English
Indonesia

UPI Kembali Raih Predikat Badan Publik Informatif dari KIP 2025

16 Dec 2025 • Humas UPI

Jakarta, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali meraih predikat bergengsi sebagai Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Penghargaan ini diserahkan dalam ajang penganugerahan di Balai Pertemuan Birawa, Jakarta, pada Senin (15/12/2025).

Pencapaian ini mencerminkan konsistensi UPI sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang dinilai transparan, akuntabel, dan responsif dalam pelayanan informasi publik kepada masyarakat.

Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., hadir langsung menerima penghargaan, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi yang juga menjabat sebagai PPID Utama UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd.

Prof. Didi Sukyadi menegaskan bahwa predikat ini bukanlah capaian instan, melainkan hasil kerja bersama dan sinergi kolektif dari seluruh unit di UPI. Ia menekankan bahwa membangun budaya keterbukaan informasi memerlukan konsistensi, kedisiplinan, dan komitmen untuk terus memperbaiki layanan.

“Keterbukaan informasi bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi harus dijadikan budaya dalam kehidupan akademis dan birokratis di kampus,” ujar Rektor. Ia menambahkan bahwa UPI akan terus memperkuat transparansi birokrasi dan memutakhirkan sistem informasi, karena hal ini mencerminkan kampus yang semakin demokratis dan berintegritas.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan melalui predikat Informatif ini.

UPI telah menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP), di mana UPI berhasil mempertahankan predikat Badan Publik Informatif setelah sebelumnya berada di kategori Menuju Informatif pada tahun 2023.

Ke depan, UPI berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan responsivitas layanan, serta menjaga kualitas data dan informasi yang disampaikan kepada masyarakat luas. (DN)

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi Jadi Keynote Speaker di ICRES-ISCLO 2025: Dorong Transformasi Digital dan Kemitraan Global

16 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengambil peran strategis sebagai Keynote Speaker dalam The 10th International Seminar and Conference on Learning Organisation (ICRES-ISCLO) 2025. Konferensi internasional bergengsi ini, dimana Program Studi Magister Administrasi Bisnis UPI bertindak sebagai co-host, berlangsung pada 11-12 Desember 2025 di Telkom Corporate University Campus, Bandung.

Mengangkat tema “Accelerating Transformation Through Digital Innovation, Organizational Agility, and Strategic Collaboration for a Connected World,” kehadiran Rektor UPI menandai peran penting institusi dalam mengakselerasi transformasi pendidikan melalui inovasi digital dan kemitraan global.

Dalam sambutannya sebagai Keynote Speaker, Prof. Didi Sukyadi menyoroti peran sentral universitas dalam ekosistem bisnis dan digital.

“Universitas berperan penting pada ekosistem bisnis dan digital, utamanya dalam bentuk produsen pengetahuan dan penelitian, pusat inkubator dan ko-kreasi, dan pemasok digital talent dan pemimpin yang mampu berinovasi,” ujar Prof. Didi Sukyadi.

Partisipasi UPI dalam ICRES-ISCLO 2025 tidak hanya memperkuat posisi universitas sebagai pusat keunggulan pendidikan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dengan lebih dari 200.000 akademisi dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Filipina, India, Jepang, dan Taiwan.

Kegiatan konferensi ini secara langsung sejalan dengan pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain khususnya SDG 4 tentang Quality Education melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi berbasis digital, SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth dengan menghadirkan diskusi mengenai transformasi SDM digital dan strategic workforce planning, SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure melalui pembahasan emerging technologies dan digital innovation, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals yang diwujudkan melalui kolaborasi akademik dan industri lintas negara.

ICRES-ISCLO 2025 diselenggarakan oleh Telkom Corporate University, Telkom University, dan Research Synergy Foundation. Konferensi ini menghadirkan rangkaian acara komprehensif, termasuk panel diskusi dengan narasumber terkemuka seperti Jayant Barghava (Accenture), Prof. Gadaf Rexhepi (South East European University), dan Dr. Rifki Sadikin (BRIN). Sesi panel juga menampilkan praktisi seperti Adir Ginting (Google Cloud Indonesia) dan Thiru Nagarajan (IBM Asia Pacific).

Acara yang diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai negara ini turut dilengkapi dengan poster exhibition, case study competition, workshop, dan Telkom’s product showcase.

Partisipasi UPI dalam konferensi bergengsi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi universitas di kancah internasional dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk mengakselerasi transformasi pendidikan tinggi Indonesia menuju era digital yang inklusif dan berkelanjutan. (DN)

Siap Bekerja di Jepang, 18 Orang Alumni Ikuti Kelas Bahasa Jepang Batch 2

16 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebanyak delapan belas alumni dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan mengikuti Kegiatan Kelas Bahasa Jepang bagi Calon Staf di Jepang Batch 2 yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Program Studi Pendidikan Khusus dan Ukai International Employment. Jumat, (12/12/2025).

Pelatihan ini menjadi tahapan awal sebelum para peserta diberangkatkan untuk bekerja secara profesional di Jepang melalui jalur kerja sama resmi yang telah terbangun antara universitas dan mitra internasional tersebut.

Jika pada batch sebelumnya program ini hanya diperuntukkan bagi lulusan Pendidikan Khusus, maka pada tahap kedua ini peluang diperluas bagi lulusan Program Studi Psikologi, Bimbingan dan Konseling, serta Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi FPOK. Perluasan cakupan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan Ukai International Employment terhadap kualitas lulusan universitas yang dinilai mampu bersaing dan beradaptasi di dunia kerja global.

Kegiatan pembukaan dihadiri langsung oleh para perwakilan program studi. Dari Program Studi Psikologi hadir Aris, M.Si dan Sekretaris Program Studi Farhan Zakarriya, S.Pd., M.Si., Psi. Program Studi PJKR diwakili oleh Dr. Carsiwan, M.Pd. Adapun Program Studi Bimbingan dan Konseling dihadiri oleh Sekretaris Program Studi Eka Sakti Yudha, M.Pd. Masing-masing perwakilan memberikan dukungan dan motivasi bagi peserta yang akan memulai pembelajaran intensif sebagai persiapan pemberangkatan.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Nandang Budiman, M.Si., juga hadir memberikan sambutan. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kemampuan bahasa asing, kesiapan mental, serta pemahaman budaya merupakan kunci penting bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin berkarier di Jepang. Ia menegaskan komitmen fakultas dalam membuka peluang internasional bagi mahasiswa dan alumni agar mampu bersaing di tingkat global.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan langsung dari Kepala Program Studi Pendidikan Khusus, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kelanjutan kerja sama dengan Ukai International Employment dan menekankan bahwa kesempatan ini merupakan bentuk nyata upaya program studi dalam memperluas akses karier bagi lulusannya. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan kompetensi dan membangun pengalaman internasional.

Alumni yang mengikuti batch kedua ini akan menjalani program kelas bahasa Jepang secara intensif yang dirancang khusus untuk mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan kerja profesional di Jepang. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek bahasa, tetapi juga mencakup pemahaman budaya kerja, etika profesional, serta proses adaptasi lingkungan agar para peserta dapat bekerja secara optimal dan berdaya saing tinggi ketika ditempatkan di perusahaan Jepang.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat, mencerminkan tekad kuat para peserta untuk meraih peluang karier internasional. Para pimpinan fakultas dan program studi memberikan dukungan penuh agar para alumni dapat membawa nama baik Universitas Pendidikan Indonesia di tingkat global. Dengan penyelenggaraan batch kedua ini, Fakultas Ilmu Pendidikan menegaskan kembali komitmennya dalam memperluas jaringan kerja sama internasional dan mempersiapkan lulusan yang siap berkompetisi di dunia kerja modern.

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Ukai International Employment, universitas berharap dapat membuka lebih banyak kesempatan serupa di masa mendatang. Kegiatan Kelas Bahasa Jepang bagi Calon Staf di Jepang bukan hanya menjadi jembatan karier internasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kualitas, daya saing, dan profesionalitas lulusan di kancah global. (Megy)

Di Balik Panggung Pageant Jawa Barat: Kiprah Dr. Asri Wibawa Sakti Mengawal Karakter Generasi Muda

13 Dec 2025 • Humas UPI
Dr. Asri Wibawa Sakti menerima penghargaan sebagai Juri dalam kontes Miss & Mister Jawa Barat 2025, di Studio TVRI Jawa Barat, Sabtu (15/11)

Bandung, UPI  — Di balik gemerlap panggung Miss & Mister Jawa Barat 2025, para finalis berdiri tegang menanti penilaian. Namun bagi Dr. Asri Wibawa Sakti, S.Pd., M.Pd., sorotan tidak semata tertuju pada busana, rias wajah, atau gestur panggung. Baginya, ajang ini adalah ruang pendidikan— tempat karakter, etika, dan kecerdasan diuji bersamaan dengan estetika.

Dosen Program Studi Pendidikan Tata Busana Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu dipercaya menjadi juri Miss & Mister Jawa Barat 2025, sebuah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Komite Penyelenggara Ajang Modeling dan Generasi Jabar Juara yang berlangsung pada 15 November 2025 di Studio TVRI Jawa Barat, Bandung.

Dari Ruang Kelas ke Panggung Nasional

Penunjukan Dr. Asri sebagai juri bukanlah proses instan. Ia melalui mekanisme seleksi profesional yang ketat—mulai dari rekomendasi tokoh industri fashion dan kecantikan, penilaian portofolio, hingga pertimbangan integritas akademik. Pengalaman lebih dari 15 tahun sebagai pendidik vokasi, konsultan kecantikan, pelatih grooming, koreografer, serta pembina berbagai ajang Pageant menjadi landasan kuat kepercayaan tersebut.

“Kompetisi seperti ini tidak boleh berhenti pada penampilan luar,” ujar Dr. Asri dalam wawancara melalui pesan singkat. Menurutnya, Pageant ideal adalah ruang pembelajaran yang menumbuhkan kepercayaan diri, kecakapan komunikasi, etika sosial, serta keberpihakan pada budaya lokal.

Pandangan itu tercermin dalam perannya selama rangkaian pra-karantina hingga karantina intensif. Ia tidak hanya duduk di kursi juri, tetapi juga hadir sebagai pemateri, membimbing finalis memahami personal branding yang sehat, etika publik, dan tanggung jawab sosial sebagai representasi generasi muda Jawa Barat.

Dukungan Institusi dan Tanggung Jawab Akademik

Kiprah Dr. Asri di luar kampus mendapat dukungan penuh dari UPI dan FPTI. Dukungan tersebut hadir dalam bentuk pengakuan kompetensi profesional dosen, fasilitasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dukungan administratif, hingga penguatan jejaring dengan industri kreatif dan komunitas fashion Jawa Barat.

Bagi Dr. Asri, dukungan institusi bukan sekadar formalitas. “Setiap kali saya hadir sebagai juri, saya membawa nama UPI dan standar akademik yang harus dijaga,” katanya. Karena itu, integritas penilaian dan pendekatan edukatif menjadi prinsip utama yang ia pegang.

Apresiasi terhadap kontribusi ini juga datang dari penyelenggara, yang menilai kehadiran Dr. Asri dan UPI memberi warna baru pada kualitas penyelenggaraan Miss & Mister Jawa Barat—lebih berorientasi pada pendidikan karakter, pariwisata, dan budaya.

Pageant sebagai Ruang Edukasi

Di mata Dr. Asri, Pageant bukan sekadar kompetisi kecantikan. Ia melihatnya sebagai medium strategis untuk membina generasi muda yang berdaya saing, beretika, dan berakar pada budaya daerah. Harapannya, ke depan kolaborasi antara pendidikan vokasi, pemerintah daerah, dan industri kreatif dapat semakin diperluas.

Ia juga berharap kualitas pembinaan peserta terus meningkat—tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga kecerdasan, komunikasi, dan karakter. Lebih jauh, kiprahnya di luar kampus diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa.

“Pendidik vokasi tidak hanya mengajar di kelas,” ujarnya. “Kami juga punya tanggung jawab hadir di masyarakat, memberi contoh bahwa ilmu dan keahlian bisa berdampak nyata.”

Di balik gemerlap panggung Miss & Mister Jawa Barat, Dr. Asri Wibawa Sakti menegaskan satu hal: pendidikan dapat hadir di mana saja—bahkan di balik sorot lampu dan tepuk tangan penonton. (RK)

Program MoMA Ubah Sampah Organik Jadi Pakan Ayam Kaya Omega, Warga Isola Bersemangat Menyetor Sampah

12 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali meluncurkan terobosan hilirisasi inovasi melalui Program Monetisasi Maggot (MoMA) di Kelurahan Isola, Kota Bandung. Program ini berhasil mengembangkan sistem konversi sampah organik menjadi pakan ayam berkualitas tinggi, yang pada akhirnya menghasilkan telur dengan kandungan omega lebih tinggi dari telur biasa.

Inovasi ini tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga. Program MoMA saat ini sudah mulai diterapkan di tingkat masyarakat Kelurahan Isola.

Awalnya, tim UPI menemukan bahwa meskipun fasilitas pemrosesan maggot sudah tersedia, warga Kelurahan Isola masih enggan memilah dan menyetor sampah organik. Kondisi ini mendorong tim merancang pendekatan berbasis edukasi dan insentif ekonomi.

Sebagai puncak dukungan, Lurah Isola, Beben Rubianto, S.IP., M.M., menetapkan skema insentif baru, warga yang menyetor minimal 5 kg sampah organik ke rumah maggot akan langsung mendapatkan tiga butir telur ayam omega hasil Program MoMA.

“Kebijakan ini menjadi pemicu semangat masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, sekaligus memperkuat rantai produksi pakan ayam berbasis maggot,” jelas Lurah Beben Rubianto, saat menghadiri acara puncak MoMA di Rumah Magot Isola.

Program MoMA dipimpin oleh Prof. Lilik Hasanah sebagai Ketua PKM Hilirisasi UPI 2025. Aspek riset dan pengembangan pakan unggas ditangani oleh Dr. Selly Feranie dan tim mahasiswa.

Formula pakan ayam MoMA ini telah didaftarkan merek dagangnya dan sedang dalam proses drafting rancangan paten sederhana. Setelah diuji di laboratorium terstandar, pakan ini terbukti menghasilkan telur dengan kandungan omega yang lebih tinggi.

Dr. Selly Feranie dalam sesi inti acara memaparkan konsep MoMA, manfaatnya bagi lingkungan, serta mekanisme konversi sampah organik menjadi pakan ayam bernutrisi tinggi, yang disambut antusias oleh perwakilan RW–RT, ibu-ibu PKK, dan Karang Taruna.

Keterlibatan mahasiswa Program Studi Fisika, Dimars Dwi Dinantara dan Hilman Fauzan, dalam operasional teknis dan edukasi masyarakat menjadi bagian penting dalam misi UPI mencetak lulusan yang kompeten dan siap menjadi agen perubahan.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Uus Khaerudin, turut memberikan apresiasi atas sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sampah organik.

Program MoMA secara langsung berkontribusi pada Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 2: Melalui penyediaan sumber gizi berkualitas (telur beromega tinggi). SDG 12: Lewat penerapan ekonomi sirkular yang mengubah sampah organik menjadi produk bernilai. SDG 13: Dengan menekan potensi emisi metana dari penumpukan sampah.

Acara puncak program ditutup dengan kunjungan bersama ke rumah maggot, penyerahan simbolis 20 ekor ayam petelur, kandang, serta pakan MoMA, dilanjutkan dengan panen telur omega bersama. Kolaborasi antara UPI, DLH Kota Bandung, dan Kelurahan Isola ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat kelurahan. (DN)

Pencarian