English
Indonesia

UPI Perkuat Karakter Mahasiswa melalui Pelatihan ESQ

25 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) gelar penguatan karakter mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan ESQ yang bertema “Membangun Karakter Mahasiswa UPI yang Unggul, Adaptif, dan Berdampak” yang digelar di Gymnasium UPI dan diikuti oleh ribuan mahasiswa (23/12).

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang UPI dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara emosional dan spiritual. Pelatihan yang menghadirkan Founder ESQ Leadership Center, Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian dan trainer ESQ, serta dihadiri oleh pimpinan universitas, Majelis Wali Amanat (MWA), senat akademik, dan jajaran rektorat.

Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa karakter mahasiswa UPI dibangun di atas tiga nilai utama, yakni unggul, adaptif, dan berdampak. Menurutnya, nilai tersebut merupakan perwujudan visi UPI sebagai kampus pelopor dan unggul di Asia pada 2030. “Mahasiswa UPI harus menjadi pribadi yang berbeda, mampu beradaptasi di berbagai bidang, dan memberi dampak positif bagi lingkungannya,” ujarnya.

Dari sisi partisipasi, kegiatan ini mencatat keterlibatan lebih dari 4.400 mahasiswa yang mengikuti pelatihan secara langsung, sementara total mahasiswa yang telah melalui tahapan penguatan berbasis DNA Talent mencapai lebih dari 6.800 orang. Angka ini menunjukkan antusiasme dan dukungan kuat sivitas UPI terhadap agenda penguatan karakter mahasiswa.

Ketua MWA UPI, Komjen Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna, M.Kom., menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam menghadapi tantangan global. Ia menyebut bahwa banyak persoalan bangsa berakar pada lemahnya karakter dan integritas. “UPI harus melahirkan generasi utuh, religius, edukatif, dan ilmiah,” tegasnya .

Selain aspek pengembangan diri, pelatihan ini juga merefleksikan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. UPI tercatat telah menggalang dana solidaritas hingga Rp400 juta untuk membantu korban bencana di sejumlah daerah, serta memberikan dukungan khusus bagi mahasiswa yang mengalami musibah keluarga sebagai wujud implementasi nilai empati dan gotong royong.

Melalui pelatihan ESQ ini, UPI berupaya mahasiswa tidak hanya siap menghadapi tantangan akademik dan dunia kerja, tetapi juga tumbuh menjadi insan berkarakter kuat, berintegritas, dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat. Penguatan karakter dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan alumni UPI yang dipercaya, diterima, dan berdampak di mana pun mereka berada. (CS)

UPI Luncurkan Integrasi Layanan Bisnis Kampus Melalui UPI Business Center

24 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus melakukan transformasi tata kelola layanan bisnis kampus melalui penguatan peran UPI Business Center. Upaya ini ditandai dengan peluncuran sistem terintegrasi yang menyatukan berbagai unit layanan bisnis kampus yang sebelumnya dikelola secara terpisah yang dilaksanakan di Gedung CoE Lantai 1 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Rabu (24/12/2025).

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi M.A.,menyampaikan bahwa selama ini berbagai unit usaha seperti penyewaan gedung, asrama dan dormitori, kantin, kolam renang, lapangan olahraga hingga driving range masih berjalan sendiri-sendiri dan belum menggunakan sistem pengelolaan yang terpadu. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan, termasuk dalam aspek transaksi keuangan.

“Melalui UPI Business Center, kami berupaya melakukan perbaikan tata kelola, khususnya dengan menerapkan sistem transaksi cashless. Dengan sistem ini, seluruh dana transaksi akan langsung masuk ke rekening universitas sehingga lebih aman, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Saat ini, UPI Business Center menaungi pengelolaan berbagai fasilitas kampus, mulai dari kolam renang sebagai pusat sarana olahraga, kantin, asrama dan dormitori. Ke depan, pengelolaan parkir serta kampus UPI di Jalan Banten juga direncanakan berada di bawah koordinasi direktorat tersebut agar lebih mudah dikelola secara terpusat.

Pada kesempatan yang sama pula Direktur Direktorat Bisnis Dr. Ida Farida Adi Prawira, S.E., M.Si., CFP. resmi meluncurkan sebuah platform digital terintegrasi sebagai upaya mempermudah pengelolaan bisnis dan aset di lingkungan UPI. Platform ini hadir sebagai jawaban atas tantangan penggabungan sejumlah unit yang sebelumnya dikelola secara terpisah berdasarkan regulasi dan jenis layanan.

Penggabungan tiga unit besar dalam pengelolaan aset UPI di bawah Direktorat Bisnis menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal efektivitas manajemen dan transparansi. Oleh karena itu, platform digital ini dikembangkan untuk memfasilitasi pengelolaan bisnis UPI secara lebih terintegrasi, akuntabel, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika.

Selain penguatan tata kelola, UPI juga mengembangkan layanan bisnis baru yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika. Salah satunya adalah pengadaan kebutuhan pokok seperti sembako yang dapat dipesan melalui aplikasi. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi dosen dan pegawai, sekaligus menjaga sirkulasi ekonomi tetap berputar di lingkungan kampus.

“Misalnya dosen membutuhkan beras atau komoditas lain, bisa dipesan lewat aplikasi. Saat pulang dari kampus, barang sudah tersedia dan siap dibawa. Dengan begitu, uang yang dibelanjakan tetap berkontribusi pada ekonomi kampus,” tambahnya.

“Dengan bergabungnya unit-unit yang sebelumnya terpisah, kami membutuhkan sebuah sistem yang mampu menyatukan proses pengelolaan. Platform ini kami rancang agar memudahkan pengelolaan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan di UPI,” ujar Direktur Bisnis

Melalui platform ini, Direktur Bisnis juga membuka kolaborasi dengan mitra eksternal. Saat ini, telah bergabung empat mitra luar, khususnya di bidang penyediaan konsumsi, dan ke depan akan disusul dengan mitra penyedia kebutuhan lainnya seperti sembako. Selain itu, platform ini juga mengangkat produk-produk hasil karya alumni serta laboratorium yang ada di UPI agar memiliki akses pasar yang lebih luas.

Tak hanya itu, pengembangan Teaching Factory (TeFa) juga menjadi bagian dari rencana strategis yang akan diintegrasikan dalam platform digital tersebut. Ke depannya, pengelolaan unit seperti bengkel juga direncanakan akan bermitra dengan tim profesional dari luar, mengingat pengelolaan layanan tersebut membutuhkan keahlian khusus dan tidak dapat berjalan secara mandiri.

Terkait sosialisasi, Direktorat Bisnis menargetkan pengenalan dan penerapan platform ini akan mulai dilakukan pada Januari mendatang. Dari sisi penggunaan, platform dirancang menyerupai marketplace pada umumnya sehingga diharapkan mudah dioperasikan oleh pengguna maupun konsumen.

“Implementasinya relatif mudah karena konsepnya mirip dengan marketplace seperti GoFood dan sejenisnya. Harapannya, user dapat dengan cepat beradaptasi,” tambahnya.

“Ke depan, Direktorat Bisnis menargetkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), namun tidak semata-mata berfokus pada angka. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat UPI, sehingga seluruh aktivitas bisnis di lingkungan kampus dapat dikelola secara transparan dan akuntabel.” tegas Dr. Ida Farida

Dengan kehadiran platform digital ini, UPI menegaskan komitmennya dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat tata kelola institusi serta mendorong optimalisasi potensi internal kampus secara berkelanjutan.

Melalui langkah ini, UPI menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem bisnis kampus yang modern, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika dan masyarakat. (Rija/Ratih/DN)

UPI Teguhkan Komitmen sebagai Badan Publik Informatif melalui Evaluasi Monev KIP dan Workshop PPID 2025

23 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meneguhkan komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel melalui pelaksanaan Evaluasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Workshop Pendampingan Laman PPID Tahun 2025, yang diselenggarakan pada Jumat, 19 Desember 2025, di Auditorium Gedung PPPG Lantai 6 UPI.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas selesainya Monev KIP Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat, yang telah diumumkan pada 15 Desember 2025, dengan capaian UPI meraih Kualifikasi Informatif dengan nilai 95,68. Hasil tersebut menjadi pijakan reflektif sekaligus strategis bagi UPI untuk memperkuat sistem layanan informasi publik di seluruh unit kerja.

Meski berhasil meraih Kualifikasi Informatif dengan nilai yang sangat baik, UPI menegaskan bahwa capaian tersebut tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Hasil Monev KIP 2025 justru dipandang sebagai titik evaluasi untuk terus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu dioptimalkan, baik dari sisi sistem, kualitas layanan, maupun konsistensi implementasi keterbukaan informasi di seluruh unit kerja.

Ketua Komisi Informasi Pusat, Dr. Ir. Donny Yoesgiantoro, M.M., M.P.A., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem keterbukaan informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya keterbukaan informasi. Penguatan PPID menjadi kunci agar keterbukaan informasi berjalan seimbang dengan perlindungan data pribadi dan tata kelola yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, S.H., M.Si., C.Me, menyoroti tingginya dinamika permohonan dan sengketa informasi di sektor pendidikan.

“Institusi pendidikan masih menjadi salah satu badan publik dengan potensi sengketa informasi yang tinggi. Karena itu, peningkatan literasi dan penguatan sistem layanan informasi publik menjadi kebutuhan yang mendesak,” jelasnya.

Secara konsisten UPI melakukan penguatan kelembagaan PPID, peningkatan literasi KIP bagi pengelola unit kerja, serta pembaruan layanan informasi berbasis digital melalui laman PPID. Evaluasi dan workshop ini menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan kesiapan sistem, sumber daya, dan budaya kerja UPI dalam menghadapi dinamika keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., menegaskan bahwa capaian Monev KIP merupakan bagian dari penguatan tata kelola universitas secara menyeluruh.

“Capaian Kualifikasi Informatif ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh unit kerja di UPI dan menjadi dasar untuk terus memperkuat tata kelola universitas yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menekankan keterkaitan langsung antara keterbukaan informasi dan kepercayaan sivitas akademika.

“Keterbukaan informasi publik berkontribusi langsung terhadap kepercayaan mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Karena itu, transparansi harus menjadi bagian dari budaya layanan akademik dan nonakademik di UPI,” tuturnya.

Di sesi berikutnya Workshop Pendampingan juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ini sebagai upaya penguatan teknis dan peningkatan kapasitas pengelola informasi di lingkungan UPI.

Kegiatan workshop tersebut dibimbing langsung oleh Asisten Ahli Komisi Informasi Pusat (KIP), Siti Azizah, S.H., M.H., yang memberikan pendampingan komprehensif terkait standar layanan informasi publik, pengelolaan dan pemutakhiran konten laman PPID, serta strategi mitigasi potensi sengketa informasi.

Melalui evaluasi Monev KIP dan workshop pendampingan PPID ini, Universitas Pendidikan Indonesia menegaskan langkah berkelanjutan dalam membangun budaya keterbukaan informasi publik yang terintegrasi dengan visi institusi, tata kelola yang baik, serta pelayanan prima kepada sivitas UPI dan masyarakat luas. (CS/Rz)

Sivitas UPI Sumbang 15 Medali di SEA Games Thailand 2025

22 Dec 2025 • Humas UPI
Nurevani Feraliana, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, angkatan 2023 menjadi atlet paling produktif dengan raihan 3 medali dari cabang Dragon Boat, terdiri atas 1 emas dan 2 perak

Thailand, UPI — Mahasiswa dan dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang The 33rd Southeast Asian Games (SEA Games) Thailand 2025 yang berlangsung pada 9–20 Desember 2025 di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla.

Dalam ajang olahraga multinasional di bawah naungan Southeast Asian Games Federation (SEAGF) tersebut, sivitas akademika UPI berhasil menyumbangkan 15 medali bagi kontingen Indonesia, dengan rincian 2 medali emas, 6 medali perak, dan 7 medali perunggu, yang diperoleh dari 7 cabang olahraga.

Berdasarkan rekapitulasi resmi, atlet UPI berkompetisi pada cabang Rowing, Dragon Boat, Baseball 5, Squash, Futsal Putri, Hockey, dan Polo Air. Sebanyak 14 sivitas akademika UPI tercatat sebagai peraih medali, terdiri atas 13 mahasiswa dan 1 dosen.

Cabang Hockey menjadi penyumbang medali terbanyak dengan total 5 medali (2 perak dan 3 perunggu), disusul cabang Dragon Boat dengan 3 medali (1 emas dan 2 perak). Cabang Rowing menyumbangkan 1 emas dan 1 perunggu, sementara Squash meraih 2 medali perunggu. Adapun cabang Baseball 5, Futsal Putri, dan Polo Air masing-masing menyumbangkan 1 medali.

Secara individu, Nurevani Feraliana tampil sebagai atlet paling produktif dengan raihan 3 medali dari cabang Dragon Boat, terdiri atas 1 emas dan 2 perak. Selain itu, Salma Maulani juga mencatatkan prestasi multi-medali dari cabang Hockey dengan perolehan 1 perak dan 1 perunggu.

Selain atlet penerima medali, UPI juga berkontribusi melalui peran strategis dosen sebagai pelatih dan ofisial tim nasional Indonesia. Dosen UPI yang terlibat antara lain Prof. Dr. Yun Yun Yudiana, M.Pd. (ofisial), Prof. Dr. Dik Dik Jafar Sidik, M.Pd. (pelatih angkat besi), Dr. Dede Rohmat Nurjaya, M.Pd. (pelatih dayung), Dr. Ira Purnamasari, M.Pd. (pelatih judo), Dr. Asep Sumpena, M.Pd. (pelatih taekwondo), serta Kuston Sultoni, S.Si., M.Pd., Ph.D. dan Ivan Firdaus, M.Pd. sebagai pelatih gateball.

Menanggapi capaian tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para atlet UPI.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi luar biasa mahasiswa UPI di ajang SEA Games 2025. Capaian ini tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa UPI mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa UPI secara konsisten memberikan dukungan kepada mahasiswa berprestasi melalui berbagai bentuk penghargaan akademik.

“Mahasiswa berprestasi layak mendapatkan apresiasi, termasuk konversi capaian prestasi ke dalam pengakuan akademik. Harapannya, prestasi seperti ini dapat terus dikembangkan,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Prof. Yudi menyampaikan penghargaan khusus kepada para atlet.

“Selamat kepada para atlet UPI. Kami sangat bangga. Kalian adalah pahlawan Universitas Pendidikan Indonesia.”

Capaian ini menegaskan komitmen UPI sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendukung pembinaan prestasi olahraga mahasiswa melalui integrasi pendidikan akademik, kepelatihan berbasis sains, serta dukungan institusional yang berkelanjutan. Keberhasilan tersebut sekaligus mencerminkan sinergi antara pendidikan tinggi dan pembinaan atlet nasional di tingkat internasional. (RK)

PGPAUD UPI Tasikmalaya Gelar Seminar Ruang Tumbuh

22 Dec 2025 • Humas UPI

Tasikmalaya, UPI

Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) UPI Kampus Tasikmalaya sukses menyelenggarakan “Seminar Ruang Tumbuh” untuk pertama kalinya pada Jumat (19/12/2025). Bertempat di Auditorium UPI Kampus Tasikmalaya, inisiatif akademik yang lahir dari mata kuliah Psikologi Perkembangan Anak ini fokus pada penguatan kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.

Seminar bertajuk “Penguatan Kemampuan Guru PAUD dalam Mengajar Berbasis Deep Learning untuk Mengoptimalkan Potensi Perkembangan Anak” ini dihadiri oleh puluhan pendidik PAUD dari wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan menjembatani kajian psikologis teoretis dengan praktik nyata di lapangan, agar pembelajaran anak usia dini menjadi lebih bermakna dan kontekstual.

Dalam sesi keynote speech, Dr. Gilar Gandana, M.Pd., memaparkan materi mengenai “Bermain dengan Makna”. Ia menegaskan bahwa kelas PAUD harus dipandang sebagai ekosistem belajar yang hidup, bukan sekadar ruang fisik.

“Melalui bermain yang bermakna, anak memperoleh pengalaman belajar yang memungkinkan terbangunnya pemahaman mendalam melalui proses eksplorasi, interaksi, dan refleksi yang selaras dengan dunia mereka,” jelas Dr. Gilar.

Selain aspek metode, seminar ini menyoroti pentingnya kesiapan mental pengajar. Psikolog Fauziah Syarifatul Huriyah, M.Psi., menekankan bahwa kondisi psikologis guru adalah fondasi utama deep learning. Menurutnya, empati dan regulasi emosi guru sangat menentukan terciptanya suasana belajar yang aman dan suportif bagi anak.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Mubiar Agustin, M.Pd., yang hadir sebagai pembicara puncak, menggarisbawahi bahwa interaksi berkualitas antara guru dan murid adalah jantung dari pembelajaran.

“Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator yang membangun dialog reflektif untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak secara holistik,” ungkap Prof. Mubiar.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi, yang mencerminkan besarnya keinginan para guru untuk beralih dari pembelajaran yang sekadar mengejar hasil menuju proses belajar yang mendalam dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan perdana ini, PGPAUD UPI Kampus Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang akademik yang kolaboratif. Seminar Ruang Tumbuh diharapkan dapat menjadi agenda rutin guna terus meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di Indonesia dengan menempatkan potensi unik setiap anak sebagai pusat pembelajaran. (DN)

Pencarian