English
Indonesia

Manfaatkan Lahan Kosong, Mahasiswa UPI di Sumedang Dukung Program Teras Hijau

09 Nov 2025 • Humas UPI
Kegiatan penaburan bibit di pekarangan Kantor Desa oleh Camat Buahdua dan Kepala Desa Panyindangan, Senin (13/10/2025)

Sumedang, UPI — Kelompok 20 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang melaksanakan kegiatan penanaman bibit bayam di pekarangan Kantor Desa Panyindangan, Kecamatan Buahdua, pada Senin (13/10). Kegiatan ini dilakukan bersama Kepala Desa Panyindangan dan Camat Buahdua sebagai bagian dari upaya mendukung Program Teras Hijau Kabupaten Sumedang.

Dalam kegiatan ini, penanaman bibit dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kecamatan dan Kepala Desa, diikuti oleh kader desa, ketua RW, serta seluruh anggota P2MB Kelompok 20. Menurut Kepala Kecamatan Buahdua, Kiki Hakiki, kegiatan ini merupakan inovasi yang sejalan dengan gerakan pelestarian lingkungan yang dicanangkan pemerintah daerah.

“Kegiatan ini adalah langkah nyata dalam mendukung Program Teras Hijau Kabupaten Sumedang. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan lahan kosong sebagai media tanam sumber pangan bergizi,” ujar Kiki Hakiki.

Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman bibit bayam, tetapi juga bertujuan memaksimalkan lahan pekarangan agar produktif secara berkelanjutan. Selain di kantor desa, mahasiswa P2MB juga akan menyalurkan bibit bayam ke sejumlah posyandu melalui metode tanam polybag.

Ketua Kelompok 20, Faizal fasawiguna., menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk edukasi gizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat terinspirasi menanam sayuran sendiri di pekarangan rumah untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan oleh warga, yang antusias berpartisipasi dan menyampaikan dukungan penuh ke depannya. Hasil panen nantinya direncanakan akan diolah menjadi berbagai produk pangan seperti nugget bayam sehat.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah desa, pihak kecamatan, dan mahasiswa UPI, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, sekaligus mendukung gerakan pangan lokal di Desa Panyindangan. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Kampus UPI di Sumedang/ Riana Jami Fatonah & Faizal Fasawiguna

Kelompok 21 P2MB UPI di Sumedang Gelar Demo Masak “Daun Sehat” untuk Cegah Stunting

09 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa P2MB UPI Kampus di Sumedang memberikan penyuluhan gizi seimbang kepada ibu-ibu kader Posyandu dan PKK Desa Cilangkap (5/11/2025)

Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang menggelar kegiatan demo masak bertema “Daun Sehat” (Dapur Nutrisi Sehat Atasi Stunting) di Balai Desa Cilangkap, Kabupaten Sumedang, Rabu (5/11). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program “Generasi Z untuk Stunting Free Village” dan diikuti oleh ibu-ibu kader Posyandu serta anggota PKK setempat.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan oleh Bidan Desa Cilangkap yang membahas pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi bayi dan balita, khususnya dalam pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk mencegah stunting. Dalam paparannya, ia memperkenalkan prinsip “UFRE JUTEK VARES BERSIH”—Usia, Frekuensi, Jumlah, Tekstur, Variasi, Responsif, dan Kebersihan—yang harus diperhatikan dalam pengolahan MPASI.

“MPASI tidak hanya tentang rasa. Prinsip UFRE JUTEK VARES BERSIH membantu anak-anak tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” ujar Bidan Desa Cilangkap.

Setelah sesi pematerian, acara dilanjutkan dengan demonstrasi memasak dua menu bergizi oleh mahasiswa P2MB, yakni puding alpukat sebagai PMT manis dan nugget tahu sebagai PMT asin. Alpukat dipilih karena merupakan hasil kebun bibit rakyat Desa Cilangkap, sementara tahu dipilih karena mudah diperoleh serta kaya protein.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin ibu-ibu kader mendapatkan inspirasi menu sehat untuk lomba masak PMT sekaligus mempraktikkan langsung di rumah masing-masing,” tutur salah satu mahasiswa P2MB UPI.

Para peserta tampak antusias mengikuti langkah-langkah memasak hingga proses penyajian. Demo masak ini menjadi persiapan sekaligus pembekalan menghadapi lomba PMT (Pemberian Makanan Tambahan) yang akan digelar keesokan harinya.

Melalui kegiatan “Daun Sehat”, mahasiswa UPI berharap masyarakat desa semakin terampil mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat, bergizi, dan kreatif, serta berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan masing-masing. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Kelompok 21 P2MB Kampus UPI di Sumedang

Mahasiswa UPI di Sumedang Edukasi Gizi Seimbang melalui Program “Isi Piringku”

09 Nov 2025 • Humas UPI
Siswa SDN Cilangkap 2 mengikuti sesi praktek edukasi gizi dalam kegiatan “Isi Piringku” yang digelar oleh Mahasiswa UPI Sumedang, 29 Oktober 2025. (Dok. P2MB UPI)

Sumedang, UPI – Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Daerah Sumedang yang tergabung dalam kelompok 21 Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pembelajaran (P2MB) menggelar edukasi gizi bertajuk “Isi Piringku” di SDN Cilangkap 2 dan SDN Sanepa, Desa Cilangkap, Kecamatan Buah dua, Kabupaten Sumedang, Jumat (28/10).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang sejak dini dalam rangka mencegah stunting. Edukasi dikemas secara interaktif melalui pendekatan belajar sambil bermain.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak memahami konsep gizi seimbang dengan cara yang menyenangkan. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tapi juga langsung praktik mengenal makanan sehat,” ujar Ketua Kelompok 21.

Para siswa diajak memotong dan menempel gambar berbagai bahan makanan seperti sayur, buah, karbohidrat, dan protein ke dalam pola piring bergizi. Metode ini dinilai efektif membantu mereka mengenali kelompok zat gizi dan susunan menu sehat sehari-hari.

Guru SDN Cilangkap 2 menyampaikan apresiasinya. “Anak-anak sangat antusias. Kegiatan ini membantu sekolah dalam mengajarkan pola makan sehat dengan metode yang kreatif dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Para siswa cukup aktif terlibat dalam sesi kuis dan tanya jawab, mencermikan keingintahuan tentang pola gizi seimbang yang dipaparkan oleh para mahasiswa P2MB. Di lain pihak, mahasiswa berharap edukasi ini dapat memberikan dampak positif terhadap kebiasaan makan siswa dan mendorong terciptanya generasi bebas stunting.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tema P2MB UPI tahun ini, yaitu “Generasi Z untuk Stunting-Free Village”, sebagai kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan pendidikan. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Kelompok 21 P2MB UPI Desa Cilangkap

Pameran Pendidikan Tinggi QS Asia Pacific Summit 2025: Ikhtiar UPI dalam Memperkuat Jejaring Global dan Reputasi Akademi

08 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan sebuah Langkah strategis dalam penguatan reputasi akademik internasional melalui partisipasi aktif di QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2025 yang berlangsung pada 4–6 November di Korea University, Seoul, Korea Selatan. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Vanessa Gaffar, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu sekaligus Ketua Delegasi, UPI membuka stand pameran yang menampilkan capaian institusional dan potensi kolaborasi global.

Pertemuan ini merupakan forum kolaborasi pendidikan tinggi terbesar di kawasan Asia Pasifik, memasuki tahun ke-21 penyelenggaraannya. Mengusung tema “Advancing Generational Potential: Skills and Partnerships in the Asia Pacific”, acara ini menghadirkan lebih dari 2.000 peserta dari kalangan pimpinan universitas, pakar industri, dan pejabat pemerintah. Dari Indonesia  sendiri tercatat lebih dari 20 perguruan tinggi papan atas Indonesia turut serta. Diskusi panel, lokakarya praktik terbaik, dan sesi jejaring menjadi ruang strategis bagi para peserta yang hadir untuk memperkuat kemitraan dan merumuskan arah di masa depan.

QS (Quacquarelli Symonds) sendiri merupakan lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi global yang dikenal luas karena metodologi evaluasinya yang komprehensif terhadap lebih dari 8000 instansi Pendidikan di seluruh dunia, mencakup reputasi akademik, kualitas pengajaran, dampak riset, dan internasionalisasi. Sehingga tidak mengejutkan, QS World University Rankings menjadi acuan penting bagi institusi pendidikan dalam menilai posisi dan daya saing mereka di tingkat regional maupun global.

Kehadiran UPI dalam pameran internasional ini menjadi bagian dari ikhtiar memperluas jejaring akademik dan mengamankan kerja sama lintas negara. Stand UPI sendiri memberikan warna sendiri dan menarik perhatian peserta dengan presentasi visual yang menonjolkan nilai lokal, kekhasan pada pedagogik, serta komitmen terhadap mutu pendidikan. Delegasi UPI juga aktif menjalin komunikasi dengan mitra potensial dari berbagai negara, membuka peluang kolaborasi riset dan pertukaran akademik. selain itu kegiatan ini pun merupakan bagian kegiatan program EQUITY – LPDP dan dibiayai oleh program tersebut.

Momentum ini semakin diperkuat dengan pengumuman resmi bahwa peringkat UPI naik menjadi posisi ke-76 di Asia Tenggara, sebuah capaian yang mencerminkan konsistensi dalam peningkatan mutu dan daya saing internasional. Kenaikan ini menjadi validasi atas strategi internasionalisasi yang dijalankan secara terukur dan berkelanjutan.

Namun, pekerjaan rumah selanjutnya adalah mengejawantahkan potensi kerja sama global yang telah dijajaki dan disepakati selama forum ini ke dalam bentuk kinerja konkret. Implementasi nyata melalui program kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta riset bersama menjadi kunci untuk menjaga momentum dan mendorong lonjakan peringkat UPI di kancah internasional.

Ketua Delegasi UPI, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, menegaskan bahwa partisipasi UPI dalam QS Asia Pacific Summit 2025 bukan sekadar kehadiran simbolik, melainkan wujud nyata dari komitmen institusi untuk memperkuat posisi sebagai universitas unggul di tingkat regional dan global. Ia menekankan pentingnya kesiapan UPI untuk terus belajar dari institusi yang lebih maju, demi mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan reputasi kampus tercinta. Dengan semangat kolaboratif, komitmen terhadap mutu, dan visi internasional yang kuat, UPI terus melangkah mantap menuju reputasi akademik yang lebih gemilang, relevan, dan berdampak luas.

Konstributor: Vidi Sukmayadi

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI Melesat Raih Grand Award di Ajang International Students Got Talent Malaysia 2025

08 Nov 2025 • Humas UPI

Bunga Aisyah Wiarto, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berhasil meraih Grand Award atau predikat Pemenang Utama pada ajang International Students Got Talent 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia dan Education Malaysia Global Services (EMGS). Kompetisi bergengsi antar mahasiswa internasional se-Malaysia ini berlangsung pada 4–7 November 2025 di Putra Hall A, Putrajaya International Convention Center (PICC), Malaysia. Babak penyisihan berlangsung pada 4–6 November, diikuti dengan grand finale pada 7 November 2025.

Dalam ajang tersebut, Bunga atau acapkali dikenal dengan nama panggung “Bew” tampil memukau dengan pertunjukan seni panggung serta nyanyian yang memadukan unsur budaya Indonesia dan pesan kemanusiaan global. Pakaian yang ia kenakan menampilkan elemen khas Nusantara sembari membawa pesan solidaritas untuk Palestina, Sudan, dan Kongo. “Saya ingin agar karya saya bukan hanya hiburan, tetapi juga membawa pesan yang berarti bagi dunia,” ungkapnya.

Perjalanan Bunga menuju kemenangan tidak mudah. Ia sempat menghadapi tantangan berat saat babak penyisihan karena kondisi kesehatan yang menurun, tetapi tetap tampil dengan semangat tinggi hingga masuk tiga besar, lalu akhirnya meraih posisi pertama di babak final. “Pengalaman ini mengajarkan saya tentang ketahanan, fokus, dan makna sejati dari semangat juang,” tutur Bunga. Menanggapi prestasi internasional ini, Vidi Sukmayadi, selaku koordinator kerja sama di Prodi Ilmu Komunikasi (IKOM) UPI mengungkapkan rasa bangga yang teramat mendalam dan menunjukkan bahwa mahasiswa IKOM dan UPI “Wani Diadu” di kancah global.

Prestasi Bunga ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan kampusnya tetapi juga mencerminkan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta SDGs nomor 10, Pengurangan Ketimpangan. Kompetisi internasional ini menjadi wadah ekspresi lintas budaya yang mendorong mahasiswa untuk saling menghargai perbedaan, berkreasi, dan berkontribusi bagi kemanusiaan.
“Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi bukti bahwa seni dapat menjembatani nilai-nilai kemanusiaan tanpa batas,” ujar Bunga penuh syukur. Selamat untuk Bunga, semoga prestasi ini menjadi pemicu bagi insan muda UPI nan gemilang untuk terus berprestasi.

Kontributor: Vidi Sukmayadi

Pencarian