English
Indonesia

Tim Mahasiswa UPI “Schodigeng” Raih Grand Award di Ajang Internasional IMSCC 2025

31 Oct 2025 • Humas UPI

Suwon, UPI
Kabar membanggakan datang dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tim mahasiswa UPI yang menamakan diri “Schodigeng” berhasil meraih Grand Award, penghargaan tertinggi dalam ajang 19th International Mathematical Science & Creativity Competition (IMSCC) yang digelar di Gyeonggido Business & Science Accelerator (GBSA) Headquarters, Suwon, Korea Selatan. Sabtu, (18/10).

Tim Schodigeng terdiri atas Muhammad Hafizh Muliakoswara, S.Pd., Azzahra Salsabila, Khairunnisah, dan Diki Firmansyah, yang berkompetisi di kategori Capstone Design—sebuah ajang yang menantang peserta untuk mengembangkan solusi inovatif berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) terhadap permasalahan nyata di masyarakat.

Dalam kompetisi tersebut, tim Schodigeng menampilkan proyek inovatif yang memadukan prinsip sains dan rekayasa dengan pendekatan kreatif, menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta problem solving tingkat tinggi. Inovasi mereka berhasil menarik perhatian dewan juri internasional dan dinilai unggul dari segi kreativitas, dampak sosial, serta relevansi terhadap isu global.

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif Irma Rahma Suwarma, Ph.D., dosen sekaligus Kepala Pusat Unggulan STEM Education Creativity di UPI. Melalui arahan dan pendampingan beliau, para mahasiswa tidak hanya diasah dari sisi teknis dan akademik, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan nilai kolaborasi, komunikasi, dan empati sosial dalam setiap tahapan proyek mereka.

Kegiatan pembinaan tim Schodigeng menjadi bagian dari program “berdampak” yang dijalankan UPI melalui Pusat Unggulan STEM Education Creativity. “Program ini berfokus pada pemberdayaan mahasiswa agar mampu mengintegrasikan pengetahuan lintas disiplin dan menciptakan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Keberhasilan Schodigeng membuktikan efektivitas program ini dalam menumbuhkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan solutif”, ucap Irma Rahma.

Ditegaskan Irma capaian prestasi internasional ini mempertegas komitmen UPI dalam “Transforming Education Through Creativity and Collaboration”, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.

“UPI berencana memperluas dukungan terhadap kegiatan mahasiswa berbasis riset dan inovasi, melalui kolaborasi lintas prodi dan kemitraan dengan lembaga pendidikan serta industri.” ujarnya.

Lebih jauh, kemenangan tim Schodigeng juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure). Melalui karya mereka, mahasiswa UPI membuktikan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong inovasi sosial dan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan. (DN)

Siapkan Naskah Kerja Sama, Mahasiswa UPI Bisa Magang diIndustri Jepang

30 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan dari perwakilan dunia usaha asal Jepang yang terdiri dari calon Wali Kota Toyota di Prefektur Aichi, Direktur perusahaan Orca Repair dan Meiwa Industry, serta perwakilan dari LPK Mulia Meisou Indonesia. Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat jejaring internasional UPI, khususnya dalam bidang kerja sama pendidikan dan pengembangan keterampilan mahasiswa yang diaksanakan di Ruang Rapat University Center Lt. 3 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. Kamis (30/10/2025).

Direktur Direktorat Kemitraan dan Kerjasama Internasional UPI Pupung Purnawarman, M.Sc.Ed., Ph.D.menjelaskan bahwa sebelumnya telah terjalin beberapa Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UPI dengan mitra Jepang, khususnya melalui Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI). “Sudah ada sekitar dua PKS yang berjalan, dan ke depan akan kita perluas ke beberapa fakultas lain,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, UPI berencana menyusun Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung kerja sama yang akan mengakomodasi kolaborasi lintas fakultas dan unit di lingkungan UPI. “Langkah pertama nanti kita buatkan MoU agar menjadi dasar bagi berbagai kerja sama baru di bidang akademik maupun non-akademik,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa UPI berkesempatan mengikuti program internship di perusahaan-perusahaan Jepang untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung (hands-on experience). Kegiatan magang tersebut dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) yang mendukung kelulusan, sekaligus memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang.

“Ini peluang sangat bagus bagi UPI secara kelembagaan dan bagi mahasiswa secara individu untuk memperkuat kompetensi global mereka,” tutur Pupung Purnawarman.

Langkah ini sejalan dengan komitmen UPI dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan daya saing lulusan di kancah global, khususnya melalui kemitraan strategis dengan lembaga pendidikan dan dunia industri di luar negeri. (Rija/Ratih)

Mahasiswa UPI di Sumedang Edukasi Sarapan Bergizi di SDN Sirahcipelang

30 Oct 2025 • Humas UPI
Mahasiswa Kampus UPI di Sumedang bersama siswa SDN Sirahcipelang dalam kegiatan edukasi “Sarapan Pagi, Energi untuk Prestasi”, Sabtu (25/10/2025). Foto: Kelompok 33 P2MB, 2025

Sumedang, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang yang tergabung dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pembelajaran (P2MB) Kelompok 33 menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Sarapan Pagi, Energi untuk Prestasi” di SDN Sirahcipelang, Desa Cipamekar, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya sarapan bergizi sebelum berangkat sekolah sebagai fondasi kesehatan dan konsentrasi belajar.

Dipimpin oleh Della Febrianti selaku penanggung jawab, kegiatan diikuti dengan antusias oleh siswa kelas 4 hingga 6. Para mahasiswa menyampaikan materi tentang pentingnya sarapan sehat yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak belajar pentingnya sarapan dengan cara yang menyenangkan, agar mereka terbiasa menjaga pola makan sehat sejak dini,” ujar Della.

Kegiatan interaktif siswa agar dapat membedakan antara sarapan sehat dengan yang tidak melalui game edukatif. Foto: Kelompok 33 P2MB, 2025

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan permainan edukatif yang mengajak siswa membedakan makanan bergizi dan tidak bergizi. Meskipun masih ada siswa yang mengaku sarapan dengan makanan instan, sebagian besar menunjukkan antusiasme dalam mengenali jenis sarapan sehat.
Salah satu peserta, Adit, siswa kelas 5, dengan polos bercerita, “Aku kalau sarapan suka makan mi.” Hal ini menjadi refleksi pentingnya edukasi gizi berkelanjutan di sekolah dasar.

Kepala SDN Sirahcipelang, Rina Rohayati, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Mahasiswa UPI membantu anak-anak memahami pentingnya sarapan sehat dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat,” ujarnya.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UPI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) dan Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Melalui kegiatan ini, UPI berkomitmen mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pendidikan berbasis gizi dan gaya hidup sehat di sekolah.

Kontributor: Della Febrianti

Dari Hening Pengabdian, Menggema Suara Keunggulan

30 Oct 2025 • Humas UPI
Achmad Riyadi Alberto, Kepala Tim Layanan Referensi Virtual di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Foto: Achmad Riyadi Alberto

Menilik kembali perjalanan karier yang dibentuk oleh pengabdian, kemampuan beradaptasi, dan kekuatan transformatif pendidikan, satu sosok menonjol sebagai simbol pustakawan Indonesia modern. Sebagai Kepala Tim Layanan Referensi Virtual di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, ia menjembatani tradisi dan teknologi, patriotisme dan konektivitas global. Sosok itu adalah Achmad Riyadi Alberto, S.Ptk., seorang inovator yang kepemimpinannya terus mendefinisikan ulang makna pengabdian di era digital.

Perjalanan Achmad dimulai dengan sederhana, namun semangatnya terhadap pembelajaran dan pengabdian telah tumbuh sejak dini. Lahir pada tahun 1995 di Bandung, ia dikenal sebagai siswa yang tekun dengan ketertarikan besar terhadap informasi dan komunikasi. Ketika ia menjadi Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada tahun 2013 untuk mempelajari Ilmu Perpustakaan dan Informasi, ia memandang perjalanan akademiknya sebagai sarana untuk mengabdi kepada bangsa. Selama masa studinya di UPI, ia aktif dalam berbagai kegiatan kampus, mulai dari menyelenggarakan seminar hingga memimpin organisasi kemahasiswaan, yang mengasah kemampuan kepemimpinannya serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Fondasi Keunggulan dan Perspektif Global

Masa kuliah Achmad di UPI bukan sekadar belajar di ruang kelas; melainkan memahami pentingnya pengabdian kepada masyarakat, kemampuan beradaptasi terhadap tantangan baru, dan terus menyempurnakan keterampilan diri. Keterlibatannya dalam berbagai aktifitas kemahasiswaan, seperti Semiloka Kepustakawanan Indonesia tahunan, memberinya kesempatan untuk terlibat langsung dengan isu-isu nasional terkait kepustakawanan dan pengelolaan informasi. Pengalaman ini meneguhkan keyakinannya bahwa profesi pustakawan bukan hanya pekerjaan mulia, tetapi juga bagian penting dalam pembangunan masyarakat.

Achmad Riyadi Alberto (keempat dari kanan) bersama rekan-rekan Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Informasi UPI, tempat ia menumbuhkan semangat pengabdian dan kepemimpinan yang kelak membawanya menjadi pelopor inovasi layanan digital di Perpustakaan Nasional RI.

Ia lulus pada tahun 2017 dengan semangat kuat untuk melayani kebutuhan pendidikan dan informasi Indonesia, memulai kariernya di Perpustakaan Nasional RI. Dedikasi dan pendekatan inovatifnya membuatnya cepat menanjak dalam karier, memperoleh penghargaan seperti Pustakawan Layanan Perpustakaan Nasional Terbaik (2023) dan pengakuan sebagai Ahli Nasional Layanan Perpustakaan Digital (2024). Terobosan besarnya adalah memimpin pembentukan Layanan Referensi Virtual, yang menghubungkan sumber daya besar perpustakaan dengan pengguna di seluruh Indonesia dan dunia, sekaligus menjembatani kesenjangan digital serta hambatan bahasa dengan efektif.

Pelopor Inovasi Digital dan Layanan Inklusif

Karya Achmad mencerminkan perpaduan antara inovasi teknologi dan semangat pelayanan publik. Melayani pengguna dari berbagai latar belakang—termasuk masyarakat desa, komunitas Indonesia di luar negeri, hingga peneliti internasional—membutuhkan keterampilan komunikasi antarbudaya, kemampuan berbahasa yang fleksibel, serta pemecahan masalah yang tinggi. Kemampuannya dalam melayani pengguna multibahasa dan menyesuaikan dengan berbagai tingkat literasi digital menjadikan timnya sebagai percontohan nasional dalam layanan pustaka digital.

Ia percaya bahwa pendidikan di UPI berperan penting dalam membentuk cara pandangnya.

“Universitas menanamkan rasa patriotisme dan pentingnya belajar sepanjang hayat yang kuat dalam diri saya,” ujarnya.
“Saya belajar bahwa pengetahuan harus digunakan untuk melayani masyarakat, dan kita harus selalu siap beradaptasi dengan perubahan lanskap teknologi informasi.”

Achmad juga terus berkomitmen terhadap pengembangan profesional pribadinya. Ia meraih gelar Magister Manajemen Informasi (2020) dan sertifikasi Pustakawan Digital (2022), sambil tetap menjalankan tugasnya di perpustakaan. Kerja kerasnya mengubah perpustakaan menjadi pusat yang dinamis bagi literasi digital dan akses terbuka.

Menginspirasi Generasi Pustakawan dan Pemimpin Selanjutnya

Pesan Achmad kepada mahasiswa dan alumni UPI jelas: tetaplah ingin tahu, terus berinovasi, dan melayani dengan integritas.

“Era digital menuntut pustakawan untuk tidak hanya menjadi penjaga pengetahuan, tetapi juga pelopor perubahan,” tegasnya.

Ia membayangkan UPI akan terus melahirkan lulusan yang unggul dalam literasi digital, kemampuan multibahasa, dan keterlibatan sosial—lulusan yang akan membentuk masa depan Indonesia dalam bidang pendidikan dan informasi.

Seiring kemajuan Indonesia di era digital, kisah Achmad Riyadi Alberto menjadi bukti nyata kekuatan transformatif pendidikan yang berakar pada ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan niat tulus untuk mengabdi. Perjalanannya dari awal yang sederhana di Bandung hingga meraih pengakuan nasional mencerminkan misi UPI untuk menumbuhkan pemimpin yang benar-benar membawa perubahan—pemimpin yang mengabdi dengan hati dan berinovasi dengan tujuan mulia. (VS)

Tria Bella Adumawati, Menggerakkan Literasi dari Siak bagi Negeri

29 Oct 2025 • Humas UPI
Tria Bella Adumawati, Alumni Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi UPI angkatan 2013. Foto: Tria Bella

Dari rumah ilmu yang dinamis di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) hingga pelosok pedesaan di Kabupaten Siak, Tria Bella Adumawati, S.Ptk., M.Sc., telah menempuh perjalanan yang ditandai oleh dedikasi, ketangguhan, dan semangat pelayanan publik. Lulusan Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi UPI angkatan 2013–2017 ini kini mengabdi sebagai Pustakawan Ahli Pertama di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Kabupaten Siak, memimpin berbagai inisiatif yang mendekatkan akses informasi kepada masyarakat yang selama ini kurang terjangkau.

Bagi Tria Bella, profesi pustakawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup. Di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur informasi, ia menjadi motor penggerak literasi melalui layanan perpustakaan keliling dan program berbasis komunitas. “Salah satu tantangan terbesar,” ujarnya, “adalah meningkatkan kesadaran literasi di daerah pedesaan yang akses informasinya masih terbatas. Tapi justru tantangan itu menjadi motivasi untuk terus berinovasi menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih dekat dan memberdayakan masyarakat.” Berkat upayanya, perpustakaan tak lagi dipandang sebagai ruang sunyi, melainkan sebagai pusat pemberdayaan yang hidup dan relevan.

Kiprah profesionalnya mendapat pengakuan di tingkat nasional. Tria Bella telah tersertifikasi sebagai pustakawan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang menegaskan kompetensinya di bidang kepustakawanan. Ia juga merupakan penerima Beasiswa Dalam Negeri dari Pusbindiklatren Bappenas RI, yang mendukung studi pascasarjananya dan memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia sektor publik.

Tria Bella saat masih menjadi mahasiswa di UPI. Foto: Tria Bella

Di balik pencapaian tersebut, terdapat fondasi kuat yang dibangun selama masa studi di UPI. “Pendidikan di UPI membentuk bukan hanya keterampilan profesional saya, tapi juga nilai-nilai hidup,” tuturnya. “Ketekunan akademik, semangat berbagi ilmu, dan budaya berpikir kritis yang saya pelajari di kampus sangat berpengaruh terhadap cara saya bekerja dan melayani masyarakat.” Ia mengenang hangatnya hubungan antara dosen dan mahasiswa, serta pengalaman berorganisasi yang membentuk karakter kepemimpinan dan kemampuan komunikasi yang kini menjadi bekal penting dalam tugasnya sebagai aparatur sipil negara dan pegiat  literasi.

Pesan Tria Bella kepada mahasiswa UPI saat ini sangat relevan dan menginspirasi: “Nikmatilah setiap proses selama kuliah. Jangan hanya fokus pada nilai, tapi bangunlah jejaring, pengalaman, dan karakter. Dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan—dibutuhkan kemampuan adaptif, empati, dan semangat belajar sepanjang hayat.”

Sebagai institusi yang terus mendorong keunggulan dalam pendidikan dan ilmu informasi, UPI bangga memiliki alumni seperti Tria Bella Adumawati. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan bukan hanya tentang buku, tetapi tentang manusia, harapan, dan kekuatan pengetahuan yang berdampak untuk mengubah kehidupan.

Pencarian