English
Indonesia

Aan Anisah, Dosen UGJ Raih Gelar Doktor Pendidikan Ekonomi UPI

31 Jan 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dalam upaya membangun perilaku keuangan yang rasional, variable pengalaman keuangan dan edukasi keuangan menjadi konsep baru dalam pengalaman belajar keuangan. Keduanya digabungkan dalam model conditional process.

Pernyataan tersebut terungkap dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor atas nama Aan Anisah dengan NPM. 1906953 yang berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Model Conditional Process Pada Pengaruh Financial Learning Experience Terhadap Financial Behavior (Survey pada Dosen Bidang Ekonomi Wilayah Jawa Barat bagian Timur). Sidang berlangsung di Ruang Auditorium Gedung FPEB Lt. 6 Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Senin (30/1/2023).

Aan Anisah merupakan mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang juga Dosen Pendidikan Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) mengungkapkan bahwa menggabungkan variable pengalaman keuangan dengan edukasi keuangan menjadi konsep baru pengalaman belajar keuangan atau financial learning experience, financial literacy, financial attitude, subjective norm dan financial behavior yang dibingkai dengan model conditional process terkait dengan perilaku keuangan dengan menggabungkan variabel mediasi atau financial literacy dan Financial attitude dan moderasi dari subjective norm dapat menjadi solusi dalam upaya membangun perilaku keuangan yang rasional. Ini menjadi novelty pada penelitiannya.

Hadir sebagai Promotor Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., Co promotor Prof. Dr. H. Disman, MS., Prof. Dr. H. Hari Mulyadi, M.Si., sebagai Anggota, dan Dr Endang supardi M.Si., sebagai penguji Internal, serta Prof. Dr. Dedi Purwana E.S., M.Bus., sebagai penguji Eksternal.

Diungkapkan Aan,”Dalam upaya meningkatkan financial behavior, Dosen Bidang Ekonomi Wilayah Jawa Barat bagian Timur perlu mendisiplinkan anggaran yang telah dibuat dan konsisten melakukan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran secara rutin setiap bulan. Intinya adalah harus membuat laporan keuangan, mereview dan menganalisis pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan serta hindari pengeluaran yang sifatnya keinginan.”

Sisihkan dana darurat untuk keperluan yang tidak terduga, ujarnya lagi. Kemudian hitung rasio tabungan dan rasio pinjaman/hutang. Pikirkan untuk memiliki investasi pada usia produktif.

“Dosen juga sebaiknya membaca biografi dari orang-orang yang sukses, harapannya dapat menginspirasi,” tegasnya.

Lain halnya dengan upaya untuk meningkatkan financial learning experience, mereka harus meningkatkan keberanian dan percaya diri dalam mengambil tindakan keuangan yang penuh ketidakpastian. Disamping itu, jalinlah komunikasi secara intensif dengan keluarga, teman maupun rekan kerja maupun ahli keuangan tentang pengalaman mengelola keuangan.

Lebih lanjut dikatakan,”Dalam pandangan financial literacy, para dosen aktif mengikuti pendidikan dan pelatihan, seminar, coaching, workshop tentang keuangan. Informasi ini juga bisa diperoleh melalui berbagai sumber termasuk internet.”

Sementara itu, dalam upaya peningkatan financial attitude, mereka harus mampu menghilangkan perasaan ragu-ragu, curiga dan cemas ketika membeli barang dan menemukan harga barang tersebut di toko lain lebih murah. Dalam mengurangi perasaan cemas, gelisah bahkan stress, sebaiknya kembangkan perilaku kognitif, perilaku yang memprioritaskan kesejahteraan keuangan.

“Dalam upaya untuk meningkatkan subjective norm, sebaiknya menjalin komunikasi secara intensif keluarga, teman untuk mendapatkan dukungan terkait pengambilan keputusan keuangan. Bina lah hubungan yang harmonis antar anggota keluarga, teman sejawat, lingkungan kerja maupun orang yang dikagumi, sehingga akan mempermudah mendapatkan dukungan dari mereka pada saat pengambilan keputusan keuangan,” katanya.

Menurutnya, kesimpulan yang dapat ditarik dari model financial behavior yang dipengaruhi oleh financial learning experience dengan financial literacy dan financial attitude sebagai mediasi dan subjective norm sebagai moderasi menyatakan bahwa variabel financial behavior, variabel financial learning experience, variabel financial attitude, dan variabel subjective norm pada Dosen Bidang Ekonomi Wilayah Jawa Barat bagian Timur termasuk pada kategori tinggi. Makna bahwa sebagian besar dosen pada dasarnya sudah memiliki perilaku yang baik dalam hal konsumsi, manajemen cash-flow, tabungan dan investasi, serta manajemen kredit. Dimensi consumption dan dimensi credit manajemen termasuk kategori sangat tinggi, sementara cash flow manajemen dan saving manajemen dinilai sudah tinggi.

Financial learning experience berperan penting dalam meningkatkan financial literacy dan membentuk financial attitude, juga membentuk financial behavior dosen. Sementara itu, financial literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial attitude dan financial behavior,” ujarnya.

Demikian pula dengan financial attitude yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior dosen. Financial literacy dan financial attitude memediasi secara serial pengaruh financial learning experience terhadap financial behavior. Norm subjective juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior, serta memoderasi pengaruh financial learning experience, financial literacy dan financial attitude, pungkasnya. (dodiangga)

UKM Mahacita UPI Lantik 17 Anggota Muda Pada Pendidikan dan Latihan Dasar ke-42  

30 Jan 2023 • Humas UPI

 

UKM Mahacita UPI melantik 17 Anggota Muda Pada Upacara Pelantikan Pendidikan dan Latihan Dasar ke-42 di Universitas Pendidikan Indonesia (28/01/2023). 17 Anggota muda UKM Mahacita UPI yang dilantik berhasil menyelesaikan kegiatan Medan Operasi yang diselenggarakan selama 9 hari yang merupakan rangkaian kegiatan terakhir dalam program kerja Pendidikan dan Latihan Dasar XLII Mahacita UPI.

Upacara Pelantikan Calon Mahacita menjadi Anggota Muda Pendidikan dan Latihan Dasar ke-42 UKM Mahacita UPI. Upacara ini dihadiri oleh Bapak Dr. Yana Setiawan, S.Pd. M.M. selaku Pembina Organisasi Mahacita UPI, para Anggota UKM Mahacita UPI serta Orangtua/wali dari Calon Mahacita.  

Selama kurang lebih 9 hari Calon Mahacita beserta Komando dan Instruktur yang bertugas mengaplikasikan ilmu kepetualangannya di dalam medan berupa tebing, goa dan hutan gunung. Secara resmi, Ketua Adat Mahacita melantik 17 Calon Mahacita menjadi Anggota Mudaya itu: 

  1. Andrean Valent Febriansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi/FPOK 
  1. Salsabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga/FPTK 
  1. Annisa Latifah Trishadi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus/FIP 
  1. Ayu Nurharista,, mahasiswa Program Studi Manajemen Pemasaran Pariwisata/FPIPS 
  1. Rani Juliyanti, , mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam/FPEB 
  1. Alia Muslim Iskandar, mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi/FPEB
  1. Bambang Andreansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah/FPIPS 
  1. Fadhlan Abdurrahman, mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis/FPIPS 
  1. Balinda Balqis, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan/FPTK
  1. Sulthan Zaidan Rafi, mahasiswa Program Studi Pendidkan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi/FPOK 
  1. Rayhan Shaquille Kusuma, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah/FPIPS
  1. Ashma Naziha, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling/FIP 
  1. Rama Nurfitra Sudriana,, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah/FPIPS
  1. Ihsan Sopiyan Sutarjat, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur/FPTK
  1. Jundi Chesta Adabi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia/FPBS
  1. Ajeng Mahromatussa’diyyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat/FIP 
  1. Isya Nurfitri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus/FIP.

Ketua Adat UKM Mahacita UPI menyampaikan apresiasi yang besar kepada 17 Calon Mahacita yang dilantik karena perjuangannya menghadapi tantangan alam dan tantangan diri sendiri, serta apresiasi yang besar juga ia berikan kepada Komando dan para Instruktur yang telah melaksanakan Pendidikan dan Latihan Dasar ke-42 UKM Mahacita UPI dengan inovasi baru yang dapat diklaim menjadi satu-satunya di Indonesia.  

Pada, Pendidikan dan Latihan Dasar ke-42 Mahacita UPI ini seluruh pelaksana kegiatan menerapkan Pola Pengelolaan Sampah atau Waste Management dalam berkegiatan. Tahapan yang dilakukannya ialah cegah, mencegah penggunaan plastik sekali pakai dengan memanajemen perbekalan dan peralatan yang ramah lingkungan, mengganti kemasan sekali pakai dengan kotak makan, kompan (jerigen) dan kantong jaring, selanjutnya pilah, beberapa perbekalan yang menghasilkan sampah dipilah berdasarkan jenisnya (organik dan anorganik), selanjutnya olah, sampah yang dihasilkan akan diolah oleh pihak pengelolaan sampah di Kota Bandung, yaitu River Clean Up dan Plastic Fisher.  Inovasi Waste Management pada Pendidikan dan Latihan Dasar ke-42 ini akan dipublikasikan pada media publikasi ilmiah penelitian Jurnal Mahacita Tahun 2023.

Seluruh tim yang bertugas mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Pendidikan Indonesia dan kepada seluruh pihak yang membantu memberikan partisipasinya di dalam rangkaian kegiatan ini (UKM Mahacita UPI) 

Seiya, Sekata, Sehati, Setujuan, 
Mahacita, Mahacita, Mahacita! 

Rektor UPI Apresiasi Penyelenggaraan Medan Operasi Pendidikan dan Latihan Dasar ke-42 UKM Mahacita UPI

30 Jan 2023 • Humas UPI

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahacita Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Upacara Pemberangkatan Medan Operasi Pendidikan dan Latihan Dasar XLII Tahun 2023 di Taman Barety UPI (20/1/2023). Upacara dihadiri Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., MA serta Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si.

  

Pemberangkatan Medan Operasi merupakan rangkaian kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar XLII UKM Mahacita UPI seperti materi kelas, simulasi, latihan fisik, aklimatisasi dan cek medis yang diselenggerakan 2 bulan. Sebanyak 17 Calon UKM Mahacita UPI dinyatakan layak melanjutkan pendidikannya pada medan Operasi. 

Medan Operasi dilakukan dalam rangka mencetak generasi baru UKM Mahacita UPI yang memiliki karakter dan sikap menjadi seorang yang unggul melalui implementasi nilai-nilai organsasi dalam kehidupan sehari-hari dan menerapkan kebiasaan yang dapat mencerminkan diri sebagai seorang mahasiswa yang mencintai alam dan lingkungannya. 

Melalui kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Mahacita UPI ke XLII Mahacita UPI ini, komando serta tim yang berutugas menerapkan sesuatu hal yang baru, sebuah keberanian berinovasi yang dapat diklaim sebagai yang pertama kalinya di Indonesia, yaitu dengan menerapkan Pola Pengelolaan Sampah atau Waste Management. Melakukan perubahan pada hulu masalah dengan mengedukasi sedini mungkin kepada Calon Mahacita melalui pendidikan dasarnya. Pola pengelolaan sampah yang akan dilakukan dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar ini merupakan Pilot Project yang akan menghasilkan sebuah jurnal ilmiah dan dipublikasikan melalui Jurnal Mahacita. 

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., MA  menyampaikan bahwa Pimpinan Universitas sangat mengapresiasi gagasan ini, semoga konsep ini dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak yang luar biasa. Hal ini juga sejalan dengan program kampus, saya menyambut baik jika hal ini dapat bekerjasama dengan UKM Mahacita UPI. Saya harapkan calon UKM Mahacita UPI bukan hanya memiliki kesadaran yang tinggi, tetapi menjadi agen perubahan yang dapat diaplikasikan secara nyata”. 

Direktur Direktorat Kemahasiswaaan Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si juga menyampaikan dukungan dan motivasinya kepada 17 Calon Mahacita untuk tetap semangat menjalani proses menjadi Anggota Mahacita, pesannya “Tidak semua mahasiswa UPI mendapat pengalaman belajar yang sama, maka manfaatkan organisasi sebagai wadah untuk mengembangkan potensi diri.” Beliau juga menyampaikan akan terus berusaha mendukung kegiatan-kegiatan Mahacita UPI (UKM Mahacita UPI) 

Papua di Timur Matahari

30 Jan 2023 • Humas UPI

Tanah Papua itu indah. Papua memiliki berjuta pesona. Papua wilayah Indonesia paling timur yang spesifik, dan terkadang sarat misteri.

Al kisah, di suatu pagi, seorang anak muda Orang Asli Papua bernama Mazmur, duduk termenung di pinggiran lapangan penuh ilalang. Sudah beberapa pekan, setiap pagi ia menunggu kedatangan kapal kecil berbaling baling mendarat di lapangan terbang tua dekat kampungnya. Ia menunggu dengan sabar kedatangan penumpang kapal. Yaitu seorang guru pengganti di sekolahnya. Namun, sudah berganti bulan, kapal kecil itu tak pernah singgah. Artinya, sang guru pengganti belum juga datang.

Itulah cuplikan film yang bertajuk “Di Timur Matahari”. Film drama yang dirilis pada Juni 2012 lalu, disutradarai oleh Sineas muda Ari Sihasale. Seperti film lainnya, karya Sineas muda ini, senantiasa menyajikan karya film dengan latar belakang keindahan Papua, budaya, adat istiadat, serta prilaku etnis setempat dengan tradisi lokal dan hukum adat yang khas.

Dalam film tersebut dikisahkan beberapa anak muda yang tetap dengan setia menunggu kedatangan guru. Mazmur dan kawan kawan setiap hari selalu menunggu kedatangan guru pengganti di sebuah lapangan terbang tua. Ternyata lapangan terbang tersebut merupakan satu-satunya media penghubung kampung itu dari kehidupan di luar sana. Tak ada transport darat. Tak ada transportasi laut, karena kampung terpencil berada di tengah belantara Pegunungan Tengah Papua. Perkampungan kecil dan warga lokal setempat (Orang asli Papua) berada di daerah Pegunungan Tengah Papua tersebut. Kawasan pegunungan pemukiman penduduk lokal yang masih terisolasi, dan merupakan daerah yang cukup sulit untuk dijangkau.

Di tengah kegalauan guru yang tak kunjung datang, beruntunglah ada seorang tua bernama Bapak Yakob. Ia salah seorang Pemuka adat yang peduli dengan masa depan anak cucunya. Ia selalu memperhatikan anak muda di kampungnya. Mazmur dan kawan kawan merupakan potret anak muda masyarakat lokal Papua yang haus belajar. Namun malang tak ada guru yang datang. Bapak Yakob, dikenal orangtua yang masih menjaga tradisi. Ia piawai memainkan alat musik tradisional Papua yaitu Pikon yang melegenda. Secara rutin, ia memainkan alat musik tersebut untuk mengisi waktu senggang sebagai alat hiburan bagi anak anak.

Ketika mendengar kabar pak guru tak datang, Mazmur bergegas ke sekolah dan berseru kepada teman temannya,
_”Hari ini, Pace guru tra datang. Torang menyanyi saja, yo”, kata Mazmur.
“Trus torang baku-main bola di Lapang toh”, demikian ajak Mazmur kepada teman temannya. Kelima anak ini mencari “pelajaran di alam” dan bercanda dengan “lingkungan sekitar, ilalang, sungai, dan pepohonan”. Mereka belajar dari kebun. Belajar dari pepohonan yang dilewati, bahkan mereka belajar bagaimana menyeberang pada jembatan gantung pada aliran sungai yang airnya mengalir deras dekat lingkungan sekolah.

Di saat lain, Mazmur dan kawan kawan belajar dari Pendeta Samuel yang baik hati. Atau pada kesempatan lain, mereka belajar ibu dokter Fatimah – seorang Dokter Relawan yang dengan telaten mengajarkan berbagai pengetahuan.

Namun malang kejadian tragis terjadi. Peristiwa pilu telah mengubah suasana yang damai menjadi suasana kacau dan mencekam karena ada konflik antar kampung. Walaupun orangtua mereka sedang bertikai, Mazmur dan kawan kawan tetap bersahabat. Mereka belajar bersama, bermain, bercanda dalam suasana riang gembira. Semangat anak muda Mazmud dan kawan kawan terus berupaya untuk mendamaikan kedua kampung yang sedang berkonflik. Berhasil kah mereka?
Itulah sinopsis singkat Film “Di Timur Matahari”. Film besutan sineas muda Ari Sihasale yang bertutur tentang adat istiadat Papua, alamnya yang indah memesona.

Learning culture
Secara historis dinamika perjalanan panjang pembangunan pendidikan di Tanah Papua tidak lepas dari dinamika politik lokal dan politik nasional. Sejak 1 Mei 1963 Tanah Papua menjadi bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan pendidikan masyarakat Papua, mengalami banyak kendala. Hal ini salah satunya disebabkan masih tingginya kesenjangan antarkelompok, antarwilayah dan antardaerah di Tanah Papua. Hal tersebut menuntut adanya perlakuan khusus dan kebijakan tersendiri dalam perencanaan dan implementasi pendidikan. Termasuk strategi perencanaan dan implementasi model kurikulum sekolah berdiversifikasi Tanah Papua.

Dalam formula umum, capaian pendidikan di suatu negara atau wilayah berkorelasi dengan tingkat sosial ekonomi dan latar belakang budaya yang di anut. Badan Pusat Statistik (2019) menyebutkan jika dihitung dari persentase kemiskinan, provinsi di Tanah Papua adalah daerah yang paling besar persentase kemiskinannya yakni Provinsi Papua sebesar 27,43%. Disusul Papua Barat dimana sebanyak 22,66% penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan. Oleh sebab itu hal yang cukup penting adalah bagaimana kebijakan yang dipilih agar bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan dan melek pengetahuan warga Papua.

Diakui, secara umum kondisi masyarakat Papua ditandai dengan masih rendahnya budaya belajar (learning culture). Hal ini disebabkan antara lain sebagian dari masyarakat Papua masih hidup dalam pola budaya nomaden, yaitu berburu dan meramu secara tradisional sehingga menyebabkan angka partisipasi sekolah masih rendah. Rata-rata angka buta aksara di Provinsi Papua juga masih tinggi. Jumlah rata-rata buta aksara di Tanah Papua mencapai 28,75% (Pusat Data dan Statistik Kemendikbud. 2019).

Angka ketidak kehadiran guru di wilayah pegunungan tengah Papua cukup tinggi. Hal ini antara lai dilaporkan Anderson (2020) yang menyatakan: In highlands, however, most of these teachers do not show up for work. To say that “teacher absenteeism is a problem” is not to pretend that the system functions albeit with an absenteeism handicap. In Papua a teacher might skip a semester for absenteeism. Angka ketidakhadiran guru juga sangat menarik untuk dikaji. Apakah ketidakhadiran itu akibat kurangnya motivasi para guru untuk bekerja dengan baik (lack of motivation). Atau ketidakhadiran guru tersebut karena kondisi lingkungan budaya dan alam yang tak mendukung, atau terjadinya mismanajemen dalam pengelolaan pendidikan.

Dalam kondisi Papua dengan lingkungan alam yang cukup ekstrim, diperlukan guru yang tangguh dalam menghadapi ketahanmalangan (survival). Banyak guru yang runtuh etos kerjanya, ketika menghadapi medan kerja yang ekstrim, terbatasnya sarana dan prasarana sekolah, dan fasilitas umum termasuk fasilitas kesehatan yang nyaris berada di titik nadir. Hal ini menyebabkan kualitas pendidikan di Papua tetap rendah, dan angka putus sekolah peserta didik SD dan SMP cukup tinggi.
Di sisi lain seperti ditulis Anderson (2020), di Yahukimo misalnya, sebagai salah satu Kabaputen di Papua, “lumpuhnya” sistem pendidikan telah menjadikan angka buta huruf di sana sangat tinggi. In Yahukimo, the collapse of education system has led to illiteracy rates that are much worse than the provincial average: anecdotal evidence puts the illiteracy rate of 80 per cent.

DOB
Dengan adanya empat Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, semoga percepatan pembangunan di Tanah Papua bisa terwujud. Sejatinya, tujuan pemekaran 4 DOB ini antara lain untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga Matahari di bagian timur Indonesia terus bersinar untuk kesejahteraan masyarakat dan merekatnya NKRI.
Torang bisa!! (Dinn Wahyudin)

Nelis : Manfaat MBKM MSIB, menambah pengalaman, mengasah skill, menambah relasi dan terampil berkomunikasi

29 Jan 2023 • Humas UPI

Nelis Umairoh merupakan mahasiswa Angkatan 2018 Program Studi Pendidikan Indonesia yang berhasil meraih prestasi lolos seleksi pada program Magang Bersertifikat dan Studi Independen (MSIB). Nelis berhasil lolos seleksi pada perusahaan PT. Aku Pintar Indonesia dengan posisi Posisi sebagai konten kreator pendidikan PT. Aku Pintar Indonesia bergerak dalam bidang teknologi informasi yang didedikasikan untuk kemajuan Indonesia dengan membantu memasyarakatkan pendidikan. Perusahaan ini memiliki Aplikasi Aku Pintar untuk membantu generasi muda Indonesia dalam mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.

Awal mula mendaptkan informasi ini melakui instagram kampus merdeka, dimana terdapat informasi pembukaan pendaftaran magang merdeka, lalu dirinya tertarik untuk mengulik lebih lanjut mengenai magang merdeka tersebut. Menurut Nelis, hal yang perlu dipersiapkan pertama yaitu membaca dengan baik dan benar mengenai persyaratan yang harus dipenuhi agar nantinya tidak ada yang misinformasi, lalu menyiapkan CV yang ATS friendly karena mayoritas company sudah menggunakan sistem ini untuk melakukan seleksi tahap administrasi. Isi pada CV atau Resume juga perlu diperhatikan. Selain CV perlu juga mempersiapkan pengetahuan tentang perusahaan yang di apply dan posisi yang dituju.

Proses seleksi diawali dengan seleksi administrasi CV, pada tahap ini sangat menentukan untuk penentuan ke tahap selanjutnya. Jadi perlu dipastikan CV yang dikirim sudah sesuai dengan standar dan sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan. Berikutnya mengikuti Wawancara. Pada tahap ini saat wawancara tidak dilakukan sendiri melainkan digabungkan dengan peserta lainnya sebanyak 10 peserta. Pertanyaan yang muncul terkait dengan diri, kemampuan diri, wawasan perusahaan, dan juga harapan perusahaan untuk mendapatkan kandidat yang mempunyai visi dan misi yang sama.

Tahapan terakhir yaitu Focus Group Discussion (FPG). Tahap FGD ini peserta melakukan diskusi dengan beberapa peserta lainnya yang topiknya telah ditentukan oleh reqruiter. Mostly topik atau isunya berhubungan dengan posisi terkait. Pada saat itu Nelis melamar sebagai konten kreator pendidikan maka topik yang diajukan tentang isu-isu pendidikan yang masih hangat terutama pembelajaran daring/online. Sedikit tips untuk sesi ini jangan berusaha menjadi dominan dalam diskusi tapi mencobalah jadi vokal.

Program magang ini sangat bermanfaat untuk karir kedepannya, selain menambah pengalaman tentunya program ini membuat dapat mengasah skill saya ke dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Hal seperti relasi juga didapatkan disini bertemu dan berkomunikasi dengan orang-orang hebat yang mungkin sulit dijangkau apabila tidak melakukan magang tersebut.
Kesan Nelis ketika tahu lolos program ini tentunya sangat senang dan bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk belajar secara langsung di perusahaan tersebut. Sehingga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini dan melakukan yang terbaik pada performa selama magang ini.

Menurut Nelis Umairoh, kegiatan magang terdiri atas beberapa project yang telah disediakan oleh para mentor. Konten kreator pendidikan ini melakukan beberapa kegiatan seperti melakukan riset dan analisis konten, produksi, editing, dan review konten. Setiap kegiatan yang dilakukan ini dipantau dan direvisi oleh para mentor apakah konten-konten tersebut sudah sesuai dengan standar atau belum. Selain kegiatan tersebut terdapat kegiatan bulanan seperti upgrading skill melalui webinar yang diisi ooleh orang-orang yang ahli dibidangnya. Pada akhir kegiatan atau wisuda terdapat awardee untuk para peserta magang dari berbagai divisi.

Peran Nelis sebagai mahasiswa magang dalam program ini yaitu dapat membantu perusahaan mengembangkan bisnisnya dari berbagai divisi dalam perspektif milenial, dimana para anak magang yang merupakan generasi milenial mempunyai perspektif dan pandangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Sehingga sangat membantu perusahaan dalam menambah ide serta inovasi untuk meraih pasar lebih luas lagi.

Harapan Nelis Umairoh program magang ini dapat berkelanjutan sehingga sangat bermanfaat untuk mahasiswa seterusnya, dan sangat membuka karir para mahasiswa kedepannya sebelum nantinya terjun ke industri yang sesungguhnya. Selain itu baik pihak kampus dan prodi dapat mendukung penuh program ini karena sangat bermanfaat dalam mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari di kampus.

Nelis membagikan tips bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi agar lolos seleksi dengan melakukan persiapan yang matang dan niat. Ketika melakukan apply pada posisi dan perusahaan yang diinginkanya, saya langsung mempersiapkan CV yang sesuai dengan requirment yang ada dan membuatnya semenarik mungkin agar lolos ke tahap selanjutnya. Setelah dikabarkan lolos tahap administrasi dan dikabarkan akan melakukan wawancara juga langsung menyiapkan materi atupun script pertanyaan apa saja yang nantinya akan ditanyakan serta mempelajari lebih dalam tentang perushaan dan posisi tersebut (Yana Setiawan)

Pencarian