English
Indonesia

UPI Sukses Menjadi Tuan Rumah Penutupan PKP 2 PKM 2025

26 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, 26 Oktober 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menjadi tuan rumah kegiatan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP 2 PKM) Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kegiatan berlangsung pada 17–26 Oktober 2025 dan ditutup secara resmi pada Minggu (26/10) di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI, Bandung.

Dalam laporan Ketua Panitia dari Belmawa, Bapak Jobih, S.A.P., disampaikan apresiasi kepada UPI atas dukungan penuh dan kesiapan yang sangat baik selama penyelenggaraan kegiatan.

“Alhamdulillah semua host dan co-host dalam keadaan sehat. UPI menyiapkan 48 dosen muda sebagai cadangan, menunjukkan kesiapan luar biasa dari tuan rumah,” ujar Jobih.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi serta mengingatkan bahwa PKP 2 PKM merupakan bagian dari rangkaian panjang pembinaan kreativitas mahasiswa yang akan berlanjut ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada November mendatang.

Sambutan Rektor UPI yang diwakilkan oleh Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, menegaskan bahwa PKM memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter dan daya saing mahasiswa.

“PKM merupakan wahana strategis pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa. Tahun ini lebih dari 1.500 proposal didanai dan seluruh tim telah mempresentasikan kemajuannya. UPI berkomitmen terus memperkuat pembinaan kreativitas mahasiswa agar menjadi insan yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter,” ujar Prof. Yudi.

Penutupan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada UPI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pendidikan Indonesia atas dukungan luar biasa. UPI menyediakan infrastruktur dan sumber daya yang sangat baik, serta menunjukkan dedikasi dan profesionalisme sebagai tuan rumah PKP 2 PKM 2025,” ungkapnya.

Dr. Beny menambahkan bahwa penghargaan PKM diberikan tidak hanya kepada mahasiswa, tetapi juga kepada perguruan tinggi dan dosen pendamping yang konsisten dalam pembinaan kreativitas mahasiswa di Indonesia.

Dalam sesi wawancara penutupan, Prof. Yudi menyampaikan bahwa kepercayaan Belmawa kepada UPI memberikan kesempatan besar bagi sivitas akademika untuk belajar dan berkontribusi.

“Melalui peran sebagai tuan rumah, UPI tidak hanya memfasilitasi kegiatan nasional, tetapi juga menumbuhkan semangat baru bagi mahasiswa dan dosen dalam membangun budaya inovatif di kampus,” ujarnya. UPI juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, tim Belmawa, host dan co-host, serta pihak-pihak terkait atas kolaborasi yang solid sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. (CS)

Rektor UPI dan TSUE Mewisuda Lulusan Program Double Degree di Uzbekistan

26 Oct 2025 • Humas UPI

Uzbekistan, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A, bersama dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E. Ak., MBA, Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis  Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA serta Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, dan Umum, Dr. Toni Heryana, S.Pd., MM menghadiri upacara wisuda program double degree yang digelar Tashkent State University of Economics di Uzbekistan.

Pada wisuda gelombang III Tahun 2025, FPEB UPI dan Tashkent State University of Economics telah meluluskan wisudawan pada program double degree ini sebanyak 76 lulusan yaitu Program Studi Manajemen sebanyak 36 lulusan, Program Studi Akuntansi sebanyak 26 lulusan serta Program Studi Pendidikan Ekonomi sebanyak 14 lulusan.  Secara keseluruhan sejak Tahun 2022, FPEB UPI dan Tashkent State University of Economics telah meluluskan wisudawan pada program double degree ini sebanyak 102 lulusan. 

Atas keberhasilanya pada penyelenggaraan program internasional ini, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.Amemberikan apresiasi dan penghargaan kepada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis untuk kategori jumlah mahasiswa asing terbanyak pada Dies Natalis ke-71 Universitas Pendidikan Indonesia.

Dekan FPEB UPI, Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA menjelaskan bahwa Program Double Degree FPEB UPI dan Tashkent State University of Economics diselenggarakan pada jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) pada bidang Akuntansi, Manajemen serta dalam bidang Pendidikan Ekonomi yang berlaku pada 5 tahun sebelumnya serta berlaku selama 5 tahun mendatang terhitung sejak Tahun 2025 sampai dengan Tahun 2029.

Selain wisuda, para pimpinan Universitas Pendidikan Indonesia mengikuti agenda International Forum “Tren Ekonomi Global dan Nasional: Strategi Uzbekistan 2030” yang mencakup konferensi ilmiah, lokakarya, dan pameran, dengan tujuan menciptakan platform bagi para ahli internasional dan nasional untuk bertukar pengalaman ilmiah dan praktis di bidang sosial ekonomi.

Program Double Degree Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia dengan Tashkent State University of Economics di Uzbekistan merupakan bentuk kemitraan global antara Indonesia dengan Uzbekistan dalam mewujudkan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4 Pendidikan Berkualitas dengan terget semua peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan, termasuk antara lain, melalui pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Program kerjasama dilakukan sebagai implementasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), Goal 16 terkait Perdamaian, Keadilan, Dan Kelembagaan Yang Tangguh melalui Masyarakat Yang Damai dan Inklusi dan Menyediakan Akses Terhadap Keadilan Bagi Semua. Program dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan partisipasi negara berkembang di dalam lembaga tata kelola global serta memperkuat lembaga-lembaga nasional yang relevan, termasuk melalui kerjasama internasional, untuk membangun kapasitas di semua tingkatan, khususnya di negara berkembang.

Program juga dilakukan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 17 terkait dengan Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan Melalui Menguatkan Perangkat Implementasi Dan Merevitalisasi Kemitraan Global Untuk Pembangunan Yang Berkelanjutan.Program dilakukan untuk mendukung upaya meningkatkan kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan, dilengkapi dengan kemitraan berbagai pemangku kepentingan yang memobilisasi dan membagi pengetahuan, keahlian, teknologi dan sumber daya keuangan, untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di semua negara, khususnya di negara berkembang. (DN)

Rektor UPI Menjadi Pembicara Kunci 4th International Forum “Global and National Economic Trends: Uzbekistan – 2030

26 Oct 2025 • Humas UPI

Uzbekistan, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A,bersama dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E. Ak., MBA, serta Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis  Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA menjadi pembicara kunci dalam kegiatan 4th International Forum “Global And National Economic Trends: Uzbekistan – 2030 di Tashkent State University of Economics.

Kegiatan diselenggarakan Tashkent State University of Economics pada tanggal 23–24 Oktober 2025, dengan mengambil tema “Tren Ekonomi Global dan Nasional: Strategi Uzbekistan 2030” . Forum internasional ini mencakup konferensi ilmiah-praktis, lokakarya, dan pameran, dengan tujuan menciptakan platform bagi para ahli internasional dan nasional untuk bertukar pengalaman ilmiah dan praktis di bidang sosial ekonomi.

Pada pembukaan International Forum ini, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A menyampaikan pandanganya tentang peran pendidikan dalam menjamin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sedangkan pada sesi konferensi, membahas terkait dengan Model Pembentukan Modal Manusia untuk 2030: Peran Pendidikan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.

Secara rinci, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A mengungkapkan terkait dengan perkembangan pembelajaran dan pemulihan yang tidak merata pasca pandemi, transisi hijau yang mengubah bentuk pekerjaan dan kompetensi. Kemudian terkait dengan digitalisasi dan kecerdasan buatan yang mengubah permintaan keterampilan di berbagai sektor, serta geopolitik, rantai pasokan, dan migrasi yang memengaruhi aliran talenta.

Forum Internasional ini dibagi menjadi tiga konferensi yaitu konferensi pertama terkait dengan arah untuk menjamin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam konteks transisi ke ekonomi hijau yang membahas ekonomi dunia, kestabilan makroekonomi, kesejahteraan sosial, angka pengangguran, isu gender, sumber daya manusia, Industri 4.0, pengembangan agrikultur serta kesetaraan sosial.

Pada konferensi kedua terkait sistem perbankan dan keuangan serta arah pengembangan sektor swasta yang membahas dari keuangan dan akuntansi, pendapatan dan ketidakadilan pendapatan, lembaga keuangan, pengeluaran rumah tangga, sistem pajak serta pinjaman dan NPL. Selanjutnya konferensi ketiga tentang machine learning dan kecerdasan buatan: pendekatan baru dalam analisis ekonometrik yang membahas tentang ekonomi digital, ekonomi hijau, ekonomi lingkungan, sumber energi alternatif, kecerdasan buatan, bisnis internasional & pariwisata internasional serta inovasi dalam pendidikan tinggi.

Kehadiran Universitas Pendidikan Indonesia pada forum Internasional ini merupakan wujud inisiatif terhadap implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4 Pendidikan Berkualitas dengan terget semua peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan, termasuk antara lain, melalui pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Pembahasan terkait dengan tema pendidikan dan ekonomi berkelanjutan sebagai ide dan gagasan kreatif mendukung SDGs goal 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan menggalakkan kebijakan pembangunan yang mendukung kegiatan produktif, penciptaan lapangan kerja layak, kewirausahaan, kreativitas dan inovasi, dan mendorong formalisasi dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk melalui akses terhadap jasa keuangan. (DN)

UPI dan PPSPI Dorong Inovasi dan Regulasi Media Pembelajaran Nasional

25 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI— Direktorat Sistem Teknologi Informasi dan Pusat Data (DSTIPD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Perkumpulan Pengusaha Sarana Pendidikan Indonesia (PPSPI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Urgensi Media Pembelajaran dalam Konteks Kebijakan Nasional” di Ruang Rapat Gedung Pusat Pendidikan Guru (PPG) UPI, Bandung, Sabtu (25/10).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri dalam mendorong inovasi serta kebijakan nasional yang mendukung pengembangan media pembelajaran yang relevan dan berkelanjutan.

FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., yang menegaskan komitmen UPI dalam mengembangkan media pembelajaran melalui kolaborasi lintas sektor.

“UPI berkomitmen mendukung pengembangan media pembelajaran bersama pemerintah, instansi pendidikan, dan pelaku usaha sarana pendidikan. Hal ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin keempat tentang penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ujar Prof. Tri Indri.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret sebagai masukan strategis bagi pemerintah dalam pengembangan media pembelajaran nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur DSTIPD UPI, Dr. Cepi Riyana, M.Pd., menyoroti arah kebijakan pemerintah yang selama ini lebih berfokus pada pengembangan media digital.

“Pemerintah saat ini berfokus pada pengembangan media digital untuk meningkatkan mutu pembelajaran, namun akan lebih baik jika diselaraskan dengan pengembangan media non-digital,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa media pembelajaran non-digital tetap memiliki peran penting, terutama dalam menjaga konteks pedagogis dan menjangkau daerah dengan keterbatasan infrastruktur teknologi.

“FGD ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan untuk menyeimbangkan transformasi teknologi dengan nilai-nilai dasar pedagogi,” tambahnya.

Diskusi juga membahas sejumlah isu strategis, seperti kesenjangan regulasi, kurangnya dukungan pemerintah, dan belum adanya payung hukum nasional yang mengatur standar, kurasi, serta distribusi media pembelajaran. Peserta juga menyoroti rendahnya hasil Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang menunjukkan masih lemahnya kemampuan literasi membaca, matematika, dan sains.

Perwakilan PPSPI, Tina Rosdiana, menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif.

“Dengan FGD ini, kita membangun gerakan perubahan dan memastikan anak-anak Indonesia memperoleh pendidikan dan masa depan yang cerah, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

FGD dihadiri oleh perwakilan dari HIPKIN, APSTPI, APTPI, serta para guru dari berbagai jenjang pendidikan. Para peserta berbagi praktik baik (best practices) dalam penggunaan media pembelajaran dan memberikan masukan bagi penyusunan kebijakan nasional yang lebih proporsional.

Berbagai riset dan teori pendidikan menunjukkan bahwa media pembelajaran memiliki dampak signifikan terhadap hasil belajar siswa, mulai dari peningkatan motivasi, kinerja, hingga kemampuan berpikir kritis dan sikap positif. Namun, masih terdapat disparitas kualitas dan kuantitas media pembelajaran antarwilayah, terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ketimpangan ini diperburuk oleh minimnya kebijakan pemerintah terhadap penyediaan media pembelajaran yang seimbang.

Selama ini, fokus kebijakan lebih diarahkan pada pengadaan media digital, padahal media non-digital dan hybrid juga berperan penting dalam mengembangkan aspek kognitif, motorik, emosional, dan sosial peserta didik. Dalam konteks kebijakan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), media pembelajaran memiliki peran strategis dalam menciptakan proses belajar yang menyadarkan (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).

Sebagai tindak lanjut, FGD menghasilkan dua kesepakatan utama:

  1. Mendukung perumusan payung regulasi nasional tentang standar, kurasi, dan pengadaan media pembelajaran dengan memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah melalui hasil FGD dalam rekomendasi tertulis;
  2. Mendorong inovasi media pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan modern learners berbasis digital, hybrid, dan non-digital sesuai karakteristik peserta didik di setiap jenjang yang menjamin keselarasan media dengan kurikulum dan prinsip pedagogis.

Melalui penyelenggaraan FGD ini, UPI menegaskan perannya sebagai universitas pelopor transformasi pendidikan nasional yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam bidang Pendidikan Berkualitas serta mendukung Kemitraan untuk Tujuan dan Inovasi, juga Infrastruktur Pendidikan. Dengan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, UPI berkomitmen menjadi pusat pengembangan kebijakan dan teknologi pendidikan yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran serta memperkuat misi nasional menuju Indonesia Emas 2045. RK (25/10)

BANGUN SEMANGAT INOVASI: MUSEUM PENDIDIKAN NASIONAL RAMAIKAN INNOVATION EXPO UPI 2025

25 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Musem Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut berpartisipasi dalam Innovation Expo UPI 2025, sebuah ajang yang menampilkan karya, riset, dan inovasi unggulan dari berbagai fakultas, dan unit kerja di lingkungan UPI. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park di Gedung Achmad Sanusi UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Selasa (21/10). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wadah bagi sivitas akademika UPI untuk menampilkan hasil keativitas serta kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dan teknologi.

Pada kegiatan ini, Museum Pendidikan Nasional menampilkan koleksi digital museum berupa Trigger Marker Book D.W. Berretty (Pendiri Villa Isola), dan Bupati Pribumi Zaman Kolonial (R.A.A. Martanagara dan P.A.A. Soeria Atmadja) karya Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. dan tim. Koleksi lainnya adalah Replika Benda-Benda Sejarah yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah karya Prof. Dr. H. Didin Saripudin, M.Si. dan Batik khas UPI karya Prof. Dr. Isma Widiaty, M.Pd. melalui partisipasi ini, museum ingin menunjukkan bahwa lembaga museum dapat menjadi bagian penting dalam mendorong tranformasi pendidikan yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kepala Museum Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menyampaikan bahwa keterlibatan museum dalam Innovation Expo merupakan bentuk dukungan terhadap visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul dalam inovasi pendidikan.

“Museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang dinamis dan inspiratif. Kami berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui inovasi dan teknologi,” ujarnya.

Disamping dua koleksi digital tersebut, tim riset Museum dibawah pimpinan Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. juga menghasilkan produk digital lain seperti Kisah Bupati Galuh (Ciamis) R.A.A. Kusumadiningrat dan Bupati Sukapura (Tasikmalaya) R.A.A. Wiratanuningrat.

Produk digital tersebut merupakan prototipe yang menjadi output  riset dengan pembiayaan BIMA (DPPM) UPI. Sementara produk seri digital D.W. Berretty adalah produk dari skim Unggulan UPI (LPPM), dan Skim Hilirisasi (DIPUU/DIHS).

Melalui keikutsertaan dalam expo ini, Museum Pendidikan Nasional berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak serta menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan museum sebagai sumber pembelajaran dan inovasi.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkulitias, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan.

Kehadiran museum dalam Innovation Expo UPI 2025 menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai sejarah dan pendidikan dapat berpadu dengan semangat inovasi untuk membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global. (DN)

Pencarian