Ikuti Konferensi Internasional di Filipina, Mahasiswa LPDP UPI Raih Penghargaan “Best Paper Awards”
11 Dec 2023 • Humas UPI
Bandung,
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP. Ialah Dwi Hermawan, yang berhasil mempresentasikan penelitiannya dalam ajang konferensi internasional “2023 ANPOR-APCA-FICL Annual Conference” di Filipina pada 4 – 6 Desember 2023.
Mahasiswa S2 Pendidikan Kewarganegaraan itu berhasil meraih penghargaan sebagai “Best Paper Awards” atas karya tulisnya.
2023 ANPOR-APCA-FICL Annual Conference diikuti oleh puluhan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, seperti Cina, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Thailand, India, Amerika Serikat, Perancis, dan Indonesia.
Bertajuk “AI and the Future of Academic Research: Challenges and Opportunities”, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berbagi pengetahuan, gagasan, pemikiran, dan hasil penelitian.
Dwi Hermawan memaparkan penelitiannya berjudul “Transforming Civic Education in the Digital Age: Challenges and Opportunities for Indonesia’s Millennial Generation”.
Menurutnya, transformasi Pendidikan Kewarganegaraan di era digital menjadi hal yang sangat penting mengingat peran teknologi informasi yang semakin dominan dalam kehidupan sehari-hari.
“Optimasi Artificial Intelligence telah membuka peluang baru dalam penelitian Pendidikan Kewarganegaraan. Melalui pendekatan ini, riset dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan efisien. AI mampu menganalisis data dalam skala besar, mengidentifikasi pola-pola kompleks dalam kasus kewarganegaraan, serta memberikan wawasan mendalam yang sulit diperoleh melalui metode konvensional,” jelasnya.
Dwi mengungkapkan “saya bersyukur dan bangga atas prestasi ini, semoga ini bisa menjadi motivasi bagi saya ke depan untuk terus berprestasi. Dwi juga mengungkapkan bahwa ia senang dapat berpartisipasi dan belajar dari para pakar pendidikan dan teknologi dalam kegiatan itu. Dengan meraih “Best Paper Awards” di ajang bergengsi tersebut, Ia telah membuktikan bahwa mahasiswa UPI mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif dalam forum akademi global.
Dukung Studi Tepat Waktu, Awardee BPI Mengadakan Pengabdian Restruktur Manuskrip untuk Publikasi Jurnal Bereputasi Internasional
10 Dec 2023 • Humas UPI
Bandung, UPI – Publikasi ilmiah telah menjadi kebutuhan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Selain sebagai arena untuk mempercakapkan, memperdebatkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Ipteks), nyatanya publikasi ilmiah telah menjadi syarat kelulusan mahasiswa, baik pada jenjang program Sarjana, Magister, dan Doktoral seperti yang diatur oleh Pusat Pengembangan dan Publikasi Karya Ilmiah (P3KI).
Sebagai organ akademik, awardee Kelurahan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) kembali menginisiasi penyelenggaraan pelatihan yang dikhususkan untuk membantu sesama awardee. Kegiatan ini mengusung konsep “Serial Pelatihan – Workshopfrom Awardee to Awardee” dengan tema “Pelatihan Restruktur Manuskrip untuk Publikasi Jurnal Terindeks Scopus” yang dilaksanakan pada Sabtu, 09 Desember 2023, pukul 08.00-17.30 WIB, bertempat di Hotel Salis, Bandung.
Spirit yang didorong adalah saling berbagi informasi dan pengalaman dari awardee yang telah berhasil memuplikasikan artikel ilmiahnya pada jurnal internasional berputasi. Pengalaman-pengalaman tersebut diharapkan menjadi salah satu dari sekian pengalaman lainnya yang peserta miliki untuk memberikan petunjuk komprehensif dan klinis saat merestruktur dan memutakhirkan manuskrip mereka hingga memenuhi kriteria standar internasional. Selain itu, pelatihan ini juga sebagai bentuk kolaborasi antarsesama awardee agar saling mendukung dalam upaya menjawab kebutuhan awardee agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Kesempatan pelatihan pengabdian ini diselenggarakan berkat kolaborasi tiga awardee, berurutan, Jusuf Blegur (Mahasiswa S3 Pendidikan Olahraga; Dosen Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang) sebagai Ketua Tim, Marleni (Mahasiswa S3 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial; Dosen Universitas PGRI Sumatera Barat, Padang) dan Piki Setri Pernantah (Mahasiswa S3 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial; Dosen Universitas Riau, Pekanbaru) masing-masing sebagai Anggota Tim.
Peserta awardee yang terdaftar berjumlah sembilan orang. Mereka dari program Magister (22.2%) maupun Doktoral (77.8%) dari tujuh Program Studi, di antaranya Administrasi Pendidikan (11.1%), Pendidikan Usia Dini (11.1%), Pendidikan Bahasa Inggris (11.1%), Pendidikan Geografi (11.1%), Pendidikan IPS (22.2%), Pendidikan Kewarganegaraan (11.1%), dan Pendidikan Matematika (22.2%). Ketertarikan peserta mengikuti program karena selain untuk memenuhi syarat ujian, mereka juga ingin meningkatkan pengalaman publikasi pada jurnal dengan grade yang lebih tinggi serta sebagai upaya pengembangan diri.
Merujuk pada data pendaftaran yang diperoleh, peserta yang belum memiliki syarat publikasi sebanyak 3 orang (33.3%). Peserta lainnya telah memiliki salah satu dan bahkan ada yang telah memenuhi dua syarat dan pengalaman publikasi, baik pada jurnal Sinta 3 (22.2%), Sinta 2 (44.4%), dan bahkan ada yang telah berhasil memuplikasikan di Jurnal Scopus Q2 (22.2%). Sedangkan pengalaman untuk publikasi pada jurnal Scopus Q4, Q3, dan Q1, belum pernah peserta alami.
Praktisnya, partisipasi peserta dalam pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam menulis serta mengembangkan keterampilan menulis agar dapat menerbitkan artikel pada grade yang belum terpenuhi serta menjadikan budaya menulis sebagai kebutuhan mendifusikan Ipteks bagi masyarakat luas.
Acara ini di buka oleh salah satu tim pengabdian, yang juga merupakan Lurah Kelurahan BPI UPI 2.0. Dalam sambutannya, Piki menyampaikan bahwa memang ini bukan kegiatan resmi dari kelurahan BPI 2.0, namun kami dari pihak kelurahan selalu mendukung apapun kegiatan dilaksanakan oleh awardee. Artinya ke depan, selama masa kepengurusan ini, seandaianya ada awardee-awardee yang lain membuat serial pengabdian dan butuh dukungan dari kelurahan kita siap. Walaupun kita tidak support dalam financial, namun kami selalu support dalam bentuk yang lain, seperti fasilitasi peserta dan juga administrasi lainnya.
“Alhamdulillah sejauh ini, kelurahan telah berupaya membantu awardee untuk memperlancar studi dan pengembangan kompetensinya. Kami berterima kasih kepada Kang Jusuf, yang sudah meluangkan waktunya untuk berbagi kepada kita. Beliau sedang mengimplementasikan nilai-nilai awardee, karena awardee itu pengabdian. Nilai-nilai yang sudah kita janjikan dalam esai maupun wawancara. Ini bukti, karena belum selesai studi, Kang Jusuf sudah mengabdi, ini bagian dari kontribusi kepada bangsa, karena kita yang sekarang ini anak-anak bangsa semuanya,” tambah mahasiswa semester 2 tersebut.
Piki menambahkan, hal-hal kecil dapat kita optimalisasi untuk kemajuan pendidikan, terutama awardee sendiri, sehingga kita sangat hargai kesediaan waktu, pikiran, dan semuanya dari Kang Jusuf hingga hari kegiatan kita dapat terselenggara dengan baik. Mudah-mudahan dari peserta yang ada, kita bisa betul-betul memahami struktur manuskrip yang baik. Kegiatan tidak sampai di sini, melainkan menjadi bekal kita bersama, sehingga aktivitas menulis dan publikasi scopus itu sebenarnya jangan hanya untuk pemenuhan studi, namun menjadi budaya kita. Sebab itu akan berpengaruh terhadap kinerja dan rekam jejak kita, seperti pada tri dharma PT.
Luaran pengabdian ini adalah tersubmisinya manuskrip peserta ke jurnal internasional terindeks Scopus. Untuk itu, tim pengabdian mengagendakan 11 materi pelatihan, dengan rinciannya: 1) strategi efektif mencari jurnal tujuan publikasi; 2) mengunduh dan mereset manuskrip sesuai template jurnal tujuan; 3) menyusun pendahuluan yang efektif dan efisien; 4) menentukan metode penelitian yang kredibel; 5) melaporkan hasil penelitian yang readable; 6) mendiskusikan hasil penelitian yang komparatif dan kritis; 7) menyusun ucapan terima kasih yang praktis; 8) merumuskan abstrak, keyword, dan judul yang praktis; 9) finalisasi draft; 10) mengalih bahasa; dan 11) tata cara submisi manuskrip.
Jusuf (fasilitator) menyampaikan bahwa, kami menginisiasi kegiatan ini karena terinspirasi dari cetusan Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., selaku Direktur Direktorat Kemahasiswaan saat membuka kegiatan “Workshop Penulisan dan Publikasi Scopus” yang difasilitatori oleh Prof. Eri Kurniawan, S.Pd., M.A., Ph.D., pada Rabu, 28 November 2023 lalu. Beliau menyampaikan bahwa awardee harus menggunakan berbagai kesempatan kuliah untuk belajar dan berkolaborasi dengan sesama, karena saling membantu tidak akan mengakibatkan kita kekurangan, bahkan sebaliknya kita menjadi lebih maksimal mengembangkan diri dengan menyelesaikan studi pada waktu yang tepat.
“Materi-materi yang tim sodorkan kepada peserta akan diskusikan, dilatihkan, dan dicari pemecahan masalahnya dalam beberapa pertemuan yang disepakati secara bersama-sama, baik bersifat offline maupun online. Misalnya pada pertemuan hari ini hanya berhasil menyelesaikan tiga materi (materi 1-3). Fokus kita pada restruktur, sehingga draft manuskrip yang peserta ajukan akan mereka restruktur (menggunakan metode latihan dan pemecahan masalah) selama kegiatan dengan memperhatikan indikator-indikator kunci berdasarkan kajian literatur dan pengalaman empiris tim pengabdian,” tukas Jusuf.
Mengedepankan aktivitas latihan dan pemecahan masalah, Jusuf langsung memberikan simulasi dan latihan tentang materi-materi sambil ditindaklanjuti dan didiskusikan oleh peserta. Misalnya, saat mencari jurnal tujuan, peserta langsung diarahkan kepada website Scopus (https://www.scopus.com/sources.uri?zone=TopNavBar&origin=) dan mencari potensi jurnal tujuan menggunakan title dan filter refine list. Fasilitator juga mencontohkan menggunakan aplikasi otomatis yang cukup dengan memasukan abstrak, tidak terbatas pada Elsevier Journal Finder (https://journalfinder.elsevier.com), Taylor & Francis Journal Suggester (https://authorservices.taylorandfrancis.com/publishing-your-research/choosing-a-journal/journal-suggester/). Meski demikian, tambah mahasiswa semester 3 tersebut, bila untuk pemula, bisa melihat dari akun Google Scholar, Sinta, atau ID Scopus profesor-profesor dan atau dari kolega-kolega yang popular di bidang penelitian kita untuk mendiagnosis jurnal tujuan.
Penyusunan pendahuluan adalah hal yang paling sulit, karena penulis berupaya menjustifikasi signifikansi penelitiannya dari tren dan kajian literatur terdahulu, menganalisis keterbatasnnya, serta menawarkan solusi yang kontributif. Untuk mempermudahnya, pada tahun 2015, Fiona B. Ecarnot dan empat rekannya menawarkan kepada penulis pemula untuk memperhatikan empat hal konkrit saat menyusun pendahuluan, termasuk: 1) menjelaskan secara singkat (menggunakan referensi yang relevan) apa yang sudah diketahui tentang subjek; 2) mengidentifikasi area-area yang masih terdapat ketidakpastian, dengan mengutip, jika perlu, data-data sebelumnya (dan mungkin bertentangan); 3) menjelaskan bagaimana penelitian penulis memiliki kontribusi yang baru dan berguna; dan 4) menyatakan dengan jelas hipotesis kerja, diikuti dengan tujuan, dan secara singkat, strategi yang diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Selain formula di atas, pengalaman empiris fasilitator juga tidak berbeda signifikan. Empat indikator yang fasilitator rumuskan untuk menyimplifikasi pemahaman peserta, yakni: 1) perkembangan variabel studi dan dampaknya bagi perkembangan Ipteks; 2) variabel masalah yang penulis jumpai dalam studinya dan dampaknya; 3) studi-studi terdahulu yang telah berupaya mengatasi variabel masalah; dan 4) apa kesenjangan dari studi-studi terdahulu dalam mengatasi variabel masalah, sekaligus apa variabel solusi dan signifikansinya yang penulis tawarkan dalam studinya; dan diakhiri dengan tujuan penelitian. Penulis harus menegaskan keempat indikator di atas dalam redaksi yang lugas serta didukung dengan data-data empiris guna memudahkan reviewer memvisualisasi kronologis pemikiran penulis dan signifikansi penelitian penulis terhadap perkembangan Ipteks. Formula ini hanya salah satu opsi yang dapat peserta ujicobakan saat merestruktur manuskripnya.
Peserta antusias mengikuti pelatihan. Hal ini nampak dari serangkaian kasus dan pertanyaan yang peserta diskusikan bersama dengan fasilitator maupun antar sesama peserta. Mereka juga dipandu untuk merestruktur penyusunan pendahuluannya berdasarkan ada keempat indikator yang telah sampaikan oleh fasilitator. Dari hasil diagnosis peserta sendiri menggunakan empat indikator tersebut, ternyata dari penyusunan pendahuluan, hanya sedikit yang mengandung indikator-indikator tersebut. Artinya saat menyusun pendahuluan, peserta hanya membangun narasi namun berlum memperhatikan secara kritis indikator-indikator yang efektif dan efisien. Semua peserta mendapatkan kesempatan mempresentasikan hasil restruktur manuskripnya sambil diperbaiki oleh fasilitator, termasuk dalam pemilihan kata dan strategi mengintegrasikan referensi saat memparafrase manuskrip.
Marleni, salah satu tim pengabdian menyampaikan bahwa peserta yang hadir langsung dalam kegiaatn ini termasuk Ibu Eka Yuliana Rahman, Ibu Nur Isnaini, Ibu Meita Lesmiaty Khasyar, Pak Sulkipani, Ibu Iis Sintiani, Ibu Supiani, dan Pak Uun Lionar. Sedangkan dua peserta yang tidak sempat hadir karena ada agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, yakni Ibu Palupi Sri Wijayanti dan Ibu Stevi Natalia. Dengan demikian, tim akan agendakan pertemuan bersama kedua rekan tersebut secara online untuk mendiskusikan materi restruktur manuskrip pada hari ini.
“Kita percaya bahwa di dalam komunitas BPI, para awardee memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh awardee lainnya. Untuk itu, sekiranya kesempatan pengabdian ini menjadi pemantik yang mengerahkan awardee lainnya dalam berbagi informasi, pengetahuan, pengalaman, maupun keterampilan yang bermanfaat guna mendukung percepatan studi dan pengembangan diri para awardee untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang kian berkualitas,” tambah Marleni.
Mengakhiri sesi latihan dan diskusi, salah satu peserta, Ibu Meita Lesmiaty Khasyar membacakan pantun “Main bola di akhir pekan, atur stamina supaya sakti. Terima kasih kami sampaikan, untuk coach Jusuf yang baik hati. Nyihaneut minum Bajigur, singgah sebentar di warung Ami. Terima kasih Kang Jusuf Blegur, sudah ikhlas membimbing kami,” dan acara ditutup dengan foto bersama.
Kabar dari Perancis (21)Les Journées européennes du patrimoine 5Hari Warisan Peninggalan Budaya Eropa1984-2023 (Perayaan 40 Tahun Kesuksesan Program)
07 Dec 2023 • Humas UPI
Oleh : Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis)
Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)
Asal Usul Hari Warisan Budaya Eropa
Hari warisan Budaya yang asal mulanya disebut Hari Gelar Monumen Bersejarah diselenggarakan pertama kalinya di Perancis pada tahun 1984 bertujuan untuk menunjukkan kepada sebanyak mungkin orang Perancis akan kekayaan warisan budaya Perancis, atas inisiatif Menteri Kebudayaan Perancis saat itu, Jack Lang. Di bawah kepemimpinan François Mitterrand dan kemudian Jacques Chirac, Jack Lang beberapa kali menjadi menteri di pemerintahan dan beberapa kali menjabat Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Nasional, serta menjadi juru bicara pemerintah. Peristiwa monumental lainnya adalah saat peluncuran Fête de la Musique (Pesta Musik untuk semua artis dan musisi bermain musik di jalanan yang dirayakan setiap tanggal 21 Juni dan semua orang bebas main bermusik dan dinikmati oleh semua orang). Pada tahun 2013, ia mendirikan dan diangkat menjadi presiden Institut Dunia Arab (l’Institut du monde arabe).
“Journées portes ouvertes dans les monuments historiques” atau “Hari Gelar Monumen Bersejarah” dengan cepat meraih kesuksesan, dan sejak tahun 1991, Dewan Eropa menetapkannya menjadi “Hari Warisan Budaya Eropa”. Semua orang tanpa terkecuali di Eropa (syaratnya hanya harus bersedia untuk mengantre lama) dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berarsitektur megah dan kaya akan karya seni yang tak terhingga nilainya. Selain mengunjungi tempat-tempat bersejarah ini, diselenggarakan juga acara budaya yang lain, misalnya pertunjukan teater di suatu tempat atau pertunjukan konser musik tradisional.
Suksesnya Hari Warisan Budaya ini telah mendorong negara-negara lain dan sekarang program ini diikuti oleh 50 negara lainnya yang mengikuti jejak Perancis yang menawarkan pada jutaan warganya untuk berkesempatan mengunjungi tempat-tempat turistik dan atau bersejarah yang kaya akan budaya, termasuk tempat-tempat yang biasanya tidak terbuka untuk umum, misalnya tempat tinggal resmi Presiden Perancis di l’Elysee. Selama dua hari, pengunjung dapat menjelajahi tempat-tempat simbolis, kastil, bangunan keagamaan atau militer, warisan pedesaan, taman atau hutan yang luar biasa, secara gratis atau dengan tarif tertentu. Banyak juga pemilik pribadi mengambil bagian dalam kesempatan ini dengan membuka gerbang rumah mereka, kantor mereka, pabrik mereka untuk ditontonkan pada masyarakat luas tanpa terkecuali.
Hari Warisan Budaya Eropa 2023 (Inggris: European Heritage Days)
Sehubungan dengan Olympiade dan Paralympiade yang akan diselenggarakan di Paris pada tahun 2024, warisan olahraga akan ditonjolkan dengan kunjungan tematik ke infrastruktur yang didedikasikan untuk kegiatan olahraga (stadion, arena pacuan kuda, kolam renang, dll.) atau bahkan menggabungkan seni dan olahraga.
Kita bisa menemukan jadwal-jadwal kunjungan di setiap wilayah di website resmi Heritage Days. (https://journeesdupatrimoine.culture.gouv.fr/programme#/[email protected],3.5111403,5.00)
Pada European Heritage Days atau Journées européennes du patrimoine edisi ke-40 tahun ini program Warisan budaya terbuka ini diluncurkan pada tanggal 6 September 2023 oleh Direktorat Informasi Hukum dan Administrasi (Perdana Menteri), dan diisi dengan konser, pertunjukan teater, pemutaran film, lokakarya menulis dan menggambar, kegiatan lainnya seputar warisan karya budaya… Hari Warisan Budaya ini adalah saat untuk menemukan keragaman warisan Perancis dan juga warisan Eropa, yang biasanya tertutup untuk umum. Untuk edisi ke-40, acara tersebut telah berlangsung pada tanggal 16 dan 17 September 2023.
Tema Hari Warisan Eropa tahun 2023 adalah “Warisan Budaya Hidup (non-material)” dan “Warisan Olahraga”.
Tema warisan budaya hidup ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun Konvensi UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya non-benda (ICH: Intagible Cultural Heritage/ dalam bahasa Perancis : PCI =Le Patrimoine culturel immatériel ) yang diadopsi pada tanggal 17 Oktober 2003, yang bertujuan untuk melindungi warisan budaya demi mendorong dialog antarkelompok masyarakat yang berbeda, keanekaragaman budaya dan kreativitas manusia.
Setiap daerah menawarkan program tematik, dengan atau tanpa syarat. Reservasi atau pendaftaran dilakukan langsung di website tempat yang ingin kita kunjungi.
Untuk mengetahu program yang diselenggarakan di suatu wilayah baik di Perancis maupun di Eropa, kita dapat melihat peta interaktif di website European Heritage Days dengan klasifikasinya :
berdasarkan tanggal, wilayah geografis, tema: partisipasi pertama, pembukaan istimewa, hal yang kita sukai (favorit), penonton yang tak terlalu banyak, warisan hidup, warisan olahraga;
menurut jenis acara: hiburan untuk penonton muda, lokakarya/demonstrasi/pengetahuan, sirkuit, konser, pameran, penggalian arkeologi, proyeksi, pertunjukan, konferensi, kunjungan gratis dll.
menurut jenis tempat bangunan: kastil, gedung peringatan, gedung rumah sakit, gedung industri, gedung maritim, gedung militer, tempat keagamaan, ruang terbuka (espace naturel), taman, kebun, tempat pertunjukan, rumah orang terkenal…
biaya masuk : gratis, tarif preferensial (tarif dengan diskon), dengan reservasi;
berdasarkan aksesibilitas disabilitas (cacat atau tidak): cacat pendengaran, penglihatan, motorik, psikologis, bahasa isyarat.
Mulai Jumat, 15 September 2023, anak-anak sekolah dapat mengikuti kegiatan “« Levez les yeux ! » Lihat ke atas! » bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olahraga (le ministère de l’Éducation nationale, de la Jeunesse et des Sports). Kegiatan ”Levez les yeux!” ini ditujukan untuk siswa taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas yang memungkinkan mereka menemukan atau menemukan kembali warisan daerah mereka. Mereka juga berkesempatan untuk bertemu dengan para profesional warisan budaya untuk mengenali pengetahuan dan keahlian mereka.
Dengan demikian, negara Perancis adalah negara yang mengutamakan ketransparanan di segala bidang. Semua warganya memiliki hak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan memiliki hak untuk dapat menikmati dan mengetahui kebesaran karya nenek moyang mereka. Warisan budaya (material dan non-material) diharapkan dapat dinikmati oleh semua orang tanpa terkecuali. Dibukanya banyak tempat megah yang bernilai artistik tak terhingga pada kesempatan ini adalah untuk menunjukkan pada masyarakat luas Bahwa mereka adalah pewaris dari semua keindahan ini, semua hasil budaya artis nenek moyang orang Perancis. Keterampilan mereka mungkin bisa ditiru untuk supaya generasi sekarang selain pandai melestarikan peninggalan Hasil budaya negara ini tetapi juga bisa berkarya. Karya budaya bisa dinikmati semua orang tanpa kecuali. Negara Perancis adalah milik warganya dan mereka tidak perlu menjadi seorang VIP untuk menikmatinya.
Sumber:
Journées européennes du patrimoine 16 et 17 septembre 2023
Ministère chargé de la culture et de la communication
Ministère de la Culture : Journées européennes du patrimoine 16 et 17 septembre 2023
Jakarta – Dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Cricket yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta bekerja sama dengan Persatuan Cricket Indonesia (PCI) pada tanggal 20-23 November 2023 di Lapangan Cibubur, Jakarta, tim cricket Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan. Tim Putra dan tim Putri UPI berhasil meraih juara 3.
Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras, latihan intensif, dan semangat tim yang tinggi dari kedua kategori. Tim Putra dan Tim Putri UPI menunjukkan kompetensi mereka dalam menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai universitas lain yang turut serta dalam kejuaraan ini.
Keberhasilan ini tidak hanya menandakan prestasi individu para pemain, tetapi juga hasil kerja sama tim yang solid dan strategi permainan yang efektif. Para atlet dan pelatih UPI telah menunjukkan dedikasi yang besar dalam mempersiapkan diri untuk kejuaraan ini, yang terbukti dari hasil yang sangat memuaskan.
Kejuaraan Nasional Cricket ini merupakan salah satu ajang olahraga tingkat nasional yang sangat dihormati dan menjadi barometer penting dalam mengukur kemampuan dan potensi atlet di Indonesia.
Prestasi ini menjadi salah satu kebanggaan UPI dengan pencapaian yang diraih oleh tim cricketnya dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet dan mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi mereka di berbagai bidang. UPI berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan talenta olahraga di kalangan mahasiswanya, serta berupaya memberikan kontribusi positif pada pengembangan olahraga nasional.
UPI Raih Prestasi Membanggakan di Kejurnas Teqball 2023
07 Dec 2023 • Humas UPI
Jakarta – Kejuaraan Nasional Teqball 2023 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (PP. POTSI) pada 4-6 Desember 2023 di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Teqball, yang merupakan olahraga kombinasi antara sepak bola dan tenis meja, semakin menarik minat dan menjadi platform bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Sejumlah mahasiswa UPI menunjukkan bakat dan kemampuan mereka yang luar biasa dalam kompetisi ini. Siti Nursaba (2108935) dari Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) dan Sintya Hollifah (2106333) PKO meraih Juara 2 Beregu Putri. Tak ketinggalan, Arin Eka Putri (2104015) dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) juga menorehkan prestasi ganda dengan meraih Juara 2 Beregu Putri dan Juara 2 Ganda Putri.
Di kategori putra, Mochamad Wisnu Aziz (2301181) dari PJKR dan Muhammad Gheffran (2307548) dari Program Olahraga/Pascasarjana, berhasil meraih Juara 3 Beregu Putra. Selain itu, Saepuloh (1703084) dari PJKR juga berhasil memenangkan Juara 2 Single Putra.
Prestasi para atlet ini juga tidak lepas dari peran penting pelatih mereka, Salman, yang merupakan dosen di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI. Dedikasi dan pelatihan yang diberikan oleh Salman turut berkontribusi dalam kesuksesan tim.
Kejurnas Teqball 2023 menjadi momen yang membuktikan bahwa UPI tidak hanya unggul dalam bidang akademis tetapi juga dalam prestasi olahraga. Universitas berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.