English
Indonesia

UPI Buka Pendaftaran Program Hibah Pengembangan Inovasi dan Hilirisasi Tahun 2026

12 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi hasil riset menjadi inovasi berdampak melalui pembukaan Program Hibah Pengembangan Inovasi dan Hilirisasi UPI Tahun 2026. Program ini secara resmi telah dibuka untuk pengusulan dan ditujukan bagi sivitas akademika UPI yang memiliki inovasi siap dikembangkan dan diimplementasikan bersama mitra pengguna.

Sebagai perguruan tinggi dengan kekuatan unggul pada bidang pendidikan, sosial humaniora, teknologi terapan, serta inovasi sosial, UPI memiliki rekam jejak kuat dalam menghasilkan berbagai model, teknologi tepat guna, produk inovasi, dan solusi kebijakan. Sejumlah inovasi tersebut telah menunjukkan tingkat kesiapan yang memadai untuk diimplementasikan. Oleh karena itu, diperlukan skema pendanaan yang secara spesifik mengakselerasi proses pengembangan lanjutan dan hilirisasi agar inovasi tersebut dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat dan dunia usaha.

Melalui Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park (DIHS), program hibah ini dirancang untuk memfasilitasi inovasi yang telah memiliki:

  • Kejelasan kebutuhan pengguna (user driven),
  • Kesiapan solusi pada tahap pengembangan lanjut,
  • Dukungan atau komitmen kemitraan dengan DUDI, instansi pemerintah, atau masyarakat.

Program ini tidak ditujukan untuk riset dasar atau eksploratif, melainkan difokuskan pada inovasi yang siap diimplementasikan dan memiliki potensi adopsi oleh mitra.

Memperkuat Kemitraan Strategis dan Dampak Nyata

Program Hibah Pengembangan Inovasi dan Hilirisasi UPI Tahun 2026 juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis antara UPI dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), instansi pemerintah, serta masyarakat. Kolaborasi yang terstruktur dan berorientasi hasil diharapkan mampu:

  • Mendorong adopsi model inovasi oleh mitra,
  • Mengimplementasikan teknologi tepat guna,
  • Mengoperasionalkan produk inovasi,
  • Menghasilkan luaran berbasis kekayaan intelektual,
  • Meningkatkan kualitas layanan publik dan pemberdayaan masyarakat,
  • Memperkuat daya saing mitra pengguna.

Sebagai bentuk komitmen institusional, UPI mengalokasikan pendanaan khusus untuk mendukung pelaksanaan hibah ini dengan orientasi pada luaran yang terukur dan berdampak. Program ini menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kontribusi UPI terhadap pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi, sejalan dengan kebijakan nasional hilirisasi riset prioritas.

Informasi Pendaftaran

Sivitas akademika UPI yang berminat dapat mengakses:

Seluruh proposal diajukan sesuai ketentuan dan jadwal yang tercantum dalam pedoman resmi program.

UPI mengajak seluruh inovator kampus untuk mengambil peran aktif dalam mendorong hilirisasi inovasi sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan dan memperkuat ekosistem inovasi nasional. (andri)

UPI Gelar Seleksi Peksiminas 2026, Siapkan Talenta Terbaik melalui Rumah Prestasi

12 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi memulai seleksi internal Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaring sekaligus membina talenta terbaik mahasiswa di bidang seni agar mampu bersaing di kancah nasional.

Kegiatan seleksi yang berlangsung secara profesional dan terbuka ini dipusatkan di Auditorium Amphiteater UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Kamis (12/2/2026). Peserta seleksi berasal dari berbagai fakultas serta kampus daerah di bawah naungan UPI.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI, Prof. Dr. Hj. Siti Nurbayani Kusumaningsih, M.Si., menyatakan bahwa potensi seni mahasiswa UPI tidak hanya berpusat di Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD), melainkan tersebar luas di berbagai program studi lainnya.

“Mahasiswa UPI memiliki potensi individu yang luar biasa di fakultas maupun kampus daerah. Sebagai contoh menarik pada Peksiminas sebelumnya, juara cabang Dangdut justru berasal dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK). Artinya, talenta unggul sangat mungkin lahir dari luar prodi seni,” ungkap Prof. Siti Nurbayani.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) UPI pada tahun 2026 ini meluncurkan program Rumah Prestasi. Wadah ini dirancang sebagai pusat pembinaan berkelanjutan, penguatan kapasitas, serta ruang kolaborasi lintas fakultas bagi mahasiswa berpotensi.

UPI juga menerapkan pendekatan unik dalam pembinaannya, yakni melalui sistem tutor sebaya. Dengan melibatkan kakak tingkat sebagai mentor, proses transfer semangat dan kreativitas diharapkan menjadi lebih efektif.

“Kami merancang sistem pembinaan yang terukur. Semangat itu lebih mudah menular jika diberikan antar mahasiswa. Kakak tingkat akan memberikan stimulus agar adik-adiknya lebih percaya diri dalam mengembangkan bakat,” tambahnya.

Selain menargetkan prestasi pada tahun 2026, UPI mulai memfokuskan pembinaan pada mahasiswa angkatan 2025. Langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat kontingen UPI pada Peksiminas 2028 mendatang. Dengan masa persiapan selama dua tahun, mahasiswa diharapkan memiliki kematangan pengalaman dan kemampuan yang lebih mumpuni.

Prof. Siti Nurbayani berharap, talenta-talenta yang terjaring melalui seleksi ini tidak hanya mewakili nama besar universitas, tetapi juga membawa harum nama Jawa Barat di tingkat nasional.

“Harapannya, perwakilan UPI dapat mendulang juara di berbagai cabang lomba Peksiminas. Ini akan menjadi kebanggaan kolektif sekaligus meningkatkan reputasi prestasi UPI secara nasional,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara seleksi profesional dan pembinaan sistematis di Rumah Prestasi, UPI optimistis dapat mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berdaya saing tinggi di bidang seni. (Rija/DN)

Kawal Kualitas Pendidikan, Senat Akademik UPI Perkuat Mutu dan Tata Kelola

11 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan komitmennya dalam menjaga sekaligus meningkatkan mutu akademik serta tata kelola perguruan tinggi. Penegasan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya universitas dalam menjunjung nilai-nilai keilmuan, integritas, dan keberlanjutan demi menjawab tantangan zaman.

Hal tersebut mengemuka dalam sambutan pada upacara Wisuda Gelombang I Tahun 2026 yang digelar di Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Selasa (10/2/2026).

Ketua Senat Akademik UPI, Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si, menyatakan bahwa Senat Akademik memiliki peran strategis dalam memastikan arah kebijakan universitas tetap selaras dengan standar mutu pendidikan tinggi nasional dan visi keilmuan UPI.

“Senat Akademik UPI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan akademik agar tetap menjunjung tinggi kualitas, etika akademik, serta relevansi keilmuan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” tegas Prof. Yadi Ruyadi di hadapan para wisudawan.

Lebih lanjut, Prof. Yadi menjelaskan bahwa penguatan mutu akademik tidak hanya terbatas pada kurikulum dan proses pembelajaran formal. Menurutnya, fondasi utama kemajuan universitas terletak pada penciptaan budaya akademik yang sehat, riset yang bermutu, serta program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata.

“UPI harus menjadi ruang tumbuh bagi insan akademik yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan nasional,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Senat Akademik juga mendorong seluruh sivitas akademika—baik dosen maupun mahasiswa—untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Meski terus bertransformasi, UPI diingatkan untuk tetap menjaga nilai-nilai dasarnya sebagai institusi pencetak pendidik dan tenaga profesional yang mampu bersaing di level global.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara pimpinan universitas, Senat Akademik, dan seluruh elemen kampus, UPI optimistis dapat terus memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi unggul dan pelopor di bidang pendidikan.

Melalui langkah strategis ini, UPI berharap para lulusan yang diwisuda hari ini tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga integritas dan semangat inovasi untuk membangun bangsa. (Rija/DN)

Direktorat Penjaminan Mutu dan Pemeringkatan UPI Sosialisasikan Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0

11 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan sosialisasi Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0 sebagai upaya mempersiapkan program studi kependidikan dalam menghadapi kebijakan akreditasi terbaru yang mulai diberlakukan secara penuh pada Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis agar seluruh program studi memahami secara menyeluruh perubahan, ketentuan, serta indikator penilaian dalam instrumen baru tersebut yang dilaksanakan di Auditorium FPEB Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Selasa, (10/2/2026).

Direktur Direktorat Penjaminan Mutu dan Pemeringkatan Prof. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si., menjelaskan bahwa Instrumen LAMDIK 3.0 telah diluncurkan sejak Desember 2025 dan kini memasuki masa transisi menuju penerapan penuh. Ia menegaskan bahwa cukup banyak program studi di UPI yang berada dalam cakupan LAMDIK tengah bersiap menghadapi reakreditasi karena masa berlaku akreditasi yang akan berakhir dalam rentang 2026 hingga 2027.

“Program studi harus menyiapkan dokumen akreditasi sesuai dengan instrumen terbaru. Oleh karena itu, penting bagi fakultas dan program studi untuk memahami secara detail kriteria, indikator penilaian, serta kebijakan yang berlaku dalam Instrumen LAMDIK 3.0,” ujarnya.

Prof. Ratnaningsih menekankan adanya aspek krusial dalam instrumen 3.0, yaitu syarat perlu yang wajib dipenuhi secara keseluruhan. Ia menjelaskan bahwa meskipun skor penilaian tinggi, program studi tidak dapat meraih predikat unggul apabila salah satu syarat perlu tidak terpenuhi. “Ini yang harus benar-benar dipahami oleh program studi. Jangan sampai secara skor sudah baik, tetapi gagal mencapai predikat unggul karena ada syarat perlu yang terlewat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan perbedaan utama antara Instrumen LAMDIK 3.0 dan 2.0. Secara umum, struktur kriteria penilaian dan susunan dokumen tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, pada Instrumen 3.0 tidak lagi dikenal predikat baik sekali. Program studi hanya memiliki peluang memperoleh predikat Unggul (5 tahun), Unggul (3 tahun), atau Terakreditasi, yang ditentukan oleh capaian skor dan pemenuhan syarat perlu

Melalui sosialisasi ini, UPI berharap seluruh program studi kependidikan dapat segera melakukan pembenahan dan pemetaan capaian indikator sesuai Instrumen LAMDIK 3.0. Bagi program studi yang masa akreditasinya masih cukup panjang, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal awal untuk merancang program strategis guna memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

“Semua program studi harus mengetahui dan mengimplementasikan indikator-indikator dalam instrumen ini, sehingga predikat unggul dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” pungkas Prof. Ratnaningsih. (Rija/DN)

215 Mahasiswa BerprestasiUPI Terima Beasiswa Jenius Hibah Pemprov Jawa Barat

11 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima hibah beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari kalangan kurang mampu namun memiliki prestasi akademik. Program beasiswa ini merupakan bagian dari kebijakan Pemprov Jawa Barat yang dikoordinasikan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan pemberian Simbolis dilaksanakan pada saat acara Wisuda UPI Gelombang I di Gedung Gymnasium Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Selasa (10/2/2026).

Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menjelaskan bahwa beasiswa tersebut ditujukan bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan. Selain berasal dari keluarga tidak mampu, penerima beasiswa juga harus memenuhi kriteria prestasi yang telah ditetapkan. Program ini telah disosialisasikan sejak sebelum Juli 2025, mengingat setiap perguruan tinggi harus mengajukan proposal kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat

“Jumlah mahasiswa UPI yang menerima manfaat beasiswa hibah Pemprov Jawa Barat saat ini mencapai 215 orang. Mereka telah melalui tahapan pengusulan dan verifikasi berkas yang dilaksanakan oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni pada Oktober hingga November 2025,” ujar Prof. Yudi

Ia menambahkan, sebagai dasar formal penerimaan hibah, UPI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada September 2025. Beasiswa ini bukan kali pertama diterima UPI, dan diharapkan dapat kembali diperoleh pada tahun 2026 dengan jumlah yang lebih besar, seiring masih banyaknya mahasiswa yang membutuhkan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT)

UPI juga memastikan distribusi penerima beasiswa dilakukan secara proporsional di seluruh program studi dan tidak terpusat pada fakultas tertentu. Hal ini dilakukan untuk menjaga pemerataan kesempatan bagi mahasiswa di seluruh lingkungan universitas.

Melalui program beasiswa hibah daerah ini, UPI terus berkomitmen mendukung keberlanjutan studi mahasiswa serta berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah daerah di bidang pendidikan tinggi. (Rija/DN)

Pencarian