English
Indonesia

Senat Akademik UPI Matangkan Standar Mutu dan Arah Pengembangan Kampus

20 Nov 2025 • Humas UPI
Ketua Senat Akademik UPI, Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si., memimpin Rapat Pleno ke-11 di Auditorium FPEB UPI, Kamis (20/11/2025).

Bandung, UPI – Senat Akademik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Rapat Pleno ke-11 di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) pada Kamis (20/11/2025). Rapat strategis ini memfokuskan pembahasan mendalam pada standar mutu universitas dan penentuan Arah Pengembangan UPI untuk periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan rektor baru.

Sidang pleno ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., para–Wakil Rektor (Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Sumber Daya dan Sistem Informasi, serta Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis), dan seluruh anggota Senat Akademik UPI.

Ketua Senat Akademik UPI, Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si., menjelaskan bahwa frekuensi sidang Senat kini menjadi lebih sering, bahkan hampir setiap bulan, meskipun peraturan menteri menetapkan rapat pleno minimal dilakukan tiga bulan sekali.

“Kebutuhan pembahasan memang cukup banyak dan harus diselesaikan oleh Senat,” ujar Prof. Yadi, merujuk pada beragamnya agenda vital yang harus didalami.

Dalam pleno ke-11 ini, beberapa standar utama UPI ditelaah secara detail. Namun, Prof. Yadi mengungkapkan bahwa Senat belum dapat memberikan pertimbangan final.

“Nanti akan dikembalikan lagi ke komisi terkait untuk dibahas lebih lanjut dan dilengkapi masukannya,” kata Ketua Senat.

Selain evaluasi standar, Senat juga memberikan pandangan terkait arah pengembangan universitas untuk lima tahun ke depan, yang merupakan masa jabatan rektor baru. Arah pengembangan UPI ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2030, yang berpedoman pada Renstra lima tahunan dan dikawal oleh rektor yang menjabat.

Lebih lanjut, Prof. Yadi menegaskan bahwa pengembangan universitas harus mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemendikbudristek. IKU ini merupakan kontrak kinerja antara rektor dengan menteri dan wajib dicapai secara maksimal.

“Kementerian nantinya akan membandingkan pencapaian UPI dengan PTNBH lain terkait tingkat kinerja yang dicapai,” jelasnya.

Mengenai prioritas, Prof. Yadi menegaskan bahwa seluruh IKU menjadi prioritas karena perguruan tinggi wajib memenuhi semua aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Selain itu, aspek pengelolaan universitas juga harus baik,” tambahnya.

Rapat Pleno ke-11 Senat Akademik UPI ini menegaskan komitmen universitas dalam memperkuat mutu, tata kelola, dan daya saing di tengah persaingan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). (RK)

Simposium Internasional ISMEE Bahas Teknologi Material dan Energi Ramah Lingkungan

20 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan kerja sama internasional melalui penyelenggaraan The 5th International Symposium on Materials and Electrical Engineering (ISMEE) 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika, serta Teknik Energi Terbarukan, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI). Acara digelar di Auditorium Pascasarjana Baru UPI dan menjadi wadah strategis untuk pengembangan inovasi di bidang teknologi material, elektronika, dan energi bersih berkelanjutan.

Mengusung tema “Advanced Materials and Electronics for Clean Energy Sustainability,” ISMEE 2025 menjadi platform ilmiah internasional yang mempertemukan para akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi industri dari berbagai negara. Forum ini mendorong pertukaran pengetahuan serta kerja sama riset untuk mendukung kemajuan teknologi hijau dan energi masa depan.

Simposium tahun ini menghadirkan dua pembicara utama dari institusi terkemuka di Asia Tenggara, yaitu Prof. Dr. Ahmad Rifqi MD Zain (Universiti Kebangsaan Malaysia), dan Prof. Ir. Syarif Hidayat, M.T., Ph.D. (Institut Teknologi Bandung).

Kedua pembicara memberikan wawasan mengenai arah pengembangan riset material maju, elektronika, serta peluang kolaborasi akademik antarnegara dalam mendukung transisi menuju energi bersih.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Budi Mulyanti, M.Si., menegaskan bahwa penyelenggaraan ISMEE merupakan bagian dari langkah strategis UPI dalam meningkatkan reputasi akademik di tingkat global. Tahun 2025, ISMEE mencatat lebih dari 80 makalah ilmiah yang dipresentasikan dan ditargetkan untuk dipublikasikan dalam prosiding IEEE Xplore terindeks Scopus. Hal ini menjadi bukti kontribusi nyata FPTI UPI dalam memperkuat peran Indonesia pada riset energi bersih, teknologi material canggih, dan pendidikan teknik berkelanjutan.

Kegiatan ini secara langsung mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya: SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau; SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim; SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Sebagai fakultas yang berorientasi pada teknologi terapan, FPTI UPI terus berupaya mendorong riset multidisipliner dan kolaborasi internasional yang relevan dengan kebutuhan global. Melalui kegiatan seperti ISMEE, UPI menegaskan perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi energi bersih, serta pembangunan ekosistem akademik yang adaptif dan berkelas dunia (Raden Deasy Mandasari/H.H)

Karya Mahasiswa Arsitektur UPI Juara 1 Sayembara Fasad “Future Arcologies”

20 Nov 2025 • Humas UPI

Jakarta, UPI

Muhamad Abdul Aziz, Mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Sayembara Desain Fasad Arsitektur “Future Arcologies: Facades for Self-Sustaining Building.” Kompetisi ini diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta bekerja sama dengan PERAFI (Perkumpulan Ahli Fasad Indonesia).

Ajang Future Arcologies merupakan bagian dari rangkaian GAFA 2025 (Glasstech Asia & Fenestration Asia), pameran teknologi kaca dan fasad terbesar di kawasan Asia, dengan pengumuman pemenang pada 7 November 2025.

Karya Aziz yang berjudul “Paper Slice Tower” mengusung konsep fasad adaptif berkelanjutan pada bangunan mixed-use 15 lantai di kawasan Menteng, Jakarta. Desain ini menonjolkan kemampuan fasad sebagai sistem regeneratif dan self-sustaining bagi bangunan urban. Beberapa pendekatan utama dalam karyanya meliputi:

1. Adaptasi dan Ketahanan Iklim

Melalui penggunaan fasad GFRC berbentuk irisan melengkung (Paper Slices) yang berfungsi sebagai sun shading masif, desain ini mampu menurunkan nilai Solar Heat Gain Coefficient (SHGC) hingga 80%, sehingga berpotensi menghemat energi pendinginan pasif hingga 25%.

2. Integrasi Ekologi

Konsep Ring of Green” menghadirkan vegetasi vertikal pada struktur fasad yang mendukung biodiversitas mikro sekaligus mengurangi Urban Heat Island Effect (UHI) di kawasan urban padat.

3. Prinsip Self-Sustaining dan Materialitas Rendah Karbon

Desain ini mengintegrasikan Building Integrated Photovoltaic (BIPV) sebagai sistem energy reserve, serta penggunaan material GFRC berbasis agregat daur ulang sesuai prinsip ekonomi sirkular.

Prestasi ini memperlihatkan bahwa mahasiswa Arsitektur FPTI UPI tidak hanya unggul dalam estetika desain, tetapi juga mampu menawarkan solusi arsitektur berbasis kinerja yang menjawab tantangan iklim tropis perkotaan dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.

Selain menjadi kebanggaan akademik, pencapaian ini sekaligus mendukung komitmen UPI terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya: SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui inovasi teknologi fasad; SDG 11 – Kota dan Permukiman Berkelanjutan, melalui desain bangunan adaptif dan ramah lingkungan; dan SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi energi.

Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa vokasional UPI untuk terus berinovasi, berkarya, dan mengambil peran dalam menjawab isu-isu global melalui pendekatan desain yang kreatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata (Muhamad Abdul Aziz/H.H)

KPA Biocita Formica Ungkap Strategi Konservasi Masyarakat Baduy Dalam di Hutan Cijerenong

20 Nov 2025 • Humas UPI

Banten, UPI — Tim Biocita Formica Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan penelitian mengenai strategi konservasi pohon yang diterapkan masyarakat Baduy Dalam di Hutan Cijerenong, Kampung Cibeo, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, pada 20–24 Agustus 2025. Penelitian ini dilakukan untuk mendokumentasikan pengetahuan lokal masyarakat adat terkait pelestarian hutan adat atau Leuweung Kolot, yang hingga kini tetap terjaga secara turun-temurun.

Kegiatan diawali dengan keberangkatan rombongan dari Terminal Leuwipanjang, Bandung, pada Rabu (20/8) sore dan tiba di Saketi pada malam hari. Keesokan paginya, tim kembali melanjutkan perjalanan menuju wilayah Binong untuk melakukan wawancara awal dengan tokoh masyarakat sekaligus narasumber utama, Ayah Sangsang, yang kemudian menjadi pembimbing lapangan. Putra beliau, Ayah Sayuti, turut mendampingi tim selama penelitian berlangsung.

Penelitian menggunakan metode wawancara mendalam dan survei lapangan untuk menggali praktik konservasi masyarakat Baduy Dalam. Selur­uh rangkaian kegiatan dilakukan dengan mengikuti aturan adat, termasuk larangan merekam gambar, baik foto maupun video, serta rekaman suara. Pembatasan tersebut menjadi bagian penting dari penghormatan terhadap kawasan adat Baduy Dalam yang dikenal memiliki aturan ketat terkait dokumentasi.

Rangkaian pengumpulan data berlangsung hingga 23 Agustus, dan tim kemudian melakukan perjalanan keluar wilayah adat menuju Baduy Luar pada 24 Agustus. Rombongan tiba di Gerbang Ciboleger sekitar pukul 14.00 WIB, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan penelitian.

Tokoh masyarakat Baduy, Ayah Sangsang, menegaskan bahwa prinsip-prinsip konservasi hutan merupakan bagian dari identitas masyarakat adat.

“Kalau hanya kami yang menjaga, moal kuat. Hutan itu titipan. Kalau rusak, manusia juga yang akan susah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan peran penting masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan ekologis kawasan hutan.

Ketua pelaksana, Hawa, menyatakan bahwa kunjungan ke Baduy Dalam memberikan banyak wawasan terkait pemanfaatan sumber daya alam berbasis budaya.

“Mengunjungi Baduy Dalam adalah pengalaman berharga. Kami belajar bahwa pohon, daun, dan buah digunakan tidak hanya untuk bahan bangunan, tetapi juga obat dan kebutuhan ritual,” ungkapnya.

Selain mempelajari konservasi pohon, tim juga memperoleh pemahaman mengenai nilai-nilai adat yang mengatur interaksi masyarakat dengan alam. Ungkapan adat ‘Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak’ menjadi pedoman moral yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Baduy sebagai prinsip pelestarian lingkungan.

Ketua Adat KPA Biocita Formica, Nabila Ramadhani, memberikan apresiasi terhadap kelancaran kegiatan penelitian ini.

“Perjalanannya mantap, trekking-nya memenuhi syarat perjalanan panjang. Selamat belajar dan terus berkembang,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kang Mamad, alumni angkatan pertama Biocita Formica, yang membimbing peserta dalam persiapan teknis dan keseluruhan pelaksanaan kegiatan. Ia berharap program ini memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu biologi mahasiswa.

Penelitian ini menjadi bagian dari upaya Biocita Formica dalam memahami konsep konservasi berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian etnobiologi serta mendorong kolaborasi lebih luas antara akademisi dan masyarakat adat dalam pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati. (RK)

Kontributor KKIPP UPI : Hawa Hafifah Putri Susanto

Perkuat Peran Indonesia Dalam TVET dan SDGs, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si Wakili UPI di Forum Global dan Workshop Kepemimpinan TVET di Shenzhen, Tiongkok

20 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si, Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), mewakili UPI dalam dua kegiatan internasional bergengsi terkait transformasi digital pendidikan vokasi, yaitu Global Forum on Digital Transformation in TVET (11–12 November 2025) dan TVET Leadership Workshop on Digital Transformation (13–14 November 2025) yang diselenggarakan di Shenzhen Polytechnic University (SZPU), Shenzhen, Tiongkok.

Kehadiran Dr. Agus mencerminkan komitmen UPI dalam memperkuat kontribusi Indonesia pada pengembangan pendidikan vokasi global yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Kegiatan berlangsung pada 10–14 November 2025, dimulai dengan kedatangan peserta internasional pada 10 November, forum global pada 11–12 November, dan dilanjutkan workshop kepemimpinan pada 13–14 November 2025.

Forum ini menghadirkan para pemimpin TVET, pembuat kebijakan, akademisi, dan mitra industri dari 21 negara, termasuk pusat-pusat unggulan TVET seperti Shenzhen Polytechnic University, UNEVOC Bonn, dan Magdeburg University. Dr. Agus mengikuti sesi presentasi, diskusi kebijakan, dan dialog strategis, termasuk diskusi khusus mengenai pengembangan kolaborasi UPI dan FPTI dengan berbagai institusi TVET internasional.

Dalam sesi panel, Dr. Agus mempresentasikan perkembangan digitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia, termasuk inisiatif UPI dalam membangun ekosistem pembelajaran digital, integrasi teknologi dalam kurikulum, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan pendidikan teknologi. Presentasi ini mendapat perhatian berbagai delegasi sebagai gambaran upaya Indonesia dalam merespon perubahan teknologi global.

Selain forum akademik, peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan intensif terkait Self-Reflection Tool (SRT), integrasi AI dalam TVET, manajemen transformasi digital, dan strategi penyusunan rencana aksi transformasi kelembagaan. Para peserta kemudian diminta mengembangkan draft rencana aksi digital yang relevan untuk institusi masing-masing.

Selama kegiatan, Dr. Agus turut melakukan diskusi penguatan kerja sama UPI dan FPTI dengan berbagai institusi TVET dari 21 negara.

Menurut Dr. Agus, manfaat kegiatan ini sangat besar bagi pengembangan UPI dan FPTI, terutama dalam: Memperoleh wawasan dan best practice dari berbagai perguruan tinggi luar negeri terkait transformasi digital di sektor TVET; Mengunjungi Huawei, sebagai salah satu mitra industri utama SZPU dalam pengembangan teknologi digital dan AI; Mengunjungi laboratorium pembelajaran canggih di SZPU, termasuk fasilitas terkait intelligent manufacturing, smart factory, dan teknologi energi baru milik BYD; dan Memahami model kemitraan industri–kampus yang telah berhasil diterapkan di Tiongkok dalam mendorong percepatan inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan lapangan ke fasilitas industri dan laboratorium teknologi terkemuka, yang memberikan gambaran nyata mengenai implementasi teknologi digital pada kurikulum dan praktik pendidikan vokasi modern.

Melalui keikutsertaan ini, UPI dan FPTI semakin memperkuat posisi dalam jaringan global TVET, memperluas peluang kerja sama riset, pengembangan kurikulum berbasis teknologi, serta peningkatan kualitas SDM dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FPTI untuk membangun pendidikan teknologi yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

Dengan menghadiri dua event internasional tersebut, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam mempercepat transformasi digital pendidikan vokasi, serta memastikan lulusan Indonesia siap bersaing di era ekonomi digital. (Kontributor:YR)

Pencarian