English
Indonesia

UPI Mantapkan Langkah Menuju Reputasi Global melalui Sosialisasi QS WUR dan Program Equity 2025–2026

02 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia kembali menunjukkan komitmen kuat untuk melesat menjadi universitas berkelas dunia melalui penyelenggaraan Sosialisasi Akademik dan Employer Respondent QS World University Rankings serta Sosialisasi Program Equity 2025–2026 (2/12). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas UPI untuk menyamakan langkah menuju visi UPI sebagai Pelopor dan Unggul di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, M.B.A., menegaskan bahwa reputasi UPI dibangun dari kiprah dan jejaring akademiknya di kancah global.

“Akademisi UPI harus hadir, terlihat, dan terdengar dalam ekosistem ilmu pengetahuan dunia. Semakin banyak kita berkolaborasi, semakin besar pula pengakuan internasional terhadap UPI,” tutur Prof. Vanessa.

Beliau juga menekankan bahwa academic reputation dan employer reputation QS merupakan cermin bagaimana dunia memandang kualitas akademisi dan lulusan UPI. Karena itu, peran aktif dosen, program studi, serta mitra lembaga pendidikan dan industri menjadi sangat strategis.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Direktur Direktorat Penjaminan Mutu dan Pemerintahan, Prof. Dr. Ratna Ningsih Eko Sarjono, M.Si., yang memaparkan Program Equity sebagai dukungan pemerintah bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kiprahnya di tingkat internasional.

“Program ini bukan hanya hibah. Ini adalah ruang tumbuh bagi dosen, mahasiswa, dan institusi untuk memperluas wawasan, memperkuat kapasitas riset, dan membuka jalan menuju kolaborasi kelas dunia,” ujar Prof. Ratna.

Melalui skema seperti sabbatical leave, visiting professor, postdoctoral researcher, riset kolaborasi, hingga summer course dan international student exchange, UPI mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menembus batas global.

Program ini juga sejalan dengan target UPI untuk meningkat signifikan dalam pemeringkatan internasional serta memperkuat posisi sebagai universitas rujukan di Asia.

Selain memperkuat kapasitas akademik, UPI juga melakukan langkah strategis dalam mempersiapkan data Academic Respondent dan Employer Respondent QS. Tahun ini UPI berhasil menghimpun ratusan responden dari dalam dan luar negeri, yang kemudian divalidasi berdasarkan kelengkapan dan kesesuaian data.

Validasi ini bukan semata proses administratif, tetapi bagian dari strategi reputasi: memastikan bahwa pihak yang mengenal kinerja UPI dapat memberikan penilaian paling objektif dan representatif. Semakin kuat jejaring, semakin kuat pula kredibilitas UPI di mata dunia.

Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional turut memperkuat kontribusi melalui program student exchange, summer course, dan partisipasi dalam pameran pendidikan internasional. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan intercultural exposure mahasiswa dan memperluas kolaborasi antar perguruan tinggi.

Keseluruhan rangkaian sosialisasi ini menunjukkan bahwa UPI tidak sekadar bersiap mengikuti pemeringkatan internasional, tetapi membangun budaya akademik global yang akan menempatkan UPI sebagai kampus berpengaruh di tingkat Asia.

Dengan kolaborasi lintas unit, keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa, serta dukungan kuat pimpinan, UPI terus melangkah maju, selaras dengan semangat menjadi Pelopor dalam Inovasi Pendidikan dan Unggul dalam Rekognisi Global. (CS)

UPI Berdampak: Program Bantuan Diluncurkan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera

01 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) resmi meluncurkan program UPI Peduli Bencana untuk membantu korban banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat pada Selasa (25/11). Program ini mengajak sivitas akademika dan publik untuk berpartisipasi dalam donasi dana maupun logistik.

Program ini diinisiasi tidak hanya sebagai respons kedaruratan terhadap bencana kali ini saja, tetapi juga bentuk konsistensi UPI dalam aksi kemanusiaan pada situasi bencana sebelumnya, seperti respon cepat terhadap bencana di daerah lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., Kepala Divisi Pengelolaan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan DPPM UPI, ketika diwawancarai oleh tim dari Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI di Gedung DPPM, Senin (01/12).

Program bertajuk “Solidaritas untuk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat” ini ditetapkan sebagai respons cepat kampus terhadap situasi kedaruratan serta sebagai bagian dari komitmen UPI dalam aksi kemanusiaan.

Pelaksanaan program merupakan instruksi langsung dari Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., yang meminta tim DPPM menyiapkan mekanisme donasi sejak hari pertama kabar bencana diterima.

“Program ini lahir dari kepedulian kami terhadap sesama yang sedang mengalami musibah. Bencana alam tidak bisa diprediksi, dan ketika itu terjadi, kami harus hadir,” ujarnya.

UPI membuka donasi dalam bentuk dana, pakaian layak pakai, makanan siap konsumsi, serta kebutuhan darurat lainnya. Masa penggalangan bantuan ditetapkan selama dua minggu sebelum disalurkan ke daerah terdampak bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan organisasi penanggulangan bencana.

Selain bantuan material, UPI juga menyiapkan dukungan tenaga ahli dan relawan profesional di bidang penanganan banjir bandang maupun pemulihan pascabencana.

“Saat ini sudah ada permintaan untuk mengirimkan tim dengan kompetensi khusus. Kami akan memfasilitasi sesuai kebutuhan lapangan,” jelas Sandey.

Program ini juga sejalan dengan agenda nasional “Dikti Saintek Berdampak”, yang mendorong perguruan tinggi untuk terlibat dalam penanganan bencana melalui dukungan riset, aksi kemanusiaan, dan pendampingan berkelanjutan.

Sandey menambahkan bahwa setelah tahap darurat selesai, kegiatan akan diarahkan pada dukungan lanjutan, termasuk pendampingan psikososial, pemulihan akses pendidikan, dan solusi berbasis riset.

“Ada kebutuhan mendesak di saat bencana berlangsung, dan ada kebutuhan berbeda pascabencana. Kami sedang memetakan dukungan jangka panjang,” katanya.

Melalui program ini, UPI mengajak masyarakat luas untuk turut serta dalam aksi solidaritas peduli bencana untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di Sumatera. (RK)

Untuk informasi dan penyaluran donasi dapat diakses melalui kanal resmi DPPM UPI.

https://lppm.upi.edu/berita/detail/upi-peduli-bencana-menguatkan-harapan-membangun-kembali-sumatra

Kolaborasi Institusi Pendidikan Dorong Kualitas Guru

01 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Konsorsium institusi pendidikan, yang meliputi SEAMOLEC, SEAQIS, Universitas Terbuka (UT) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), telah menuntaskan program pendampingan intensif yang berfokus pada pengoptimalan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Climate Change Education (CCE). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran perubahan iklim pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Kegiatan pendampingan model optimalisasi teknologi AI dalam CCE ini merupakan implementasi nyata dari upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Nomor 4, yakni Pendidikan Berkualitas.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara SEAMOLEC dan SEAQIS dengan tim dosen dari Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, yaitu Dr. Rini Solihat, M.Si. dan Dita Astriningrum, M.Pd.

Pendampingan ini menyasar guru-guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kota Bandung dan Jakarta, menunjukkan fokus pada pengembangan kapasitas guru di daerah perkotaan yang memiliki aksesibilitas terhadap teknologi.

Pelaksanaan program berlangsung selama empat bulan, dimulai sejak Agustus hingga rampung pada November. Selama periode tersebut, para guru peserta menjalani serangkaian kegiatan terpadu untuk membangun kompetensi mereka dalam mengintegrasikan AI dan CCE.

Kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi Sesi Pelatihan Mendalam: Fokus pada integrasi teknologi AI dalam penyampaian materi perubahan iklim. Penyusunan Modul Ajar: Pengembangan modul ajar AI-CCE bersama yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Dan Observasi Pembelajaran: Validasi efektivitas materi yang telah dikembangkan melalui observasi langsung di sekolah-sekolah peserta.

Tujuan utama dari keseluruhan program ini adalah mengembangkan model optimalisasi teknologi berbasis AI dalam CCE yang adaptif dan relevan untuk diterapkan secara efektif di lingkungan sekolah. Model ini diharapkan dapat merevolusi penyampaian materi perubahan iklim.

Model pembelajaran yang teruji dan modul ajar yang dihasilkan menjadi kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan lingkungan. Diharapkan, integrasi teknologi AI ini dapat memberikan dampak positif yang terukur pada peningkatan kompetensi, kesadaran, dan tindakan siswa terkait isu perubahan iklim. (Dita Astriningrum & Rini Solihat)

Warga Desa Jambu Belajar Pilah Sampah Bersama Mahasiswa P2MB UPI di Sumedang

01 Dec 2025 • Humas UPI

Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah di Desa Jambu sebagai dukungan terhadap program lingkungan Wamisami (Warga Milah Sampah di Bumi), Senin (15/11). Kegiatan ini dilaksanakan di lima titik wilayah RW 1 dan diikuti oleh warga dari berbagai kelompok usia.

Sosialisasi berfokus pada edukasi pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, serta dampak negatif sampah tercampur terhadap lingkungan. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Selain edukasi, mahasiswa juga menyediakan fasilitas tong sampah daur ulang berbahan jeriken bekas. Wadah tersebut dicat, diberi label kategori, dan ditempatkan di titik strategis untuk memudahkan warga menerapkan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua RW 1 Desa Jambu, Yaya Sudarya, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam memperkuat budaya pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat membantu memperkuat Program Wamisami di Desa Jambu. Dengan adanya edukasi dan fasilitas dari mahasiswa P2MB, kami berharap masyarakat semakin disiplin dalam memilah sampah,” ujarnya.

Program Wamisami merupakan inisiatif desa untuk menumbuhkan kebiasaan pemilahan sampah di rumah tangga dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa dinilai turut mendorong perubahan perilaku warga dalam tata kelola sampah.

Warga merespons kegiatan ini dengan antusias. Beberapa di antaranya berdiskusi mengenai kendala dan praktik pemilahan sampah yang dapat diterapkan di rumah. Kehadiran tong daur ulang menjadi daya dukung tambahan agar penerapan pemilahan sampah dapat dilakukan secara konsisten.

Mahasiswa P2MB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kolaboratif antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi dalam membangun kesadaran lingkungan di Desa Jambu. Ke depan, program ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi identitas budaya lingkungan masyarakat desa. (RK)

Kontributor: Mahasiswa P2MB Kampus UPI di Sumedang/ Nita Kamelia & Putri Anastasya Maharani

UPI Hantam UI 10–0, Mantapkan Langkah ke Babak Nasional Campus League 2025

28 Nov 2025 • Humas UPI
Tim Futsal UPI Putri (putih) berhasil maju ke babak nasional Campus League usai hempaskan UI dengan skor 10-0, Kamis (27/11). Foto: campusleague.id

Jakarta, UPI – Tim futsal putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tampil dominan dan meraih kemenangan telak 10–0 atas Universitas Indonesia (UI) dalam lanjutan penyisihan Campus League Regional Jakarta di GOR UNJ Rawamangun, Kamis (27/11/2025).

Sejak awal pertandingan, UPI langsung menekan dengan tempo tinggi dan penguasaan bola yang dominan. UI dipaksa bertahan hampir sepanjang babak pertama menghadapi serangan bertubi-tubi dari skuad Bandung tersebut.

Gol pembuka dicetak Nizrina Fauziah Permana pada menit ketiga melalui sepakan akurat ke sudut gawang. Dua menit kemudian, kapten tim, Eggi Risma Arifani, menggandakan keunggulan lewat tendangan keras jarak jauh. Dominasi UPI semakin terlihat setelah Nizrina kembali mencetak gol pada menit ke-15 melalui sepakan kaki kiri yang sulit dibendung.

Babak pertama ditutup dengan skor 3–0. Statistik menunjukkan UPI melepaskan sembilan tembakan tepat sasaran, sementara UI hanya mencatat satu percobaan.

Memasuki babak kedua, UI mencoba keluar dari tekanan. Namun pertahanan UPI yang dikomandoi Eggi tampil disiplin dan kokoh sehingga tidak memberi banyak ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan.

Justru UPI semakin memperlebar jarak. Revania Zahira Shova mencetak dua gol cepat pada menit ke-24 dan 25. Dua menit berselang, Priskilla turut menambah skor melalui sepakan jarak jauh yang mengubah kedudukan menjadi 6–0.

Tekanan UPI tidak berhenti. Pada menit ke-31, Aura Putri Aleyda mencetak gol melalui tembakan dari sisi kiri. Jelang akhir laga, UPI semakin nyaman memainkan tempo permainan dan berhasil mencetak tiga gol tambahan lewat aksi Nizrina (37’), Revania (39’), dan Risty Dewi Utami (39’).

Pertandingan ditutup dengan kemenangan telak UPI 10–0 atas UI.

Usai pertandingan, kapten UPI, Eggi Risma Arifani, mengaku bangga dengan penampilan tim dan menyebut kemenangan ini sebagai buah dari latihan yang konsisten.

Eggi Risma Arifani: Kemenangan ini buah hasil dari kerja keras dan latihan setiap hari. Foto: Youtube/ Campus League ID

“Alhamdulillah, kita bisa memenangkan seluruh pertandingan sejauh ini. Pastinya senang banget karena ini hasil kerja keras dan latihan setiap hari,” ujarnya.

Eggi berharap kemenangan ini menjadi dorongan motivasi untuk menghadapi laga berikutnya.

“Semoga kita bisa lolos ke fase berikutnya. Yang terpenting tetap semangat dan terus kerja keras. Semangat semuanya!”

Pelatih UPI, Yunita Sari, juga memberikan apresiasi kepada pemainnya. Menurutnya, anak asuhnya mampu memperbaiki ritme permainan di babak kedua setelah tampil kurang stabil di awal pertandingan.

Pelatih UPI, Yunita Sari puji anak asuhnya yang bermain cerdas. Foto: Youtube/ Campus League ID

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapat hasil yang kita inginkan,” kata Yunita.

“Di babak pertama pemain sedikit terbawa suasana dan mungkin agak lelah, tetapi di babak kedua mereka bisa mengevaluasi, bermain lebih efektif, lebih taktis, dan lebih cerdas.”

Dengan kemenangan ini, UPI mencatat dua kemenangan beruntun di Grup A putri setelah sebelumnya menundukkan Universitas Budi Luhur Jakarta dengan skor 5–0. Hasil tersebut memastikan UPI melaju ke babak nasional (The Nationals). (RK)

Pencarian