English
Indonesia

Jejak Gitalis Dwi Natarina di Panggung Seni dan Panggung Aspirasi

02 Nov 2025 • Humas UPI

Di balik gemerlap panggung seni tarik suara, tersimpan kisah seorang perempuan muda dari Garut yang menjadikan suara sebagai jalan hidup. Gitalis Dwi Natarina, atau yang lebih dikenal sebagai Gita KDI, mulai menyanyi sejak usia belia. Ia bukan sekadar penyanyi, tetapi juga pengemban nilai, menyuarakan harapan dan identitas melalui musik.Ketika bergabung dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai bagian dari angkatan 2003 di Departemen Sendratasik, Program Studi Seni Musik, Gita telah menemukan panggilan hidupnya.

Gitalis Dwi Natarina saat menjadi mahasiswa di UPI (atas, kedua dari kanan) (Foto: Gita, 2003/2005)

Puncak popularitasnya datang saat ia menjuarai ajang Kontes Dangdut Indonesia (KDI) musim kedua pada tahun 2005. Penampilannya yang bersahaja dan vokalnya yang kuat menjadikannya idola baru di tengah arus dangdut modern. Tak hanya dangdut, Teh Gita juga menekuni genre nasyid dan lagu-lagu rohani, memperkuat citra dirinya sebagai seniman yang berakar pada nilai-nilai spiritual.

Menyanyikan Aspirasi di Gedung Parlemen

Namun, Teh Gita  tidak berhenti di panggung hiburan. Ia melangkah ke dunia politik dengan keberanian yang tak biasa. Bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Teh Gita  resmi menjadi anggota DPR RI pada tahun 2011 melalui mekanisme pergantian antarwaktu untuk daerah pemilihan Jawa Barat IX. Setelah masa legislatifnya berakhir, ia tetap aktif di ranah kebijakan publik. Pada tahun 2024, teteh kebanggaan Garut ini mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur, menunjukkan komitmennya untuk memperluas pengaruh dan pengabdian di tingkat daerah. Kini, ia mengemban amanah sebagai Tenaga Ahli di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk periode 2025–2029.

Langkah ini bukan sekadar transisi karier, tetapi transformasi peran. Dari menyanyikan lagu-lagu rakyat, Teh Gita kini menyuarakan aspirasi mereka dalam bentuk kebijakan dan advokasi. Ia menjadi contoh bahwa popularitas bisa bertransformasi menjadi pengaruh yang bermakna.

Teh Gita adalah representasi dari generasi baru politisi yang memahami denyut rakyat dari akar rumput. Latar belakang pendidikannya sebagai alumni di Universitas Pendidikan Indonesia memperkaya perspektifnya dalam merumuskan kebijakan yang inklusif dan berakar budaya.

Ia pernah menyatakan bahwa dunia politik dan seni memiliki kesamaan: keduanya membutuhkan empati, komunikasi, dan keberanian untuk tampil di depan publik. Ia percaya bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa, baik melalui seni maupun di panggung pemerintahan

Kini, seorang Gitalis Dwi Natarina bukan hanya dikenal sebagai seniman, tetapi juga sebagai figur publik yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan. Ia membuktikan bahwa suara perempuan bisa menggema di panggung manapun, baik di atas panggung musik maupun di panggung kebijakan publik.

Tim AERION UPI Raih Medali Perunggu di GEMASTIK XVIII 2025 Divisi Kota Cerdas

02 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, 30 Oktober 2025 — Tim AERION dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (GEMASTIK) XVIII 2025. Kompetisi yang diadakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini berlangsung di Universitas Telkom, Kamis (30/10).

Tim yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK), yakni Rima Febria Rizkyta (ketua), Muhammad Luthfi Fawwazna, dan Riyana Rahman, mengusung inovasi bertajuk “BANDUNG CERDAS BERGERAK: Sistem Lampu Lalu Lintas Adaptif Berbasis Deep Learning dan Heuristic Control dengan Fitur Emergency Vehicle Priority sebagai Implementasi Pilar Smart Mobility Kota Bandung.” Mereka dibimbing oleh dosen pembina, R. Deasy Mandasari, M.T.

Dalam lomba yang mengusung tema “Kota Cerdas”, tim AERION berhasil menduduki peringkat ketiga, di bawah Universitas Indonesia (juara pertama) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (juara kedua). Inovasi mereka menawarkan solusi cerdas untuk permasalahan kemacetan di Kota Bandung dengan menerapkan model deteksi kendaraan real-time menggunakan Deep Learning YOLOv13. Sistem tersebut juga dilengkapi Emergency Vehicle Priority untuk mendahulukan kendaraan darurat seperti ambulans atau mobil pemadam kebakaran.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Prof. Dr. Phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., memberikan apresiasi atas pencapaian ini. “Prestasi ini sangat membanggakan di tengah kompetisi ketat antarperguruan tinggi. Semoga dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UPI, Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si., menambahkan bahwa keberhasilan tim AERION diraih melalui persaingan ketat sejak babak penyisihan hingga final. “Mereka membuktikan bahwa mahasiswa UPI mampu bersaing di tingkat nasional dengan produk inovatif yang berdampak nyata,” ucapnya.

Capaian ini menegaskan peran UPI sebagai kampus yang mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam pengembangan teknologi cerdas yang bermanfaat bagi masyarakat. (RK)

Irma Rahma Suwarma Raih Penghargaan STEAM TEACHER AWARDS “Next Generation Frontiers of STEM” di Korea Selatan

31 Oct 2025 • Humas UPI

Suwon, UPI

Kabar membanggakan datang dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Irma Rahma Suwarma, Ph.D., selaku Kepala Pusat Unggulan STEM Education Creativity, berhasil meraih penghargaan STEAM Teacher Awards “Next Generation Frontiers of STEAM” dalam ajang bergengsi 19th International Mathematical Science & Creativity Competition (IMSCC) 2025 yang diselenggarakan di Gyeonggido Business & Science Accelerator (GBSA) Headquarters, Suwon, Korea Selatan. Sabtu, (18/10).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar Irma Rahma Suwarma, Ph.D dalam mengembangkan dan memasyarakatkan pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) agar lebih mudah diakses dan diterapkan secara luas di Indonesia maupun internasional. Melalui berbagai inisiatif dan inovasi, beliau mendorong agar pendekatan pembelajaran STEAM menjadi lebih inklusif, kreatif, dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di era abad ke-21.

Sebagai Kepala Pusat Unggulan STEM Education Creativity UPI, Irma Rahma Suwarma, Ph.D berperan penting dalam menghadirkan berbagai program “berdampak” yang menjembatani teori dan praktik dalam pembelajaran STEM. Program-program tersebut mencakup pelatihan guru, kolaborasi riset, hingga pengembangan model pembelajaran berbasis proyek dan kreativitas sains. Upaya ini menjadi representasi nyata dari kontribusi UPI dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah pendidikan STEM global.

Penghargaan internasional ini juga menjadi bukti bahwa UPI melalui Pusat Unggulan STEM Education Creativity terus berperan aktif dalam menginspirasi generasi pendidik masa depan, serta memperluas jejaring kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan dan sains di berbagai negara.

“Pendidikan STEM tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun kreativitas dan kemampuan berpikir kritis anak-anak Indonesia agar siap menghadapi masa depan,” ujar Irma seusai menerima penghargaan tersebut.

Keberhasilan ini menegaskan komitmen UPI untuk terus berinovasi dan menjadi pelopor dalam memperkuat ekosistem pendidikan STEM nasional, sekaligus membawa semangat “Transforming Education Through Creativity and Collaboration”. (DN)

Delegasi Indonesia Raih 27 Penghargaan di Ajang 19th IMSCC 2025

31 Oct 2025 • Humas UPI

Suwon, UPI
Prestasi gemilang kembali diraih oleh tim delegasi Indonesia dalam ajang internasional 19th International Mathematical Science & Creativity Competition (IMSCC) yang diselenggarakan di Gyeonggido Business & Science Accelerator (GBSA) Headquarters, Suwon, Korea Selatan. Sabtu, (18/10). Tim Indonesia berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dari berbagai kategori lomba, menegaskan kiprah Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi tinggi dalam pengembangan pendidikan sains, teknologi, dan kreativitas matematika di tingkat global.

Ajang ini diikuti oleh ratusan peserta dari 13 negara dan menjadi wadah bagi siswa untuk berinovasi dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Delegasi Indonesia tampil sebagai perwakilan resmi setelah melalui seleksi dan pembinaan intensif dari ajang Indonesia Science Technology Engineering Mathematics Creativity Competition (ISTEMCC) yang diselenggarakan secara nasional sebelumnya.

Para pemenang dari ISTEMCC kemudian terpilih mewakili Indonesia untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat internasional. Selama masa persiapan, tim delegasi mendapatkan pelatihan intensif oleh para instruktur dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) serta bimbingan langsung dari Irma Rahma Suwarma,Ph.D. dan Dr. rer.nat Omay Sumarna, M.Si. selaku dosen pembina dan pengarah tim. Pendampingan ini menjadi wujud nyata peran UPI dalam mendukung pengembangan talenta muda di bidang STEM, baik secara akademik maupun karakter.

Melalui dukungan UPI, program pelatihan bagi para delegasi menjadi salah satu bentuk program “berdampak” dari Pusat Unggulan STEM Education Creativity. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil kompetisi, tetapi juga menanamkan nilai kolaborasi, pemecahan masalah, dan inovasi berkelanjutan bagi peserta didik. Upaya ini sejalan dengan visi UPI sebagai universitas pelopor yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk menghasilkan generasi pendidik masa depan yang kreatif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Pada kompetisi tahun ini, delegasi Indonesia berhasil meraih total 27 penghargaan internasional, yang terdiri atas 4 Grand Award, 8 Gold Award, 3 Silver Award, 5 Bronze Award, 3 Encouragement Award, dan 4 Special Award.

Kemenangan tim Indonesia ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga memperkuat posisi UPI sebagai institusi yang konsisten mencetak inovator muda di bidang STEM. Dengan semangat “Transforming Education Through Creativity and Collaboration,” UPI berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama internasional dan mengembangkan ekosistem pembelajaran yang mendorong siswa berpikir lintas disiplin.

Sebagai tindak lanjut, UPI merekomendasikan strategi penguatan program pelatihan STEM berkelanjutan yang melibatkan sinergi antara universitas, sekolah, dan industri. Langkah ini diharapkan dapat memperluas dampak pendidikan berbasis sains dan kreativitas, memperkuat literasi STEM di Indonesia, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global masa depan.

Selain memberikan kontribusi terhadap kemajuan pendidikan nasional, keberhasilan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education dan SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure. Melalui kompetisi ini, peserta didorong untuk berpikir kritis, berinovasi, dan mengembangkan solusi berbasis sains dan teknologi untuk menjawab tantangan global. (DN)

Berikut delegasi Indonesia yang berhasil meraih penghargaan

No.Grand Award
KategoriNama TimNama Peserta
1Creativity IIIThe Martian FutureRahsya Nur Arasy
Habibie Armstrong Jelanok
2Mechatronics IIBabelmechatronicsDipa Ahnaf Aridanty
Sakha Rasyid Widyapradipta
3Mechatronics IIIARCHI-TREKBimo Harimurti P. R.
Azhar Arya Raditya
4Capstone DesignSchrodigengMuhammad Hafizh Muliakoswara, S.Pd
Azzahra Salsabila
Khairunnisah
Diki Firmansyah
NoGold Award
KategoriNama TimNama Peserta
1Creativity IIGeodesic SmartArnashka Kiandari Junanta
Ganaka Ershaka Deandra
2Invention & MakerAfterschockMohammed Darrell Edgar Alghifari
Raifan Javas Rakhaveda
3Invention & MakerEspanixDevano Rafif Alfarizky
Gabriel Christian Atmo Wiyono
4Invention & MakerM.A.R.SAlbert Nicholaus Su
5Mechatronics ID’AthenaDewi Athena Tri Manjadda
6Mechatronics III2 CHAMPIONSRaden Rezky Alifiano Khalfani
Nyimas Aila Dinara
7Mechatronics IIIGolden RetrieverAmeera Nadhifah Salam
Kirana Annindya Larasati
8Mechatronics IIIEight DMDIusthin Arsenio Dwindra
Hadwan Absyar Fazanur
NoSilver Award
KategoriNama TimNama Peserta
1Mechatronics IINeo roverAzhar Mahardika Maulana
Ghazi Muhammad Hamiz Azizan
2Capstone Design5 JAWARAMuhammad Rayzard Tsaqif
Naufal Nur Akmal
Shalahuddin Nusa Djati
Steven Richard Jayden Sipayung
Tiara Kamila Suhendi
3Capstone DesignS1CIKAL JAYAYudi Nugraha, S.Si
Risa Aisyah, S.Pd
Aldi Cahyadi, S.Pd
NoBronze Award
KategoriNama TimNama Peserta
1Creativity IISTELLARMoira Evangeline Chairil
2Creativity IIISOLAR SPACERatu Azzahra Ahmad
Kaifa Aira Nafka
3Invention & MakerAetherisAleena Laquisha Erendira
Bhellatrix Seraph Giovaness
4Mechatronics IJoyJoy Linda Ingram
5Capstone DesignSolo InnovationAthif Naufal Mufid, S.Pd., Gr.
Faris Naufal, S.Si
Dani Srihandayani, S.Kom
NoEncouragement Award
KategoriNama TimNama Peserta
1Creativity IIIGeomaNicole Ansica Awang
2Creativity IIITafuna SenshiAlyssa Salsabiela Willys Setiawan
Clemira M. Azwakamal
3Mechatronics ISUBSPACE STARFORGEBayu Kresnamurti Ediwibowo Riyanto
Muhammad Athala Hanif
NoSpecial Award
KategoriNama TimNama Peserta
1Creativity IIAstroLandParama Olivier Naqeeb Takazaki
2Creativity IIWonderchildRasheed Canino Tirtahusada
3Mechatronics IINELNesha Estiandayani
Elora Heilma Ramadhani
4Mechatronics IISupernovaAisy Haura Cassiopeia
Raihana Nashmia Jenie

FPTI UPI Luncurkan Program “HEGAR Green Campus” Dorong Gerakan Kampus Hijau dan Keberlanjutan

31 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri Universitas Pendidikan Indonesia (FPTI UPI) resmi meluncurkan program HEGAR Green Campus, sebuah inisiatif menuju kampus hijau dan berkelanjutan, Jumat (31/10) di Plaza Gedung A FPTI UPI. Acara ini dihadiri oleh Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., para Wakil Rektor UPI, para Dekan, serta Dekan FPTI Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas dan fakultas lainnya.

Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju Green Campus UPI, sejalan dengan agenda universitas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 (Energi Bersih dan Terjangkau), ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Dalam sambutannya, Dekan FPTI Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si. menjelaskan bahwa kata HEGAR diambil dari bahasa Sunda yang bermakna “gembira, berseri, dan enak dipandang mata”. Menurutnya, makna ini menggambarkan semangat untuk mewujudkan lingkungan kampus yang hijau, bersih, dan menyehatkan.

“HEGAR bukan sekadar nama program, tetapi semangat kolektif untuk menciptakan kampus yang hijau, sehat, dan berdaya saing global. Ini menjadi motivasi kami mendukung program Green Campus UPI,” ujar Agus Setiawan.

Program ini sebelumnya telah dilaksanakan dalam bentuk soft launching bersamaan dengan penandatanganan fakta integritas dan perjanjian kinerja, dan kini dikukuhkan dalam grand launching bertepatan dengan momentum Dies Natalis UPI ke-71 dan Dies Natalis FPTI ke-61.

Dalam kegiatan ini, FPTI juga menampilkan sejumlah inovasi hasil riset dosen dan mahasiswa yang mendukung prinsip keberlanjutan, seperti:

  • Riset budidaya anggur unggul oleh tim peneliti di Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri;
  • Alat pengolah limbah organik hasil karya dosen FPTI yang telah digunakan di beberapa fakultas;
  • Mobil listrik karya mahasiswa dan dosen Pendidikan Teknik Otomotif, yang secara simbolis diserahkan kepada universitas untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan.

Selain itu, FPTI juga memperkenalkan sejumlah program lanjutan, antara lain:

  • Serial podcast tentang bangunan hijau dan energi baru terbarukan,
  • Program agrowisata anggur,
  • Kampanye bersepeda di kampus,
  • Audit jejak karbon kendaraan kampus,
  • Hari tanpa kendaraan bermotor, serta
  • Program kantin kejujuran dan pengelolaan limbah terintegrasi.

Dekan FPTI menegaskan bahwa FPTI telah membentuk tim khusus HEGAR Green Campus dan menyusun roadmap keberlanjutan untuk jangka panjang. “Kami ingin menjadi salah satu leading sector dalam kontribusi terhadap UI GreenMetric dan Times Higher Education Impact Ranking,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Yudi Sukmayadi memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif FPTI dalam mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

“Program HEGAR menunjukkan bahwa FPTI tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada keselamatan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Kami berharap gerakan ini tidak berhenti di acara peluncuran, melainkan tumbuh menjadi budaya hijau di keseharian sivitas akademika,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi menegaskan bahwa upaya menuju kampus hijau merupakan bagian penting dari peningkatan sustainability ranking dan green metric universitas, di samping penguatan reputasi akademik dan employability ranking.

“Walaupun langkahnya bertahap, gerakan seperti HEGAR menjadi pemicu agar UPI terus memperbaiki peringkat green metric dan sustainability impact ranking. Kampus hijau tidak hanya soal taman dan pot bunga, tapi juga budaya riset, efisiensi energi, dan inovasi teknologi hijau,” tutur Rektor.

Beliau juga menyinggung rencana pengembangan kampus baru di daerah Karangnunggal, Tasikmalaya dan Jatinangor untuk memperluas ruang hijau UPI, serta mendukung kriteria luasan lahan dalam pemeringkatan green metric.

Peluncuran HEGAR Green Campus di FPTI menjadi bagian dari gerakan kolektif UPI menuju Kampus Hijau (Green Campus UPI). Sebelumnya, beberapa fakultas juga telah mengadakan kegiatan serupa sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

Reporter: CS
Foto: DN

Pencarian