English
Indonesia

Rektor UPI Serahkan 7 SK Guru Besar kepada Dosen UPI

24 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., didampingi pimpinan universitas menyerahkan 7 SK Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Profesor/Guru Besar kepada Dr. Mubiar Agustin, M.Pd., Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP); Dr. Dadang Sundawa, M.Pd., Dosen Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS); Dr. Mupid, M.A., Dosen Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS); Eri Kurniawan, M.A., Ph.D., Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS); Dr. Mohamad Zaka Al Farisi, S.Pd.,M.Hum., Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS); Lala Septem Riza, M.T., Ph.D., Dosen Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), dan Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto S.T. M.Eng., Dosen Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), di Ruang Rapat Gedung Partere Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Jumat (24/3/2023).

Menurut Ketua Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si.,”Meskipun presentase kita belum mencapai target 12 persen, tetapi secara kuantitas ini adalah titik tertinggi jumlah profesor di UPI. Karena sampai hari ini tercatat 151 Guru Besar dengan tambahan 7 itu, belum pernah terjadi selama ini.”

Namun di sisi lain, lanjut Prof. Karim, sampai hari ini ada 3 Guru Besar yang pensiun, jadi jumlahnya kembali berkurang menjadi 149. Sementara itu, sampai akhir tahun 2023 ini ditargetkan ada tambahan 5 orang Guru Besar lagi. Sehingga, ditahun 2023 ini, ada 8 yang pensiun dan ada 2 yang meninggal.

Berikut uraian surat keputusannya,

Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia SK NOMOR Nomor 14274/M/07/2023 atas nama Dr. H. Mubiar Agustin, M.Pd., Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Bimbingan dan Pembelajaran PAUD;

Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia SK NOMOR Nomor 14275/M/07/2023 atas nama Dr. Dadang Sundawa, M.Pd., Dosen Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Pembelajaran Pendidikan Demokrasi;

Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia SK NOMOR Nomor 14276/M/07/2023 atas nama Dr. Mupid, M.A., Dosen Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Pendidikan Karakter Bangsa;

Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia SK NOMOR Nomor 14277/M/07/2023 atas nama Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto S.T. M.Eng., Dosen Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Teknologi Partikel;

Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia SK NOMOR Nomor 14278/M/07/2023 atas nama Eri Kurniawan, M.A., Ph.D., Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS); diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Linguistik Interdisipliner;

Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia SK NOMOR Nomor 14279/M/07/2023 atas nama Lala Septem Riza, M.T., Ph.D., Dosen Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Data Science dan Big Data Analisys;

dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia SK NOMOR Nomor 14280/M/07/2023 atas nama Dr. Mohamad Zaka Al Farisi, S.Pd.,M.Hum., Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Linguitik Terapan Bahasa Arab. (dodiangga)

Tiyas : Guru Profesional adalah Guru yang Adaptif

24 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dikatakan Tiyas bahwa hari ini kita memasuki era kompetitif, setiap individu harus mampu menghadapi tantangan di era serba digital. Oleh karena itu, khususnya seorang guru, juga dituntut untuk mampu cepat beradaptasi.

Harapan tersebut disampaikan Tiyas Puji Setianti, S. Pd., Gr., lulusan PPG Bidang Studi PGSD dalam sambutannya yang mewakili lulusan pada kegiatan Sumpah Profesi Guru bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru Periode Bulan Desember Tahun 2022 di Universitas Pendidikan Indonesia yang dilakukan secara daring dan luring terbatas di Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (21/03/2023).

“Demi menjawab tantangan tersebut, seorang guru profesional, di dalam proses pembelajarannya wajib dibekali dengan kemampuan problem solving yang dikolaborasikan dengan digitalisasi,” ungkap Tiyas.

Kami berharap, pendidikan serta modernisasi teknologi dapat merata di seluruh pelosok negeri di Indonesia, sehingga hal tersebut dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga tidak ada lagi ada yang tertingal.

“lulusan PPG diharuskan mampu menjadi guru yang bisa mendidik peserta didiknya agar memiliki karakter cinta tanah air, memiliki jiwa yang kompetitif, serta unggul di bidang teknologi dan informasi demi menjawab tantangan tersebut,” ungkapnya.

Tenaga pendidik di abad ini harus menjadi guru penggerak yang mengutamakan siswa dibandingkan dirinya. Guru lebih banyak melakukan inisiatif, terus berinovasi setiap harinya, dan mengutamakan keberpihakan atas kebutuhan siswa, tujuannya agar terjadi perubahan pada siswa.

Diungkapkan Tiyas,”Pendidikan Profesi Guru bukanlah perjalanan yang singkat dan mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, dan dituntut berani mengambil resiko.”

Besar harapan kami, lanjutnya, Universitas Pendidikan Indonesia tetap menjadi LPTK unggul yang menghasilkan guru-guru profesional yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berilmu, adaptif, kreatif, inovatif dan kompetitif, utamanya untuk mendidik.

Sebagai informasi sebanyak 2.178 orang guru mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah Profesi bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Periode Desember Tahun 2022 di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2023.

Adapun rincian lulusan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan sebanyak 1.989 orang, Dalam Jabatan Ex-PLPG sebanyak 84 orang, Dalam Jabatan PGP sebanyak 18 orang, Pra Jabatan 3T Berbeasiswa Berasrama sebanyak 1 orang, Pra Jabatan Bersubsidi sebanyak 4 orang, dan Pra Jabatan Mandiri sebanyak 82 orang. (dodiangga)

Kaprodi Program PPG : Lulusan PPG dan Kompetensinya Sesuai

24 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Ketua Program Studi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Hj. Aan Komariah M.Pd., mengatakan bahwa UPI mendapatkan posisi penting untuk lulusan PPG, dan kompetensi mereka sesuai dengan apa yang kita ajarkan, apa yang kita latihkan, dan apa yang kita berikan pada mereka sesuai dengan kurikulum yang sudah ditetapkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Aan dalam sebuah wawancara usai mengikuti kegiatan Sumpah Profesi Guru bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru Periode Bulan Desember Tahun 2022 di Universitas Pendidikan Indonesia yang dilakukan secara daring dan luring terbatas di Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (21/03/2023).

Prosesnya yang sungguh luar biasa, ungkap Prof. Aan, karena dosen-dosen mempunyai dedikasi, kemudian melalui satu prosedur terutama ada lembar pekerjaan mahasiswa yang secara online harus diisi oleh mereka dan menjadi monitoring bagi PPG bahwa para dosen sudah melaksanakan kinerjanya dengan sangat baik.

“Indikator bahwa mereka sudah betul-betul profesional tentu saja sudah lulus program. Lebih dari itu, melalui kawah candradimuka program Pendidikan Profesi Guru dengan capaian pembelajaran yang sudah sesuai. Mereka dinyatakan menjadi guru profesional dari segi kompetensi pedagogiknya, kompetensi kepribadiannya, sosial maupun profesionalnya,” ungkapnya lagi.

Selama ini jika dilihat dari kaca mata user, ujar Prof. Aan, secara tidak formal, belum ada akreditasi lagi untuk PPG sehingga kita mendengarnya baik itu secara langsung maupun tidak langsung dari pergaulan bahwa para lulusan PPG sudah menunjukkan kinerja yang berbeda dari sebelumnya.

Ditegaskan Prof. Aan,”Lulusan PPG jadi lebih bertanggung jawab, lebih bervariasi dalam memberikan pelajaran. Materi, metodenya, dan media yang digunakan lebih bervariasi, serta pembelajaran lebih dekat kepada membuat para siswanya happy.”

Sebagai informasi sebanyak 2.178 orang guru mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah Profesi bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Periode Desember Tahun 2022 di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2023.

Adapun rincian lulusan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan sebanyak 1.989 orang, Dalam Jabatan Ex-PLPG sebanyak 84 orang, Dalam Jabatan PGP sebanyak 18 orang, Pra Jabatan 3T Berbeasiswa Berasrama sebanyak 1 orang, Pra Jabatan Bersubsidi sebanyak 4 orang, dan Pra Jabatan Mandiri sebanyak 82 orang. (dodiangga)

Direktur SPs UPI: Mau Ikut Program PPG, Berlakulah sebagai Seorang Perencana

24 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Di dalam pembelajaran sepanjang hayat ada satu aspek yang paling penting, yaitu bahwa guru zaman sekarang itu harus menjadi seorang engineer, seorang perencana. Yang kedua, dia harus menjadi seorang peneliti. Misalnya saja ada peserta PPG yang mengatakan “Oh kelas saya ini anaknya pasif, atau anaknya hiperaktif”, itu hanya berdasarkan pada pertimbangan rasional saja.

“Saya sangat menginginkan ke depan itu didasarkan pada data, jadi berpikir secara ilmiah. Berpikir secara ilmiah dimulai dari identifikasi masalah, kemudian dia mengumpulkan data, merumuskan hipotesis, menguji, kemudian menyimpulkan. Jadi metode berpikir ilmiah sangat- sangat penting diterapkan dalam posisi dalam mindset sebagai pembelajar mandiri,” tegas Direktur Sekolah Pascasarjana UPI Prof. Dr. H. Syihabuddin, M. Pd.

Pernyataan Direktur Sekolah Pascasarjana UPI Prof. Dr. H. Syihabuddin, M. Pd., tersebut diungkapkan dalam sebuah wawancara usai mengikuti kegiatan Sumpah Profesi Guru bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru Periode Bulan Desember Tahun 2022 di Universitas Pendidikan Indonesia yang dilakukan secara daring dan luring terbatas di Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (21/03/2023).

Diungkapkan Prof. Syihab,”Sepanjang tahun 2022 kemarin, sebanyak 4500 orang guru telah lulus PPG. Itu rata-rata sekitar 85% lulus, baik kategori 1 maupun kategori 2. Saya sangat senang sekali, tapi tentu saja ini masih terus kita tingkatkan.”

Untuk menjadi calon peserta PPG, ada 2 hal yang harus mereka persiapkan agar bisa mengikuti programnya dengan baik.

“Pertama mereka harus memiliki tekad yang kuat, karena itu modal utama. Motivasi, kehendak, dan kemauan yang kuat, karena itu luar biasa pentingnya bagi seorang guru. Jadi dia harus percaya, yakin menanamkan kepada dirinya bahwa ini lah pilihan karir bagi dia untuk membahagiakan dirinya, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadi yang pertama itu tekad atau niat,” tegas Prof. Syihab.

Kedua, lanjutnya, tentu saja dia harus membekali diri dengan kemampuan teknologi digital. Itu bisa dipelajari secara mandiri.

Ketiga, dia juga harus sudah mulai membaca Content Knowledge (CK)-nya. Orang dari misalnya ekonomi, ya harus sangat paham berkenaan dengan itu. Tentu itu harus didukung dengan kompetensi-kompetensi yang lain.

Dikatakannya,”Tapi yang paling penting dari semua itu adalah guru itu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Ini sikap yang tidak bisa ditawar lagi pada PPG yang sekarang. Pembelajar sepanjang hayat itu sebuah keniscayaan bagi kita pada saat ini.”

Program Pendidikan Profesi Guru ini melibatkan 500 orang dosen dari berbagai prodi dan jurusan, dan dibantu dengan para guru pamong, serta fasilitator IT.

“Dalam kesempatan yang sangat baik ini, saya ingin menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para dosen yang telah memberikan segalanya untuk membimbing, melatih para guru, mulai dari kegiatan pendalaman materi kemudian workshop, pendampingan PPL dan ujian,” ungkap Prof. Syihab.

Demikian pula dengan peran guru pamong dan fasilitator IT juga. Guru pamong lah yang sebenarnya membimbing dan menjadi teman diskusi para peserta guru PPG, sehingga mereka berhasil dalam performance-nya, dalam uji kinerja ini. Pun fasilitator IT yang memperkenalkan para guru dengan teknologi digital.

PPG Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sangat dipercaya oleh masyarakat baik dari Jawa Barat maupun dari luar daerah. Terutama kepercayaan itu diberikan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. UPI selalu memperoleh tugas untuk membimbing atau menyelenggarakan PPG dalam jumlah yang terbanyak dibanding universitas atau perguruan tinggi lainnya.

Diungkapkan Prof. Syihab,”Contohnya kepercayaan yang diberikan Provinsi lain misalnya Aceh dan Riau. Aceh itu ingin menitipkan pembinaan gurunya ke UPI. Kemudian, Riau. Mereka juga menitipkan sejumlah gurunya untuk dididik di UPI. Jadi kita benar-benar memperoleh kepercayaan itu.”

Yang paling penting, lanjutnya, kepercayaan itu harus kita terima dan kita respon dengan sebaik-baiknya, memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Siapkan guru dengan sebaik-baiknya. Tingkatkan kualitas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mereka, kita hadir untuk mereka.

Untuk mendukung semua itu, UPI melakukan ada 4 tahapan. Pertama, tahap perencanaan. Pada perencanaan ini, mengevaluasi kegiatan PPG di tahun-tahun sebelumnya seperti koneksi internet ataupun pembelajarannya.

Setelah perencanaan, kemudian implementasi, lanjut ke evaluasi, kemudian dilakukan pelaporan.

“Di pelaporan ini, saya selalu menegaskan pentingnya evaluasi terhadap seluruh kegiatan dan disitu harus ada rekomendasi. Rekomendasi ini sangat penting untuk memberikan pelayanan terbaik pada kegiatan PPG berikutnya. Jadi senantiasa seperti itu, mulai dari perencanaan, implementasi, evaluasi dan pelaporan itu satu kegiatan yang utuh untuk meningkatkan kualitas PPG,” tutup Prof. Syihab.

Sebagai informasi sebanyak 2.178 orang guru mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah Profesi bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Periode Desember Tahun 2022 di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2023.

Adapun rincian lulusan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan sebanyak 1.989 orang, Dalam Jabatan Ex-PLPG sebanyak 84 orang, Dalam Jabatan PGP sebanyak 18 orang, Pra Jabatan 3T Berbeasiswa Berasrama sebanyak 1 orang, Pra Jabatan Bersubsidi sebanyak 4 orang, dan Pra Jabatan Mandiri sebanyak 82 orang. (dodiangga)

Ketua Umum PB PGRI Tegaskan bahwa Guru itu Dituntut Keikhlasan, Tanggung Jawab dan Kecintaan

24 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd., menegaskan bahwa jika anda semua telah berani memilih berprofesi menjadi guru, harus sadar dalam menjalankan kewajibannya sebagai pendidik.

Karena memilih adalah sebuah kesadaran, ujarnya. Kesadaran sebagai pilihan utama kita di dalam menjalankan kewajiban di masa yang akan datang yaitu berprofesi sebagai guru, sebagai pendidik.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sumpah Profesi Guru bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru Periode Bulan Desember Tahun 2022 di Universitas Pendidikan Indonesia yang dilakukan secara daring dan luring terbatas di Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (21/03/2023).

Lebih lanjut dijelaskan,”Memilih juga di dalamnya adalah tanggung jawab profesional. Tanggung jawab profesional adalah bahwa kita secara sadar akan melaksanakan tugas sebagai pendidik dengan sebaik-baiknya, dengan selalu belajar sepanjang hayat sebagaimana dikatakan oleh Pak Rektor UPI, dengan selalu belajar cepat, dengan selalu belajar kreatif dan menjaga integritas.”

Integritas itu bukan kita yang mengakui, ungkapnya, tetapi anak didik kita, orang tua dan semua masyarakat. Jalankan tugas dengan penuh integritas, menjaga nilai, datang tepat pada waktunya, dan selalu belajar. Pegang nilai-nilai tinggi sebagai pendidik, jadi orang lain yang menghargai.

“Pilihan anda sebagai pendidik yaitu satu-satunya profesi di dunia yang menuntut keikhlasan, tanggung jawab dan kecintaan yang dalam membesarkan anak-anak yang bukan anak-anak kandung kita. Keikhlasan yang dalam, bagaimana kita itu ingin menjadikan generasi-generasi yang kita didik adalah generasi-generasi yang terpuji, yang berakhlak mulia, yang selalu mau belajar,” ungkap Prof. Unifah.

Dua hal itu, lanjutnya, adalah inti penting dari kita sebagai pendidik dan dua hal ini telah ditanamkan sungguh-sungguh oleh Universitas Pendidikan Indonesia.

Dijelaskan Prof. Unifah,”Dua ribu lebih ini adalah sekelompok orang yang sangat beruntung mendapatkan pendidikan langsung dari kampus (UPI), yang begitu sangat dihormat. Bukan saja mengembangkan keilmuan, tapi kampus yang benar-benar memegang nilai dan sadar betul bahwa pendidikan adalah kunci perubahan.”

Mari bergabung di Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), harapnya, kami tunggu, karena disinilah ada kewajiban utama sebagai seorang pendidik itu bergabung di organisasi profesi.

Dikatakannya,”Di PGRI kita akan belajar sepanjang hayat, disana kita akan belajar menyampaikan aspirasi secara konstruktif. Mari kita majukan Indonesia, mari kita bersikap yang santun, berpikir yang konstruktif dan menyelesaikan masalah sesuai dengan kebutuhan zamannya.”

Jika ada persoalan, katanya, kita dialogkan secara konstruktif. Jadikan seorang pendidik yang memegang tinggi nilai-nilai sebagaimana disampaikan oleh Pak Rektor UPI.

“Jika 3 hal itu kita pegang teguh, kami berjanji akan terus mengupayakan, akan terus berjuang kepada saudara-saudara semua untuk menjadikan profesi guru profesi yang bermartabat, yang sejahtera, berkualitas, yang menjadi kunci perubahan,” pinta Prof. Unifah.

Saya sangat berterima kasih kepada UPI yang terus melahirkan calon-calon pendidik bangsa, yang bukan hanya berkualitas, yang bukan hanya mencintai pekerjaannya, tapi terus-menerus belajar, menjaga, merawat NKRI dengan sebaik-baiknya, menghormati segala perbedaan. Ini menjadi satu kesatuan yang utuh.

“Terima kasih telah menjadikan anak-anak kami guru profesional yang betul-betul Insya Allah mencintai pekerjaannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi sebanyak 2.178 orang guru mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah Profesi bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Periode Desember Tahun 2022 di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2023.

Adapun rincian lulusan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan sebanyak 1.989 orang, Dalam Jabatan Ex-PLPG sebanyak 84 orang, Dalam Jabatan PGP sebanyak 18 orang, Pra Jabatan 3T Berbeasiswa Berasrama sebanyak 1 orang, Pra Jabatan Bersubsidi sebanyak 4 orang, dan Pra Jabatan Mandiri sebanyak 82 orang. (dodiangga)

Pencarian