English
Indonesia

Menuju World Class University, UPI Sambut Tim Monev EQUITY 2025/2026

05 Mar 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) Tahun 2025/2026, Kamis (5/3/2026). Pertemuan yang berlangsung di Gedung Partere, Kampus Bumi Siliwangi ini menjadi langkah krusial UPI dalam memperkokoh posisi sebagai perguruan tinggi berkelas dunia.

Program EQUITY sendiri merupakan inisiatif strategis yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Fokus utamanya adalah memastikan ketercapaian indikator kinerja universitas serta akuntabilitas penggunaan dana riset secara transparan.

Tim Monev terdiri dari Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, M.S.EE., Ph.D., perwakilan Tim Fasilitasi Riset LPDP, dan Tim Direktorat Kelembagaan. Agenda monitoring meliputi evaluasi dilakukan secara menyeluruh mencakup dua aspek utama yaitu Aspek Substansi: Meninjau roadmap menuju World Class University (WCU), performa dalam THE Impact Rankings, capaian indikator kinerja, serta pemetaan kendala di lapangan. Dan Aspek Keuangan: Memeriksa rekapitulasi penggunaan dana, kesesuaian dengan Peraturan Rektor, serta kelengkapan bukti dukung administrasi para penerima pendanaan.

Sementara itu, Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, MA, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Tim Monev. Menurutnya, proses evaluasi ini adalah instrumen penting untuk menjaga integritas dan kualitas program pengembangan kampus.

“Kehadiran tim evaluasi bukan sekadar formalitas, melainkan dorongan moral agar UPI terus berkontribusi nyata dalam memajukan pendidikan tinggi nasional dengan integritas tinggi,” ujar Prof. Didi.

Di sisi lain, Ketua Tim Monev, Prof. Hermawan, berharap UPI dapat terus konsisten berada di jajaran atas klaster perguruan tinggi nasional. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan riset yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs).

Pelaksanaan program EQUITY di UPI berada di bawah koordinasi Prof. Dr. Vanessa Gaffar (Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu) serta Prof. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si. (Direktur Penjaminan Mutu dan Pemeringkatan). Keduanya memastikan bahwa seluruh program berjalan sesuai standar mutu internasional untuk menjaga reputasi global UPI.

Kegiatan monitoring ini menegaskan tanggung jawab UPI dalam mengelola dana publik secara akuntabel, sekaligus membuktikan kesiapan universitas untuk bersaing di panggung pendidikan internasional.(VD)

218 Mahasiswa P3K UPI Sumedang Terjun ke 19 Sekolah di Situraja

03 Mar 2026 • Humas UPI

Sumedang, UPI

Sebanyak 218 mahasiswa Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang resmi dilepas untuk melaksanakan praktik mengajar di Kecamatan Situraja, Selasa (24/2/2026). Para calon pendidik ini akan bertugas di berbagai sekolah dasar (SD) selama satu semester penuh.

Acara pelepasan yang berlangsung khidmat di Kantor Kecamatan Situraja tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Situraja, Wakil Direktur UPI Kampus Sumedang Dr. Maulana, M.Pd., pengawas sekolah, serta para kepala sekolah dan guru pamong se-Kecamatan Situraja.

Seluruh mahasiswa tersebut akan disebar ke 19 sekolah dasar di wilayah Situraja. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada periode ini mahasiswa akan fokus sepenuhnya di lapangan selama kurang lebih empat bulan, terhitung sejak 24 Februari hingga 16 Juni 2026.

Wakil Direktur UPI Kampus Sumedang, Dr. Maulana, M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan Situraja sebagai lokasi praktik didasari oleh sejarah kolaborasi yang panjang. Meski beberapa tahun terakhir kegiatan praktik lebih banyak berpusat di wilayah Sumedang Kota karena kendala mobilitas perkuliahan, tahun ini program P3K kembali membawa mahasiswa ke Situraja dengan skema full di lapangan.

“Kami berharap kolaborasi ini semakin berenergi. Mahasiswa membutuhkan pengalaman nyata di lapangan, dan sekolah mendapatkan perspektif baru dari para mahasiswa,” ujar Dr. Maulana.

Kehadiran ratusan mahasiswa UPI ini disambut hangat oleh pemerintah setempat dan jajaran pendidik. Sekcam Situraja menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan UPI menjadikan wilayahnya sebagai laboratorium praktik bagi para calon guru.

Senada dengan hal tersebut, Pengawas Situraja, Popon Rohaeti, M.Pd., berharap kehadiran mahasiswa P3K dapat membawa atmosfer baru dalam proses belajar mengajar.

“Kami menyambut baik dan berbahagia dipercaya untuk pelaksanaan kegiatan P3K ini. Semoga kegiatan ini menjadi ruang berbagi inspirasi, inovasi pembelajaran, serta penguatan karakter bagi peserta didik di Situraja. Sekolah-sekolah juga diharapkan mendapat energi baru dalam mengembangkan pembelajaran,” ungkapnya.

Keterangan : Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PGSD Sumedang sebelum berangkat mengantarkan mahasiswa ke SD masing-masing

Program P3K ini merupakan langkah strategis UPI untuk memastikan lulusannya memiliki kompetensi profesional yang matang. Dengan terjun langsung menghadapi dinamika di kelas, mahasiswa diharapkan mampu mengasah keterampilan pedagogik sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen UPI Kampus Sumedang dalam mencetak tenaga pendidik yang siap pakai dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional, dimulai dari tingkat daerah. (DN)

Senat Akademik UPI Rampungkan Pembahasan Standar Mutu

02 Mar 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Senat Akademik UPI menggelar Rapat Pleno ke-12 periode 2024–2029 yang sekaligus menjadi rapat pleno pertama di tahun 2026. Rapat ini membahas sejumlah agenda strategis, terutama terkait standar mutu universitas sebagai bagian dari persiapan akreditasi institusi yang dilaksanakan di Auditorium FPEB Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Kamis, (26/2/2026).

Ketua Senat Akademik UPI, Prof. Dr. Yadi Ruyadi, menjelaskan bahwa salah satu agenda utama dalam rapat pleno kali ini adalah pemberian pertimbangan terhadap draft standar mutu yang telah disusun oleh rektor.

“Standar mutu UPI menjadi sangat penting karena mengacu pada peraturan menteri, sebelum ditetapkan oleh rektor, standar tersebut harus mendapat pertimbangan dari senat akademik,” ujarnya.

Dari total 16 draft standar mutu yang diajukan, sebanyak 11 standar sebelumnya telah diberikan pertimbangan. Pada rapat pleno kali ini, empat standar tambahan resmi dibahas dan diberikan masukan oleh seluruh anggota senat. Keempat standar tersebut meliputi Standar Pengabdian kepada Masyarakat, Standar Pengelolaan Keuangan, Standar Kesejahteraan, serta Standar Sarana dan Prasarana.

Sebelum dibawa ke rapat pleno, pembahasan empat standar tersebut telah dilakukan secara mendalam oleh Komisi D yang memiliki fungsi khusus dalam penyusunan dan penelaahan standar universitas. Hasil kajian komisi kemudian dipresentasikan dan dibahas secara komprehensif dalam forum pleno.

“Alhamdulillah para anggota senat telah memberikan masukan-masukan yang krusial. Seluruh catatan tersebut akan kami susun secara tertulis untuk disampaikan kepada rektor, baik yang bersifat melengkapi, menambah, maupun mengoreksi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Yadi menegaskan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), UPI wajib memiliki standar mutu yang melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Penambahan jumlah standar menjadi 16 merupakan salah satu bukti komitmen UPI dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan tridharma perguruan tinggi.

Standar mutu ini juga menjadi elemen penting dalam persiapan akreditasi institusi yang dijadwalkan berlangsung tahun depan, dengan proses pengumpulan dan pemenuhan dokumen dimulai pada bulan Juni mendatang.

“Kami dari senat akademik mendukung penuh upaya rektor dalam akreditasi institusi ini, agar UPI kembali meraih akreditasi unggul seperti sebelumnya,” tegasnya.

Selain pembahasan standar mutu, rapat pleno juga menetapkan pergantian anggota Majelis Badan Akreditasi (MBA) dari unsur senat. Pergantian dilakukan karena salah satu anggota sebelumnya berhenti dari keanggotaan senat setelah diangkat menjadi dekan. Secara aklamasi, forum menyetujui Prof. Deddy Kurniadi sebagai pengganti.

Agenda terakhir dalam rapat pleno adalah pergantian tiga anggota Komite Audit Akademik yang juga telah disepakati melalui musyawarah mufakat.

Rapat pleno ke-12 ini menegaskan komitmen Senat Akademik UPI dalam memastikan tata kelola akademik yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan. (Rija/DN)

UPI Dukung Sukseskan Program ‘GasLah’ Melalui KKN Tematik

27 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah strategis Pemerintah Kota Bandung dalam menangani persoalan sampah melalui program GasLah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Komitmen ini disampaikan dalam pertemuan kolaboratif bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Brian Yuliarto serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di balai Kota Bandung, Rabu (25/2).

Rektor UPI menegaskan bahwa sebagai institusi pendidikan, UPI memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terjun langsung memberikan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan.

Dalam keterangannya, Rektor UPI menyatakan kesiapan universitas untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan diwujudkan melalui penguatan riset lingkungan dan inovasi teknologi pengolahan sampah.

“UPI siap menyukseskan Program GasLah. Dukungan kami mencakup inovasi teknologi, edukasi publik berbasis literasi lingkungan, serta pelibatan aktif mahasiswa sebagai agen perubahan,” tegas Rektor UPI.

Salah satu langkah nyata yang akan diambil adalah mengintegrasikan program ini ke dalam kebijakan Kemendiktisaintek melalui skema KuliahKerja Nyata (KKN) TematikLingkungan. Melalui program ini, mahasiswa UPI akan diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan edukasi pemilahan sampah dari sumbernya, memperkuat manajemen dan tata kelola bank sampah, dan mendampingi komunitas dalam menciptakan inovasi pengolahan sampah mandiri.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif serta meningkatkan partisipasi aktif warga dalam memilah sampah. Selain itu, sinergi ini bertujuan untuk mendorong lahirnya inovasi berbasis riset kampus yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam tata kelola lingkungan.

Rektor UPI meyakini bahwa kunci utama dari penanganan sampah adalah sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat (triple helix). Dengan semangat gotong royong, Kota Bandung diharapkan mampu menjadi model kota pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berdaya dalam pengelolaan lingkungan hidup. “Mari kita dukung bersama Bandung yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (DN)

Tim CSCNext UPI Sabet Silver Medal di ajang 2nd International Student Summit 2026

24 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Tim CSCNext yang beranggotakan tiga mahasiswa berprestasi dari Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka berhasil meraih Silver Medal pada subkategori Technology dalam ajang 2nd International Student Summit 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–15 Februari 2026.

Ketiga mahasiswa tersebut berasal dari lintas disiplin ilmu, yakni Nai’la Nursyifa (Prodi Teknik Logistik), Hadfina Azra Syahidah (Prodi Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika), dan Naufal Nadhif Rabbani Iskandar (Prodi Pendidikan Teknik Elektro).

Dalam kompetisi bergengsi ini, tim CSCNext mengusung karya ilmiah berjudul “CSCNext: A Web-Based Platform for Data-Driven Governance of Circular Supply Chains.” Inovasi ini berupa platform berbasis web yang dirancang khusus untuk mengelola tata kelola rantai pasok sirkular berbasis data.

Tujuan utama dari platform ini adalah meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akurasi pengambilan keputusan dalam sistem rantai pasok yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan (circular economy). Melalui sentuhan teknologi, tim ini menawarkan solusi atas tantangan global mengenai pengelolaan sumber daya yang lebih hijau dan terintegrasi.

Keberhasilan ini tidak diraih dengan instan. Perjalanan tim dimulai sejak penyusunan naskah esai proyek inovasi pada akhir tahun lalu. Pada 20 Desember 2025, esai mereka dinyatakan lolos dalam tahap seleksi ketat dan masuk ke dalam jajaran Top 100 Essay.

Puncaknya, pada 14 Februari 2026, tim mempresentasikan media visual berupa poster ilmiah di hadapan dewan juri di Malaysia. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kebaruan inovasi, kebermanfaatan solusi, kelayakan implementasi, hingga kualitas presentasi ilmiah di panggung internasional.

Di bawah bimbingan dosen pembimbing, Resa Pramudita, S.Pd., M.T., kolaborasi lintas disiplin ini terbukti mampu menghasilkan karya yang kompetitif. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UPI memiliki daya saing tinggi dalam menciptakan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Partisipasi aktif dalam ajang ini memberikan pengalaman akademik dan profesional yang luar biasa bagi para mahasiswa, terutama dalam memperluas jejaring internasional di bidang teknologi. Capaian membanggakan ini diharapkan dapat memicu motivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi pengembangan teknologi berkelanjutan di Indonesia maupun dunia. (DN)

Pencarian