English
Indonesia

Negara dan Akademisi dalam Satu Arah Perjalanan Bangsa

17 Jan 2026 • Humas UPI

Catatan dari Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Profesor bidang Sosiologi Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Profesor bidang Sosiologi Kewarganegaraan, UPI

Mungkin tidak banyak forum kenegaraan yang secara simbolik mempertemukan negara dan kaum intelektual dalam satu ruang dialog yang setara. Taklimat Presiden Republik Indonesia pada 15 Januari 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta menjadi salah satu momen penting yang menegaskan bahwa perguruan tinggi dan para guru besar diposisikan sebagai bagian strategis dari arah perjalanan bangsa.

Pada Kamis pagi itu, sejak pukul 09.00 hingga sekitar 12.30 WIB, saya berkesempatan mengikuti Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta serta para guru besar dari seluruh Indonesia. Saya bersyukur menjadi salah satu profesor yang diundang dari Universitas Pendidikan Indonesia, sekaligus mengikuti forum kenegaraan ini sebagai akademisi dan warga bangsa.

Selama kurang lebih tiga jam, Presiden Republik Indonesia menyampaikan uraian yang panjang, lugas, dan terbuka mengenai satu tahun kerja Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih sebagai fase awal transformasi bangsa. Kabinet yang dilantik pada 1 Oktober 2024 tersebut kini telah berusia lebih dari satu tahun, dan dari paparan Presiden terasa bahwa tahun pertama ini diposisikan sebagai fondasi yang akan menentukan arah Indonesia ke depan.

Presiden mengulas capaian dan progres pembangunan di hampir seluruh sektor strategis, mulai dari pembangunan manusia dan kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, infrastruktur dan kewilayahan, ketahanan pangan, perekonomian, keuangan negara, perencanaan pembangunan nasional, reformasi birokrasi, politik dan keamanan, hukum dan hak asasi manusia, hingga politik luar negeri. Paparan tersebut, menurut saya, tidak disampaikan sebagai daftar prestasi semata, melainkan sebagai potret kerja negara yang utuh—baik mengenai apa yang telah dicapai maupun hal-hal yang masih harus dibenahi.

Hal yang paling mengesankan adalah keterusterangan Presiden dalam menyebutkan hambatan nyata yang masih dihadapi bangsa ini. Kebocoran anggaran, praktik under-invoicing, korupsi yang belum sepenuhnya dapat ditundukkan, serta situasi geopolitik global yang kian tidak menentu disampaikan secara terbuka. Tidak ada upaya menutup-nutupi persoalan. Justru dari kejujuran tersebut tampak keseriusan negara untuk berbenah.

Di tengah paparan itu, muncul pertanyaan yang mungkin juga ada di benak publik: mengapa pimpinan perguruan tinggi dan para guru besar yang diundang? Jawaban Presiden sangat jelas dan, bagi saya, bermakna. Pimpinan perguruan tinggi dan guru besar dipandang sebagai elit akademik bangsa, kelompok strategis yang diharapkan mampu melahirkan pemikiran-pemikiran terbaik untuk mengawal sekaligus mengoreksi arah pembangunan nasional.

Dari Universitas Pendidikan Indonesia, forum kenegaraan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Didi Sukyadi selaku Rektor; para dekan, yakni Dekan FPIPS, Dekan FPSD, dan Dekan FPBS; Prof. Dr. Dadang Sudana; serta dua orang Staf Khusus Rektor. Kehadiran unsur pimpinan universitas tersebut mencerminkan komitmen institusi untuk terlibat aktif dalam dialog strategis antara negara dan akademia.

Delegasi UPI yang hadir dalam Forum Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama Pimpinan Perguruan Tinggi dan para Guru Besar dari seluruh Indonesia, Kamis 15 Januari 2026.

Bagi saya pribadi, undangan ini merupakan panggilan moral dan intelektual. Dunia akademik, menurut saya, tidak seharusnya berdiri di menara gading. Ilmu, riset, dan gagasan sebaiknya hadir di ruang-ruang kebijakan agar pembangunan benar-benar bermuara pada kesejahteraan umum dan keadilan sosial.

Sebagai guru besar di bidang Sosiologi Kewarganegaraan dan Direktur GCC Indonesia, saya memaknai Taklimat Presiden ini bukan sekadar agenda seremonial kenegaraan. Forum ini merupakan ruang dialog simbolik antara negara dan kaum intelektual, sekaligus penegasan bahwa masa depan Indonesia membutuhkan keberanian politik yang ditopang oleh kejernihan akademik.

Saya pulang dari Istana siang itu dengan satu keyakinan yang semakin kuat: Indonesia mungkin hanya akan maju jika negara dan perguruan tinggi berjalan beriringan—saling menguatkan, saling mengingatkan, dan sama-sama berpihak pada kepentingan rakyat. Catatan ini saya bagikan sebagai refleksi pribadi dan pengingat bahwa di balik setiap kebijakan negara, selalu ada ruang kontribusi bagi kita semua, terutama kaum akademisi, untuk ikut menjaga arah perjalanan bangsa.

Prof. Eka Cahya Prima, Profesor Termuda Pada Bidang Fisika, Siap Kembangkan Pusat Unggulan Energi Terbarukan

14 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatatkan capaian akademik membanggakan melalui diraihnya Surat Keputusan (SK) Guru Besar oleh Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. di bidang fisika material energi. Dengan capaian tersebut, Prof. Eka tercatat sebagai salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika yang dilaksanakan di Ruang Rapat Partere Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Rabu (7/1/2026).

Prof. Eka menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut serta apresiasi kepada UPI yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan riset. “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pendidikan Indonesia yang telah memfasilitasi riset kami, baik dari sisi pendanaan, ruang, maupun fasilitas laboratorium,” ujarnya

Saat ini, Prof. Eka aktif mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan melalui Laboratorium Material Energi Surya yang berada di bawah Prodi Fisika dan Prodi Pendidikan IPA UPI, mulai dari jenjang S1 hingga S3. Laboratorium tersebut menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di lingkungan UPI dan membuka peluang kolaborasi lintas institusi.

Berbagai kerja sama riset telah terjalin dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga nasional, seperti BRIN, ITB, Universitas Padjadjaran, ITS, serta kampus-kampus lain di Pulau Jawa. Tidak hanya itu, laboratorium tersebut juga menerima kunjungan dan kolaborasi riset dari Universitas Sriwijaya dan Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan sel surya dan layanan sintesis serta karakterisasi material

Sejumlah hasil riset Prof. Eka dan tim juga telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi tinggi, diantaranya Advanced Energy Materials (Wiley) dan ACS Nano Materials, serta beberapa di antaranya telah berhasil dikomersialisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan riset energi terbarukan di Indonesia.

Ke depan, Prof. Eka menargetkan pengembangan Pusat Unggulan Universitas di bidang energi terbarukan. Selain fokus pada riset, ia juga berkomitmen mengembangkan pendidikan sains berbasis keberlanjutan melalui pendekatan Education for Sustainable Development Goals (ESDG) dan penguatan pendidikan STEM yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir di UPI.

Dalam perjalanannya, Prof. Eka menekankan pentingnya kerja tim. Ia menyampaikan apresiasi kepada para dosen, peneliti, dan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok risetnya, yang saat ini melibatkan sekitar 27 mahasiswa dari berbagai jenjang dan perguruan tinggi di Indonesia. Dukungan pimpinan UPI, mulai dari rektor hingga dekan, juga menjadi faktor penting dalam kelancaran proses pengangkatan Guru Besar tersebut.

Prof. Eka berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda dosen dan peneliti untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan bangsa, khususnya di bidang energi terbarukan dan pendidikan sains. (Rija)

Pendaftaran Open Visit UPI 2026 Resmi Dibuka

13 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi membuka pendaftaran Open Visit UPI 2026: Aku Pilih UPI! pada Selasa, 13 Januari 2026 siang. Kegiatan ini menjadi bagian dari sosialisasi SNPMB 2026 (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) khususnya dalam memberikan pemahaman kepada calon peserta mengenai pilihan program studi dan lingkungan akademik UPI.

Setelah sukses dilaksanakan pada tahun sebelumnya, Open Visit UPI kembali hadir di tahun 2026 untuk memperluas jangkauan informasi dan layanan pendidikan bagi calon mahasiswa dan masyarakat mengenai program studi, daya tampung, serta profil lulusan di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia.

Open Visit UPI 2026 akan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 08.00–16.00 WIB, bertempat di Gymnasium UPI dan seluruh fakultas di Kampus UPI Bumi Siliwangi, Kota Bandung. Rangkaian kegiatan meliputi pameran pendidikan, gelar wicara pendidikan, layanan konsultasi, pertunjukan seni, serta kunjungan langsung ke fakultas.

“Melalui Open Visit UPI 2026, kami berharap masyarakat, khususnya calon mahasiswa, dapat memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai lingkungan akademik, program studi, serta layanan pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia,” ujar Vidi Sukmayadi, S.S., M.Si., Ph.D., Kepala KKIPP UPI.

Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui laman resmi https://humas.upi.edu/open-visit/.

Pendaftar dapat memilih kategori peserta (siswa, guru, atau orang tua), melengkapi data, memilih sesi kegiatan, serta mengunduh tiket dan barcode sebagai akses masuk acara. Setiap kategori pendaftar memiliki kuota terbatas. (CS)

BESA UPI Gelar BE Islamic Festival 2025 untuk Penguatan Iman Generasi Muda

13 Jan 2026 • Humas UPI

UPI, 13 Januari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (Business Education Student Association/BESA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan BE Islamic Festival (BIF) 2025 pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Masjid At-Taqwa KPAD, Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum sebagai upaya penguatan nilai keimanan dan pengembangan kreativitas generasi muda Muslim.

BE Islamic Festival 2025 mengusung tema “Pillars of Faith, Echoes of Joy” dengan tagline “Kuatkan Iman, Temukan Arah”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan spiritual dan sosial di tengah tantangan kehidupan generasi muda, termasuk tekanan sosial dan dinamika kehidupan modern.

Salah satu agenda utama BIF 2025 adalah seminar dan dakwah keislaman yang disampaikan oleh Ustaz Ruslan Abdul Gani, S.Pd., M.Pd. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya iman sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Ia mengajak peserta untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta menjaga fokus hidup agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan lingkungan.

Selain seminar, rangkaian kegiatan BE Islamic Festival 2025 juga diisi dengan perlombaan Islami, antara lain Lomba Poster Digital Islami untuk pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat dan Lomba Mewarnai Islami untuk siswa tingkat sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman melalui media kreatif sekaligus mendorong ekspresi positif peserta sejak usia dini.

Sebagai bagian dari penguatan aspek sosial dan ekonomi, BESA UPI turut menghadirkan “The Warmth and Cheerfulness of Al-Hambra Bazaar”, sebuah bazar yang melibatkan pelaku UMKM mahasiswa dan masyarakat umum. Bazar ini menjadi wadah promosi produk sekaligus ruang interaksi sosial yang mendukung suasana kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

Melalui BE Islamic Festival 2025, BESA UPI menghadirkan kegiatan keagamaan yang memadukan dakwah, kreativitas, dan pemberdayaan sosial sebagai bagian dari peran mahasiswa dalam membangun lingkungan kampus dan masyarakat yang religius dan inklusif. (RK)

Kontributor KKIPP/ HIMA BESA FPEB UPI

BESA UPI Gelar Speech Contest 2025 untuk Tingkatkan Kemampuan Public Speaking Mahasiswa

13 Jan 2026 • Humas UPI

UPI, 13 Januari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (Business Education Student Association/BESA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Speech Contest 2025, sebuah kompetisi pidato berbahasa Inggris yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kepercayaan diri mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa dari Bandung dan sekitarnya.

Speech Contest 2025 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan pandangan secara logis, sistematis, dan persuasif menggunakan bahasa Inggris. Kompetisi ini dirancang untuk melatih keterampilan public speaking sekaligus memperkuat kemampuan analisis dan argumentasi peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tahap pendaftaran peserta dan rapat teknis yang membahas mekanisme lomba serta ketentuan teknis. Selanjutnya, peserta mengumpulkan video pidato sesuai tema yang telah ditentukan untuk dinilai oleh dewan juri. Tahap akhir kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Grand Final yang berlangsung terstruktur sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.

Pada pelaksanaan Grand Final, kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Program Studi Pendidikan Bisnis, serta Pembina BESA UPI. Acara juga dilengkapi dengan keynote speech bertajuk “Future Leaders, Powerful Voices” yang disampaikan oleh dewan juri sebagai penguatan nilai edukatif bagi peserta.

Agenda utama Grand Final berupa pemutaran video pidato finalis yang dinilai oleh dewan juri berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain penguasaan materi, struktur penyampaian, ketepatan penggunaan bahasa Inggris, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan secara komunikatif dan meyakinkan. Setelah seluruh penampilan ditayangkan, dewan juri melakukan penilaian untuk menentukan pemenang.

Kegiatan ditutup dengan pengumuman juara, penyerahan sertifikat dan penghargaan kepada pemenang serta dewan juri, dan sesi dokumentasi bersama. Melalui Speech Contest 2025, BESA UPI mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi berbahasa Inggris sebagai bekal berkompetisi di lingkungan akademik dan profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional. (RK)

Kontributor KKIPP UPI/ HIMA BESA FPEB UPI

Pencarian