English
Indonesia

Kemendikdasmen Buka Seleksi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025

23 Oct 2025 • Humas UPI

Jakarta, Oktober 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) resmi membuka Seleksi PPG Calon Guru Tahun 2025. Program ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang memiliki minat dan komitmen untuk menjadi guru profesional di berbagai bidang studi.

Pendaftaran seleksi dibuka mulai 14 Oktober hingga 6 November 2025 secara daring melalui laman resmi https://ppg.kemendikdasmen.go.id/. Seleksi meliputi tahapan administrasi, tes substantif, dan wawancara, yang akan menentukan peserta terbaik untuk mengikuti program PPG di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mitra Kemendikdasmen di seluruh Indonesia.

Program PPG 2025 dibuka untuk dua kelompok bidang studi, yakni Bidang Studi Umum seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Bimbingan Konseling, serta Bidang Studi Kejuruan seperti Teknik Otomotif, Desain Komunikasi Visual, dan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim. Seluruh biaya pendidikan peserta ditanggung oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Program ini juga sejalan dengan inisiatif strategis “Kampus Berdampak” yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Melalui PPG, pemerintah memperluas akses pendidikan profesi bagi lulusan S1 dan D4, sekaligus memperkuat sistem pembinaan dan sertifikasi guru secara berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4: Pendidikan Berkualitas) dengan memastikan setiap calon guru mendapatkan pelatihan dan pendampingan profesional untuk memberikan pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berbasis kompetensi di sekolah-sekolah Indonesia.

Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan profesi di LPTK yang ditetapkan Kemendikdasmen mulai Februari 2026, setelah menjalani masa matrikulasi dan orientasi. Informasi lengkap, termasuk jadwal seleksi dan daftar linieritas program studi, dapat diakses melalui laman resmi ppg.kemdikdasmen.go.id.

Melalui penyelenggaraan PPG 2025, Kemendikdasmen menegaskan komitmen pemerintah untuk mencetak generasi guru Indonesia yang unggul, profesional, dan siap menjawab tantangan pendidikan masa depan.

Untuk informasi alur pendaftaran Seleksi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025, silakan untuk mengunjungi tautan berikut, https://humas.upi.edu/kementerian-pendidikan-buka-seleksi-ppg-calon-guru-tahun-2025/ RK (23/10)

Mahasiswa UPI Terpilih Hadiri Peluncuran Beasiswa Atlet Berprestasi 2025

23 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, 23 Oktober 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapat kehormatan menghadiri acara “Peluncuran Beasiswa Atlet Berprestasi Tahun 2025” yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) di Auditorium Gedung D, Senayan, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualifikasi akademik atlet muda serta memberikan dukungan terhadap kontribusi mereka bagi dunia olahraga nasional dan internasional.

Dalam surat resmi bernomor 1330/F2/LP.01.02/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Kemdiktisaintek mengundang empat perguruan tinggi besar, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Akademi Olahraga Prestasi Nasional.

Dari UPI, tercatat tujuh mahasiswa akan mewakili kampus dalam kegiatan tersebut, yaitu:

  1. Muh Naufal Ammar (Pendidikan Kepelatihan Olahraga)
  2. Muhammad Grari Primandanu (Pendidikan Kepelatihan Olahraga)
  3. Azmi Auliantina Zahra (Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani)
  4. Adilla Khairiyyah Ramdani (Pendidikan Kepelatihan Olahraga)
  5. Muhammad Rifaa Ramadhan (Ilmu Keolahragaan)
  6. Oktavia Ramadani (Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani)
  7. Andiena Amelia (Ilmu Keolahragaan)

Salah satu mahasiswa UPI, Muh Naufal Ammar, juga tercatat sebagai penerima simbolis Beasiswa Atlet Berprestasi 2025 berkat prestasinya di cabang olahraga dayung (canoeing) dengan raihan medali emas dan perak di kejuaraan tingkat nasional.

Peluncuran beasiswa ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga 15.30 WIB dengan rangkaian acara yang melibatkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Kantor Staf Presiden.

Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak atlet muda yang dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa meninggalkan prestasi olahraga. UPI sebagai salah satu universitas dengan tradisi kuat di bidang pendidikan jasmani dan olahraga kembali menunjukkan perannya dalam membina mahasiswa berprestasi yang unggul di bidang akademik dan non-akademik. (CS)

DKV UPI Jadi Tuan Rumah Rakornas ASPRODI DKV 2025: Menyatukan Arah Pendidikan Desain Nasional

22 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia (DKV FPSD UPI) sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (ASPRODI DKV Indonesia) tahun 2025. Senin (20/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan program studi DKV dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebagai wadah koordinasi dan penyelarasan arah pendidikan desain nasional, dari sebanyak 101 institusi (member)  ASPRODI DKV  Indonesia tergabung dalam kegiatan ini. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Lt. 06.

Kegiatan RAKORNAS dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA. Bahwa kegiatan ini penting dilakukan mengigat banyaknya institusi di Indonesia yang memiliki program Studi Desain Komunikasi Visual.  Terutama dalam menjaga mutu Pendidikan desain di Indonesia.

Sambutan tuan rumah Dr. Arief Johari, S.ST. M.Ds, Rakornas merupakan momen Nasional dan sebuah kehormatan bagi DKV-UPI bisa menyelenggarakan RAKORNAS DKV Indonesia 2025.

Dalam sambutannya, Dr. Intan R. Mutiaz, M.Ds. menekankan lima arah pengembangan strategis bagi pendidikan DKV di Indonesia, yaitu penguatan lintas disiplin, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan, peneguhan budaya mutu sebagai dasar profesionalisme dan pengendalian mutu akademik, penerapan Outcome Based Education (OBE) sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik, industri, dan portofolio mahasiswa, serta perhatian terhadap pertumbuhan wilayah dan konteks lokal. Ia menegaskan bahwa peran ketua program studi kini tidak sekadar mengelola, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mendorong pendidikan desain agar tetap unggul, relevan, dan berdampak di tengah perubahan zaman.

Selain membahas arah pengembangan DKV, kegiatan Rakornas juga menghadirkan sesi penjelasan mengenai Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang disampaikan oleh Dr. I Nyoman Larry Julianto, M.Ds. dari Direktorat Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Melalui pemaparannya, Dr. Larry menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi agar lebih berdampak dan selaras dengan perkembangan sistem penjaminan mutu internasional.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi tiga agenda nasional, yaitu Lomba HONOR, Pinasthika, dan KMDGI. Tahun ini, DKV Universitas Pendidikan Indonesia ditetapkan sebagai tuan rumah KMDGI, atau Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia, forum nasional dua tahunan bagi mahasiswa desain grafis dan DKV se-Indonesia. KMDGI menjadi wadah untuk menampilkan karya, bertukar ide, memperluas jejaring, dan mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang desain komunikasi visual.

Sebagai acara puncak, Rakornas ASPRODI DKV 2025 menyelenggarakan pemilihan Ketua ASPRODI DKV periode 2025–2030. Berdasarkan hasil pemungutan suara, Dr. Intan Rizky Mutiaz, M.Ds., terpilih kembali sebagai ketua. Kandidat lainnya, Dr. Sn. Yusup Sigit Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech., Pemilihan ini menjadi bagian dari proses demokratis organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan.

Rakornas 2025 berhasil menyatukan perwakilan program studi DKV seluruh Indonesia untuk membahas arah pengembangan pendidikan desain, menyosialisasikan agenda nasional, dan memilih Ketua ASPRODI DKV periode 2025–2030. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keilmuan desain, memperluas jejaring, serta mendorong kompetensi mahasiswa di bidang desain komunikasi visual. (Kontributor: Cindy Subang Larang)

UPI dan Dinas Pendidikan Jabar Perkuat Sinergi untuk Masa Depan Guru Bahasa Sunda

22 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melakukan audiensi strategis dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Dr. Rajiman No. 6, Bandung. Senin, (20/10). Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperjuangkan masa depan guru Bahasa Sunda di tengah dinamika kebijakan pendidikan daerah, khususnya terkait pembukaan formasi guru, pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG), penetapan kurikulum, dan penguatan kompetensi profesional.

Dalam forum tersebut, terungkap data penting bahwa kebutuhan guru Bahasa Sunda menempati urutan ketiga dari 81 mata pelajaran dalam sistem Ruang Talenta Guru (RTG) Kemdikdasmen, dengan total kebutuhan mencapai 1.080 posisi guru. Angka ini menunjukkan betapa besar peluang sekaligus tantangan bagi upaya penguatan profesi guru Bahasa Sunda di Jawa Barat. Audiensi ini pun tidak hanya menjadi ajang silaturahmi kelembagaan, tetapi juga menjadi wadah strategis bagi UPI untuk menyampaikan isu-isu penting sekaligus memperoleh tanggapan langsung dari Dinas Pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga—baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota—agar pengembangan pembelajaran Bahasa Sunda berjalan secara berkelanjutan dan terarah.

Bahasa Ibu sebagai Fondasi Pendidikan Berkualitas

Dalam arahannya, Dr. Firman Oktora, S.Si., M.Pd., M.Kom., Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, menegaskan pentingnya konsep “apal ka basana”, yaitu kemampuan memahami dan menguasai bahasa ibu sebagai bagian dari jati diri masyarakat Sunda.
“Pembelajaran Bahasa Sunda merupakan muatan lokal prioritas yang kedudukannya setara dengan mata pelajaran inti lainnya,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan Gubernur Jawa Barat menekankan sistem pendidikan berbasis nilai-nilai Gapura Panca Waluya, yang mencakup lima prinsip utama: cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Karena itu, implementasi pembelajaran Bahasa Sunda harus dirancang secara komprehensif—menyentuh dua aspek utama, yakni ketersediaan guru yang berkualitas dan kurikulum yang relevan dengan karakter peserta didik.

Empat Isu Krusial dalam Penguatan Guru Bahasa Sunda

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda, Dr. Haris Santosa Nugraha, M.Pd., mengemukakan empat isu utama yang menjadi fokus pembahasan audiensi. Pertama, UPI mendorong pembukaan formasi resmi bagi guru Bahasa Sunda dalam rekrutmen CPNS dan PPPK, mengingat kebutuhan guru Bahasa Sunda yang sangat tinggi di berbagai wilayah Jawa Barat. Kedua, terkait inklusi Bahasa Sunda dalam Program PPG, Dr. Haris menyoroti belum tercantumnya Bahasa Sunda dalam daftar mata pelajaran seleksi PPG Calon Guru Tahun 2025, sehingga calon guru Bahasa Sunda belum memiliki kesempatan mengikuti pelatihan profesi sesuai bidang keahliannya.

Selanjutnya, UPI mengusulkan agar Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Sunda segera disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dengan adanya pengesahan ini, guru akan memiliki pedoman kurikulum yang jelas, terukur, dan selaras dengan kebijakan pendidikan nasional serta kearifan lokal. Isu terakhir yang disoroti adalah penguatan kompetensi profesional guru Bahasa Sunda, yang dinilai perlu dikembangkan melalui kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan Dinas Pendidikan, antara lain dalam bentuk pelatihan, pendampingan, serta kesempatan studi lanjut yang mendukung peningkatan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik.

Langkah Strategis dari Dinas Pendidikan Jawa Barat

Menanggapi berbagai isu tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyampaikan komitmen nyata dalam memperkuat keberadaan dan profesionalisme guru Bahasa Sunda. Tiga langkah strategis yang ditempuh: pertama, pemekaran jabatan guru Bahasa Sunda dengan memisahkan jabatan guru Seni Budaya dan Bahasa Sunda dalam sistem Ruang Talenta Guru (RTG) agar jalur rekrutmen lebih fokus dan terarah. Kedua, pemetaan dan redistribusi guru Bahasa Sunda, yaitu mendistribusikan guru dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang kekurangan, untuk pemerataan kualitas pembelajaran di seluruh Jawa Barat. Ketiga, mengusulkan formasi khusus guru Bahasa Sunda dalam rekrutmen ASN dan PPPK mendatang, dengan menyesuaikan data kebutuhan faktual sebagai dasar perencanaan formasi.

Percepatan Inklusi PPG dan Pengesahan Kurikulum

Terkait belum tercantumnya mata pelajaran Bahasa Sunda dalam edaran seleksi PPG Calon Guru Tahun 2025, yang rumornya disebabkan oleh belum adanya usulan kebutuhan guru dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengajukan usulan kebutuhan formasi guru Bahasa Sunda kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN). Langkah ini diharapkan membuka kembali peluang bagi calon guru Bahasa Sunda untuk mengikuti seleksi PPG pada periode berikutnya, sehingga ketersediaan guru profesional di bidang Bahasa Sunda dapat terus terjamin.

Sementara itu, penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Sunda dilaporkan telah melewati tahap telaah hukum dan kini menunggu proses penandatanganan digital melalui tanda tangan elektronik (TTE) oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan dalam dua pekan ke depan. Dengan pengesahan ini, para guru Bahasa Sunda akan memiliki panduan pembelajaran yang lebih terarah dan selaras dengan kebijakan kurikulum terbaru, sehingga implementasinya dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan di seluruh satuan pendidikan.

Kolaborasi dan Arah ke Depan

Dinas Pendidikan juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan UPI dalam pengembangan profesionalisme guru Bahasa Sunda. Rencana kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan pelatihan, kuliah umum, dan forum akademik yang melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, MGMP Bahasa Sunda, serta para guru bahsa Sunda dari berbagai daerah. Selain itu, Dinas juga mendorong para guru untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda FPBS UPI, sebagai upaya meningkatkan kapasitas akademik dan profesional tenaga pendidik di bidang bahasa daerah.

Bahasa Sunda, SDGs, dan Masa Depan Pendidikan

Audiensi ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian bahasa dan budaya Sunda di era globalisasi. Inisiatif tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat pendidikan menjadi bukti nyata komitmen terhadap pendidikan yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Melalui sinergi antara UPI dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, diharapkan terbuka jalan baru bagi penguatan profesi guru Bahasa Sunda, penjagaan bahasa ibu sebagai identitas budaya, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan. Bahasa Sunda bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan cerminan nilai, karakter, dan kebijaksanaan lokal yang harus terus hidup dan berkembang di tengah arus perubahan zaman. (Kontributor: Sinta)

Rektor UPI: Produk Inovasi Unggulan Karya Peneliti UPI Cerminkan Ekosistem Inovasi UPI

22 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Sciense Techno Park (DIHSTP) sukses menggelar UPI INNOVATION EXPO & SEMINAR 2025. Pameran Inovasi UPI menampilkan 50+ produk inovasi unggulan karya dosen, mahasiswa, dan pusat inovasi di lingkungan UPI. Seluruh karya tersebut terbagi dalam 7 kategori utama yang terdiri atas Aplikasi & Sistem Digital; Energi Terbarukan & Lingkungan; Perangkat / Alat Pembelajaran & Teknologi Terapan; Produk Kreatif & Desain; Produk Pangan & Suplemen Kesehatan; Rekayasa Bangunan & Material; dan Sosial, Seni, dan Inovasi Umum. Semua karya ini mencerminkan ekosistem inovasi UPI yang semakin matang. Kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., dalam sebuah kesempatan wawancara di sela-sela kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI Bumi Siliwangi, Jalan Dr. Setiabudi No. 229, pada Selasa (21/10/2025).

Prof. Didi Sukyadi menegaskan bahwa tugas Perguruan Tinggi adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu kewajibannya adalah melakukan penelitian. Dikatakannya,”Penelitian hanya akan bermanfaat bagi masyarakat apabila dilakukan proses hilirisasi. Universitas Pendidikan Indonesia secara umum dikenal sebagai universitas pendidikan, padahal kita juga memiliki riset-riset yang berkaitan dengan non kependidikan, dengan demikian melalui pameran dan seminar inovasi UPI 2025 ini, Pimpinan Universitas mengajak para peneliti UPI yang memiliki riset dalam bentuk produk untuk memamerkan karya-karyanya supaya bisa dikenal oleh masyarakat dan oleh dunia industri.”

Apabila produk-produknya telah dikenal oleh masyarakat luas, ungkapnya, maka diharapkan ada investor yang tertarik untuk membantu proses hilirisasi produknya sehingga produk tersebut yang awalnya masih berupa prototype atau model bisa diproduksi masal dan bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat banyak.

Sebelumnya Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyebutkan bahwa Kemendiktisaintek bisa membantu mempertemukan para peneliti dengan bank-bank Himbara agar bisa memperoleh dukungan dari sektor keuangan, namun belum bisa melihat detail skemanya seperti apa, tetapi Pemerintah menargetkan bahwa dana tersebut bisa segera terserap untuk sektor riil.

“Seandainya para periset kami di perguruan tinggi ingin mengembangkan produknya dan membutuhkan sentuhan dari industri, maka sangat diperlukan jembatan untuk memfasilitasi, begitupun dengan bank-bank Himbara melalui perusahaannya masing-masing diharapkan turut membantu mempercepat proses hilirisasi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden agar kita bisa terus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain,” harapnya.

Semangat UPI dalam membangun budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan menjadikan ide-ide kreatif bukan hanya berhenti di laboratorium, tetapi bertransformasi menjadi karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat, industri, dan bangsa.

Kembali ditegaskan Prof. Didi Sukyadi,”Kita menegaskan komitmen Universitas Pendidikan Indonesia untuk mengubah ide-ide menjadi karya inovatif yang bermanfaat dan berdampak luas. Pameran dan seminar ini juga menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat.”

Kolaborasi ini merupakan kunci untuk mewujudkan visi hilirisasi riset yang berdampak, sejalan dengan arah kebijakan nasional penguatan inovasi dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Kita percaya bahwa inovasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang keberanian untuk bertindak, membangun jejaring, dan memberikan solusi bagi kebutuhan nyata masyarakat.  (dodiangga)

Pencarian