
Bandung, UPI
UPI Migrant Center memperkuat sinergi internasional dengan menggandeng lembaga perbankan asal Jepang, Joyo Bank, Ltd., dalam menyiapkan talenta global. Kolaborasi ini ditandai dengan rencana kunjungan besar delegasi pengusaha asal Ibaraki, Jepang, ke kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Mei mendatang.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Gedung Sekolah Pascasarjana Baru Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Senin (13/4). Pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Joyo Bank, Ltd., Toba Yoshitsugu, bersama General Manager Katsutoshi Nogami dan Isao Sakuma selaku Chief Representative. Mereka diterima langsung oleh tim UPI Migrant Center yang diwakili oleh Yana R. Sopian, Susi Widianti, dan Dadang Yunus Lutfiansyach.
Kunjungan yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026 tersebut akan melibatkan sedikitnya 40 direktur perusahaan dari wilayah Ibaraki. Agenda utama para pimpinan perusahaan tersebut adalah meninjau langsung proses pelatihan bahasa Jepang di UPI Migrant Center guna melihat kesiapan dan potensi calon tenaga kerja Indonesia.
“Inisiatif ini menjadi solusi atas tingginya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, sekaligus membuka peluang karier internasional bagi mahasiswa UPI,” ungkap perwakilan UPI Migrant Center dalam pertemuan tersebut.
Pihak Migrant Center menegaskan kesiapan penuh untuk menyambut delegasi pengusaha Negeri Sakura tersebut dan akan segera melakukan koordinasi teknis di lingkungan universitas.
Dalam kolaborasi ini, Joyo Bank berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan industri di Jepang dengan mahasiswa Indonesia. Skema kerja sama yang ditawarkan mencakup program komprehensif mulai dari rekrutmen, wawancara, magang (internship) selama 6 hingga 12 bulan, hingga penempatan kerja tetap setelah mahasiswa lulus.
Terdapat lima sektor utama yang dibuka dalam peluang kerja ini, yakni Food and Beverage (Kuliner), Perhotelan, Pengolahan Makanan, Teknologi Informasi (IT), dan Perawatan Lansia (Kaigo).
Saat ini, sejumlah mahasiswa UPI telah menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) vokasi bahasa Jepang di bawah naungan UPI Migrant Center. Penguasaan bahasa Jepang menjadi syarat mutlak dalam kerja sama ini. Tim pengajar menargetkan kemampuan dasar bahasa para peserta dapat tercapai pada awal tahun depan.
Jika target tersebut terpenuhi, UPI diproyeksikan mulai mengirimkan mahasiswanya untuk menjalani program internship di Ibaraki, Jepang, pada Februari tahun depan. Sebagai tindak lanjut, Joyo Bank akan segera mengirimkan rincian profil perusahaan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
Melalui kolaborasi strategis ini, UPI berharap dapat melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kompeten dan berdaya saing tinggi di pasar kerja global. (maxkeensopisan)

