English
Indonesia

UPI dan RS Mata Cicendo Siapkan Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Kesehatan

13 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI) mematangkan rencana kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Mata Cicendo. Komitmen ini dibahas dalam pertemuan daring pada Rabu (7/1/2026) sebagai langkah awal untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi agenda persiapan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026. Momentum ini bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-117 RS Mata Cicendo.

Meski kesepahaman antara kedua institusi telah terjalin sejak 2020, implementasi program mulai berjalan optimal pada 2023 pasca-pandemi. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus adalah “Sekolahku Cicendo–UPI”, sebuah model pendidikan di rumah sakit (in-patient school).

Program ini bertujuan memastikan pasien anak tetap mendapatkan hak pendidikan selama menjalani perawatan medis. Dikelola oleh Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI di bawah koordinasi dr. Riksma Akhlan, M.Pd., proses pembelajaran dikemas secara informal melalui aktivitas kreatif untuk mendukung pemulihan psikososial anak.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI, Dr. Nandang Budiman, M.Si., menekankan pentingnya pengembangan program ini ke arah yang lebih luas.

“Kami berupaya memperkuat implementasi melalui pembelajaran yang lebih inklusif, penambahan layanan psikologis, riset kolaboratif, serta penyediaan program magang bagi mahasiswa,” jelas Dr. Nandang.

Di sisi lain, Fakultas Kedokteran (FK) UPI turut mengambil peran penting dalam kolaborasi ini. Dekan FK UPI, Prof. Dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, Ph.D., menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif.

Fokus utama FK UPI mencakup Edukasi Aktivitas Fisik: Mencegah berbagai penyakit degeneratif. Pencegahan Retinopati Diabetik: Edukasi mengenai komplikasi diabetes pada mata yang berisiko menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani dini. Kesehatan Mata Anak: Riset dan pengendalian faktor risiko sejak usia dini untuk meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.

Pihak RS Mata Cicendo, yang diwakili oleh Manajer Hukum dan Humas, Ria Darmasari, S.IP., M.M., serta Ketua Perlindungan Anak dan Perempuan, dr. Anne Susanty, SpA(K), menyambut baik penguatan sinergi ini. Mereka menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti MoU menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis dengan fakultas-fakultas terkait di UPI.

Diskusi dihadiri oleh pimpinan dari kedua institusi. Dari UPI hadir Direktur DKUI, Pupung Purnawarman, M.S.Ed., Ph.D., Kepala Divisi Kemitraan Nasional, Heri Setiyorini, Ph.D., Dekan Fakultas Kedokteran (FK) yaitu Prof. Dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, M.Pd., Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Dr. Nandang Budiman, M.Si. beserta Wakil Dekan, Ketua Prodi, dan staf terkait. Sementara itu, RS Mata Cicendo diwakili oleh Manajer Hukum dan Humas Ria Darmasari, S.IP., M.M., Ketua Perlindungan Anak dan Perempuan dr. Anne Susanty, SpA(K), M.Kes., beserta jajaran tim medis dan staf terkait.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pendidikan rumah sakit yang ramah anak dan inklusif, UPI dan RS Mata Cicendo menegaskan peran mereka sebagai pilar pelayanan publik yang berbasis pada nilai kemanusiaan dan inovasi. (DN)

Bebaskan UKT, UPI Apresiasi Mahasiswa Peraih Medali di Sea Games 2025 Thailand

12 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian 14 medali yang diraih para mahasiswa UPI dalam ajang Sea Games 2025 Thailand. Prestasi ini menjadi bukti konsistensi UPI sebagai kampus unggul dan berdaya saing dalam pengembangan olahraga prestasi di tingkat nasional yang dilaksanakan di Ruang Rapat Partere Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Senin (12/1/2026)

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, UPI memberikan penghargaan khusus kepada para atlet mahasiswa berprestasi berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama dua semester. Hal ini disampaikan sebagai wujud komitmen universitas dalam menghargai perjuangan dan dedikasi mahasiswa yang telah mengharumkan nama institusi.

“Pembebasan UKT ini merupakan bentuk apresiasi universitas atas capaian prestasi tertinggi para mahasiswa di Sea Games,” ujar Prof. Yudhi Sukmayadi, Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, menegaskan komitmen pimpinan universitas terhadap pengembangan olahraga prestasi.

Selain pembebasan UKT, UPI juga akan meningkatkan dukungan bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga melalui penguatan fasilitas, perlengkapan, serta dukungan aktivitas latihan yang lebih terprogram. Upaya ini diarahkan agar mahasiswa dapat terus meningkatkan kualitas dan daya saingnya pada kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

“Universitas akan berupaya meningkatkan fasilitasi, tidak hanya dari sisi peralatan dan perlengkapan, tetapi juga dukungan aktivitas yang terprogram agar di masa depan mahasiswa bisa lebih berprestasi,” tambah Prof. Yudhi.

Capaian 14 medali ini berasal dari tujuh cabang olahraga, di antaranya rowing, squash, baseball, hockey, dan football. Dari sejumlah cabang tersebut, UPI berhasil meraih dua medali emas, yang menjadi indikator kuat potensi atlet mahasiswa UPI di berbagai disiplin olahraga.

Ke depan, UPI menargetkan peningkatan jumlah medali melalui penguatan sistem pembinaan yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Fakultas dan program studi di lingkungan UPI akan didorong untuk melakukan identifikasi calon atlet potensial, yang kemudian dibina melalui pelatihan intensif dan terstruktur.

“Sebagai kampus yang leading and outstanding, kami akan terus berupaya agar capaian medali di tahun-tahun mendatang bisa lebih banyak. Kuncinya ada pada pembinaan dan pelatihan yang terprogram sejak dini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Dekan FPOK Prof. Dr. Komarudin, M.Pd.menyampikan “dalam rangka peningkatan kualitas atlet, optimalisasi sarana dan prasarana juga menjadi prioritas, mulai dari lapangan latihan hingga alat pendukung cabang olahraga. Selain itu, UPI juga membuka ruang regenerasi atlet melalui kerja sama dengan lembaga pembinaan seperti Cibubur Youth Athlete Training Centre (CYATC), yang para alumninya kini mulai diarahkan untuk melanjutkan studi dan pembinaan prestasi di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI.”

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, UPI optimistis dapat terus mencetak atlet-atlet mahasiswa berprestasi yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi UPI sebagai kampus rujukan pengembangan olahraga prestasi di Indonesia. (Rija)

Rajut Kolaborasi, UPI dan UNIGHA Aceh Perkuat Implementasi Program Strategis

12 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Semangat kolaborasi lintas institusi kembali menguat di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada Selasa (6/1), UPI menerima kunjungan delegasi Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) Aceh dalam rangka memperkuat implementasi kerja sama strategis yang telah disepakati sebelumnya. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Partere, Bumi Siliwangi, ini menjadi langkah penting untuk mentransformasikan komitmen kerja sama di atas kertas menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi pengembangan pendidikan dan masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi. dari UPI hadir Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., didampingi Direktur Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI), Dr. Pupung Purnawarman, M.Sc.Ed., Ph.D., serta Kepala Divisi Kemitraan Nasional, Heri Puspito Diyah Setiyorini, M.M., Ph.D. Sementara itu, delegasi UNIGHA dipimpin oleh Rektor Universitas Jabal Ghafur, Dr. H. Heri Fajri, M.Pd., bersama Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Basri, M.Pd., Pembina Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur, Diana Devi, B.H.Sc., M.Pd., serta Wakil Sekretaris Yayasan, Teuku Yasser, S.Psi., M.Pd.

Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, kedua belah pihak menyepakati sejumlah agenda strategis yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan penguatan inovasi daerah. Kerja sama yang dibahas meliputi pengembangan kapasitas dosen melalui pembukaan kelas kerja sama bagi dosen UNIGHA yang akan melanjutkan studi di UPI, program mobilitas mahasiswa untuk memperkaya pengalaman akademik lintas kampus, serta peluang kolaborasi riset tripartit antara UPI, UNIGHA, dan pemerintah daerah guna mendorong solusi berbasis riset bagi kebutuhan lokal.

Selain itu, terbuka pula peluang kerja sama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi komunitas di wilayah terdampak bencana. Program yang direncanakan mencakup rehabilitasi psikososial (trauma healing) serta penguatan model pendidikan masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi kelembagaan, melainkan wujud nyata komitmen kedua universitas dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen pembangunan. Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam penyediaan pendidikan berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui sinergi ini, UPI dan UNIGHA optimistis dapat membangun ekosistem akademik yang inklusif dan berkelanjutan, di mana inovasi dan keunggulan kampus dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, baik di Jawa Barat maupun di Provinsi Aceh. (AMV)

UPI Kembangkan Eduwisata Berkelanjutan di Desa Tanjungwangi lewat Program PKM Batch III

12 Jan 2026 • Humas UPI

UPI, 12 Januari 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat kolaborasi dengan Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, melalui Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Batch III Tahun 2025 yang berfokus pada pengembangan eduwisata berbasis potensi air sungai dan perikanan air tawar. Program ini didanai oleh UPI dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Program PKM Batch III tersebut dilaksanakan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan desa, di antaranya BUMDes Betah Mandiri, Pemerintah Desa Tanjungwangi, Karang Taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kelompok PKK, serta mahasiswa MAPACH FPIPS UPI. Kegiatan berlangsung sejak Mei 2025 melalui tahapan survei dan focus group discussion (FGD), kemudian dilanjutkan pelaksanaan intensif pada September hingga 13 Desember 2025.

Program ini diketuai oleh Dr. Asep Mahpudz, M.Si., dengan anggota tim Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si., Dr. Acep Supriadi, M.Pd., M. AP, dan Dr. Syaifullah, M.Si. Ketua Tim PKM, Dr. Asep Mahpudz, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai fondasi penguatan ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.

“UPI berkomitmen menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung dengan membangun kapasitas kelembagaan desa dan mengintegrasikan potensi air, perikanan, serta lingkungan dalam satu model eduwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi FGD pemetaan potensi desa, pelatihan kewirausahaan sosial dan tata kelola sumber daya desa, pelatihan pengolahan hasil perikanan air tawar, aksi bersih dan penataan Sungai Cileuleuy Udik sepanjang sekitar 1,2 kilometer, serta simulasi dan uji coba rafting edukatif sebagai bagian dari pengembangan eduwisata.

Kepala Desa Tanjungwangi, Budi Santoso, S.E., mengapresiasi kolaborasi yang terbangun bersama UPI.

“Kami berharap Desa Tanjungwangi dapat terus dikembangkan sebagai desa eduwisata berbasis air sungai dan perikanan air tawar melalui pendampingan UPI,” ungkapnya.

Dukungan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan oleh Dekan FPIPS UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, yang menegaskan kesiapan sivitas akademika FPIPS UPI untuk mendukung penguatan desa eduwisata. Hal ini diperkuat oleh Dr. Sandey Tantra Paramitha, M.Pd., Ketua Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan UPI, yang menyatakan bahwa tindak lanjut program akan diformalkan melalui kerja sama kelembagaan antara UPI dan Desa Tanjungwangi.

Sementara itu, Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si., menekankan pentingnya hilirisasi potensi sumber daya air desa agar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini perlu terus dikembangkan dengan dukungan pemerintah daerah agar Desa Tanjungwangi dapat menjadi rujukan eduwisata berbasis air di Kabupaten Subang,” ujarnya.

Melalui PKM Batch III ini, UPI turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 11 (Permukiman dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDGs 15 (Ekosistem Daratan), melalui penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. (RK)

Kontributor KKIPP UPI/ Tim PKM Batch III Universitas Pendidikan Indonesia/ Asep Mahpudz

UPI Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Program PKP dan PKPI di University of Canberra

12 Jan 2026 • Humas UPI

UPI, 12 Desember 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui pelaksanaan Program Penguatan Kolaborasi Promotor (PKP) dan Program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) di University of Canberra (UC), Australia. Program ini merupakan bagian dari skema Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam program tersebut, mahasiswa doktoral Pendidikan Matematika UPI penerima beasiswa PMDSU Batch VII, Nur Riski Hasanah, bersama promotornya Prof. Turmudi, mengikuti kegiatan akademik dan riset di Faculty of Education serta STEM Education Research Centre (SERC) UC. Program PKP berlangsung pada 9–22 Desember 2025, sementara PKPI dijadwalkan hingga 8 Maret 2026.

Selama pelaksanaan program, delegasi UPI terlibat dalam diskusi riset, pertemuan akademik, serta presentasi ilmiah bersama dosen, peneliti, dan mahasiswa doktoral UC. Associate Professor Sitti Maesuri Patahuddin, Ph.D., menjadi kolaborator utama yang memfasilitasi rangkaian kegiatan intensif, khususnya pada pengenalan ekosistem riset STEM dan pemanfaatan fasilitas SERC.

Pada Kamis, 11 Desember 2025, delegasi UPI bertemu dengan Director SERC, Professor Ilyse Resnick, yang memaparkan hasil riset Discovery Grant terkait pengembangan penalaran spasial melalui permainan edukatif. Diskusi tersebut membuka peluang pengembangan linkage grant serta kolaborasi riset lanjutan antara UPI dan UC.

Rangkaian diskusi juga melibatkan akademisi UC lainnya, di antaranya Prof. Deborah Pino Pasternak, Dr. Holly Tootell, Lucy Bennett, dan Nicola Kovacs, yang membahas berbagai isu pembelajaran matematika dan STEM, mulai dari self-regulated learning, self-efficacy guru, hingga pengembangan program gifted and talented.

Pada sesi presentasi riset, Nur Riski Hasanah memaparkan disertasi mengenai pengembangan model pembelajaran STEM terintegrasi etnomatematika. Sementara itu, Prof. Turmudi menekankan pentingnya pembelajaran matematika yang bermakna, kontekstual, dan terhubung dengan kehidupan nyata.

Pelaksanaan program PKP dan PKPI ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan riset dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi Indonesia dan mitra internasional. Kolaborasi riset dan pengembangan akademik lintas negara ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan riset yang berkelanjutan.

Puncak kegiatan berlangsung pada 18 Desember 2025 melalui pertemuan tingkat pimpinan yang melibatkan Executive Dean Faculty of Education UC Janet Smith, Atase Pendidikan KBRI Australia Prof. Yuli Rahmawati, serta delegasi UPI. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis UC–UPI, peluang pembukaan program akademik bersama, serta rencana tindak lanjut kerja sama melalui MoU dan MoA.

Selain kegiatan akademik, program PKP dan PKPI juga diisi dengan penguatan jejaring sosial dan budaya, termasuk pertemuan dengan komunitas Indonesia di Canberra serta kunjungan akademik ke sejumlah institusi di Australia. Seluruh rangkaian kegiatan ini memperkuat posisi UPI sebagai universitas pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan riset dan pendidikan di tingkat global.

Kontributor KKIPP/ Turmudi dan Nur Riski. H

Pencarian