English
Indonesia

Balai Bahasa UPI Adakan Gelar Wicara Bersama Kiki Harjadi, Jurnalis dan Koresponden CNN Indonesia

28 Oct 2025 • Humas UPI
Koresponden CNN Indonesia, Kiki Harjadi, saat memberikan materi “From Stage Fright to Spotlight” dalam gelar wicara Linguasphere 2025 di Balai Bahasa UPI, Isola, Bandung, Selasa (28/10/) (Foto: RK/ KKIPP)

Bandung, UPI — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan International Language Day, Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Linguasphere 2025 dengan tema “From Stage Fright to Spotlight: Turn Your Fear into Power” di pelataran Gedung Balai Bahasa UPI, Bandung, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Kiki Harjadi, seorang jurnalis televisi dan koresponden CNN Indonesia yang juga merupakan alumni UPI, sebagai pembicara utama. Melalui sesi interaktif, Kiki membagikan pengalaman serta strategi dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan publik.

“Gugup itu wajar. Justru dari rasa takut itulah kita bisa menemukan kekuatan. Public speaking bukan tentang tampil sempurna, tetapi tentang bagaimana menyampaikan pesan dengan kejelasan dan ketulusan,” ujar Kiki di hadapan peserta Linguasphere 2025.

Berbekal pengalaman lebih dari satu dekade di dunia penyiaran, Kiki menekankan tiga kunci utama dalam public speaking: mindset, technique, dan feeling. Ia menjelaskan bahwa pembicara yang efektif perlu memiliki pola pikir positif, menguasai teknik komunikasi (verbal, vokal, dan visual), serta mampu menghadirkan energi emosional yang tulus.

Great communicators are not born, they are trained. Pembicara hebat tidak dilahirkan, tetapi dibentuk melalui latihan dan pengalaman,” tegasnya.

Dalam sesi praktik, Kiki mengajak peserta melakukan latihan vokal, artikulasi, serta simulasi berbicara di depan audiens. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara kekuatan suara dan ekspresi tubuh dapat membuat pesan lebih mudah diterima dan diingat.

“Kesuksesan seseorang adalah titik temu antara kesempatan dan kesiapan. Maka, ketika kesempatan datang, pastikan kamu sudah siap berdiri di atas panggungmu sendiri,” pesannya menutup sesi.

Gelar wicara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Linguasphere 2025, program tahunan Balai Bahasa UPI bertema “Merayakan Keberagaman Bahasa Dunia.” Sebelumnya, Balai Bahasa UPI juga menyelenggarakan Workshop Public Speaking for Academic Leaders serta gelar wicara “Panduan Menulis dan Publikasi Ilmiah” bagi dosen dan akademisi.

Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa UPI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kompetensi literasi, komunikasi, dan kepercayaan diri sivitas akademika dalam hal komunikasi terutama bahasa asing, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4: Pendidikan Berkualitas) dan program “Kampus Berdampak” Universitas Pendidikan Indonesia. RK (28/10)

UPI dan SMA Taruna Nusantara Perkuat Kerja Sama dalam Peningkatan Kualitas Guru dan Siswa

28 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan dari Mayjen TNI Ardiansyah, S.Sos., M.I.P., selaku pimpinan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, dalam rangka menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) antara kedua institusi. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, terutama dalam penyediaan guru berkualitas dan peningkatan prestasi peserta didik yang dilaksanakan di Ruang Rapat Partere Bumi Siliwangi Kampus UPI Jl. Dr. Setiabudhi No.229 Bandung. Senin (28/10/2025).

Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd, menyampaikan bahwa pertemuan kali ini menjadi momen penting untuk membahas langkah implementasi kerja sama yang telah disepakati sebelumnya.“Hari ini kami berdiskusi untuk merencanakan implementasi kerja sama dengan SMA Taruna Nusantara. Ada beberapa program konkret yang akan segera direalisasikan,” ujar Prof. Yudi.

Menurut Prof. Yudi, terdapat empat rencana implementasi utama hasil pembahasan antara kedua institusi, yaitu Rekrutmen Calon Guru Lulusan Terbaik UPI, Peningkatan Kapasitas Guru SMA Taruna Nusantara, Pembinaan Prestasi Siswa dan Pengembangan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa.

Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UPI akan menyeleksi sekitar 84 lulusan terbaik untuk direkrut menjadi calon pendidik di SMA Taruna Nusantara. Proses seleksi akan dilakukan secara bersama antara kedua pihak, lalu Direktorat Pelatihan, Asesmen, dan Sertifikasi UPI akan memfasilitasi berbagai kebutuhan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para guru di SMA Taruna Nusantara dan UPI akan mengirimkan dosen asing (native speaker) untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris bagi siswa SMA Taruna Nusantara, dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi global para siswa.

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen UPI untuk berkontribusi dalam penguatan ekosistem pendidikan nasional, serta mendukung pembentukan karakter unggul dan berdaya saing global bagi generasi muda,” pungkas Prof. Yudi

Dalam keterangannya, Mayjen Ardiansyah menyampaikan bahwa pihaknya berharap UPI dapat menjadi mitra strategis dalam menyiapkan tenaga pendidik terbaik untuk mengajar di lingkungan SMA Taruna Nusantara, baik di Kampus Cimahi, Pagar Alam, maupun di enam kampus lainnya.

“Kami berharap UPI dapat mensuplai guru-guru terbaik, lulusan UPI, untuk bergabung bersama kami di berbagai kampus Taruna Nusantara. Selain itu, kami juga berharap ada pendampingan dari UPI dalam peningkatan kompetensi guru serta prestasi siswa,” ujar Mayjen Ardiansyah.

Selain membahas kerjasama rekrutmen guru, kunjungan tersebut juga diisi dengan peninjauan ke sejumlah laboratorium dan fakultas di lingkungan UPI. Dari hasil kunjungan tersebut, muncul berbagai ide kerjasama lanjutan, terutama dalam peningkatan mutu laboratorium di SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi dan pengembangan kegiatan kesiswaan.

“Kami melihat fasilitas UPI sangat maju dan relevan untuk mendukung pengembangan pendidikan. Kami ingin menjajaki kerjasama peningkatan mutu laboratorium serta kegiatan pembinaan siswa bersama UPI,” tambahnya.

Mayjen Ardiansyah menegaskan bahwa UPI memiliki reputasi unggul sebagai universitas terkemuka dalam pengembangan pendidikan dan tenaga kependidikan di Indonesia. Ia berharap kemitraan ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk membangun sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dengan institusi pendidikan menengah berbasis kedisiplinan dan karakter, guna menciptakan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter kuat. (Riza/Ratih)

Mahasiswa UPI Sumedang Gelar Edukasi Gizi Cegah Stunting di Desa Cipamekar

27 Oct 2025 • Humas UPI
Kelompok Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pembelajaran memberikan penyuluhan di Desa Cipamekar (Foto: P2MB, 2025)

Sumedang, UPI — Upaya pencegahan stunting terus digencarkan di berbagai daerah. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pembelajaran (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang, yang menggelar kegiatan bertajuk “Edukasi Gizi Cegah Stunting: Panduan Praktis untuk Keluarga Sehat” di Desa Cipamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, pada Rabu (23/10).

Kegiatan yang dipimpin oleh Sarah Mutiara Hidayat, mahasiswa pelaksana P2MB UPI, bekerja sama dengan pemerintah Desa Cipamekar, bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting sejak dini. Melalui penyuluhan, pembagian E-book “Edukasi Gizi Cegah Stunting”, serta konsultasi gizi sederhana, warga diajak memahami penyebab, dampak, dan langkah pencegahan stunting berbasis bahan pangan lokal.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Dengan pengetahuan yang benar, kita dapat mewujudkan anak-anak yang sehat dan cerdas,” ujar Sarah Mutiara Hidayat dalam sambutannya.

Materi edukasi mencakup pemahaman tentang 1000 hari pertama kehidupan, pemberian makanan tambahan (PMT), serta penyusunan menu bergizi seimbang. Kegiatan ini juga disambut baik oleh masyarakat.

Penyerahan E-book Digital, dari Mahasiswa kepada Perangkat Desa Cipamekar (Foto: P2MB, 2025)

“Kami berterima kasih atas kepedulian mahasiswa UPI Sumedang. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi warga,” tutur Ali, Sekretaris Desa Cipamekar.

Program ini mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 2: Tanpa Kelaparan) serta SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam memperkuat ketahanan gizi keluarga di pedesaan.

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, kegiatan ini menjadi langkah nyata UPI melalui P2MB dalam mengimplementasikan program “Kampus Berdampak”yang menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kontributor: Sarah Mutiara/ Kelompok P2MB Desa Cipamekar

Balai Bahasa UPI Gelar Workshop Public Speaking bagi Pimpinan Akademik

27 Oct 2025 • Humas UPI
Magdalena Rojas Lynch, memberikan materi dalam acara Workshop Public Speaking untuk Pimpinan Akademik UPI (Foto: DN/ KKIPP 2025)

Bandung, UPI — Guna meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional bagi civitas akademik dan unsur pipinan akademik serta dalam rangka kegiatan Linguasphere 2025 dan peringatan Bulan Bahasa, Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Workshop Public Speaking untuk Pimpinan Akademik UPI dengan tema Speak to Inspire: Public Speaking for Academic Leaders, Senin (27/10), di Gedung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI, Bandung.

Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan di lingkungan UPI, dengan tujuan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi profesional saat berinteraksi dengan tamu maupun mitra dari luar negeri. Workshop menghadirkan narasumber internasional Magdalena Rojas Lynch, seorang fellow dari Regional English Language Office (RELO), Amerika Serikat, yang berkolaborasi dengan Balai Bahasa UPI.

Kepala Balai Bahasa UPI, Prof. Ika Lestari Damayanti, S.Pd., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara UPI dan RELO dalam meningkatkan kapasitas komunikasi akademik internasional para pimpinan universitas.

Kepala Balai Bahasa UPI, Prof. Ika Lestari Damayanti, S.Pd., M.A., Ph.D., (Foto: DN/ KKIPP 2025)

“Pesertanya adalah para pimpinan di UPI. Tujuannya agar mereka lebih percaya diri ketika memberikan presentasi atau berinteraksi dengan tamu-tamu dari luar, terutama yang berskala internasional,” ujar Prof. Ika.

Ia menambahkan, meskipun Balai Bahasa UPI telah beberapa kali menyelenggarakan kegiatan dalam rangka International Language Day dan Bulan Bahasa, namun workshop public speaking khusus untuk para pemimpin akademik baru pertama kali diadakan tahun ini.

“Sebelumnya kami rutin menggelar seminar dan kegiatan kebahasaan. Tapi untuk workshop public speaking yang dikhususkan bagi para-academic leaders, baru sekarang. Kami merasa ini saat yang tepat karena kami mendapatkan dukungan dari RELO dan kehadiran fellow Magdalena Rojas Lynch yang bersedia membantu kami,” jelasnya.

Prof. Ika menilai bahwa kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui metode pelatihan yang aplikatif, para pimpinan diberikan contoh praktik langsung oleh pemateri, kemudian melakukan simulasi, dan memperoleh umpan balik secara personal.

“Respon peserta sangat baik. Dengan sistem workshop seperti ini, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung berlatih dan mendapat feedback dari pemateri. Saya yakin kegiatan ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri para peserta,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian besar peserta sudah memiliki dasar kemampuan bahasa Inggris yang baik. Namun melalui pelatihan ini, kemampuan komunikasi mereka akan semakin meningkat, khususnya dalam konteks interaksi akademik internasional.

“Sebenarnya mereka sudah punya dasar yang kuat dalam berbahasa Inggris, hanya perlu lebih percaya diri. Feedback dari native speaker tentu sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri itu,” tambah Prof. Ika.

Lebih lanjut, Prof. Ika mengungkapkan bahwa sesi public speaking ini direncanakan menjadi program reguler Balai Bahasa UPI karena banyak permohonan dari kalangan pimpinan dan pejabat di lingkungan UPI yang tertarik mengikuti kelas serupa secara berkala.

“Harapan saya, sesi public speaking ini akan menjadi program reguler Balai Bahasa. Sudah banyak pimpinan dan pejabat UPI yang menyampaikan keinginan untuk mengikuti kursus seperti ini. Jadi, kegiatan hari ini bisa menjadi awal untuk membuka kelas public speaking di UPI,” katanya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UPI memperkuat kapasitas komunikasi global civitas akademika, sekaligus mendukung Program “Kampus Berdampak” yang menekankan peningkatan kompetensi dan kesiapan universitas menghadapi tantangan internasionalisasi pendidikan tinggi.

Melalui workshop public speaking ini, UPI melalui Balai Bahasa menegaskan perannya sebagai universitas pelopor yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global. Kemampuan komunikasi efektif dan berkelas dunia menjadi modal penting dalam membangun jejaring internasional dan memperluas kolaborasi lintas negara.

“Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa bahasa bukan sekadar kata, tetapi kekuatan yang mampu menyatukan dunia,” tutup Prof. Ika. Rk (10/25)

Merayakan Keberagaman Bahasa Dunia, Balai Bahasa UPI Gelar Linguasphere 2025

27 Oct 2025 • Humas UPI
(Foto: DN/ KKIPP 2025)

Bandung, UPI— Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan International Language Day, Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menggelar kegiatan tahunan Linguasphere 2025 dengan tema “Merayakan Keberagaman Bahasa Dunia”, Senin (27/10). Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu pelataran Balai Bahasa UPI serta Auditorium Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan Linguasphere 2025 ini merupakan kali kedua pelaksanaan dan menjadi wujud komitmen UPI dalam memperkuat literasi bahasa, memperluas jejaring kebahasaan, serta memperkokoh posisi universitas sebagai pusat pengembangan bahasa dan budaya di tingkat nasional maupun internasional.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor UPI Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa sebagai fondasi kemajuan bangsa.

“Bulan Bahasa ini menjadi momentum bagi kita untuk merayakan keberagaman dan memperkuat jati diri bangsa”

Lebih lanjut Prof. Tri Indri berpesan kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir agar menguatkan kemampuan berbahasa sebagai bagian dari upaya mememperkuat posisi bangsa di tingkat global.

“Jika negara ingin maju, kuasailah bahasa—karena dengan bahasa, kita bisa menguasai dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa UPI, Prof. Ika Lestari Damayanti, S.Pd., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa Linguasphere tahun ini menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis UPI dan sarana memperkenalkan berbagai program serta layanan penguatan kompetensi bahasa bagi civitas akademika dan masyarakat luas.

“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga jendela dunia. Melalui Linguasphere, kami ingin menunjukkan bahwa bahasa dapat menjadi jembatan antarbudaya yang mempererat hubungan antarmanusia,” ungkap Prof. Ika.

Kegiatan Linguasphere 2025 diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa, tenaga pendidik, sekolah mitra, dan masyarakat umum. Beragam agenda diselenggarakan, antara lain workshop, talk show, lomba kreatif, storytelling, dan dimeriahkan oleh ragam kuliner internasional yang menampilkan aneka kuliner khas dari berbagai negara, memperkuat semangat lintas budaya yang menjadi jiwa kegiatan ini.

Melalui Linguasphere 2025, UPI melalui Balai Bahasa menegaskan perannya sebagai universitas pelopor dalam pengembangan bahasa dan pendidikan multikultural. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pelajar untuk berbagi gagasan tentang pentingnya pelestarian serta pemanfaatan bahasa sebagai sarana pembangunan manusia.

Selain mendukung Program “Kampus Berdampak” UPI, kegiatan ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4: Pendidikan Berkualitas) dan SDG 10: Mengurangi Kesenjangan, khususnya dalam mendorong akses setara terhadap pembelajaran bahasa dan kebudayaan lintas bangsa.

Kegiatan Linguasphere 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan UPI yang konsisten memperkuat jejaring kebahasaan dan membuka ruang dialog lintas budaya.

“Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa bahasa bukan sekadar kata, tetapi kekuatan yang mampu menyatukan dunia,” pungkas Prof. Ika Lestari.

Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, UPI terus berkomitmen menjadi universitas pelopor dalam pendidikan, riset, dan pengembangan bahasa yang berdaya saing global, sekaligus menjadikan bahasa sebagai sarana membangun perdamaian dan peradaban. Rk (10/25)

Pencarian