English
Indonesia

Perdana! 300 Mahasiswa DIKMANPER FPEB UPI Ikuti Workshop Penulisan Artikel Ilmiah

10 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebanyak 300-an mahasiswa angkatan 2019, 2020, 2021 dan 2022 mengikuti Workshop Penulisan Buku dan Artikel Ilmiah. Baru sekarang, ungkapnya, tadi saya sampaikan kita rancang kegiatan ini diselenggarakan di tahun 2022. Ini baru bisa diselenggarakan pada tahun 2023, rencana sebelumnya di tahun 2022. Fokus workshop untuk hari ini areanya di penulisan artikel skripsi. Workshop ini diinisiasi oleh Program studi Pendidikan Manajemen Perkantoran (DIKMANPER) Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Penjelasan tersebut diungkapkan Kaprodi Dikmanper FPEB UPI Dr. Sambas Ali Muhidin, S.Pd.,M.Si., di sela-sela kegiatan Workshop Penulisan Buku dan Artikel Ilmiah di Ruang Auditorium Gedung FPEB Lt. 6 Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Kamis (9/2/2023).

Dikatakannya,”Yang terlibat dalam kegiatan ini diikuti oleh 4 angkatan. Dalam satu angkatan ini kan antara 90 sampai 100 mahasiswa, berarti kalau kita ambil 90 kali 4 angkatan, ya sekitar 300-an. Untuk kegiatan hari ini sebetulnya yang wajib hadir itu mahasiswa yang sedang tingkat akhir, yang sedang menulis skripsi atau yang mau menulis skripsi. Yang sedang menulis skripsi ini angkatan 2019, dia sedang menulis skripsi. Jadi oleh Prodi diwajibkan karena mereka sudah langsung dalam waktu dekat akan menyelesaikan skripsi.”

Kemudian yang angkatan 2020 ini juga kita wajibkan karena mereka siap-siap untuk membuat skripsi, mereka bahkan sekarang lagi magang, oleh kita diarahkan untuk ke skripsi juga. Mereka kita arahkan untuk memahami, memang kalau ke skripsi masih jauh tapi kita arahkan dia memahami bagaimana menulis makalah. Karena di setiap mata kuliah mereka selalu ditugaskan membuat makalah.

“Tujuannya karena kita termotivasi ingin meningkatkan kualitas tulisan-tulisan para mahasiswa. Apalagi tadi, bahwa jurnal kita juga sudah naik ke peringkat ke-3, nah itu kan jadi tantangan buat kita. Kita bekali mereka pengetahuan keterampilan untuk menyusun makalah yang baik, sehingga kegiatan ini sangat penting untuk semua mahasiswa,” ungkapnya lagi.

Kegiatan hari ini, lanjut Dr. Sambas, sebetulnya merupakan salah satu masukan dari teman-teman dosen di Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran. Kaitannya dengan kualitas penulisan artikel skripsi yang dibuat oleh para mahasiswa. Jadi, kita sangat memahami kenapa kualitas tulisan artikel skripsi mahasiswa ini masih kurang atau masih di bawah standar.

Kenapa, lanjutnya, karena memang dari sisi kegiatan sangat kurang sekali, kegiatan-kegiatan yang menyelenggarakan semacam pelatihan-pelatihan atau workshop-workshop di dalam menulis skripsi.

Jadi gini, ungkapnya lagi, mahasiswa-mahasiswa itu belum tahu cara membuat artikel. Misalnya dari sisi judul, dia tidak tahu bagaimana membuat judul artikel. Selama ini mahasiswa membuat judul artikel itu sama dengan judul skripsi. Jadi di copy-paste aja dari judul skripsi ke judul artikel, semua tulisan-tulisan yang ada di artikel mirip dengan apa yang di skripsi. Jadi dia hanya merangkum saja, merangkum-pindahkan. Nah padahal kan tidak begitu.

“Jadi harapan dari kegiatan ini, tentu saja para mahasiswa bisa menulis artikel dengan baik, bisa menulis artikel dengan standar yang dipersyaratkan untuk sebuah artikel, ada kaidah-kaidah bagaimana menulis artikel,” harapnya.

Ya nanti mereka bisa menulis artikel skripsi pada saat dia menyelesaikan tugas akhir menulis skripsi itu, paparnya. Biasanya para mahasiswa itu setiap selesai menulis skripsi, salah satu kewajibannya adalah menulis artikel. Nah, artikel yang dibuat oleh mahasiswa itu harapannya bisa menciptakan artikel yang baik.

Lebih lanjut dijelaskan,”Jadi outputnya, tentu saja nanti pada saat mereka menulis artikel skripsi, mereka bisa menghasilkan artikel skripsi yang berkualitas, yang baik. Artikel skripsi dan skripsi. Artikel itu setelah skripsi, maka disebutnya artikel skripsi.”

Artikel skripsi itu menjadi sebuah kewajiban, sebuah persyaratan, ungkapnya lagi. Ini persyaratan akademik yang hampir semua Prodi di UPI itu mahasiswanya dituntut harus membuat artikel skripsi. Jadi artikel skripsi itu, artikel yang dibuat dari hasil skripsi.

“Jadi tugas akademiknya seorang mahasiswa itu dalam menyelesaikan studi ada 2. Pertama membuat skripsinya, penelitian skripsi. Nah berikutnya membuat artikelnya, artikel akan dibuat kalau mahasiswa sudah selesai membuat skripsi,” bebernya.

Adapun garis besar kaidah-kaidah menulis artikel ditandai dengan adanya judul artikel, isi dan kesimpulan, termasuk gaya penulisannya. Contohnya pemilihan judul. Saya sering melihat judul-judul mahasiswa itu mirip dengan judul skripsi.

“Misalnya gini, mahasiswa punya judul skripsi itu tentang Pengaruh Variabel Tertentu dengan Variabel Tertentu. Jadi ada hubungan antar variabel. Padahal di artikel itu judulnya lebih fleksibel, lebih sederhana. Contoh misalnya Studi tentang Kinerja Pegawai di. Nah gitu, jadi lebih sederhana dan lebih simpel. Jadi tidak terlalu kaku, bahasanya tidak terlalu kaku,” ungkapnya lagi.

Isi dan gaya penulisannya juga sama, katanya. Jadi, isinya masih terlalu kaku karena tidak lebih fleksibel. Mereka masih kesulitan di dalam menyusun redaksi kalimat, cara mengutip, membuat parafrase, itu kesulitan-kesulitan mereka seperti itu.

Ditegaskan kembali,”Kita ingin di kegiatan hari ini para narasumber itu memberikan tips bagaimana menyusun judul, bagaimana membuat latar belakang, bagaimana membuat misalnya menulis di metodologi, karena kita by re-search ya artikelnya, kemudian bagaimana menyusun hasil penelitian dan pembahasan termasuk kesimpulan bahkan termasuk dalam menyusun daftar pustaka. Jadi nanti dipandu oleh mereka, oleh para narasumber ini.”

Workshop Penulisan Buku dan Artikel Ilmiah ini menghadirkan 3 narasumber. Pertama Dr. Rini Intansari Meilani, M.Pd., kedua, Dr.Tutik Inayati, M. S.M., dan Dr. Fahmi Jahidah Islamy, S.M.B., M.M. Dr.Tutik menyampaikan materi secara umum/global tentang karya tulis ilmiah. Membahas tentang artikel, membahas tentang makalah yang biasa oleh mahasiswa itu dikerjakan selama kuliah, nah itu disampaikan termasuk juga skripsi. Kemudian Dr. Fahmi membahas tentang sistematika karya ilmiah. Sementara itu Dr. Intan membahas tentang bagaimana cara mengutip dan cara membuat paraphrase.

Kemudian di sesi ke-2 itu Sesi Panel. Ketiganya membahas tentang teknik menulis artikel ilmiah dan makalah. Sementara itu untuk materi terakhir, kita pandu mahasiswa untuk melakukan aktivitas korespondensi dengan jurnal. Dipandu untuk meng-upload tulisan-tulisan artikel itu ke jurnal.

Dijelaskannya,”Program studi DIKMANPER FPEB UPI memiliki 2 jurnal, yaitu Jurnal MANAJERIAL dan Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran (JPManper). Untuk Jurnal JPManper di tahun ini peringkatnya naik dari Sinta 4 ke Sinta 3. Ini merupakan prestasi yang luar biasa untuk JPManper. Sementara itu, Jurnal Manajerial sedang dalam proses untuk peningkatan akreditasi dari Sinta 4 ke Sinta 3.” (dodiangga)

Kuliah Umum dalam rangkaian Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI : Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, Bahas Pentingnya Manajemen Pendidikan Masa Depan dan Mobilitas Sosial  

09 Feb 2023 • Humas UPI

Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia menjadi pembicara kunci acara kuliah umum dalam rangkaian pengabdian kepada masyarakat Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesias bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Garut yang diselenggarakan di kampus Cisewu (10/2/2023). Kegiatan kuliah umum dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ini membahas tema manajemen pendidikan dan mobilitas di era revolusi industri 4.0 yang diikuti secara terbuka oleh para mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Garut, masyarakat serta para dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI.  

Revolusi industri 4.0 dan Transformasi Digital 

Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, menjelaskan tantangan pendidikan di era 4.0 berkaitan dengan tranformasi digital yang mengguncang dunia dan membawa pada revolusi industri  ke-4 yang  lebih konferehensif dan masuk kedalam semua aspek kehidupan mulai dari mekanisasi, elektrifikasi, otomasi, sampai ke otonomi. Dampak tranformasi digital terjadi perubahan kerja dan pekerjaan, ekonomi inovasi, pemberdayaan individu.  

Revolusi industri 4.0 ini menjadikan berbagai macam kebutuhan manusia telah banyak menerapkan dukungan internet dan dunia digital sebagai wahana interaksi dan transaksi dalam bentuk sharing ekonomi, elektronik education, elektornik goverment, cloud collaborative, marketplace, online health service. smart manufacturing, smart city, smart appliance. Saat ini berbagai macam kebutuhan manusia, telah banyak menerapkan dukungan internet dan dunia kerja digital sebagai wahan interaksi dan transaksi. 

Lebih lanjut menjelaskan menghadapi era revolusi industri 4.0, Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, menekankan perlunya literasi baru agar bisa kompetitif. Pembelajaran  perlu orientasi baru. Pada fase revolusi Industri 4.0, kita tidak hanya cukup  literasi lama seperti membaca, menulis, dan  matematika sebagai modal dasar untuk  berkiprah di masyarakat. 

Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, mengajak peserta memikirkan bagaimana caranya meyakinkan  semua elemen masyarakat bahwa  literasi baru ini akan membuat  mereka kompetitif. Melalui literasi data, kita harus meningkatkan kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (big data)  di dunia digital. Melalui Literasi teknologi, kita berupaya memahami cara kerja mesin dalam bentuk aplikasi teknologi. Melalui literasi manusia, kita belajar nilai kemanusiaan atau humanities, komunikasi dan desain. Saat ini dan kedepan kita perlu menyiapkan pendidikan yang lebih kompetitif agar bisa mengatasi kesenjangan dunia pendidikan dengan skill dan kebutuhan dilapangan.

Manajemen Pendidikan Masa Depan dan Mobilitas Sosial 

Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, menjelaskan bahwa tujuan pendidikan kita mengembangkan kepribadian peserta didik sehingga memiliki sikap empati, respek, toleransi dan kepercayaan pada orang lain, meningkatkan kemampuan mengambil keputusan secara rasional dan efisiensi, mengembangkan kesadran selauku warganegara suay banbsa dan dunia, serta meningkatkan kemampuan, berkomunikasi diantara sesama warga bangsa. Selain itu fungsi perguruan tinggi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru dan menghasilkan mansia baru yang berilmu. Juga untuk menjamin supremasi bangsa. Tugas utama dosen harus mencakup menciptakan ilmu pengetahuan baru yang berarti dosen harus didorong untuk melaksanakan research for science advancement (R&A) dan bukan hanya research for science development. Berdasarkan perspektif tersebut, fungsi perguruan tinggi, bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi untuk memproduksi ilmu pengetahuan.  

Melalui paradigma ini, Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP mengajak para peserta untuk bersiap-siap melaksanakan pembangunan generasi global dalam ilmu dan teknologi untuk menuju pembangunan generasi nobelist. Menurutnya semangat inilah yang harus ditularkan oleh guru atau dosen kepada siswa atau mahasiswa serta memberikan pemahaman memulai life long producing.  

Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, menjelaskan mobilitas sosial merupakan kedudukan status sosial dari suatu lapisan ke lapisan lain baik menjadi lebih tinggi maupun menjadi lebih rendah dari sebelumnya atau hanya berpindah peran tanpa mengalami perubahan kedudukan dalam bentuk mobilitas vertikal, mobilitas antargenerasi, mobilitas intergenerasi dan mobilitas horizontal.  

Menurutnya, saluran mobilitas ini melalui pendidikan, organisasi profesi, ekonomi atau organisasi politik. Terdapat faktor penghambat mobilitas sosial diantaranya faktot sosial, ekonomi, situasi politik, kependudukan, faktor struktural, faktor individu, akses pendidikan dan pembagian kerja. Dampak mobilitas sosial, apabila semua mobilitas sosial bersifat keatas tentunya semua orang akan merasa senang. Akan tetap selalu ada  kemungkinan mobilitas sosial kebawah dan kesamping. Mobilitas sosial memberikan dampak positif mendorong untuk lebih maju, mempercepat tingkat perubahan sosial, meningkatkan integrasi sosial. Sedangkan dampak negatif mobilitas sosial terjadinya konflik dan gangguan fsikologis. 

Menurut, Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, bahwa mobilitas sosial dalam pendidikan merupakan perindahan seseorang atau kelompok dari status sosial ke satu status sosial yang lain dalam ruang lingkup pendidikan. Pada perspektif ini, pendidikan memainkan peran sebagai mekanisme dimana posisi sosial dipertahakan dari generasi ke generasi. Sesorang dari kelas ssosial yang lebih tinggi kemungkinan besar memiliki pendidikan yang lebih baik yang akan memungkinkan untuk mempertahakan posisi kelas sosial.  

Saluran pendidikan menjadi kunci menentukan sejauh mana mobilitas sosial yang mampu dicita-citaan seseorang dalam masyarakat. Menurutnya, pendidikan memiliki nilai fungsional sekaligus nilai simbolik. Pendidikan menjadi salahsatu saluran bagi individu untuk melakukan mobilitas sosial. Pendidikan memberikan kesamaan dasar pendidikan dan mengurangi perbedaan antara golongan tinggi dan golongan rendah. Mobilitas sosial melalui saluran pendidikan terbuka bagi semuan lapisan masyarakat. 

Pada akhir paparan kuliah umum, Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, menjelaskan bahwa literasi dan pendidikan merupakan persolan yang sedang kita hadapi saat ini yang sangat komplek. Pada kegiatan ini, Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, menekankan bahwa literasi ukuran kompetensi dalam memberdayakan pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk literasi keuangan dan versus belajar keuangan, literasi baca versus kemampuan baca, literasi ICT versus pengetahun ICT, literasi numerasi versus matematika. Keduanya berlandaskan pengetahuan dan kerampilan yang sama, tetapi perbedaannya terletak pada pemberdayaan pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan yang dipandang sebagai instrumen terbaik dalam membangun sistem sosial dan peradaban bangsa. Fondasi manajemen pendidikan yang hampir hilang yaitu yakinkan keluarga dan cinta fondasi terkuat, pengorbanan waktu bersama, membaca buku, bercerita, komunikasi dua arah, bahkan sekedar bertanya, menggerakan apapun dilakukan bersama (Yana Setiawan) 

Mitha Windiastuti : Pengalaman MBKM MSIB, Belajar Ritel Modern PT. Mitra Adiperkasa, Tbk

09 Feb 2023 • Humas UPI

Mitha Windiastuti, mahasiswi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendididikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun angkatan 2019 yang akrab dipanggil Mitha, Mitha adalah salah satu mahasiswi yang terpilih di bidang Ritel PT. Mitra Adiperkasa, Tbk (MAP), program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). 

Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) ini merupakan program persiapan karier yang komprehensif dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i untuk belajar di luar program studi dengan jaminan konversi SKS yang diakui oleh perguruan tinggi. Selain itu, program ini juga dapat membuka peluang besar bagi mahasiswa/i untuk belajar lebih dalam mengenai dunia pekerjaan yang akan dihadapinya setelah lulus dari program studinya. 

Dalam wawancara, Mitha berkesempatan menceritakan pengalamannya dalam mengikuti program MSIB. “Awalnya saya mengikuti MBKM di semester 6 yaitu program kampus mengajar, saya tahu informasi program MSIB sebelum kampus mengajar selesai, cuman belum tertarik untuk daftar, tertariknya pas hampir penutupan pendaftaran MSIB batch 3” tuturnya. Walaupun terkesan tidak tertarik mengikuti MSIB akan tetapi sebenarnya dalam diri Mitha sendiri sudah lama tertarik untuk bekerja di PT Mitra Adiperkasa, Tbk (MAP) atau lebih tepatnya sejak awal program MBKM diluncurkan “Saya sudah ingin kerja di MAP dari zaman MBKM dibuka”. 

PT Mitra Adiperkasa Tbk atau biasa disingkat menjadi MAP, adalah sebuah perusahaan ritel yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini merupakan distributor terkemuka untuk sejumlah merek olahraga, anak-anak dan gaya hidup yang menjadi mitra Kemendikbud dalam MSIB. 

“Nah, waktu itu saya ingin mengisi waktu luang saya, akhirnya saya melamar ke 130 perusahaan yang salah satunya adalah PT MAP Tbk. Awalnya sempet ragu karena gak ada pengalaman organisasi” tuturnya Kepada redaksi. Berkat kegigihannya, Mitha pun lolos dalam mengikuti program MSIB di perusahaan MAP, padahal menurutnya seleksi masuk ke perusahaan MAP ini cukup membuatnya minder, namun tak membuat Mitha berputus asa dalam mencoba dan berusaha mengejar program MSIB untuk mengisi waktu luangnya tersebut, “karena kemaren gabut banget jadi berdoa optimis dan ternyata lolos”. 

Pada proses rekrutmen MAP ini merupakan proses seleksi yang tergolong mudah yaitu dimulai dari pendaftaran melalui situs resmi Kemendikbud. Tahap awal seleksi yaitu screening berkas, jika lolos di tahap pemeriksaan berkas maka tahap selanjutnya adalah interview user di tahap ini beberapa calon pemagang akan dikumpulkan untuk melaksanakan kegiatan interview dengan beberapa user perusahaan, setiap user akan bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan apa yang akan dikerjakan nanti jika pemagang tersebut lolos. 

Mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan dalam pendaftaran MSIB tersebut, Mitha pun menjelaskan dengan runtut. “Yang pertama ada CV ATS friendly, pengalaman kerja/organisasi, portfolio, dan bila dirasa perlu adalah latihan interview” jelas Mitha 

Selama program MSIB, Mitha mengungkapkan sejumlah pengalaman menarik yang pernah ia alami. “tugasnya membuat laporan harian, mingguan terus bikin template untuk di stor ke ikomarts, terus kadang-kadang suka ke bazar, karna ada bazar dan di MAP itu ada pelatihan berbicara yang baik.” 

Dikampus Mitha, tidak tergolong mahasiswi yang aktif namun dalam melakukan persiapan program MSIB tersebut Mitha melakukan banyak pelatihan skil seperti copy writing excel di Courous dan mendapatkan sertifikat pelatihan tersebut untuk dijadikan sebagai penunjang persyaratan daftar program MSIB. 

Perihal Magang, Mitha juga punya beberapa pesan yaitu mencari informasi sebanyak mungkin tentang Mitra Magang (bisa dari LinkedIn, web resmi, dan lain sebagainya), disiplin membuat laporan mingguan, serta menjadikan dosen sebagai pemberi advice, bukan hanya sarana. Dan tips and trick dari Mitha sendiri harus Pede. “Pede aja dulu, harus pede, doa dan usaha jangan lupa, dan pastinya jalur langit.” 

BRIN Menerima Asep Bayu Dani Nandiyanto sebagai Visiting Researcher beserta timnya sebagai Student Internship 

09 Feb 2023 • Humas UPI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerima Assoc. Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto S.T. M.Eng., Dosen Kimia Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia (FPMIPA, UPI) sebagai visiting researcher bersama tim peneliti yang beranggotakan Risti Ragadhita (S2 Kimia), Meli Fiandini (S2 Pendidikan Kimia), Siti Nur Hofifah (S1 Pendidikan Biologi), Intan Yustia (S1 Kimia), Brigitta S. Maharani (S1 Kimia), Gabriella Chelvina S. G (S1 Kimia) sebagai student internship pada Kamis pagi di Kawasan LIPI Bandung (BRIN Bandung-Cisitu) Jl. Sangkuriang, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung (2/2/2023). 

Program Visiting Researcher ini merupakan salah satu bagian dari program Manajemen Talenta BRIN. Program ini merupakan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia berbasis mobilitas periset melalui kolaborasi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan/atau penerapan IPTEK di BRIN, bagi professor atau periset ahli dari perguruan tinggi, badan penelitian dan pengembangan, dan/atau industri baik di dalam negeri maupun luar negeri. Harapannya dapat membangunan Indonesia yang berkelanjutan melalui peningkatan jumlah publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi tinggi, produk inovatif, dan terjalinnya kerjasama riset nasional maupun internasional. BRIN didirikan dengan tujuan untuk memperbaiki ekosistem riset dan inovasi yang sebelumnya kurang ideal, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur. 

Dr. Eng. Diana Rahayu Ningwulan, M.T selaku ketua kelompok periset Teknologi Pemantauan dan Analisis Risiko Lingkungan, BRIN menyampaikan ucapan selamat datang di BRIN kepada Assoc. Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, M.T dan tim. “Selamat datang di BRIN, sebuah kehormatan dapat berkolaborasi dengan Prof. Asep beserta tim,” ujarnya. Ketua Diana Rahayu pun meyakini kolaborasi ini dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia periset, iklim riset dan inovasi nasional. Tim riset BRIN yang berkolaborasi merupakan bagian dari kelompok riset Pusat Riset Lingkungan Dan Teknologi Bersih (PRLTB), yang dikepalai oleh Dr. Sasa Sofyan Munawar S.Hut.,M.P. 

Dalam pertemuan dengan tim periset Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, Dr. Eng. Diana Rahayu Ningwulan, M.T (ketua Kelompok riset Teknologi Pemantauan dan Analisis Risiko Lingkungan, BRIN) dan Willy Cahya Nugraha, M.Sc.,Ph.D, beserta tim yang terdiri dari Hanny Meirinawati, M.Sc, dan Elsy Rachimi Chaldun, M.T., membahas terkait rancangan penelitian yang akan dilakukan selama 6 bulan ke depan terhitung sejak tanggal 1 Februari 2023 sampai 31 Juli 2023. Pertemuan ini merupakan rangkaian awal dari program kegiatan visiting researcher dan student internship. 

Adapun program Student Internship yang dilakukan oleh mahasiswa ini merupakan salah satu layanan pemanfaatan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi BRIN – LIPI yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum khususnya mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir yang berbasis kerjasama riset di unit kerja lingkungan BRIN, dan program ini dilaksanakan selama 6 bulan. Adapun daftar mahasiswa yang mengikuti program ini terdiri dari Risti Ragadhita (S2 Kimia), Meli Fiandini (S2 Pendidikan Kimia), Intan Yustia (S1 Kimia), Brigitta S. Maharani (S1 Kimia), Gabriella Chelvina S. G. (S1 Kimia). 

Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan beberapa penelitian kolaboratif dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berfokus pada penyelesaian berbagai permasalahan, khususnya terkait lingkungan. Hal ini juga bagian dalam mendukung pelaksanaan  

Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Harapannya hasil studi dalam penelitian kolaboratif ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia (Asep Bayu Dani Nandiyanto/Kantor Jurnal dan Publikasi UPI) 

UPI Selenggarakan Review dan Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik 2022/2023

06 Feb 2023 • Humas UPI

Pada tahun 2022 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali meraih kategori Informatif dari Komisi Informasi Pusat. Sebagai upaya untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi ini, UPI menyelenggarakan kegiatan Review dan Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik pada Senin, 6/02/2023 secara bauran (hybrid). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah untuk me-review hasil yang diraih, serta menyamakan persepsi di antara unit kerja  terkait Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP).

Kegiatan review dan sosialisasi ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Humas sekaligus Pelaksana PPID UPI, Prof. Dr. Deni Darmawan, Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perlunya pemahaman keterbukaan informasi publik terutama bagi badan publik adalah agar badan publik tepat dalam melakukan pengelolaan dan penyebarluasan informasi ke publik. Momentum perolehan prestasi UPI sebagai universitas yang meraih kategori informatif di UPI ini perlu dimanfaatkan agar setiap unit terkait dapat meningkatkan perolehan poin monev pada tahun ini. Untuk itu, unit perlu benar-benar memahami hak dan kewajiban badan publik sesuai Undang-Undang No. 14 Tahun 2008.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Memen Kustiawan. Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras dari para pelaksana PPID di UPI yang telah meraih prestasi. Ia juga mengingatkan agar para pelaksana tidak terlena dengan prestasi yang telah dicapai. Prestasi harus dipertahankan bahkan ditingkatkan, tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Arya Sandhiyudha, Ph.D., Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, terkait Arah Kebijakan dan Pengembangan Monitoring Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2023. “Badan Publik jangan semata-mata mengejar kategori informatif dan nilainya, lebih dari itu, Badan Publik perlu meningkatkan kualitas pelayanan informasinya itu sendiri.” Intinya, informasi yang disampaikan harus bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat. Informasi tidak boleh asal disampaikan, tetapi perlu diperhatikan informasi yang disampaikan itu memberi dampak positif bagi masyarakat, serta kemudahan bagi masyarakat mengaksesnya. Ia menambahkan agar UPI juga menyediakan program-program yang dapat mendukung keterbukaan informasi publik yang dapat disinergikan dengan Tridharma PT.

Materi kedua disampaikan oleh Siti Ajijah, S.H., M.H., Asisten Ahli Komisi Informasi Pusat RI. Pada materi kedua, hal-hal teknis terkait kelemahan dan keunggulan yang telah dicapai dalam monev sebelumnya disampaikan. Ia juga menyampaikan pentingnya pemahaman badan publik dan unit terkait di bawahnya untuk memahami informasi yang dapat dibuka dan dikecualikan. Ia mengingatkan agar UPI jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan informasi untuk hal-hal yang negatif.

Penulis:

Jatmika Nurhadi

Pencarian