Mahasiswa KM 5 UPI Ciptakan Mars untuk SDN Rancagede III
07 Oct 2023 • Humas UPI
Banten, Indonesia 09/06/2023
Mahasiswa PGSD UPI Serang semester 6, yakni Anisa Agustiana telah menciptakan lagu Mars Sekolah di tempat pengabdiannya selama mengikuti program Kampus Mengajar Angkatan 5 Tahun 2023. Selain program kerja peningkatan literasi dan numerasi, motivasi Nisa dalam menciptakan mars terinpirasi dari visi dan misi sekolah tersebut.
Dengan alat yang terbatas ia berhasil menciptakan mars lalu diunggahnya ke laman youtube dan berhasil ditonton lebih dari 500 tayangan.
https://youtu.be/9braM5yBzP8?feature=shared
Respon para guru sangat bangga dan terkesan karena akhirnya sekolah mempunyai mars berkat inovasi dari Nisa. Kesan dari Kepala Sekolah SDN Rancagede III, Padeli, S.Pd. “Terima kasih banyak Anisa, Mars ini nantinya akan jadi kenangan terindah bagi kami”.
Selain menciptakan mars, Anisa dan rekan timnya memiliki program kerja SDGs, yakni ecobrick dengan memanfaatkan sampah plastik dan menjadikannya kursi di ruang perpustakaan.
Nisa berpesan bahwa menjadi mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik dan mengembangkan diri sendiri saja. Oleh karena itu, kita harus berkontribusi dengan mengabdikan diri kita di sekolah dengan penuh totalitas tanpa batas.
Pemberdayaan komunitas kreatif di Tasikmalaya merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Seni Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. PkM ini berjudul “Sosialisasi Model Pertunjukan Seni Wisata Pendidikan bagi Komunitas Kreatif untuk Mendukung Merdeka Belajar di Kabupaten Tasikmalaya”. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 1 s.d. 24 September 2023. Kegiatan PkM ini merupakan salah satu wujud implementasi kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dengan Universitas Pendidikan Indonesia Nomor 130.4/14/Pem/IX/2020 dan Nomor 89/UN40/HK/2020. Sebelum kegiatan PkM berlangsung, Program Studi Pendidikan Seni Sekolah Pasacarjana Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan audiensi dan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan tiga Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan. Kerjasama ini bertujuan untuk mensinergikan dan mengoptimalkan implementasi konsep quadruple helix melalui fungsi dan peran akademisi, pemerintah daerah, komunitas, dan dunia usaha untuk pemajuan kebudayaan dan pengembangan ekonomi kreatif yang diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Pada tanggal 1 September 2023, Tim PkM Prodi Pendidikan Seni SPs UPI yang terdiri dari dosen, mahasiswa S2 dan S3 diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kab. Tasikmalaya, Dr. H. Mohamad Zen, yang didampingi oleh tiga SKPD terkait. Sebelum penandatanganan perjanjian kerjasama, Ketua Prodi Pendidikan Seni SPs UPI memaparkan program penelitian pendidikan seni dan pengabdian kepada masyarakat, serta rencana pengembangan proposal untuk mengakses pendanaan dari Pemerintah Pusat melalui program kedaireka, kemendikbud ristek, dan sumber dana lainnya. Pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan ketertarikannya untuk mengadopsi konsep yang ditawarkan oleh Tim PkM Prodi Pendidikan Seni, dan SKPD terkait siap bekerjasama dengan Tim PkM Prodi Pendidikan Seni UPI. Setelah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Tim PkM berkesempatan juga untuk mengunjungi lokasi yang sedang dikembangkan oleh desa-desa untuk tujuan wisata, antara lain desa Cipakat dan desa Cikunten. Desa Cipakat sedang mengembangkan potensi pertanian dan kulinernya serta wisata air. Desa Cikunten mengembangkan potensi Sungai menjadi wisata mancing. Bagi peminat mancing, bendungan Ciwulan dan Cikunten ini merupakan sungai yang dihuni oleh Ikan Kancra, maka di lokasi bendungan itu dibuat dua patung ikan Kancra berukuran besar oleh seniman Ade Tatang.
Pada tanggal 2 September 2023, dari jam 8.00 sampai jam 16.00, Tim PkM melaksanakan kegiatan workshop dan sosialisasi model pertunjukan seni wisata pendidikan bertepat di Aula SMA Negeri 1 Singaparna, Kab. Tasikmalaya. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Ibu Elis Sulastri, M.Pd. Beliau menyatakan bahwa kegiatan PkM SPs UPI ini seperti gayung bersambut dengan program Bidang Kebudayaan yaitu pembinaan sanggar tari. Dengan tersipu-sipu Ibu Elis Sulastri, M.Pd. mengatakan bahwa beliau adalah alumni Prodi Pendidikan Seni UPI dan merasa senang dikunjungi para guru yang pernah membimbing dan mengajar ketika melanjutkan kuliah di UPI. Ibu Elis mendukung kegiatan komunitas kreatif untuk aktif dan mengikuti arahan para dosen dari UPI. Acara dibuka dengan membunyikan alat musik angklung dan Tari Hihid yang ditampilkan oleh lima siswa SMA Negeri 1 Singaparna.
Selanjutnya, kegiatan sosialisasi model pertunjukan seni wisata pendidikan disajikan dalam dua sesi oleh empat narasumber yang dipandu oleh dua moderator. Sesi pertama adalah pemaparan materi oleh Prof. Dr. Tati Narawati, M.Hum., dan Dr. Rita Milyartini,M.Si, dengan moderator Dr. Reni Haerani, M.Pd. Prof. Narawati membahas tentang “Kearifan Lokal dan Pertunjukan Seni Tradisional dalam Festival.”Dr. Rita Milyartini mendiskusikan “Pendidikan Seni dan Pendidikan Karakter di Masyarakat.”Sesi kedua adalah pemaparan konsep dan praktik seni wisata pendidikan oleh Dr. Agus Ahmad Wakih, M.Sen dan Prof. Juju Masunah, M.Hum. Ph.D, yang dimoderatori oleh Saian Badaruddin, M.Pd. Dr. Agus AW, M.Sen. mensosialisasikan hasil penelitian disertasinya yaitu Angklung Sered Balandongan sebagai media pendidikan karakter dalam pengembangan desa wisata budaya di Tasikmalaya. Kemudian, Prof. Juju memaparkan model seni wisata pendidikan untuk sumber belajar di Kab. Tasikmalaya. Kemudian, beliau memandu peserta untuk membuat desain pertunjukan seni wisata pendidikan dan pengelolaannya. Pendekatan ekonomi kreatif merupakan salah satu targetnya, dimana pertunjukan seni dan pameran kerajinan diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah secara sosial, budaya, dan ekonomi.
Komunitas kreatif berasal dari 5 kecamatan yaitu Puspahiang, Salawu, Mangunreja, Singaparna, dan Tanjungjaya. Duapuluh orang peserta berasal dari sepuluh komunitas kreatif yaitu Cakra Manggala, Jaga Riksa Rudat, Sakata Production, Srikandi, SDN Balandongan, Kp. Balandongan, SMPN Satap 1 Mangunreja, Sucha Rama Kencana, Sanggar tunggal jaya, Sanggar SSS, Sanggar Seni GJS. Komunitas kreatif merasa tercerahkan untuk menggali potensi diri dan daerahnya dalam upaya pemajuan kebudayaan dan ekonomi kreatif. Setiap komunitas mengidentifikasi seni pertunjukan, seni kerajinan, dan kuliner yang berkembang di daerahnya. Jenis seni pertunjukan yang sudah diidentifikasi antara lain, Angklung Sered, Calung, Reog, Penca Silat, Rudat, Terebang Sejak, Beluk, Lais, Singa Depok, Kuda Lumping, Dorban, dan lain-lain. Seni-seni ini masih hidup dan berpotensi untuk dikembangkan. Workshop dilaksanakan satu hari penuh, kemudian dilanjutkan dengan penugasan. Penugasan bagi komunitas kreatif adalah membuat desain atau rancangan pertunjukan seni wisata pendidikan untuk mendukung program Merdeka Belajar. Komunitas kreatif mengawali pembuatan desain dengan mengidentifikasi potensi seni, seniman, sektor industry kreatif, dan alam yang ada di daerah masing-masing. Lalu, mereka membuat perencanaan bentuk, waktu, lokasi, dan pengelolaan kegiatan. Selama dua minggu komunitas kreatif dari lima kecamatan didampingi oleh tiga mahasiswa pascasarjana asal Tasikmalaya menghasilkan sebuah desain festival.
Pada tanggal 24 September 2023, komunitas kreatif menyajikan hasil penugasan berupa paparan secara virtual tentang rencana festival seni tradisional di wilayah Timur Kabupaten Tasikmalaya untuk tahun 2024. Tujuan festival ini adalah untuk revitalisasi seni tradisional dalam rangka pengembangan wisata budaya dan ekonomi kreatif. Grup kesenian yang akan terlibat sekitar 25 grup dengan pelaku kreatif sekitar 300 orang. Bentuk kegiatan dalam festival ini adalah seni helaran, pertunjukan seni tradisi, pameran produk kerajinan dan kuliner, serta berbagai lomba (fotografi, penulisan berita di media masa, dan video clip di Instragram atau Youtube). Kegiatan ini akan melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Tasikmalaya. Sasaran utama apresiator festival ini adalah pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. Untuk pengelolaan festival ini akan dibentuk event organizer (EO) dengan melibatkan mahasiswa dari tiga universitas di Tasikmalaya yaitu UPI Tasikmalaya, Universitas Tasikmalaya (UNTAS), dan Universitas Perjuangan (UNPER). Mahasiswa akan belajar di luar kampus sebagai EO, yaitu sebuah UMKM bidang jasa service dalam event festival. Rancangan ini akan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UPI dengan komunitas kreatif lima kecamatan Kab. Tasikmalaya. Semoga ide kreatif yang datang dari bawah akan gayung bersambut dengan program Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya. (laporan Juju Masunah)
UPI Dan Wolrd Bank Jelajahi”Learning Loss” Pasca Covid-19
06 Oct 2023 • Humas UPI
UPI, Cibiru
Seminar Hasil Penelitian dengan World Bank yang berlangsung pada Rabu, 4 Oktober 2023, pukul 09.00 WIB hingga selesai di Auditorium FPEB Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan sebuah acara yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Acara ini diadakan dengan tujuan untuk menggali dan memahami dampak pandemi Covid-19 terhadap hasil belajar siswa dan respons sistem pendidikan. Tema seminar, yaitu “The Impact of Covid-19 on Student Learning Outcomes and Education System Responses”, menggarisbawahi urgensi penelitian ini dalam menghadapi tantangan besar yang dihadirkan oleh pandemi.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UPI, Prof. Dr. H.M. Solehudin, M.Pd., M.A., yang secara langsung membuka acara tersebut. Keberadaan para wakil Rektor dan pejabat lainnya menunjukkan komitmen dan perhatian yang tinggi dari UPI terhadap isu-isu pendidikan yang berkaitan dengan Covid-19. Selain itu, kehadiran Direktur Kampus UPI di Cibiru, Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M. Si., M. Kom., sebagai undangan juga menambah bobot acara ini.
Maksud dan tujuan dari kegiatan seminar ini adalah untuk menyediakan platform bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan penelitian terbaru mereka tentang dampak pandemi Covid-19 pada hasil belajar siswa serta respons sistem pendidikan. Melalui diskusi dan wawasan yang dihasilkan dalam seminar ini, diharapkan akan muncul solusi dan rekomendasi yang dapat membantu perbaikan sistem pendidikan di masa depan, mengurangi dampak learning loss, dan memastikan akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Seminar ini merupakan langkah penting dalam upaya bersama menghadapi tantangan pendidikan yang dihadirkan oleh pandemi global ini. (Cbr, 4/10/2023)
UPI Cibiru Jalin Networking Sertifikasi Berbahasa Dengan Negara-Negara Eropa
06 Oct 2023 • Humas UPI
Bandung, UPI
Melalui kerjasama yang sudah berlangsung sekitar 2 bulan antara Radio UPI dengan Radio Roterdam Belanda, di mana kerjasama siaran berlangsung mengupas berbagai isu menarik untuk negeri. Salah satunya isu yang tengah banyak dibutuhkan oleh para calon mahasiswa yang ingin belajar di Eropa diantaranya keterampilan berbahasa Eropa (bukan hanya bahasa Inggris). Hal ini disampaikan oleh Annoucher dari Radio Roterdam Netherland yaitu Mr. Sing yang dalam kesempatan acara bersama menegaskan, bahwa banyak mahasiswa dari Indonesia yang kuliah di negara-negara Eropa namun hanya mengandalkan ketermpilan berbahasa Inggris. Padahal kampus dimana mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan seperti di Leiden University, banyak sekali dosen-dosennya menyampaikan materi perkuliahan dalam bahasa Belanda. Maka secara otomatis para mahasiswa harus juga menguasai dan memahami bahasa Belanda agar materi perkuliahan dari dosennya bisa secara utuh difahami.
Fenomena lainnya banyak ditemukan di sejumlah universitas di Eropa seperti di German, Beliga, Italy dan Francis. Sejumlah mata kuliah kadang disampaikan dalam bahasa Non English, namun dalam Bahasa PBB atau bahasa asing lainnya di eropa. Artinya sekarang ini dalam hal penguasaan bahasa asing sudah tidak bisa ditunggu-tunggu lagi. Untuk itu Mr. Sing mengajak kepada para mahasiswa Indonesia melalui kampus-kampusnya untuk bisa membekali keterampilan berbahasa para calon mahasiswa yang akan menempuh studi di universitas-universitas yang ada di Eropa.
Maka untuk mencari solusi terhadap tantangan keterampilan dan penguasaan bahasa PBB ini, Program Radio Roterdam mengajak Radio UPI, melalui Kepala Humas, Deni Darmawan yang juga mengajak kepada civitas di Kampus Cibiru untuk segera membuka program Sertifikasi pelatihan berbahasa Asing khususnya bahasa Belanda, Belgia, Germany, Italy, Portugis, Spanyol, dan Francis melalui sistem kemitraan.
Untuk menindaklanjuti program ini maka Deni Darmawan selaku Direktur Kampus UPI Cibiru akan segera memulai dengan melakukan MoA antara Roterdam Language Certification dalam hal ini dengan Mr Sing melalui International Learning Center UPI Kampus Cibiru. Program akan dibuka nantinya untuk para mahasiswa dari sejumlah universitas tetangga UPI Cibiru yaitu ITB Jatinangor, Unpad Jatinangor, Ikopin University Jatinangor, IPDN Jatinangor, serta Al-Ma’Soem University dan Juga Al-jawami Islamic University, serta UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Muhamadiyah.
Tentunya peluang ini akan menjadi salah satu Brand UPI menjadi pelopor dalam membuka networking bahasa PBB bersama Eropa dan juga strategi dalam meraih nilai tambah dari IGU (Income Generating University) di masa depan. Selain program ini dapat menambahkan pencitraan UPI Cibiru Go Internasional, juga akan memberikan dampak positif dalam memenangkan kompetisi dalam menciptaan Academic Culture di wilayah Priangan Timur.
Semoga sistem penyelenggaraan sertifikasi keterampilan berbahasa ini dapat segera terwujud, sehingga generasi mendatang khususnya para calon mahasiswa dari sejumlah kampus di Indonesia dapat difasilitasi dalam meraih cita-citanya. Dmeikian ditegaskan Mr. Sing bahwa sertifikat keterampilan berbahasa ini secara resmi akan diakui oleh sejumlah universitas di Eropa tanpa harus susah payah mendapatkan skor tinggi seperti Toefl dan sejenisnya. Mengingat sertifikat akan dikeluarkan oleh Konsorsium universitas dari Eropa, dimana instruktur yang akan dikirimkan ke Indonesia dalam hal ini ke UPI berasal dari Eropa. (DD,Medio, Oktober, 2023)
Rektor UPI Lakukan Lawatan ke University of Tsukuba Jepang
06 Oct 2023 • Humas UPI
Cibiru, UPI
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., melakukan kunjungan penting ke Jepang, pada tanggal 28 September 2023 hingga 1 Oktober 2023. Kunjungan ini merupakan respon atas undangan dari University of Tsukuba untuk menghadiri acara peringatan University of Tsukuba’s 151st + 50th Anniversary Ceremony. Acara tersebut digelar di Tsukuba International Congress Centre.
Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap ulang tahun universitas tersebut, kunjungan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan persahabatan antara UPI dan University of Tsukuba.
Dalam perjalanan ini, Prof. Dr. M. Solehuddin tidak pergi sendirian. Ia dibarengi oleh para pendamping yang memiliki peran penting dalam menjaga hubungan baik antarlembaga pendidikan. Salah satunya adalah Prof. Dr. Memen Kustiawan, S.E., M.Si.Ak., M.H., yang juga merupakan sosok kunci dalam manajemen UPI. Selain itu, Prof. Ahmad Bukhori Muslim, M.Ed., Ph.D., turut serta dalam perjalanan ini sebagai perwakilan UPI yang memiliki latar belakang akademik yang luas.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerjasama antara UPI dan University of Tsukuba dalam bidang akademik dan penelitian, serta membuka peluang kerjasama yang lebih luas di masa depan. Hal ini merupakan langkah penting dalam memajukan pendidikan dan penelitian di Indonesia serta menjalin kerjasama internasional yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. (Cbr, 30/09/2023)