English
Indonesia

IKAPEN UPI Gelar Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

17 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Ikatan Pensiunan Universitas Pendidikan Indonesia (IKAPEN UPI) menyelenggarakan kegiatan ceramah kesehatan dan pemeriksaan medis gratis bagi para pengurus serta anggotanya. Acara yang mengusung tema “Menjaga Kesehatan bagi Lansia” ini digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran UPI, Bandung, pada Rabu (17/12/2025).

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi kesehatan sekaligus memantau kondisi fisik para lansia agar tetap sehat, aktif, dan produktif. Selain itu, program ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kesejahteraan para pensiunan di lingkungan universitas.

Ketua IKAPEN UPI, Drs. Abdurrachman Widjajapradja, menyampaikan bahwa organisasi ini merupakan wadah penting bagi para pensiunan untuk tetap terhubung dengan almamater.

“Bagaimanapun juga, kami masih memiliki hubungan emosional dengan UPI. Alhamdulillah, Rektor UPI selalu mengundang kami dalam berbagai kegiatan. Kami berharap para pensiunan semakin sejahtera dan terus mendapatkan perhatian dari kampus,” ujar Abdurrachman.

Ia juga berharap jumlah anggota IKAPEN dapat terus bertambah seiring dengan perkembangan organisasi yang semakin baik ke depannya.

Dari sisi medis, Kepala UPT Layanan Kesehatan UPI, dr. Setyo Wahju Wibowo, M.Kes, menekankan pentingnya sosialisasi kesehatan bagi lansia. Mengacu pada kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr. Setyo menjelaskan bahwa kesehatan harus mencakup aspek fisik, mental, dan sosial secara menyeluruh.

“Setelah usia 40 tahun, kondisi kesehatan cenderung mengalami penurunan. Karena itu, upaya promotif dan preventif sangat diperlukan agar kualitas hidup tetap terjaga,” jelas dr. Setyo.

Ia menambahkan bahwa UPT Layanan Kesehatan UPI berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pencegahan dan edukasi kesehatan. Pihaknya juga mendorong para akademisi yang masih aktif untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini sebagai investasi masa tua.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi pemeriksaan kesehatan gratis yang dipandu langsung oleh tim medis UPT Layanan Kesehatan UPI. Para peserta mendapatkan layanan pengecekan kondisi fisik dasar sebagai bentuk nyata perhatian universitas terhadap kesehatan para purnabakti.

Kegiatan ini diharapkan menjadi program berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif bagi kualitas hidup para pensiunan UPI. (Teks/Foto: Nopi & Claudina/Kontributor KKIPP)

UPI Kirim Tim Relawan Multidisiplin Bagi Korban Terdampak Banjir Bandang di Sumatera

17 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) mengirimkan tim relawan multidisiplin ke wilayah kabupaten terpencil guna memberikan layanan kesehatan fisik dan psikososial kepada masyarakat. Tim relawan ini akan bertugas selama lima hari dan terdiri atas 12 orang, yakni 10 dosen dan 2 mahasiswa, dengan latar belakang keahlian yang beragam yang dilaksanakan di Ruang Rapat Timur Partere Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Selasa (16/12/2025).

Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, UPI melakukan berbagai upaya nyata, salah satunya melalui penggalangan dana yang hingga saat ini masih terus berlangsung. Dana yang berhasil dihimpun nantinya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui posko-posko resmi yang telah ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi sahabat, seperti Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Andalas (Unand), serta sejumlah perguruan tinggi di wilayah Sumatra Utara, termasuk Medan

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi, M.A menyampaikan “Selain penggalangan dana, UPI juga menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan dengan menyalurkan dana pengabdian kepada masyarakat di wilayah bencana. Bantuan tersebut difokuskan pada tema medis dan kesehatan, yang direalisasikan melalui penyusunan proposal dan pembentukan tim relawan. Upaya ini menjadi wujud kontribusi nyata UPI dalam meringankan beban para korban bencana alam.”

Lebih lanjut, Prof. Didi Sukyadi mengatakan “UPI secara resmi melepas tim relawan yang akan diberangkatkan ke lokasi bencana. Untuk tahap awal, sebanyak delapan orang relawan diberangkatkan, dengan total keseluruhan mencapai 24 orang. Keberangkatan tim dilakukan secara bertahap dalam beberapa waktu, dimulai pada malam hari, disusul keberangkatan berikutnya pada hari selanjutnya. Lokasi tujuan utama adalah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan koordinasi bersama relawan setempat, TNI, serta unsur pemerintah daerah.”

Di lokasi bencana, tim relawan UPI akan berfokus pada penanganan masalah kesehatan yang muncul akibat bencana, seperti penyakit pasca bencana, serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Kegiatan tersebut meliputi pelayanan kesehatan, trauma healing bagi masyarakat terdampak, hingga upaya pemulihan kebugaran jasmani dan rohani melalui aktivitas olahraga dan kegiatan sosial lainnya. Diharapkan, kehadiran tim relawan UPI dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan penderitaan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Pada Kesempatan yang sama Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof. Dr. Ida Hamidah, M.Si. menerangkan “Tim relawan dibagi ke dalam empat bidang utama, yaitu tim dokter, tim perawat, tim psikologi, dan tim olahraga. Keempat bidang tersebut dirancang untuk saling melengkapi dalam memberikan layanan terpadu kepada masyarakat. Penanganan kesehatan fisik menjadi tanggung jawab tim dokter dan perawat, sementara aspek kesehatan mental dan psikososial ditangani oleh tim psikologi yang didukung dengan pendekatan olahraga sebagai sarana pemulihan dan healing masyarakat terdampak.”

“Pelibatan olahraga dalam layanan psikososial dinilai penting karena mampu membantu masyarakat mengurangi beban psikologis serta membangun kembali semangat dan kebersamaan. Hal ini sejalan dengan pemahaman bahwa pemulihan masyarakat tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial secara menyeluruh.” tambah Direktur DPPM

Selain menjalankan tugas utama di bidang kesehatan dan psikososial, para relawan juga dituntut untuk mandiri selama berada di lokasi pengabdian. Mereka harus menyesuaikan diri dengan kondisi desa, termasuk memenuhi kebutuhan logistik secara bersama-sama. Di sisi lain, tim juga berperan dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan sebagai bagian dari pertanggungjawaban akademik dan sosial UPI kepada masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi wilayah-wilayah yang membutuhkan. (Rija/Kurnia)

FPEB UPI dan PT Diwangkara Wihaya Nusantara Perkuat Kompetensi Mahasiswa Melalui Program Magang

17 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menjalin kolaborasi strategis dengan PT Diwangkara Wihaya Nusantara (PT Driya) melalui Program Magang Mahasiswa. Berlangsung selama tiga bulan (September–November 2025), program ini memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pembelajaran berbasis praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Sebanyak enam mahasiswa jenjang Sarjana (S1) FPEB dari berbagai program studi, diantaranya Diva Lathifah dan Azman Yusra Attaufiq dari Program Studi Akuntansi; Oktavia Santa Yohana dari Program Studi Manajemen; Nabil Fatya NH dan Daffa Adipramana dari Program Studi Pendidikan Bisnis; Siti Nur Pajriati dari Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran. Keterlibatan mereka sebagai upaya kontribusi langsung dalam penguatan tata kelola, pengembangan marketing, dan branding produk cat reflektif perusahaan, BeCool. Mahasiswa yang terlibat diantaranya

Program magang ini dilaksanakan di bawah koordinasi Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M.M., Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu FPEB UPI, serta dibimbing oleh empat dosen pembimbing. Kolaborasi ini menekankan implementasi experiential learning yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Selama magang, mahasiswa terlibat aktif dalam operasional perusahaan pada tiga divisi utama, yaitu Divisi Accounting, Mahasiswa mempelajari alur transaksi dan sistem keuangan, menghasilkan rekomendasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Keuangan dan pengembangan sistem pencatatan. Divisi Branding, Mahasiswa berperan sebagai Content Planner, Content Creator, Social Media Specialist, dan desainer visual. Mereka berhasil menyusun Brand Guidelines dan menganalisis performa media sosial BeCool, yang menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan di Instagram, TikTok, dan LinkedIn dalam 90 hari. Dan Divisi Marketing, Melakukan riset internal dan eksternal, termasuk analisis SWOT, TOWS, riset pasar, dan benchmarking kompetitor. Hasil riset ini menjadi dasar penyusunan Integrated Marketing Plan untuk strategi pemasaran jangka menengah dan panjang PT Driya.

Founder PT Driya, Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T., menyatakan bahwa dukungan terhadap Program Magang Mahasiswa ini merupakan wujud nyata kontribusi sektor industri dalam mendukung penguatan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Program magang ini merupakan implementasi dari hibah dana sebesar Rp2,46 miliar yang diberikan kepada UPI, sebagai bagian dari hibah yang lebih besar dari ClimateWorks Foundation senilai Rp11,8 miliar. Dana ini dialokasikan untuk mendukung pengembangan riset dan inovasi akademik lintas fakultas di lingkungan UPI.

Program ini menghasilkan sejumlah luaran konkret, antara lain draf SOP Keuangan, Brand Guidelines, rekomendasi strategi media sosial, hingga Integrated Marketing Plan. Magang ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui pembelajaran berbasis praktik yang memperkuat kompetensi dan kesiapan kerja mahasiswa. (DN)

UPI Gelar SBCC 2025, Dorong Solusi Pendinginan Kota dan Hunian Rendah Emisi

16 Dec 2025 • Humas UPI

Jakarta, UPI — International Symposium and Workshop on Sustainable Buildings, Cities, and Communities (SBCC) 2025 digelar di Grand Ballroom Hotel Mercure, Jakarta, Senin (15/12). Forum internasional ini mengangkat tema “A Sustainable Cooling for Cities: Designing for Hot and Humid Climates” sebagai upaya mendorong solusi pendinginan berkelanjutan bagi kota-kota beriklim panas dan lembap.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Pusat Unggulan Universitas Material dan Energi Bangunan Rendah Emisi (PUU MEB) ini menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri dengan latar belakang akademisi, praktisi industri, serta pemerintah yang diwakili oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah.

Dalam sambutannya, Fahri Hamzah menyoroti besarnya tantangan sektor perumahan nasional, khususnya backlog hunian yang masih tinggi. Ia menyebut pemerintah menargetkan pembangunan dan renovasi tiga juta rumah per tahun, namun menegaskan bahwa pembangunan tersebut harus memperhatikan kualitas, ketahanan bangunan, dan keberlanjutan lingkungan.


“Indonesia perlu menyiapkan rumah bagi rakyatnya dengan standar yang baik. Perumahan tidak hanya untuk tempat tinggal, tetapi untuk membangun kehidupan, keluarga, dan generasi masa depan,” ujar Fahri Hamzah.

SBCC 2025 menjadi wadah berbagi pengetahuan, riset, dan praktik inovatif untuk menjawab tantangan iklim global dan lokal. Forum ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UPI melalui PUU MEB dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mempromosikan langkah konkret menuju lingkungan binaan yang rendah karbon, tangguh, dan layak huni.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan tema pendinginan berkelanjutan sangat relevan bagi kota-kota tropis yang menghadapi peningkatan suhu, fenomena urban heat island, serta tekanan pada sistem energi dan kesehatan publik.


“Masalah kota panas dan lembap tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan. Diperlukan solusi terintegrasi yang menggabungkan teknologi, desain, material, perilaku masyarakat, dan tata kelola,” kata Didi Sukyadi saat membuka acara.

Acara ini diselenggarakan PUU MEB bekerja sama dengan para mitra, Berbagai lembaga akademik, organisasi profesional, instansi pemerintah, pelaku industri, serta arsitek terkemuka—termasuk pelopor teknologi atap dan rumah dingin.

Ketua Konferensi SBCC 2025, Ar. Dr. Eng. Beta Paramita, IAI., GP., menjelaskan bahwa simposium ini dirancang untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi kolektif yang aplikatif. Menurutnya, isu pendinginan berkelanjutan sangat berdampak pada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang paling rentan terhadap perubahan iklim.


“Kami ingin rekomendasi yang dihasilkan tidak rumit, mudah dipahami, dan bisa langsung diterapkan oleh masyarakat serta pengambil kebijakan,” ujar Beta Paramita

Tahun ini, SBCC 2025 membahas sejumlah topik utama, antara lain pendinginan pasif dalam konteks tropis, material dan teknologi responsif iklim, bentuk kota dan perencanaan tata ruang untuk pendinginan, adaptasi komunitas dan perilaku, efisiensi energi, tata kelola dan kolaborasi pentahelix, serta pemanfaatan data dan pemodelan untuk pendinginan tropis.

Selain mendorong kolaborasi lintas sektor, SBCC 2025 juga berkontribusi terhadap kinerja universitas melalui target luaran publikasi ilmiah yang terindeks jurnal dan prosiding Scopus serta. Forum ini diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam membangun kota dan hunian yang lebih sejuk, berkelanjutan, serta tahan terhadap dampak perubahan iklim. (RK)

UPI Perkuat Kapasitas Mahasiswa Internasional melalui International Student Capacity Development

16 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan tahunan International Student Capacity Development sebagai upaya komprehensif untuk penguatan kapasitas dan pembekalan bagi mahasiswa internasional. Kegiatan yang rutin digelar ini berfokus pada literasi keimigrasian serta adaptasi kehidupan akademik dan non-akademik di lingkungan kampus.

Acara yang diikuti oleh 99 dari total 105 mahasiswa internasional yang berasal dari jenjang S1, S2, dan S3 ini dilaksanakan di Auditorium Hotel Grand Mercure, Kota Bandung, pada Senin (15/12/2025).

Direktur Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional, Pupung Purnawarman, M.Sc.Ed., Ph.D., menjelaskan bahwa pembekalan ini sangat krusial.

“Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang tepat mengenai aspek keimigrasian, seperti perizinan tinggal sementara, visa, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan mahasiswa internasional terhadap status keimigrasian mereka,” ujar Pupung Purnawarman.

Selain masalah keimigrasian, peserta juga dibekali pengetahuan terkait adaptasi di lingkungan UPI. UPI juga memperkenalkan peran dan layanan Kantor P3KS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus) sebagai upaya membangun lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika.

UPI saat ini menampung sekitar 743 mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Uzbekistan, Tiongkok, Thailand, dan Mesir. Mereka datang melalui berbagai skema, termasuk Program beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang); Program double degree hasil kerja sama dengan universitas luar negeri; dan Beasiswa internal UPI berupa pembebasan UKT penuh atau sebagian.

Pupung Purnawarman menutup pernyataannya dengan harapan agar kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran administrasi, tetapi juga mendorong proses akulturasi budaya.

“Kegiatan ini juga mendorong proses akulturasi budaya, agar mahasiswa internasional dapat memahami dan menghargai budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa Barat, budaya Sunda, serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi di lingkungan UPI,” tutupnya.

Dengan pembekalan yang berkelanjutan, UPI berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem akademik yang mendukung keberhasilan studi mahasiswa internasional sekaligus memperkuat peran UPI sebagai perguruan tinggi berkelas dunia yang inklusif dan berwawasan global. (Rija/DN)

Pencarian