English
Indonesia

Kelompok 33 P2MB UPI di Sumedang Berantas Nyamuk bersama Warga Desa Cipamekar

28 Nov 2025 • Humas UPI
Kelompok 33 P2MB Mahasiswa Kampus UPI di Sumedang bersama warga membersihkan selokan di Desa Cipamekar, Conggeang, Sumedang Jumat (14/11)

Sumedang, UPI — Warga Desa Cipamekar, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, bersama Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kelompok 33 Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang, menyelenggarakan kerja bakti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada hari Jumat (14/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja P2MB dengan penanggung jawab Salsaila Imani Fatha.

Kerja bakti dimulai sejak pagi, ketika warga dan mahasiswa bergotong royong membersihkan selokan, memangkas rumput liar, mengumpulkan sampah, hingga menguras genangan air di sejumlah titik rawan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Menurut Ibu Rosmiati, selaku RT 04 Kampung Sirah Cipelang, kegiatan PSN ini sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan. “Kalau lingkungan bersih, nyamuk nggak punya tempat berkembang biak. Jadi risiko penyakit seperti demam berdarah bisa berkurang. Ini bagus sekali untuk membiasakan warga hidup bersih,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS) harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga.

Selain melakukan aksi lapangan, mahasiswa P2MB juga memberikan edukasi sederhana kepada warga, termasuk cara mengelola sampah rumah tangga, pentingnya memelihara kebersihan selokan, serta kebiasaan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur barang bekas). Edukasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan upaya pencegahan tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi perilaku sehari-hari.

Kerja bakti PSN ini sekaligus selaras dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDG). Kegiatan ini mendukung SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi, karena membersihkan drainase dan menghilangkan genangan air merupakan langkah konkret menjaga sanitasi lingkungan. 

Di akhir kegiatan, warga dan mahasiswa berharap kerja bakti seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin agar Desa Cipamekar senantiasa menjadi lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh penduduknya. (RK)

Kontributor: Kelompok 33 P2MB Kampus UPI di Sumedang/ Salsaila Imani Fatha

Kelompok 24 P2MB Kampus UPI di Sumedang Hidupkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Melalui Turnamen Voli

28 Nov 2025 • Humas UPI
Final Turnamen Voli yang digelar oleh Mahasiswa P2MB Kelompok 24 mempertemukan tim Dusun Sumber Vs Dusun Citaman II, Sabtu (22/11)

Sumedang, UPI — Mahasiswa Kelompok 24 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang sukses menyelenggarakan Turnamen Bola Voli Antar Dusun yang melibatkan seluruh dusun di Desa Bojongloa. Kegiatan yang digelar di Lapangan Voli Dusun Sumber pada Sabtu (22/11) tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

Turnamen dimulai pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan, sambutan Kepala Desa Bojongloa, dan pemaparan aturan pertandingan. Sebanyak delapan tim—yang terdiri dari perwakilan putra dan putri setiap dusun—berpartisipasi menggunakan sistem gugur untuk menyesuaikan waktu pelaksanaan.

Pemerintah Desa Bojongloa turut hadir memberikan dukungan penuh hingga akhir kegiatan. Kehadiran perangkat desa disebut menjadi bentuk apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.

Suasana kompetisi berlangsung cukup kompetitif dan semakin menegangkan pada babak final. Pada kategori putra, tim Dusun Sumber berhasil meraih gelar juara setelah bertanding selama lima set dengan selisih skor tipis. Sementara pada kategori putri, tim Dusun Bojongloa keluar sebagai juara pertama.

Selaku penanggung jawab kegiatan, Ummi Muthi’ah Zaujaha menyampaikan bahwa turnamen ini dirancang bukan hanya sebagai perlombaan olahraga, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat kebersamaan seluruh warga Desa Bojongloa serta menggali potensi bakat olahraga anak-anak desa,” ujarnya.

Mahasiswa Kelompok 24 P2MB berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun berikutnya sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan dalam membangun sportivitas, persatuan, dan semangat olahraga masyarakat Desa Bojongloa. (RK)

Kontributor: Kelompok 24 P2MB Kampus UPI di Sumedang/ Ummi Muthi’ah Zaujaha  

Mahasiswa Seni Rupa UPI Gelar Pameran “Bandung Rhizome Project: Bandung Nu Mana Heula?”

28 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Mahasiswa Seni Rupa Fakultas Pendidiakan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2022 menggelar pameran seni rupa bertajuk “Bandung Rhizome Project: Bandung Nu Mana Heula?” di Bandung Creative Hub. Pameran dibuka pada Kamis (27/11/2025) dan akan berlangsung hingga 1 Desember 2025 pukul 10.00–17.00 WIB. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Sebanyak lima perupa terlibat dalam pameran ini, yaitu Annissa Rachmat Chudori, Elfira Ayu Puspaningrum, Nurmala Fujinisa, Rhiza Zhahir Haqqi, dan Wafa Akhyarul Yusup. Mereka menampilkan karya-karya yang mengangkat paradoks kehidupan kota Bandung.

Kurator pameran, Taris Barikan, menjelaskan bahwa gagasan pameran lahir dari kesadaran akan kontradiksi yang selama ini melekat pada Bandung. Menurutnya, meski kota ini sering digambarkan sebagai kota kreatif dan ramah, di sisi lain terdapat persoalan sosial dan ekologis yang belum terselesaikan.

“Pameran ini menghadirkan karya-karya yang cukup beragam. Ia mengangkat isu mengenai rhizome, yang dapat berupa akar atau cabang dari inti persoalan. Saya berharap suatu hari nanti ‘Bandung Nu Mana Heula?’ memiliki volume selanjutnya, karena narasi dan wacana Bandung sangat luas dan satu volume tidak cukup untuk membahasnya,” ujar Taris dalam sambutan pembukaan.

Selain menampilkan karya visual, panitia juga mengadakan sesi interaktif berupa kegiatan Workshop Clay Foam pada tanggal 29 November 2025 yang dirancang agar para pengunjung tidak hanya dapat melihat, tetapi juga ikut mengalami proses kreatif berkesenian melalui tangan mereka sendiri sebagai bentuk kedekatan.

Penyelenggara berharap pameran ini dapat membuka ruang dialog baru mengenai Bandung melalui perspektif yang lebih kritis, jujur, dan dekat dengan pengalaman warga kota. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Galih Jatu Kurnia

Tingkatkan Daya Saing UMKM, UPI Perluas Kerja Sama Strategis dengan Kementerian Perdagangan

28 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperluas kerja sama strategis dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melalui sejumlah fakultas, termasuk FPMIPA, FPTI, FPEB, FIP, FPSD, dan UPI Kampus Tasikmalaya. Perluasan kerja sama ini bertujuan mengintegrasikan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, khususnya dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan di Auditorium Lt. 7 Gedung FPSD UPI, Bandung, pada Rabu (26/11/2025).

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi, M.Si., menyatakan bahwa kerja sama yang telah berjalan, terutama melalui program DKV dalam perbaikan kemasan dan promosi digital UMKM, menjadi pijakan untuk kolaborasi yang lebih luas.

“Masih banyak bidang lain yang dapat dikerjasamakan. Misalnya, FPMIPA dapat berkolaborasi dalam bidang metrologi, sementara FIP dapat terlibat dalam pengembangan kurikulum BPSDM. Fakultas Ekonomi juga berpotensi memberikan pelatihan ekspor bagi UMKM,” jelas Prof. Agus.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kemendag, Mardyana Listyowati, S.H., M.SE., membenarkan bahwa MoA yang ditandatangani merupakan pembaruan dari kerja sama yang telah terjalin selama lima tahun terakhir, yang kini diperpanjang untuk lima tahun ke depan.

Kemendag menyoroti tiga program utama yang akan menjadi fokus kerja sama: Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan UMKM Bisa Ekspor.

“UMKM Bisa Ekspor ini kita menjadikan UMKM lokal bisa go global. Ini perlu keterlibatan banyak tangan, salah satunya adalah perguruan tinggi,” tutur Mardyana, menegaskan pentingnya peran akademisi.

UPI menegaskan bahwa model kerja sama yang dikembangkan bersifat terintegrasi langsung dengan proses pembelajaran. Mahasiswa akan terlibat dalam proyek di lapangan yang memuat unsur pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan.

Prof. Agus menambahkan, “Ini adalah model ideal yang kami harapkan. Kerja sama harus memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa, menghasilkan penelitian yang relevan, dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat serta pemerintah daerah.”

Kerja sama ini mencakup cakupan yang luas, termasuk pertukaran pengajar, pelatihan, sertifikasi, hingga pelibatan mahasiswa dalam program pelatihan ekspor dan dukungan inkubator bisnis di Fakultas Ekonomi.

Mardyana Listyowati berharap kolaborasi antara Kemendag dan UPI terus berkembang dan tidak berhenti pada penandatanganan MoU saja, tetapi menjadi hubungan yang sustainable (berkelanjutan).

Melalui kerja sama ini, UPI berkomitmen memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kapasitas UMKM, inovasi pendidikan, dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Kemendag. (Rija)

Raih Juara 2 KMI Award 2025, RAW2WEAR UPI Ubah Limbah Denim Jadi Eco-Fashion Multifungsi

28 Nov 2025 • Humas UPI

Magelang, UPI

Prestasi membanggakan diukir oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) setelah Tim RAW2WEAR berhasil meraih Juara 2 KMI Award 2025 dalam kategori Industri Kreatif Seni dan Budaya. Ajang bergengsi tingkat nasional ini merupakan bagian dari rangkaian KMI Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Universitas Tidar, Magelang, pada 17–22 November 2025.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 270 perguruan tinggi se-Indonesia tersebut, RAW2WEAR menonjolkan inovasi produk Denim Toast (Tote Bag–Vest), yaitu busana dan aksesori multifungsi yang dihasilkan melalui teknik upcycling limbah denim.

RAW2WEAR hadir membawa solusi kreatif untuk mengurangi jejak limbah tekstil melalui pendekatan eco-fashion. Produk mereka dibuat menggunakan teknik patchwork, yang tidak hanya menciptakan item busana unik, tetapi juga memperkuat karakter artistik.

Keunggulan tim ini didukung oleh kompetensi teknis dari kelima anggotanya—Najiya Nur Sabila, Adinda Rizki Aulia, Fatimah, Naila Ainiyah Ahmad, dan Syahnaz Khairunnisa Daniela—yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana UPI. Mereka menguasai keterampilan menjahit dan konstruksi busana, serta mampu membangun rantai pasok usaha kreatif, mulai dari pencarian bahan baku bekas hingga menjalin kemitraan dengan komunitas yang memiliki visi keberlanjutan.

Lebih dari sekadar upcycling, RAW2WEAR juga menyisipkan identitas budaya Jawa Barat. Mereka mengolah motif Mega Mendung menggunakan teknik munart dan sulaman benang, menghasilkan karya yang memadukan tradisi, seni, dan inovasi modern dalam satu busana.

Pencapaian ini didukung penuh oleh dosen pembimbing Mila Karmila, S.Pd., M.Ds., dan dukungan institusional dari FPTI UPI, termasuk Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, Dr. Mustika Nuramalia Handayani, S.T.P., M.Pd.

Inovasi RAW2WEAR sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 12 : Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab (pemanfaatan limbah denim menjadi produk baru); SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan (pengurangan sampah tekstil); SDG 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (pemberdayaan keterampilan vokasional menjadi usaha kreatif); dan SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (kolaborasi dengan pemasok dan komunitas sustainability).

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UPI mampu menghadirkan inovasi kreatif berbasis desain, keberlanjutan, dan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan kreatif di lingkungan kampus. (DN)

Pencarian