Bandung, UPI

Musem Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut berpartisipasi dalam Innovation Expo UPI 2025, sebuah ajang yang menampilkan karya, riset, dan inovasi unggulan dari berbagai fakultas, dan unit kerja di lingkungan UPI. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park di Gedung Achmad Sanusi UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Selasa (21/10). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wadah bagi sivitas akademika UPI untuk menampilkan hasil keativitas serta kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dan teknologi.

Pada kegiatan ini, Museum Pendidikan Nasional menampilkan koleksi digital museum berupa Trigger Marker Book D.W. Berretty (Pendiri Villa Isola), dan Bupati Pribumi Zaman Kolonial (R.A.A. Martanagara dan P.A.A. Soeria Atmadja) karya Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. dan tim. Koleksi lainnya adalah Replika Benda-Benda Sejarah yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah karya Prof. Dr. H. Didin Saripudin, M.Si. dan Batik khas UPI karya Prof. Dr. Isma Widiaty, M.Pd. melalui partisipasi ini, museum ingin menunjukkan bahwa lembaga museum dapat menjadi bagian penting dalam mendorong tranformasi pendidikan yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kepala Museum Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menyampaikan bahwa keterlibatan museum dalam Innovation Expo merupakan bentuk dukungan terhadap visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul dalam inovasi pendidikan.

“Museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang dinamis dan inspiratif. Kami berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui inovasi dan teknologi,” ujarnya.

Disamping dua koleksi digital tersebut, tim riset Museum dibawah pimpinan Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. juga menghasilkan produk digital lain seperti Kisah Bupati Galuh (Ciamis) R.A.A. Kusumadiningrat dan Bupati Sukapura (Tasikmalaya) R.A.A. Wiratanuningrat.

Produk digital tersebut merupakan prototipe yang menjadi output  riset dengan pembiayaan BIMA (DPPM) UPI. Sementara produk seri digital D.W. Berretty adalah produk dari skim Unggulan UPI (LPPM), dan Skim Hilirisasi (DIPUU/DIHS).

Melalui keikutsertaan dalam expo ini, Museum Pendidikan Nasional berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak serta menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan museum sebagai sumber pembelajaran dan inovasi.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkulitias, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan.

Kehadiran museum dalam Innovation Expo UPI 2025 menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai sejarah dan pendidikan dapat berpadu dengan semangat inovasi untuk membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global. (DN)