English
Indonesia

“Bahaswara” Gagasan yang Mengantarkan Mahasiswa UPI Raih Pendanaan PKM-VGK 2023

26 Oct 2023 • Humas UPI

Bandung – Bahasa daerah merupakan harta berharga yang membentuk identitas budaya bangsa Indonesia. Namun, di tengah gejala globalisasi dan modernisasi, banyak bahasa daerah di Indonesia yang menghadapi ancaman kepunahan. Berdasarkan data, lebih dari 700 bahasa daerah di Indonesia berada dalam bahaya punah, dan 139 di antaranya bahkan telah dinyatakan punah. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama ketika banyak generasi muda merasa gengsi atau malu untuk menggunakan bahasa daerah, percaya bahwa bahasa tersebut dianggap “kuno” atau tidak relevan di lingkungan yang lebih “modern” atau “internasional.”

Dalam konteks kondisi eksistensi bahasa daerah yang semakin kritis, sebuah tim mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia yang terdiri dari Niken Vintang Erdwiyana, Mohammad Nazwan Nurrohman, Arridho Alnajmuzzaki Farhan, Muhammad Raja Zahran Fadillah, serta mahasiswa dari Pendidikan Bisnis, Deswa Putri Lerian, menciptakan sebuah gagasan inovatif yang diharapkan dapat memperkuat dan melestarikan bahasa daerah. “Bahaswara” merupakan ruang komunikasi digital berupa aplikasi sosial media edukasi bahasa daerah yang memanfaatkan teknologi untuk mempertemukan individu dengan ketertarikan bahasa daerah yang sama untuk Meningkatkan Eksistensi Bahasa Daerah di Era Modernisasi.

Aplikasi “Bahaswara” menjadi jembatan yang memungkinkan dua individu untuk berbicara dalam bahasa daerah mereka melalui percakapan dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence. Dalam lingkungan yang lebih modern, “Bahaswara” memberi pengguna peluang untuk belajar, berlatih, dan mengajarkan bahasa daerah kepada pengguna lain. Konsep ini didasarkan pada Interaksi Hypothesis, sebuah teori dalam psikolinguistik yang mengatakan bahwa interaksi sosial dalam bahasa sasaran adalah cara yang efektif untuk belajar bahasa.

PKM-VGK “Bahaswara” telah mencapai beberapa tonggak penting dalam pengembangannya. Tim telah mendapatkan pendanaan sebesar Rp. 6.500.000,00 untuk merealisasikan ide dalam bentuk Video Gagasan Konstruktif. Video Gagasan Konstruktif sementara bahaswara sudah diunggah di kanal YouTube Bahaswara. Tim “Bahaswara” percaya bahwa upaya preventif dengan memaksimalkan peran teknologi dan pendidikan dapat membantu melestarikan bahasa daerah, menjaga kekayaan budaya bangsa, dan memastikan bahwa bahasa daerah tetap eksis di tengah tantangan zaman.

“Bahaswara” terus mengambil langkah menuju kesuksesan, dan melalui kolaborasi, inovasi, dan dedikasi tim, mereka berharap dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga bahasa daerah Indonesia tetap hidup dan berkelanjutan.

Ada pun media sosial bahaswara terdiri dari Kanal YouTube Bahaswara, Instagram dengan nama pengguna @bahaswara.id, TikTok dengan nama pengguna @bahaswara

Mari ikuti “Bahaswara” di media sosial untuk melihat konten edukasi tentang bahasa daerah dan budaya, serta promosi pelaksanaan Video Gagasan Konstruktif.

(Niken Vintang Erdwiyana)

Sosialisasi Pendidikan Seks melalui lagu dan gerakan untuk Siswa/i SD di Kecamatan Pagerageung

25 Oct 2023 • Humas UPI

Pendidikan seksual merupakan cara pengajaran atau pendidikan yang dapat menolong remaja untuk mengatasi masalah yang bersumber pada dorongan seksual (Leung et al., 2018). Sedangkan pada teori gender pendidikan sex lebih menekankan kepada perkembangan aspek biologis dan komposisi kimia dalam tubuh seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka studi gender lebih menekankan kepada perkembangan aspek maskulinitas dan femininitas seseorang (Marzuki, M., 2007). Pendidikan seks yang dilakukan masih digabung pada beberapa program dan dirasa masih belum optimal dalam pelaksanaannya serta masih banyak juga masyarakat yang belum mengetahui dan masih menganggap tabu. Padahal pengajaran tentang hal itu perlu disampaikan kepada anak dari sedini mungkin sebagai tindakan awal untuk mengurangi resiko tingginya tingkat pernikahan usia dini karena kurangnya edukasi yang diberikan. Maka dari itu, setelah proses pengambilan data yang dilakukan, tim SHOATS memutuskan untuk melakukan implementasi dari program yang telah kami canangkan.

Pada hari Sabtu, 30 September 2023, tim PKM-RSH SHOATS UPI Kampus Tasikmalaya telah melaksanakan kegiatan implementasi sosialisasi pendidikan seks melalui lagu dan gerakan dengan dibarengi edukasi tentang organ reproduksi sebagai bentuk luaran sekunder dan dukungan terhadap pencapaian tujuan ke-4 Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yaitu Pendidikan Berkualitas. Kegiatan ini dilakukan di tiga sekolah di wilayah Pagerageung, yaitu SDN Pager Jaya, SDN Nanggewer, dan SDN Sukapada.

Kami, Tim PKM-RSH UPI Kampus Tasikmalaya dengan judul “Menuju desa berkualitas: studi kasus pernikahan usia dini dan pola pendidikan seks di kecamatan Pagerageung” berhasil mendapatkan sambutan yang sangat baik dari ketiga sekolah tersebut. Baik pihak siswa maupun guru di ketiga sekolah menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan ini. Dengan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan upaya menuju desa berkualitas, khususnya dalam mengatasi pernikahan usia dini dan meningkatkan pola pendidikan seks, dapat terus ditingkatkan dan memberikan dampak positif yang lebih luas. Pihak guru menyambut baik inisiatif dari tim PKM-RSH UPI Kampus Tasikmalaya dalam memberikan pendidikan seks kepada para siswa meskipun kegiatan tersebut baru kami laksanakan ke kelas enam SD saja. Mereka mengakui pentingnya pengetahuan ini sebagai bagian dari pendidikan yang holistik. Para guru memberikan dukungan penuh terhadap implementasi melalui lagu dan gerakan dengan dibarengi edukasi tentang organ reproduksi ini dan mengapresiasi upaya tim dalam menyajikan materi yang tepat dan informatif. Salah satu guru dari SDN Sukapada menyebutkan bahwa: “Kegiatan seperti ini memang perlu dilakukan secara rutin untuk mematangkan materi dari mata pelajaran IPA, selain itu untuk metodenya sudah tepat karena anak-anak memang jika diberikan lagu disertai hafalan akan mudah untuk mengingatnya.” tutur Ibu Nuri.

Sementara itu, respon dari siswa-siswa sangat positif. Mereka menyambut materi ini dengan antusiasme dan tertarik untuk memahami lebih dalam mengenai pendidikan seks. Banyak dari mereka memberikan umpan balik positif terkait kejelasan dan keterbacaan poster, serta apresiasi terhadap inisiatif untuk memberikan pendidikan seks di lingkungan sekolah. Selain itu, kami juga memberikan reward kepada Siswa/i yang aktif bertanya dah mereka sangat merasa senang. Salah satu siswa berharap bahwa program ini sebaiknya berkelanjutan. Seorang siswa berkata: “Ibu, sering-sering kesini yaa, nanti kita nyanyi bareng lagi dan kita belajar lagi buuu” tutur Rahma dari kelas 6 SDN Sukapada.

Dengan suksesnya kegiatan implementasi ini, diharapkan Siswa/i pada ketiga sekolah tersebut akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pendidikan seks, yang pada gilirannya akan membantu dalam mencapai tujuan SDGs ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayah sekitarnya untuk melakukan upaya serupa demi peningkatan mutu pendidikan.

Demikian berita acara ini kami buat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Semoga hasil dari penelitian ini dapat terus berguna dalam pengembangan program pendidikan seks yang lebih komprehensif di wilayah ini dan membantu mengurangi angka pernikahan usia dini yang tidak diinginkan.

Program Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan PKM tentang pemanfaatan teknologi dalam eksperimen fisika

25 Oct 2023 • Humas UPI

Peserta offline PKM beserta dosen di BBGP Jawa Barat

Pesatnya perkembangan teknologi telah menciptakan perubahan signifikan di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Saat ini, hampir sebagian besar siswa memiliki perangkat seluler yang bisa mengakses informasi, belajar, dan berkomunikasi secara lebih efisien daripada sebelumnya. Hal ini telah mengubah lanskap pendidikan dengan memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel dan terjangkau. Siswa dapat mengakses sumber daya pendidikan secara daring, berpartisipasi dalam kursus daring, bahkan berkolaborasi dengan sesama siswa di seluruh dunia. Teknologi juga telah mengubah bagaimana guru memberikan materi pelajaran dan memfasilitasi proses belajar, mendorong inovasi dalam pembelajaran.

Sejalan dengan hal tersebut, kurikulum Pendidikan saat ini, Kurikulum Merdeka, memberikan lebih banyak kebebasan kepada guru dalam merancang dan melaksanakan kurikulum. Hal ini memungkinkan guru untuk lebih mandiri dalam memilih metode pengajaran dan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Kurikulum memainkan peran penting dalam pengaturan dan membentuk pengalaman pembelajaran siswa dalam berbagai mata pelajaran termasuk fisika. Pembelajaran fisika mencakup konsep-konsep fisika, teori, eksperimen, dan aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Eksperimen fisika memungkinkan pemahaman konsep siswa menjadi lebih kuat. Eksperimen yang menarik dan inovatif dapat meningkatkan daya tarik pelajaran fisika dan memotivasi siswa untuk belajar lebih dalam tentang subjek tersebut.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan kepada guru-guru fisika di Indonesia, pelatihan alat-alat laboratorium adalah jawaban terbanyak mengenai kebutuhan guru fisika saat ini menghubungkan kebutuhan guru dengan perkembangan teknologi, workshop penggunaan software berbasis teknologi sebagai pendukung eksperimen bagi guru fisika adalah solusi yang ditawarkan oleh prodi magister Pendidikan fisika Universitas Pendidikan Indonesia dalam rangka acara PKM.

Kegiatan PKM ini bekerjasama dengan MGMP fisika kota Bandung dan SEAMEO QITEP in science yang dilaksanakan secara online dan offline pada tanggal 29-30 September dan 7 oktober 2023. Menurut ketua MGMP fisika kota Bandung, bapak Asep Suryanto, S.Pd., menyatakan bahwa tema kegiatan PKM yang dilaksanakan sangat sesuai dengan kebutuhan para guru fisika SMA. Kegiatan ini dibuka dan ditutup secara resmi oleh Ketua Prodi Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia, bapak Dr. Achmad Samsudin, S.Pd., M.Pd. Beliau menyatakan bahwa workshop ini membuka kesempatan bagi bapak/ibu guru fisika untuk memperdalam pemanfaatan teknologi dalam ekseprimen fisika. Dosen pembicara pada kegiatan online hari pertama tanggal 29 September 2023 adalah ibu Dr. Ika Mustika Sari, S.Pd., M.PFis. dan bapak Prof. Dr. Andi Suhandi, S. Pd., M. Si. Kegiatan pada hari pertama ini membahas tiga buah software pendukung eksperimen guru fisika dan gambaran LKPD secara umum. Tiga software tersebut adalah PhET, phyphox dan physics toolbox. Kegiatan online dilaksanakan menggunakan fitur zoom meeting dan kegiatan offline berlokasi di BBGP jawa barat.

Narasumber Kegiatan offline di hari kedua pada tanggal 30 september 2023 adalah ibu Dr. Selly Feranie, S.Pd., M.Si., bapak Drs. Dedi Sasmita, M.Si. dan bapak Dr. Ahmad Aminudin, S.Si., M.Si. Masing-masing narasumber memaparkan satu software beserta cara pembuatan LKPD nya. Pada kegiatan ini, guru peserta diarahkan untuk bisa membuat LKPD virtual laboratory dalam meningkatkan keterampilan proses sains untuk berbagai software pendukung. Selanjutnya peserta diberikan penugasan membuat LKPD sesuai yang diinstruksikan oleh panitia. Hasil rekaman kegiatan offline dibagikan kepada semua guru peserta sehingga masing-masing peserta workshop bisa mempelajari kembali cara membuat LKPD untuk masing-masing software pendukung tersebut.

Hari terakhir tanggal 7 Oktober 2023, peserta dengan LKPD terbaik mempersentasikan hasil LKPD dihadapan semua peserta, panitia, dan dosen secara daring melalui zoom meeting. Berbagai masukan dari dosen diberikan untuk kesempurnaan LKPD guru peserta. “senang sekali mendapat saran dan masukan dari dosen, saya sekarang mampu membuat LKPD dengan konteks yang lebih tajam” tulis salah seorang guru peserta. “konsep pelatihannya sangat baik, bisa mengakomodir yang jauh melalui online, panitianya ramah dan bisa fleksibel dalam pengerjaan LKPD” tutur guru peserta lainnya.

Coruse Goes to Bali for KMI Awards 2023! Inovasi Pengolahan Limbah Ampas Kopi menjadi Pupuk Organik Cair dan Briket karya Mahasiswa UPI akan Mengikuti KMI Expo XIV

25 Oct 2023 • Humas UPI

Kopi adalah salah satu produk populer yang sering dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mengonsumsi kopi menjadi tren pada semua kalangan dan sudah melekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini dibuktikan dengan terus menjamurnya bisnis kedai kopi akibat meningkatnya kegemaran konsumsi kopi tercatat pada Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian konsumsi kopi nasional mencapai sekitar 250.000 ton dan tumbuh 10,54% menjadi 276.000 ton. Sepanjang periode 2016-2021, konsumsi kopi Indonesia diprediksi tumbuh dengan rata-rata 8,22% per tahun. Tentunya pertumbuhan pengkonsumsi kopi tidak bisa dipisahkan dari banyaknya limbah ampas kopi yang dihasilkan. Satu kedai kopi dapat menghasilkan sebanyak 2-5 kg ampas kopi setiap hari nya.

Ampas kopi mempunyai banyak manfaat, terutama bagi tumbuhan, yaitu dapat menambah asupan nitrogen, fosfor dan kalium yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah. Kandungan yang dimiliki ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung mineral, karbohidrat, membantu terlepasnya nitrogen sebagai nutrisi tanaman, dan dapat menyuburkan tanah. Ampas kopi juga memiliki zat organik dengan konsentrasi tinggi dan pH yang tinggi, salah satu aplikasi terbaik dari limbah ampas kopi dengan menjadikannya sebagai bahan bakar. Sumber karbon pada ampas kopi cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar biomassa rumah tangga maupun pabrik ramah lingkungan.

Melihat banyaknya kandungan manfaat yang ada pada ampas kopi, dan limbah ampas kopi akan terus bertambah setiap harinya, maka kami berinovasi untuk membuat bisnis bertema socialpreneur bernama Coruse (Coffee Reuse).Coruse adalah bisnis pengolahan limbah ampas kopi menjadi Coffee Boost atau Pupuk Organik Cair yang ramah lingkungan dan memaksimalkan pemanfaatan akhir ampas kopi sebagai briket dengan nama produk yaitu Cofire.

Coffee Boost yaitu Pupuk Organik Cair (POC) Coruse memiliki keunggulan untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif (akar, batang dan daun) pada tanaman. Coffee Boost hadir untuk membantu mengubah kebiasaan para petani pengguna pupuk kimia dan beralih pada pupuk organik untuk meningkatkan pertanian berkelanjutan. Dengan harga yang murah dan pengaplikasian yang mudah, sudah banyak petani menggunakan Coffee Boost sebagai pupuk untuk tanaman.

Sementara, sisa dari proses tersebut berupa ampas kopi yang akan diolah menjadi sumber energi alternatif ramah lingkungan yaitu briket Cofire. Briket yang dibuat dari ampas kopi memiliki kalor sebesar 5764 cal/g, dan arang kopi 6779 cal/g. Briket ampas kopi memiliki kualitas lebih unggul sebab menghasilkan kadar abu yang lebih sedikit yaitu 2,54% dari normalnya yaitu 8%, mudah untuk dibakar, lebih cepat panas, serta memiliki aroma yang khas dan berbeda dari briket kayu atau arang.

Anda dapat menjumpai produk Coruse pada laman e-commerce Shopee & Tokopedia dengan akun: Coffee Reuse Pupuk dan Briket dan laman Instagram, yaitu @Coruse.id guna meningkatkan brand awareness dan edukasi kepada masyarakat mengenai pertanian berkelanjutan dan energi ramah lingkungan. Coruse berkomitmen membangun pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai sumber energi guna mendukung 7th SDGs Affordable and Clean Energy.

Radio UPI  dan Stanvaste Radio Bahas Sistem dan Pendidikan di Spanyol dalam Siaran Radio

24 Oct 2023 • Humas UPI

Radio Universitas Pendidikan Indonesia (Radio UPI) bekerjasama dengan dengan Stanvaste Radio di Rotterdam, Zuid-Holland, Nederland menyelenggarakan siaran Radio pada Hari Kamis, 19 Oktober 2023. Siaran bersama disampaikan melalui Stanvaste Radio melalui frekuensi siaran 107.9 serta melalui siaran digital melalui laman radio UPI https://radio.upi.edu/

Siaran bersama secara resmi di buka Mr.  Sing selaku Owner dan Penyiar Radio Stanvaste Radio. Siaran Radio difasilitasi oleh 3 orang mahasiswa UPI yaitu Aldila Alviadi, Rini dan Witri mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia. Narasumber siaran bersama yaitu 4 orang mahasiswa Indonesia yang sedang mengikuti perkuliahan di Spanyol diantaranya Michael Tesla yang sekaligus Ketua Perhimpunan Pelajar (PPI) Indonesia di Spanyol, Olivia Rizki Saskia Alqiirah, Melina serta Erin Edward.

Siaran bersama membahas tentang sistem pendidikan dan perkuliah di Spanyol serta pengalaman pendidikan para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Spanyol khususnya terkait dengan kehidupan di spanyol, proses masuk perkuliahan, motivasi kuliah, dukungan keluarga, tips sukses bisa diterima kuliah, persiapan apa saja untuk kuliah, biaya hidup,  penyesuaian atau adaptasi kegiatan sehari-hari, mata kuliah apa saja yang menarik selama kuliah serta tips dan inspirasi apa yang didapat selama kuliah di Spanyol (Yana Setiawan)

Pencarian