English
Indonesia

Menyelami Kearifan Lokal Indonesia : Prof. Dr. Yulianeta sampaikan kuliah umum di Busan University of Foreign Studies 

26 Nov 2023 • Humas UPI

Busan, 14 November — Busan University of Foreign Studies (BUFS) menjadi saksi kegiatan kuliah umum yang mengangkat tema “Local Wisdom in Learning Indonesian as Foreign Language.” Kegiatan yang berlangsung memperoleh apresiasi tinggi dari mahasiswa Korea yang berpartisipasi.

Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., seorang ahli sastra serta Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dari Program Studi Magister Pendidikan BIPA dan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi narasumber dalam acara tersebut. Dengan penuh semangat dan keahlian akademisnya, Prof. Dr. Yulianeta menyajikan materi secara menarik dan interaktif, membawa mahasiswa dalam perjalanan mendalam ke dalam kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari mahasiswa Korea di BUFS, yang menunjukkan minat dan keinginan untuk lebih memahami bahasa dan budaya Indonesia. Mereka memberikan tanggapan positif terhadap pendekatan pengajaran yang unik dan berfokus pada kearifan lokal. Prof. Yulianeta memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana kekayaan budaya Indonesia dapat diintegrasikan ke dalam belajar bahasa Indonesia, menciptakan pengalaman belajar yang berkesan dan bermakna.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa aktif berpartisipasi dengan mengajukan pertanyaan dan berdiskusi tentang berbagai aspek kehidupan dan budaya Indonesia. Prof. Yulianeta dengan lengkap menjawab setiap pertanyaan, memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kearifan lokal dan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Indonesia.

Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk mendalami Bahasa Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperkaya pemahaman budaya antara Indonesia dan Korea. Pertukaran gagasan antara narasumber dan mahasiswa menciptakan suasana yang penuh inspirasi dan memotivasi untuk lebih mendalami bahasa dan budaya asing.

Dengan keberhasilan kegiatan ini, BUFS dan UPI berharap dapat melanjutkan kerja sama dalam program-program serupa di masa depan. Kedua institusi berkomitmen untuk terus mendukung pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya guna memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di tingkat internasional.

Melalui kegiatan ini, BUFS dan UPI membangun jalinan kerja sama yang erat, menjembatani antara dua negara melalui kecintaan terhadap bahasa dan budaya. Diharapkan, acara seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk menjelajahi lebih dalam potensi kolaborasi di bidang pendidikan antarbangsa.

Prof. Dr. Yulianeta Mengenalkan Sastra Anak Indonesia ke Panggung Dunia: Inspirasi dalam The World Bang Jung Hwan Conference

26 Nov 2023 • Humas UPI

Seoul, Korea – Dalam merayakan 100 tahun Deklarasi Pembebasan Anak-anak, Prof. Dr. Yulianeta dari Universitas Pendidikan Indonesia menandai kehadiran Indonesia sebagai salah satu narasumber  dalam The World Bang Jung Hwan Conference (WBJHC). Acara ini memperingati warisan Bang Jung-hwan, pionir gerakan hak anak-anak di Korea, yang memperjuangkan kebahagiaan dan kesehatan anak-anak sebagai elemen tak terpisahkan dari identitas nasional.

Deklarasi Pembebasan Anak-anak pada 1923 menjadi tonggak penting, mengubah paradigma bahwa anak-anak bukanlah milik, tetapi individu yang utuh yang wajib dihormati dan dilindungi dari segala bentuk pemaksaan atau eksploitasi. WBJHC, dihadiri oleh perwakilan dari  berbagai negara, menjadi panggung berharga bagi penulis sastra anak, storyteller, dan peneliti untuk berbagi pandangan, bukan hanya dari Asia, tetapi juga Eropa dan Timur Tengah.

Prof. Dr. Yulianeta, sebagai narasumber undangan, menghadirkan wawasan berharga tentang sastra anak di Indonesia sebagai kontribusi tak terpisahkan dari sastra dunia. Dalam berbagai diskusi mengenai masa depan anak-anak, Prof. Yulianeta dengan semangatnya menyoroti pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai bagian integral dari pendidikan anak-anak. “Sastra anak bukan hanya sekadar cerita; itu juga cermin identitas dan pandangan hidup,” ungkap Prof. Yulianeta.

Keberagaman pandangan semakin diperkaya oleh kehadiran tokoh internasional, seperti Christian Raabe dari Munich International Library for Children and Youth, Prof. Martha Mary Sherwood dari Reading University UK, dan Hans Laurens, Presiden International Storyteller and Association dari Denmark. Diskusi ini memberikan pemahaman mendalam tentang sastra anak dan kompleksitas perlindungan anak-anak di era globalisasi.

Bang Eun Soo dari Seoul National University, Carlo Venson B. Pena dari Filipina, Dr. Yousif ash Nasaba, International Storyteller dari Bahrain, Prof. Nguyen Ngoc Tuyen dari Da Nang University of Foreign Studies, Prof. Battsetseg P. dari Ulaanbaatar Hure University, Mongolia, dan Jun So Young dari Korean Association of Children Literature turut memberikan warna dalam konferensi ini.

WBJHC juga melibatkan pemakalah pendamping dari berbagai universitas dan komunitas sastra anak di seluruh dunia, terutama Korea. Konferensi ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran, melainkan juga sarana inspiratif untuk berbagi. Keberagaman pemikiran dan pandangan di WBJHC menjadi bukti sukses dalam merayakan nama besar Bang Jung Hwan di Korea, menghormati pionir sastra anak dan hak anak, serta merayakan semangat bersama menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.

Prof. Dr. Yulianeta membuktikan bahwa kehadiran Indonesia dalam arena internasional tidak hanya sebagai penonton tetapi turut bergerak dalam pengembangan sastra anak global. Sastra anak menjadi alat integral dalam memahami identitas anak-anak di seluruh dunia, mempersatukan keberagaman budaya untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah.

Dosen UPI Lakukan Pertukaran Budaya Indonesia-Thailand di Maejo University

25 Nov 2023 • Humas UPI

Pertukaran budaya mempererat kerja sama antar kedua negara. Pada Selasa, 22 November 2023 sejumlah dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Prof. Dr. Sumiyadi, M.Hum. dan Prof.Dr. Yeti Mulyati, M.Pd. serta Prodi Magister Pendidikan BIPA Sekolah Pascasarjana UPI yaitu Dr. Nuny Sulistiany Idris, M.Pd. dan Dr. Suci Sundusiah, M.Pd. mempresentasikan bagaimana Indonesia dan Thailand memiliki banyak kesamaan. Dalam presentasinya, Dr. Nuny Sulistiany Idris, M.Pd. menjelaskan kesamaan dalam hal kultur antara Indonesia dan Thailand dapat dijadikan sarana untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Untuk menguatkan, Prof. Dr. Sumiyadi, M.Hum. membandingkan karya sastra Indonesia dan Thailand dapat menjadi diplomasi budaya yang menguatkan hubungan antar bangsa.

Sementara itu, dari pihak Maejo University, menampilkan bagaimana budaya dan bangsa Thailand memiliki keunikan yang menjadi ciri khas. Salah satu nya Dr. Kulaya dari Maejo University menyampaikan tentang budaya dan negara Thailand, sementara tim dosen lainnya menyajikan presentasi pembuatan parfum traditional Thailand.

Sebagai bentuk jalinan kerja sama kedua kampus menandatangani MoA di bidang Tri Dharma Perguruan tinggi untuk program Visiting Lecturer, penelitian kolaborasi, publikasi bersama, pertukaran mahasiswa, serta magang mahasiswa. Setelah kegiatan FGD, dosen-dosen UPI juga memperkenalkan bahasa Indonesia kepada mahasiswa MJU pada sesi workshop.

Badan Pengkajian MPRRI dan UPI Selenggarakan FGD “Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia”

22 Nov 2023 • Humas UPI

Universitas Pendidikan Indonesia bekerja sama dengan Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia” di Grand Hotel Preanger Bandung 16 November 2023. Kerjasama yang diinisiasi oleh Pusat Kajian dan Pengembangan Kebijakan Publik, Inovasi Pendidikan, dan Pendidikan Kedamaian LPPM UPI tersebut dalam bentuk penulisan jurnal Majelis Badan Pengkajian MPR RI, yang ditulis oleh sepuluh orang akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia. 

Dalam pengantar FGD, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, M.S dari Pimpinan BK MPR menyampaikan bahwa tujuan dilakukan penulisan jurnal dan FGD tersebut adalah untuk menghimpun masukan-masukan dari para akademisi/pakar terkait dengan tema yang dikaji, sehingga dapat berkontribusi bagi penguatan sistem demokrasi Indonesia. Sementara itu, Ketua Badan Pengkajian MPR, Drs. Djarot Saiful Hidayat, M.Si., menegaskan bahwa penentuan akademisi UPI sebagai penulis untuk jurnal Majelis BP MPR, karena UPI memiliki pengalaman dan reputasi yang sangat baik serta menjadi rujukan khususnya terkait dengan pendidikan. 

Sementara itu, dari pihak Universitas Pendidikan Indonesia, turut menyampaikan sambutan adalah Wakil Rektor UPI bidang Riset, Usaha dan Kerjasama, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.A., M.Pd, yang dalam kegiatan FGD tersebut bertindak sebagai Reviewer bersama dengan Ketua LPPM UPI, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. Dalam sambutannya, Prof. Bunyamin atas nama pimpinan UPI menyampaikan apresiasi kepada BP MPR atas kepercayaan yang diberikan kepada UPI melalui LPPM untuk penulisan artikel jurnal yang akan diterbitkan oleh BP MPR RI pada tahun 2023. 

Dalam FGD tersebut hadir empat orang pimpinan dan anggota BP MPR, yakni Drs. Djarot Saiful Hidayat, MS., Dr. Tr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP., M.Si, Ajbar, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc., dan Ferdiansyah, S.E., M.M. Masing-masing memberikan masukan konstruktif terkait materi artikel yang ditulis oleh 13 orang akademisi dari UPI, yakni : (1) Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.I.P., S.A.P,, S.H. M.H., M.Si, (2) Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si, (3) Prof. Dr. Sapriya, M.Ed & Dr. Asep Mahpudz, (4) Prof. Dr. Endang Danial, Ar., M.Pd., M.Si, (5) Prof. Dr. Rahmat, M.Si & Dr. Sri Wahyuni Tanshzil, M.Pd., (6) Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum., (7) Prof. Dr. Suwatno, M.Si, (8) Dr. Syaifullah, M.Si., (9) Dr. Leni Anggraeni, M.Pd.,(10) Drs. Andi Suwirta, M.Hum & Prof. Dr. Didin Saripudin, M.Si, yang masing-masing menyampaikan pemaparan terkait materi artikel yang akan dimuat dan diterbitkan oleh Biro Pengkajian Sekretariat Jenderal MPR Republik Indonesia pada tahun 2023. 

FGD berlangsung hangat dan menarik, karena perspektif masing-masing penulis cukup beragam dalam menganalisis penguatan sistem demokrasi Indonesia, antara perspektif politik, sejarah, pendidikan, bahkan komparasi pemilu di negara kita dengan di Malaysia. Terlebih materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi kekinian terkait praktek demokrasi Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks pemilihan umum. Melalui penguatan sistem demokrasi Indonesia diharapkan mandat ideologi Pancasila bahwa Indonesia diarahkan pada sila keempat, yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan” dalam mencapai “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. 

Kelurahan Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia UPI 2.0 Menyalurkan Donasi Peduli Palestina

22 Nov 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI – Konflik yang kini terjadi di Palestina menggugah rasa kemanusiaan. Dikutip dari The Palestinian Ministry of Health sejak tanggal 7 Oktober hingga 21 November 2023 sekitar 12.700 korban meninggal dunia dan warga lainnya mengalami krisis bahan pokok. Peristiwa ini tentu menggerakkan sisi kemanusiaan kita untuk saling menolong, tak terkecuali bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 UPI yang berstatus sebagai Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) telah membuka donasi peduli Palestina pada tanggal 4—17 November 2023.

Komunitas BPI UPI ini terdiri dari mahasiswa S1, S2, dan S3 UPI yang menerima Beasiswa Pendidikan Indonesia dari Kemendikbudristek. Kelurahan BPI UPI mempunyai program aksi kemanusiaan yang dinamakan BPI UPI Peduli dikelola oleh Divisi Sosial Agama, selain peduli Palestina, sebelumnya telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial lainnya ke panti asuhan, tanggap bencana, dan donasi yang bersifat internal untuk Awardee yang terkena musibah, sakit, atau kemalangan.

Dari aksi peduli palestina ini telah terkumpul donasi sebesar Rp11.129.809. Penyaluran donasi diwakilkan oleh Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., selaku Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI dan Dewan Pembina BPI UPI kepada Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) yang diwakilkan oleh Rio Hidayat, selaku Staf Media dan Digital KNRP Jawa Barat pada hari Selasa, (21/11/2023) di Ruang Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI, Kota Bandung.

Hadir pula dalam pertemuan ini dari pihak Kelurahan BPI UPI 2.0 yaitu Piki S. Pernantah, S.Pd., M.Pd. (Lurah BPI UPI 2.0); Marleni, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris Kelurahan); Sandra Arhesa, S.Si., M.Pd. AIFO-P (Kepala Divisi Sosial Keagamaan); Sardin Salira, S.Pd., M.Pd. (Kepala Divisi Olah Raga Seni dan Budaya); Muhammad Tusam, S.Pd. (Anggota Divisi Sosial Agama).

Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., menegaskan bahwa apa yang terjadi di Palestina saat ini merupakan tragedi kemanusiaan, “Ini merupakan donasi dari teman-teman yang peduli terhadap nasib saudara kita di Palestina, perjuangan kita berpihak pada kemanusiaan,” ujarnya. Lebih lanjut beliau mengapresiasi aksi peduli Palestina ini merupakan hal yang sangat bernilai, “Kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyampaikan donasi ini jangan melihat besar kecilnya, tetapi kepedulian kita.”

(Safira Arum Nisa/Kelurahan BPI UPI 2.0)

Pencarian