English
Indonesia

Perkuat Budaya Riset, FIP UPI Hadirkan Kelas Produktif Menulis dan Pendampingan Hibah Kompetensi

12 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan “Kelas Produktif Menulis” selama 16 pertemuan, sejak September hingga Desember 2025, sebagai upaya terstruktur untuk memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus. Diikuti dosen dari berbagai program studi, inisiatif ini bertujuan mendorong FIP menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas akademik UPI, salah satunya dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) secara etis dalam penulisan artikel ilmiah bertema Self-Regulated Learning (SRL).

Sebagai bagian dari strategi UPI menjadi rujukan nasional dalam bidang pendidikan, FIP memposisikan Kelas Produktif Menulis bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi sebagai ruang pembinaan berkelanjutan bagi dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu topik utama yang diangkat adalah penulisan artikel tentang Self-Regulated Learning (SRL) dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) secara etis dan bertanggung jawab. Tema ini dipilih agar dosen mampu merespons perkembangan teknologi sekaligus memperkaya kajian tentang kemandirian belajar peserta didik di era digital.

Program studi di lingkungan FIP UPI didorong aktif mengirimkan dosen sebagai peserta sehingga kelas ini menjadi arena kolaborasi lintas prodi. Dalam setiap sesi, peserta tidak hanya belajar teknik menulis, tetapi juga mengembangkan jejaring riset dan ide kolaboratif antarbidang ilmu. Dengan cara ini, Kelas Produktif Menulis berkontribusi langsung pada peningkatan reputasi akademik UPI, baik melalui publikasi di jurnal ilmiah maupun melalui perolehan hibah penelitian yang kompetitif.

Kegiatan ini dirancang sebagai salah satu program “berdampak” di FIP UPI. Dampak program diukur dari luaran konkret: draf artikel ilmiah yang semakin matang (termasuk artikel bertema SRL dan AI), manuskrip yang siap dikirim ke jurnal bereputasi, serta proposal hibah yang siap diajukan ke tingkat lokal UPI maupun nasional. Melalui pendampingan intensif, dosen peserta diharapkan bergerak dari sekadar wacana “ingin menulis” menuju kinerja nyata dalam bentuk publikasi dan penelitian yang dapat diukur.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, Kelas Produktif Menulis ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Peningkatan kapasitas menulis dan riset dosen akan berdampak pada penguatan pembelajaran berbasis riset, pengembangan kurikulum yang mutakhir, serta lahirnya temuan-temuan ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk memecahkan persoalan-persoalan pendidikan di Indonesia.

Sejumlah rekomendasi strategis mengemuka dari pelaksanaan program ini. Pertama, FIP UPI diharapkan menjadikan Kelas Produktif Menulis sebagai program rutin yang terintegrasi dengan peta jalan riset fakultas. Kedua, diperlukan skema pendampingan lanjutan dalam bentuk klinik atau mentoring bagi dosen yang sudah memiliki draf artikel atau proposal, sehingga tidak berhenti pada tahap pelatihan. Ketiga, pemberian insentif dan rekognisi bagi dosen yang berhasil memublikasikan artikel dan meraih hibah diusulkan sebagai pemicu terbentuknya ekosistem apresiasi terhadap kinerja ilmiah. Keempat, kolaborasi dengan lembaga penelitian dan pengelola jurnal di lingkungan UPI perlu diperkuat untuk mempercepat proses hilirisasi hasil riset.

Secara teknis, Kelas Produktif Menulis dilaksanakan dalam 16 pertemuan reguler yang berfokus pada: pemilihan topik dan kebaruan riset, perumusan masalah, penelusuran dan pengelolaan referensi, penulisan bagian pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, hingga strategi pemilihan jurnal sasaran. Pada sesi-sesi tertentu, peserta diarahkan secara khusus untuk menyusun artikel tentang Self-Regulated Learning (SRL) berbantuan AI, mulai dari merumuskan kerangka teoritik SRL, memadukan konsep penggunaan AI dalam proses belajar mandiri, hingga merancang metode penelitian yang sesuai dengan konteks pendidikan di Indonesia.

Di akhir rangkaian kegiatan, program dilanjutkan dengan dua pertemuan khusus yang difokuskan pada persiapan penulisan Proposal Penelitian Hibah Kompetensi di tingkat lokal UPI dan tingkat nasional. Dalam sesi ini, para dosen dibimbing menyusun latar belakang yang kuat, memetakan urgensi riset, merancang metode yang tepat, menajamkan luaran penelitian, serta menyesuaikan proposal dengan persyaratan skema hibah yang dituju.

Sebagai narasumber utama, hadir Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, S.Pd., M.Si., yang dikenal produktif dalam penelitian, publikasi, dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Beliau memberikan materi mengenai strategi menulis artikel yang siap kirim ke jurnal, cara memanfaatkan teknologi (termasuk AI) sebagai alat bantu dalam proses penulisan tanpa mengurangi integritas ilmiah, serta kiat menyusun proposal penelitian yang kompetitif di mata reviewer. Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan FIP UPI, termasuk dekan, wakil dekan, dan ketua program studi, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya penguatan kapasitas riset dosen.

Dengan terselenggaranya Kelas Produktif Menulis ini, FIP UPI berharap lahir lebih banyak dosen yang produktif menulis dan meneliti, khususnya di bidang-bidang strategis seperti Self-Regulated Learning dan pemanfaatan AI dalam pendidikan. Pada akhirnya, program ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penguatan posisi UPI sebagai universitas rujukan dalam riset kependidikan di tingkat nasional maupun internasional. (Kontributor: Ade Romi Rosmia)

FIP UPI Gelar Pengajian Akhir Tahun: Tegaskan Integritas dan Refleksi Makhluk Pilihan Allah

12 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Pengajian Bulanan Akhir Tahun pada Kamis (11/12/2025). Mengangkat tema “Makhluk-Makhluk Pilihan Allah”, kegiatan yang dihadiri oleh para wakil dekan, pimpinan program studi, dosen, dan tenaga kependidikan ini difokuskan sebagai momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan integritas di lingkungan kerja.

Acara yang berlangsung di Auditorium FIP lantai 10 ini merupakan bagian dari upaya FIP UPI membangun ekosistem kerja yang harmonis, berintegritas, dan religius, serta mendukung pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI WBK WBBM).

Dekan FIP UPI, Nandang Budiman, membuka rangkaian acara yang dilanjutkan dengan ceramah inti dan doa yang disampaikan oleh Dr. Mulyana Abdullah, M.Pd.I.

FIP UPI memposisikan pengajian ini bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai sarana penguatan karakter sivitas akademika. Melalui kajian tematik, para pegawai diajak merenungkan kembali peran manusia sebagai hamba dan khalifah di bumi.

“Nilai-nilai kejujuran, amanah, dan pelayanan publik yang prima diharapkan dapat tercermin dalam kinerja sehari-hari, baik di ruang kuliah, ruang administrasi, maupun layanan kemahasiswaan,” demikian harapan FIP UPI dalam siaran persnya.

Penguatan spiritualitas ini diharapkan menghasilkan dampak nyata, berupa peningkatan kualitas etos kerja dan kepedulian sosial, yang manfaatnya terasa bagi pegawai, mahasiswa, dan masyarakat yang menerima layanan pendidikan dari FIP UPI.

Sebagai tindak lanjut, FIP UPI didorong untuk memperkuat keberlanjutan pengajian bulanan dengan tema yang terstruktur, mengintegrasikan hasil kajian ke dalam program pengembangan SDM, serta mendorong setiap program studi membentuk kelompok kajian kecil (halaqah).

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan pengajian pegawai ini selaras dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Melalui penguatan kesehatan mental dan kesejahteraan batin pegawai. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Melalui pembinaan karakter para pendidik dan tenaga kependidikan. SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh): Melalui upaya membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Dengan terselenggaranya Pengajian Bulanan Akhir Tahun ini, FIP UPI berharap nilai-nilai yang digali dapat diinternalisasikan dalam sikap dan layanan setiap pegawai, sehingga kualitas pelayanan pendidikan di FIP UPI semakin unggul. (Kontributor: Ade Romi Rosmia)

Kolabrasi Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat bersama Mahasiswa dan Dosen Prodi MRL di Pangalengan

12 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program Studi Manajemen Resort dan Leisure (MRL) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan Field Trip sekaligus Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada November 2025. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola destinasi wisata berbasis potensi lokal.

Dipimpin oleh tim dosen MRL diantaranya Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si., Widyastuti, S.Sos., M.P.Par., Armandha Redo Pratama, S.Pd., M.Sc., Dr. Moh. Dede, S.Pd., M.I.L., dan Hyldan Natawiguna, S.T.P., M.Sc. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa dan dosen MRL melakukan survei pendahuluan di tiga desa, Desa Pulosari, Desa Warnasari, dan Desa Lamajang untuk memetakan kebutuhan, mengidentifikasi tantangan pengembangan wisata, dan menyusun rencana PkM yang relevan.

Rangkaian kegiatan PkM diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama pengelola destinasi dan masyarakat lokal, sosialisasi program kerja, serta implementasi PkM.

Kegiatan lapangan ini memberikan dampak dua arah. Mahasiswa MRL memperoleh keterampilan analisis kawasan, komunikasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Sementara itu, masyarakat mendapatkan dukungan dalam pemetaan potensi, identifikasi masalah, dan penyusunan gagasan pengembangan destinasi, mulai dari agrowisata, wisata petualangan, wisata air, hingga wisata budaya.

Selain praktik lapangan, mahasiswa juga menerima pematerian mengenai potensi pengembangan astro tourism dari komunitas astronomi lokal serta arahan pengembangan pariwisata daerah dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung.

Prodi MRL menjalin kemitraan intensif dengan berbagai pihak lokal. Di Desa Pulosari, kolaborasi terjalin dengan Pengelola dan Petani Strawberry Hills, Komunitas Tani Kopi, Pengelola Situ Cileunca, Pokdarwis Pulosari, Camp Muara Rahong, hingga pemilik homestay.

Di Desa Warnasari, kerja sama dilakukan bersama Kelompok Bernard Tani, perangkat desa, Babinsa, dan Karang Taruna. Sementara di Desa Lamajang, kemitraan berfokus pada Komunitas Atraksi Budaya.

Tim dosen MRL menekankan bahwa kegiatan ini mengacu pada prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Melalui peningkatan kapasitas mahasiswa dan masyarakat. SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi): Melalui penguatan peluang pariwisata lokal. SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): Melalui perbaikan tata kelola destinasi berbasis komunitas.

Kegiatan Field Trip dan PkM ini menghasilkan sejumlah output, termasuk laporan survei destinasi, pemetaan masalah, gagasan program pengembangan wisata, hingga rekomendasi strategis pengembangan pariwisata berkelanjutan bagi masing-masing mitra.

Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menjalin kemitraan berkelanjutan antara Prodi MRL FPIPS UPI dan mitra di Pangalengan untuk memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas. (DN)

Biro Kesra Pemprov Jawa Barat Dorong Penguatan Pembinaan Ormawa di UPI

11 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dengan menghadirkan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si., CRBD. Kegiatan pembinaan strategis ini bertujuan menyelaraskan peran mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial dan isu-isu pemerintahan. Acara tersebut dilaksanakan di Auditorium Gedung Gegeut-Winda (PKM) UPI lantai 2, Bandung, pada Rabu (10/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Kesra Pemprov Jabar, Andrie Kustria Wardana, menekankan bahwa kegiatan pembinaan ormawa ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan frekuensi antara mahasiswa dan pemerintah daerah.

“Ini sebuah kesempatan berharga yang diberikan oleh UPI.  Berbicara tentang pembinaan organisasi kemahasiswaan. Kenapa ini menjadi penting? Karena memberikan bekal wawasan tentang kondisi pemerintahan saat ini termasuk isu-isu dan problem yang kita hadapi,” ujarnya.

Andrie menjelaskan bahwa ada tiga tahapan fundamental yang perlu dibangun Ormawa: pemahaman terhadap isu, pelaksanaan fungsi organisasi, dan aksi nyata kolaboratif bersama pemerintah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Teman-teman mahasiswa memiliki kemurnian ide yang harus kita pahami. Sebagai pemerintahan, bagaimana peran-peran kemurnian tersebut bisa kita padukan dengan program pemerintah,” tambahnya, sembari berharap kegiatan ini dapat berlanjut ke aksi lapangan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menegaskan bahwa Ormawa memiliki posisi penting sebagai wadah pengembangan potensi, karakter, dan kepemimpinan mahasiswa.

Prof. Yudi menekankan bahwa pembinaan di UPI dirancang agar adaptif, terukur, dan fokus pada Penguatan kapasitas kepemimpinan dan profesionalitas pengelolaan program. Tata kelola organisasi yang akuntabel dan transparan, dan Program inovatif yang berdampak nyata pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.

“Ormawa bukan hanya tempat berkegiatan, tetapi juga ruang pembelajaran karakter. Mahasiswa yang aktif berorganisasi harus mampu menunjukkan etika, tanggung jawab, dan inisiatif,” tegas Warek KAB tersebut.

UPI juga mengintegrasikan pembinaan Ormawa dengan pelatihan dan workshop kepemimpinan yang berorientasi pada kompetensi abad ke-21. Sinergi antara pembina, dosen pendamping, dan pengurus organisasi dianggap kunci dalam membangun budaya organisasi yang kuat dan selaras dengan visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul.

Dengan konsistensi pembinaan, UPI optimistis Ormawa dapat menjadi agen perubahan yang aktif, solid, dan mampu berkontribusi positif bagi universitas dan masyarakat. (Rija)

UPI Beri Dukungan Pendidikan Penuh bagi Mahasiswa Korban Musibah

11 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan komitmen penuh terhadap kesejahteraan mahasiswanya dengan memberikan bantuan pendidikan konkret kepada Olivia, mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), yang belum lama ini mengalami musibah berat. Bantuan ini diserahkan melalui Surat Keputusan (SK) Rektor secara resmi pada Rabu (10/12/2025) di Ruang Rapat Timur Villa Isola UPI, Bandung.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., memimpin langsung penyerahan SK tersebut sebagai bentuk empati dan dukungan institusi. Prof. Didi Sukyadi mengungkapkan bahwa pimpinan universitas telah melakukan kunjungan kepada Olivia dan keluarga segera setelah musibah terjadi, dan berdasarkan pembahasan internal, UPI berkomitmen meringankan beban yang dialami.

Bantuan yang diberikan UPI bersifat menyeluruh guna memastikan kelancaran studi Olivia hingga selesai. Bentuk dukungan tersebut meliputi Pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai ketentuan dalam SK Rektor. Fasilitas tempat tinggal di asrama UPI, jika dibutuhkan dan Bantuan biaya hidup sebesar Rp750.000 per bulan hingga semester 8.

Prof. Didi Sukyadi menjelaskan bahwa penyerahan SK ini merupakan proses resmi internal agar seluruh unit terkait keuangan, asrama, dan Direktorat Pendidikan dapat menindaklanjuti bantuan dengan dasar yang jelas.

Sepupu Olivia, Erik, menyampaikan apresiasi mendalam kepada UPI atas dukungan yang diberikan, baik secara finansial maupun pemulihan mental. Ia menyebut bahwa kunjungan langsung dari Wakil Rektor dan Wakil Dekan ke kediaman keluarga pasca-kejadian menjadi bentuk perhatian nyata dari kampus.

“Alhamdulillah, satu minggu setelah kejadian, Olivia telah kembali mengikuti perkuliahan,” kata Erik. “Pihak keluarga berharap dukungan dari UPI terus berlanjut agar Olivia dapat menyelesaikan studinya. Keberhasilan Olivia menyelesaikan kuliahnya menjadi harapan besar seluruh keluarga.”

Saat ini, UPI juga tengah memproses bantuan serupa untuk mahasiswa lain yang terdampak musibah. Terdapat empat mahasiswa yang telah terdata dengan kondisi berbeda, dan bantuan akan diberikan berdasarkan kajian kasus per kasus oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Direktorat Kemahasiswaan. Pihak universitas menegaskan akan mengevaluasi kasus-kasus serupa dari fakultas lain untuk pemberian dukungan sesuai kemampuan dan sumber daya universitas.

Melalui langkah proaktif ini, UPI menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan memberikan dukungan optimal, memastikan mahasiswa yang menghadapi situasi sulit tetap memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan dengan baik. (Rija)

Pencarian