English
Indonesia

Tingkatkan Kapasitas Diri dengan Belajar dan Berkarya Melalui Program MBKM Prodi di PKBM Daarut Tauhid

12 Jun 2023 • Humas UPI

Ide dasar dari program MBKM di Perguruan Tinggi adalah memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan masyarakat dan dunia kerja selama masa perkuliahan. Salah satu bentuk program MBKM yang diikuti oleh mahasiswa di lapangan adalah Program Magang Mandiri, di mana mereka melakukan praktik kerja di industri yang bekerja sama dengan Program Studi (Prodi). PKBM Daarut Tauhid adalah salah satu lembaga mitra yang telah menjalin kerja sama dengan Prodi Penmas. Kegiatan ini merupakan bagian dari kebijakan yang dicanangkan secara mandiri oleh Departemen Pendidikan Masyarakat untuk mahasiswa angkatan 2020 di departemen tersebut. Kegiatan MBKM yang diikuti ini akan mengonversi nilai sejumlah 20 SKS, dan durasi kegiatan MBKM ini berlangsung selama satu semester, dimulai dari bulan Maret dan berakhir di bulan Juni.

Selama kegiatan MBKM di PKBM Daarut Tauhid, tiga mahasiswa yang terlibat adalah Hilmaniar Hardiyanti, Windy Haeryani, dan Witri Dian Rafani. Mereka didampingi oleh Dr. Yanti Shantini, M.Pd., seorang dosen pembimbing dari UPI, dan Dadang Subagja, yang merupakan dosen pendamping lapangan dari mitra (PKBM Daarut Tauhid) dan menjabat sebagai Kepala Unit PKBM Daarut Tauhid.

Selama program berlangsung, mahasiswa tersebut mendapatkan bimbingan dan terlibat secara aktif dalam setiap proses di lembaga mitra. Tahapan-tahapan yang dilakukan oleh mahasiswa selama program berlangsung adalah sebagai berikut.

Pada minggu pertama, mahasiswa diberikan informasi mengenai lembaga mitra dan tata nilai yang berlaku di lembaga tersebut. Selain itu, pada minggu pertama ini, ketiga mahasiswa tersebut juga dibimbing untuk membuat agenda kerja dan timeline kerja yang akan dilaksanakan di lembaga mitra selama 4 bulan ke depan. Agenda kerja ini disesuaikan dengan agenda, program, dan kalender kerja dari lembaga mitra, dan dalam penyusunannya, mereka dibimbing langsung oleh Dr. Yanti Shantini, M.Pd, dosen pembimbing.

Kemudian, pada minggu kedua, mahasiswa tersebut mempresentasikan agenda kerjanya kepada pihak lembaga mitra. Lembaga mitra kemudian membagi masing-masing mahasiswa ke dua bagian yang ada di lembaga tersebut, yaitu bagian kecakapan hidup dan bagian pendidikan kesetaraan. Para mahasiswa yang ditempatkan di bagian-bagian tersebut mendapatkan pengalaman yang beragam. Witri, yang berada di bagian kecakapan hidup, mendapatkan pengalaman berharga terutama dalam perencanaan dan pengembangan program kecakapan hidup di PKBM Daarut Tauhid. Selain menjalankan agenda kerja yang telah disusun sebelumnya, ia juga secara aktif terlibat dalam proses pengembangan dan perencanaan program.

Sejauh ini, Witri, sebagai mahasiswa MBKM yang ditugaskan di bagian tersebut, terlibat secara aktif dan penuh dalam perencanaan dan pengembangan program-program seperti Dauroh Ramadhan, Pesantren Masa Keemasan Ramadhan, Dauroh Qolbiyah angkatan 105, dan Pesantren Masa Keemasan (PMK) angkatan 57. Proses ini melibatkan pembuatan proposal, kerangka acuan program, penjadwalan program, pemetaan materi dan PIC program, pembuatan silabus, media pembelajaran, modul, instrumen supervisi program, koordinasi dengan pihak terkait, serta evaluasi program.

Tidak hanya itu, ia juga ikut serta secara parsial dalam pengembangan Program Pesantren Mahasiswa (PPM). Ia aktif dalam proses pembuatan Monitoring Mutabaah Yaumiyah bagi para santri peserta program tersebut. Tujuan dari pembuatan monitoring ini adalah untuk memudahkan pendamping santri (musyrif/ah) dalam mengontrol amalan harian para santri.

Tak hanya terlibat dalam proses perencanaan dan pengembangan program, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk melihat langsung pelaksanaan program, termasuk saat kegiatan rihlah santri program Pesantren Masa Keemasan (PMK). Hal ini memberikan gambaran tentang pelaksanaan program dan menjadi sumber evaluasi internal selanjutnya.

Selain bagian kecakapan hidup, mahasiswa MBKM juga ditempatkan di bagian pendidikan kesetaraan di PKBM Daarut Tauhiid. Namun, di PKBM tersebut tidak hanya terdapat program kesetaraan, tetapi juga memiliki Satuan PAUD Sejenis (SPS). Hilmaniar Hardiyanti dan Windy Haeryani adalah dua mahasiswa yang ditempatkan di bagian tersebut. Mereka memperoleh banyak pengalaman, terutama dalam pembuatan kurikulum khas Daarut Tauhiid untuk Paket A, Paket B, dan Paket C.

Dalam pembuatan kurikulum, Hilmaniar dan Windy, sebagai mahasiswa MBKM, secara detail memetakan kurikulum tersebut. Mereka merancang penurunan tiap pilar kurikulum khas Daarut Tauhiid dan menyusun silabus untuk setiap paket kurikulum tersebut, baik dalam skala tahunan maupun semesteran.

Selain terlibat dalam pembuatan kurikulum khas Daarut Tauhiid di bagian pendidikan kesetaraan, Hilmaniar dan Windy juga dilibatkan dalam kegiatan di Satuan PAUD Sejenis (SPS). Mereka mendampingi guru dalam proses pengajaran dan secara langsung terlibat dalam proses pembelajaran. Melalui pengalaman ini, mahasiswa MBKM dapat memahami cara seorang guru menghadapi berbagai perilaku dan tindakan yang dimiliki oleh setiap anak.

Selama pelaksanaan program MBKM di PKBM Daarut Tauhid, yang merupakan lingkungan pesantren, mahasiswa merasa mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Selain menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama kuliah, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengenal dunia kerja profesional. Mereka juga merasakan manfaat dari lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi, terutama dalam aspek spiritual. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan yang diberikan mengenai tata nilai budaya Daarut Tauhid dan keterlibatan mereka dalam kegiatan kajian keagamaan yang rutin diadakan untuk pegawai di lembaga tersebut.

Dosen pembimbing lapangan dari mitra, yaitu Kepala Unit PKBM Daarut Tauhid, Bapak Dadang Subagja, berharap bahwa setelah melaksanakan program MBKM ini, setidaknya terjadi perubahan positif dalam diri mahasiswa. Dia mengungkapkan harapannya agar mahasiswa dapat menginternalisasi tata nilai budaya Daarut Tauhid dan menjadi santri yang lebih baik lagi.

DEPDIKSATRASIA SELENGGARAKAN MBKM EXPO 2023: GELIAT MAHASISWA PADA KAMPUS MERDEKA

11 Jun 2023 • Humas UPI

Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyelenggarakan kegiatan MBKM Expo 2023 dengan menghadirkan beberapa narasumber-narasumber kompeten dalam bidangnya, kegiatan ini juga dihadiri Dekan, Ketua Departemen, Ketua Prodi, Dosen beserta jajarannya dan Mahasiswa Depdiksatrasia FPBS UPI. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di ruang rapat Gedung FPBS UPI dan secara daring melalui Zoom Meeting (Bandung, 09/06/23).

Acara MBKM Expo Diksatrasia 2023 telah resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra yakni Prof. Dr. Hj. Tri Indri Hardini, M.Pd. mengungkapkan bahwa “kegiatan ini merupakan kegiatan yang dinantikan terutama berkaitan dengan MBKM dan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra sangat disambut baik dalam kegiatan hari ini. Selain itu, kegiatan ini merupakan kegiatan yang bebas dipilih oleh mahasiswa namun disertai kemampuan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kelak dalam dunia pekerjaan” ungkap Tri.

Adapun Dr. Khaerudin Kurniawan, M.Pd., selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyampaikan bahwa “kegiatan MBKM Prodi merupakan kegiatan yang mendukung program pemerintah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan magang bersama mitra-mitra pilihan sesuai dengan magang yang dipilih, untuk saat ini Magang Prodi terdapat empat pilihan magang yakni, MBKM BIPA, Jurnalistik, Literasi dan Sastra dengan nilai 20 SKS sehingga dapat diakui setara dengan magang yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek, selain itu mahasiswa dapat memperoleh pengalaman di luar kampus, serta untuk ke depannya kami terus mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan MBKM ini”.

Dalam acara Expo Diksatrasia 2023 ini menghadirkan narasumber di antaranya  Dr, Hening Widiatmoko, M.A. selaku Kepala Dispusipda Jabar, Jatmika Nurhadi, M.Hum. selaku Dosen, serta Kepala Seksi TV dan Radio, Kantor Humas UPI. Selain itu, ada Dr. Ridzky Firmansyah Fahmi, S.S., M.Pd. selaku perwakilan dari Balai Bahasa UPI dan Rangga Rahardian Diaguna, S.S., selaku perwakilan dari Humasastra. Para narasumber memaparkan terkait informasi magang sesuai dengan mitranya masing-masing.

Diselenggarakan magang ini dinilai membantu menjembatani teori dan praktik para mahasiswa untuk mengasah kemampuan dalam memasuki dunia kerja kelak, dengan adanya magang ini dapat memperkenalkan mahasiswa dalam menciptakan sikap profesional, menambah wawasan, meningkatkan kreativitas dalam menerpakan ilmu pengetahuan. Setelah terlaksananya magang dapat menerpakan cara pandang dalam memosisikan diri siap dalam menghadapi masa depan dan jangan pernah putus asa bila kadang-kadang tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, diharapkan kegiatan magang seperti ini membuka peluang mahasiswa untuk meningkatkan potensi diri sehingga lebih kompeten ketika memasuki dunia kerja. (Lies Diana Luthfiah)

Lulus Tepat Waktu, Mahasiswa Film dan Televisi FPSD UPI Lulus Kuliah Tanpa Skripsi

10 Jun 2023 • Humas UPI

Sebanyak 5 orang mahasiswa Program Studi Film dan Televisi (Prodi FTV) Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia berhasil menyelesaikan studi Program Sarjana tepat waktu setelah dinyatakan “Lulus” pada sidang pertanggungjawaban tugas akhir yang diselenggarakan pada hari Jumat, 9 Juni 2023. Kelima mahasiswa tersebut adalah Siti Anisa Setiani dan Mauly Putri Dipiati dari minat Pengkajian Televisi, serta Restu Rizqina, Wiki Riandi, dan Nabila Pramadita dari minat Pengkajian Film.

Kelulusan ini merupakan torehan sejarah baru bagi Prodi FTV karena untuk pertama kalinya Prodi FTV melahirkan Sarjana yang kesemuanya merupakan Angkatan Perdana Prodi yang notabene telah berjuang keras melampaui berbagai gejolak penerapan kurikulum nasional dan melewati masa pandemi Covid-19. Istimewanya, 4 dari 5 mahasiswa peserta sidang merupakan mahasiswa yang masuk dalam kategori “Lulus Tanpa Skripsi”. Ke 4 mahasiswa tersebut berhasil mempublikasikan karya tulis ilmiahnya pada berbagai jurnal terakreditasi Nasional yang kemudian dikonversi dan diakui sebagai syarat alternatif kelulusan studi pada jenjang Sarjana. “Lulus Tanpa Skripsi” sendiri merupakan alternatif penyelesaian studi yang telah diberlakukan di Universitas Pendidikan Indonesia sejak 2018 berdasarkan Peraturan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Nomor 3259/UN40/HK/2018.

Ketua Program Studi FTV, Dr. Hery Supiarza, M.Pd, berharap momen kelulusan ini dapat mendorong rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk semakin giat melahirkan karya film dan televisi dan turut bersegera memberikan kontribusi teoritis dan praktis kepada masyarakat melalui karya-karya tulis ilmiah mereka yang dipublikasi pada jurnal-jurnal terakreditasi nasional maupun internasional ataupun karya-karya penciptaan film dan televisi lainnya. Selamat Kepada rekan-rekan mahasiswa atas segala pencapaiannya! (Contributo Humas UPI/Irwan Sarbeni)

Membanggakan : Mahasiswa Program Studi Musik dan Program Studi Pendidikan Musik FPSD UPI Lolos Audisi Gita Bahana Nusantara dan Siap Tampil di Istana Negara dan Acara Kenegaraan

08 Jun 2023 • Humas UPI

Sembilan mahasiswa pada Program Studi Musik dan Program Studi Pendidikan Musik Fakultas Pendidikan Senin dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia berhasil lolos audisi Orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) tahun 2023 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Secara resmi pemerintah mengumumkan hasil audisi Orkestra Gita Bahana Nusantara tahun 2023 melalui surat edaran Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Mahasiswa yang lulus audisi akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan  selama 17 (tujuh belas) hari, untuk ditampilkan pada Upacara Peringatan Detik-Detik  Proklamasi Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2023 di  Istana Merdeka, Jakarta, acara kenegaraan di Gedung DPR/MPR-RI, serta direncanakan  juga untuk tampil pada pergelaran Konser Kemerdekaan di Ruang Publik. 

Audisi Orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) tahun 2023 diselenggarakan dengan maksud membangun karakter dan jati diri bangsa, memupuk rasa kebersamaan dan  nasionalisme, serta meningkatkan apresiasi seni di kalangan generasi muda melalui pembentukan paduan suara dan orkestra nasional yang tangguh dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Tujuan Audisi Orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) tahun 2023 yaitu (1) Membentuk Tim Paduan Suara dan Orkestra yang handal yang berakar dari  keanekaragaman budaya Nusantara; (2) Meningkatkan jumlah apresiator seni musik tanah air dan mancanegara; (3) Menjaring bakat di kalangan generasi muda, khususnya seni musik; (4) Meningkatkan kapasitas generasi muda dalam bidang seni suara dan seni musik; (5) Terselenggaranya pergelaran GBN dalam acara kenegaraan di Istana Merdeka dan Gedung DPR/MPR-RI.

Audisi orkestra Gita Bahana Nusantara tahun 2023 dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap 1 Pendaftaran audisi orkestra yang dibuka dengan mekanisme daring mulai tanggal 20 Maret sampai dengan 17 April 2023. Sedangkan audisi  tahap 2 secara luring tanggal 23 s.d. 25 Mei 2023 di Yogyakarta dan tanggal 30 Mei 2023 di Jakarta.

Audisi diikuti oleh sejumlah peserta yang memiliki keahlian dalam berbagai instrumen musik dari seluruh Indonesia. Mereka berkompetisi dengan alat musik seperti Flute, Oboe, Clarinet, Bassoon, Saxophone Alto, Saxophone Tenor, Corno, Trumpet, Trombone, Tuba, Perkusi Orkestra, Perkusi Etnis, Keyboard/ Piano, Gitar Elektrik, Bass Elektrik, Etnis selain Perkusi, Biola 1, Biola 2, Viola, Cello, dan Contra  Bass, dan lainnya. Proses audisi ini melibatkan tim penilai yang terdiri dari lima orang praktisi musik dan komposer, antara lain: Purwa Tjaraka Komposer/Praktisi Musik, Haris Wahyudi Praktisi Musik, Amiruddin Sitompul Dosen/Praktisi Musik, Nino Ario Wijaya Praktisi Musik, Alvin Witarsa Praktisi Musik. 

Berikut para mahasiswa program studi musik dan program studi pendidikan musik  FPSD UPI yang berhasil lolos audisi adalah sebagai berikut:

  1. Raihan Oktajaya (Violin), Program Studi Pendidikan Musik 
  2. Ajeng Oktavia Gunawan (Viola), Program Studi Pendidikan Musik 
  3. Theodora Divina Subiakno (Cello), Program Studi Pendidikan Musik
  4. Jilan Luandri Hakim (Alto Saxophone), Program Studi Pendidikan Musik
  5. Hana Aulia Effendi (Cello), Program Studi Musik 
  6. Andhika Dzaki Naufal (Cello), Program Studi Musik
  7. Davin Permana Putra (Trumpet), Program Studi Musik
  8. Pratama Yoman Santoso (Bass), Program Studi Musik
  9. Muhamad Rifqi Hakim (Timpani), Program Studi Musik

Para mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi adisi telah menjalani proses latihan intensif dan melewati berbagai tahapan audisi yang ketat untuk meraih posisi di Orkestra Gita Bahana Nusantara. Keberhasilan mahasiswa tidak terlepas dari dukungan dan dorongan tserta menginspirasi bagi mahasiswa lainnya dalam mengejar prestasi di bidang musik.yang diberikan oleh para dosen pembimbing dari Prodi Musik dan Prodi Pendidikan Musik, serta pihak fakultas. 

Dekan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI Dr. Phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd menyampaikan selamat serta apresiasi atas prestasi yang dicapai mahasiswa yang lolos audisi dan meraih kesempatan untuk tampil di Istana Negara. Dr. Phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd berharap keberhasilan ini akan memberikan motivasi dan semangat bagi semua mahasiswa FPSD UPI dalam mengembangkan bakat dan minat di bidang seni dan music (Kontributor Humas UPI/Enry Johan Jaohari/Yana Setiawan)

SOSIALISASI NILAI LUHUR PANCASILA, BEM HMCH FPIPS UPI BERHASIL MENYELANGGARAKAN FESTIVAL KABARET SOPAN KALUHUR 6

07 Jun 2023 • Humas UPI

Di penghujung kepengurusan Himpunan Mahasiswa Civics Hukum (HMCH) yang merupakan salah satu Organisasi Mahasiswa tingkat jurusan yang bernaung dalam Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FPIPS UPI, dalam usahanya berhasil menyelanggarana perlombaan Kabaret tingkat Jawa Barat dengan nama

Sopan Kaluhur 6 yang berlangsung selama satu hari yang tepatnya pada Minggu (4/6/2023) di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat Dago Tea House Bandung. Sopan Kaluhur 6 yang dibuka oleh Dr. Susan Fitriasari, M.Pd selaku Ketua Program Studi PPKn FPIPS UPI ini mengangkat tema “ 7 Deadly Sins Representasi Tabiat Warga Negara dalam Persepektif Etiologi Of Crime”, yang mana bertujuan untuk memberikan edukasi dan wawasan terkait kriminologi dengan pendekatan nilai-nilai kesenian dalam kabaret.

“Tema ini diangkat untuk memberikan kesan berbeda dari Sopan Kaluhur sebelumnya yang biasanya mengabil tema tentang kebudayaan, keragaman maupun yang lainnya. Kami menginginkan adanya sebuah alur cerita yang dipentaskan berasal dari sebuah kesalahan-kesalahan yang seringkali dilakukan oleh manusia”, ujar Zahwa Aliya selaku Ketua Pelaksana Sopan Kaluhur 6 sekaligus Ketua Biro Seni.

Sopan Kaluhur 6 ini diikuti oleh 7 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Seperti tim kabaret Anterkars, Kreasi tilu, Teater Mozas, Sunshine Studios, Teater Langgar, Winner dan Eternal Kabaret. Tim-tim ini berhasil menyuguhkan pentas kabaret yang begitu mengagumkan yang dikemas dengan apik. Bahkan penonton terbawa suasana dengan kegembiraan dan bahkan sampai ada yang menangis.

“Sopan kaluhur 6 ini merupakan sebuah program kerja di bidang miat bakat yang berupaya mensosialisasikan dan membumikan nilai-nilai luhur Pancasila kepada masyarakat umum melalui kemasan yang berbeda yaitu dibalut dengan sebuah karya cerita Kabaret bertema”- Ujar Ilhan Hardi julianwan selaku Ketua Bidang Minat Bakat BEM HMCH FPIPS UPI.

Dalam Festival Kabaret Sopan Kaluhur yang sudah menginjak tahun ke-6 dalam penyelenggaraanya dewan juri Yogi Gumilar, S.A., S.IP., M.Sc. (Pembina Forum Kabaret Bandung), Fajar Rohman R, S.Pd. (Mantan Ketua Forum Kabaret Bandung), dan Dita Novita, S.Pd. (Penggagas Sopan Kaluhur), menempatakan Anterkars yang berasal dari SMP Kartika XIX-2 Bandung sebagai Juara 1 dengan menggaet penghargaan Juara Umum Sopan Kaluhur 6, Best Director, Best Audio Editing, Best Story Line, Best Mixing, dan Best Choreography.

Menurut Ketua Umum BEM HMCH FPIPS UPI, Adhi Pamungkas selaku penanggungjawab kegiatan, menurutnya perlu ada penyederhanaan edukasi dan penyederhanaan ilmu yang dapat diterima masyarakat luas, seperti halnya Pendidikan Hukum yang dilandasi oleh norma yang ada dalam Pancasila, sehingga Festival Kabaret Sopan Kaluhur ini menjadi sebuah solusi bagi aktivis kesenian dan/atau para penikmatnya sebagai wadah menyalurkan aspirasi dan keresahan sebagai instrumen warganegara.

Pencarian