methods dengan narasumber Prof. Dr. Mehmet Fatih Ozmantar

Pada kuliah umum ini Dr. Zehra Keser Özmantar  selaku  Associate Professor, Gaziantep University menjelaskan masalah pada implementasi strategi dan tantangan cara mencapai kinerja yang efektif. Selanjutnya Dr. Zehra Keser Özmantar membahas model Balanced Scorecard  pada institusi pendidikan yang berperan penting untuk memberikan solusi efektif guna membangun kinerja institusi pendidian. Kemudian dianjutkan dengan pembahasan terkait tahapan dan indikator keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. 

Dekan FPEB UPI, Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA menjelaskan bahwa dalam dunia yang terus berkembang pesat, di mana bisnis dan pendidikan ditantang untuk menjadi lebih gesit, akuntabel, dan berdampak, kita merasa semakin penting untuk menjembatani pengetahuan teoretis dengan perangkat praktis.

Menurutnya, Balanced Scorecard, sebuah sistem manajemen kinerja strategis yang diadopsi secara luas di dunia bisnis, menawarkan kerangka kerja terstruktur yang kami yakini dapat memberikan wawasan dan transformasi berharga tentang bagaimana lembaga pendidikan beroperasi, menilai kinerja mereka, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA  mengungkapkan bahwa acara ini bukan sekadar seminar atau kuliah melainkan sebuah dialog. ‘’Sebuah dialog antara bisnis dan pendidikan, antara praktik dan teori, antara perspektif lokal dan global ujarnya.

Ia berharap acara ini akan memicu refleksi dan kolaborasi yang lebih mendalam dalam upaya berkelanjutan kami untuk mencapai keunggulan, relevansi, dan dampak dalam pendidikan. Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA mengajak Anda semua komunitas akademik dan mitra dan para calon pemimpin kita untuk terlibat aktif, berefleksi kritis, dan berkolaborasi secara bermakna selama acara ini. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Kerjasama FPEB UPI dan Badan Pemeriksaan Keuangan Selenggarakan Diskusi

25 Jul 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan pelaksanaan kegiatan  Diskusi Penyusunan Kajian Pembangunan Manusia atas tiga pilar Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Sosial.

Dekan FPEB UPI, Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA menyampaikan apresiasi atas kolaborasi diskusi dan kajian bersama BPK khususnya telah melibatkan para pakar FPEB UPI dalam membahas aspek pembangunan manusia melalui pilar Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Sosial.

Kegiatan dibukan secara resmi oleh Dr. Selvia Vivi Devianti selaku Kepala Direktorat Analisis Kebijakan Pemeriksaan Keuangan Negara.  Hadir sejumlah narasumber yaitu para dosen FPEB UPI yaitu Prof. Dr. H. Suryana, M.Si, Prof. Dr. H. Nanang Fattah, M.Pd; serta Dr. Askolani, SE., MM.

Kegiatan dikuti oleh akademisi Universitas Pendidikan Indonesia dan Pejabat Struktural dan atau Fungsional pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan. dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) pada Jumat, 25 Juli 2025 yang diselenggarakan secara hybrid, untuk kegiatan daring melalui aplikasi zoom dan luring di Gedung FPEB A.

Dr. Selvia Vivi Devianti menjelaskan bahwa diskusi dan kajian ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mendapatkan data dan informasi terkait desain serta tata kelola kebijakan pembangunan manusia di Indonesia khususnya bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini diselenggarakan merujuk pada UU Nomor 15 Tahun 2006, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bertugas melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Kemudian juga BPK sebagai lembaga pemeriksa terus berusaha meningkatkan kualitas dan manfaat pemeriksaan yang dilakukan serta meningkatkan kepercayaan dari pemangku kepentingan dan masyarakat. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

Dari Transportasi hingga Partisipasi, Desa Cimenyan Hadirkan Dukungan Penuh untuk PPK Leppim UPI 2025

25 Jul 2025 • Humas UPI

Cimenyan, UPI

Pembukaan program PPK Leppim UPI 2025 resmi digelar pada Rabu, 23 Juli 2025 bertempat di Aula kantor Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian PPK Leppim UPI 2025 di Desa Cimenyan, khususnya RW 14 yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

Kegiatan pembukaan ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah desa, baik dalam bentuk sarana prasarana maupun partisipasi sosial masyarakat. Pemerintah desa secara langsung menyediakan berbagai kebutuhan teknis, seperti aula, kursi, meja, proyektor, mikrofon, sound system, serta fasilitas transportasi untuk mempermudah mobilisasi panitia pelaksana dan volunteer dari kampus ke Desa Cimenyan.

Transportasi menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat dirasakan manfaatnya. Muhammad Farhan, Humas PPK Leppim 2025 yang berkoordinasi langsung dengan pihak desa terkait transportasi ini mengungkapkan apresiasinya terhadap respons yang diberikan desa. “Saya berkoordinasi dengan sekretaris desa terkait antar-jemput tim pelaksana dan volunteer dari desa ke UPI dan sebaliknya. Alhamdulillah, pihak desa dengan senang hati memberikan fasilitas antar-jemput tersebut supaya memudahkan mobilisasi tim dan volunteer PPK Leppim UPI,” ujar Farhan.

Fasilitas transportasi tersebut berupa mobil yang dapat memuat hingga delapan orang. Tidak hanya menyediakan kendaraan, pemerintah desa juga menunjuk seorang supir untuk membantu mobilisasi, yaitu Pak Cucu, yang dengan sigap mengantar dan menjemput tim pelaksana dan volunteer dari kampus ke desa. “Silakan digunakan untuk memudahkan keberjalanan program adik-adik,” ungkap Aan Gunara, S.T., selaku Sekretaris Desa Cimenyan.

Hilwa Dhiyya Haibah Dzakkiyah, selaku Koordinator Project Manager PPK Leppim UPI 2025, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat kendala di transportasi karena tidak semua panitia maupun volunteer memiliki kendaraan pribadi. Dukungan transportasi dari pihak desa menjadi solusi yang sangat membantu. Fasilitas ini mempermudah mobilisasi tim dari kampus menuju desa sekaligus mendukung kelancaran teknis pelaksanaan pembukaan. Hal tersebut mencerminkan komitmen desa dalam menyokong kegiatan PPK Leppim UPI 2025.

Dukungan ini menjadi fondasi penting dalam mengawali pelaksanaan program PPK Leppim UPI 2025. Sarana dan prasarana yang lengkap dan sikap terbuka dari warga dan pemerintah desa memperlihatkan bahwa sinergi yang terbangun tidak hanya bersifat administratif tetapi juga emosional dan gotong royong. Semangat ini diharapkan mampu memperkuat keberjalanan program ke depannya. Farhan juga menambahkan bahwa sejauh ini proses komunikasi dan koordinasi dengan desa berjalan tanpa hambatan yang berarti. “Alhamdulillah, tidak ada kendala, semuanya berjalan baik walaupun desa juga sedang sibuk dengan aktivitasnya,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PPK Leppim UPI 2025, Indra Abdul Majid, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan desa menjadi pijakan awal untuk membangun relasi yang lebih erat dengan masyarakat. “Rencana ke depannya kami akan melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada warga sehingga chemistry kami bersama warga dapat berjalan baik. Setelah itu, baru akan dilaksanakan sosialisasi program secara menyeluruh guna mewujudkan keberdmpakan yang nyata,” ucap Indra.

Di balik itu, Indra juga mengungkapkan awalnya ada kekhawatiran karena kegiatan pembukaan dilaksanakan pada pertengahan hari di mana menjadi waktu warga beraktivitas. Tapi, kekhawatiran tersebut terjawab dengan baik berkat koordinasi yang solid dari pemerintah desa, sehingga pelaksanaan kegiatan tetap berjalan lancar dengan partisipasi masyarakat yang tetap terasa hangat.

Melalui penyambutan yang hangat dan fasilitas yang mendukung, pelaksanaan program PPK Leppim UPI 2025 ini diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang bermakna antara panitia pelaksana dan volunteer PPK Leppim UPI 2025 dengan warga dan pemerintah Desa Cimenyan. (kontributor)

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di PKBM Al Insan Kabupaten Sumedang

25 Jul 2025 • Humas UPI

Sumedang, 19 Juli 2025

Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk komitmen akademik terhadap penguatan peran pendidikan nonformal di masyarakat. Kegiatan yang mengusung tema “Pelatihan Tutor Kesetaraan Berjenjang Berbasis Kompetensi dalam Mendukung Layanan dan Peningkatan Mutu Program Pendidikan Kesetaraan” ini dilaksanakan di PKBM Al Insan, Desa Cikeusi, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Pelatihan dilaksanakan pada Sabtu, 19 Juli 2025, dan diikuti oleh para tutor pendidikan kesetaraan dari wilayah Sumedang Timur. Para peserta merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C, yang selama ini berperan aktif dalam menciptakan layanan pendidikan alternatif bagi masyarakat.

Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Cucu Sukmana, M.Pd., dengan anggota tim yang terdiri dari Prof. Dr. Oong Komar, M.Pd., Prof. Dr. Mustofa Kamil, M.Pd., Sodikin, M.Ed., Ph.D., Dr. Eko Sulistiono, M.Pd., dan M. Hadi Ali Mutamam, M.Pd. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Masyarakat UPI, yakni Ikhsan Amirulloh Asya’bani, Regisha Riady Putri, Syifa Nurul Hasanah, dan Nurul Haifa, yang berperan dalam dokumentasi, moderasi, serta pendampingan peserta pelatihan.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Tim PkM, Dr. Cucu Sukmana, M.Pd., yang menekankan pentingnya peran strategis tutor dalam mengawal kualitas layanan pendidikan kesetaraan. “Arah dan capaian pembelajaran warga belajar sangat bergantung pada kapasitas dan kompetensi seorang tutor dalam mentransformasikan proses belajar secara bermakna,” ungkapnya dalam sambutan.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Ujang Supriatna, S.Sn., M.M., selaku Kasi Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Dalam pernyataannya, beliau menggarisbawahi pentingnya dimensi personal dan profesional seorang tutor, yang tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator dalam membangun kesadaran belajar warga belajar.

Pelatihan dirancang secara tematik dan partisipatif, mencakup penguatan kompetensi pribadi tutor, pengenalan proyek pembelajaran, hingga penyusunan dan presentasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis kompetensi. Seluruh sesi dilaksanakan dengan pendekatan reflektif, memberi ruang bagi peserta untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, serta menyusun rencana tindak lanjut sesuai konteks masing-masing PKBM.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah diskusi terbuka yang dipandu oleh Regisha Riady Putri sebagai moderator. Dalam sesi ini, peserta mengajukan berbagai pertanyaan kritis, salah satunya terkait pembentukan pola pikir tutor agar mampu menjalankan peran secara optimal. Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan bahwa PKBM merupakan ruang belajar berbasis komunitas yang menuntut kepekaan sosial dan pendekatan mindful learning dalam fasilitasi proses belajar.

Isu lain yang turut mencuat dalam diskusi adalah tantangan dalam membangun ekosistem belajar yang berdampak nyata, serta implementasi regulasi seperti Permendikbud No. 13 Tahun 2025 dalam praktik pembelajaran di lapangan.

Kegiatan PkM ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelatihan tutor yang berkelanjutan, reflektif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara akademisi, praktisi, dan komunitas lokal, Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI berkomitmen untuk terus memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai pilar utama dalam pemberdayaan masyarakat dan pencapaian tujuan pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (Kontributor FIP | CS)

Pencarian