Bandung, UPI

Dua tim mahasiswa dari UPI Kampus Cibiru berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam ajang Kompetisi Inovasi Bandung Bedas 2025, yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bandung. Kegiatan penganugerahan yang mengusung tema “From Vision to Action : Be The Next Innovator” ini dilaksanakan di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Bandung. Selasa, (4/11/2025).

Kompetisi ini menjadi wadah bagi para inovator muda untuk menyalurkan ide dan gagasan kreatif dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset, teknologi, dan kolaborasi. Dalam ajang bergengsi tersebut, dua tim dari UPI Kampus Cibiru sukses mengukir prestasi melalui karya inovatif yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Tim Cogniverse dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berhasil meraih Juara Pertama dengan inovasi berjudul “Mewujudkan Generasi Bandung Bedas Melalui Upaya Pencegahan Brain Rot Menggunakan Teknologi Inovatif Game-based Assessment.” Inovasi ini mengangkat isu fenomena brain rot atau penurunan daya pikir akibat konsumsi konten digital pasif. Melalui pendekatan berbasis permainan edukatif (game-based learning), Cogniverse mengembangkan sistem asesmen interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa, membangun kebiasaan belajar aktif, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis di kalangan pelajar.

Tim Cogniverse terdiri atas dua mahasiswa, yaitu Anisa Rohmah Hasanah (2209842) dan Indri Salsabila (2207530), dengan Triana Lestari, S.Psi., M.Pd. sebagai dosen pembimbing. Karya ini menunjukkan sinergi kuat antara bidang pendidikan dan teknologi dalam menghadirkan solusi cerdas untuk tantangan generasi digital saat ini.

Sementara itu, Tim Arjuna dari Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) berhasil meraih Juara Kedua dengan inovasi bertajuk “Aplikasi Rambu Petunjuk Bencana dan Edukasi Siaga Bencana Berbasis Game Interaktif untuk Anak.” Aplikasi ini dirancang untuk memperkenalkan konsep kesiapsiagaan bencana sejak usia dini melalui media pembelajaran berbasis permainan interaktif. Dengan visual yang menarik dan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak dapat mempelajari tanda-tanda bencana serta langkah penyelamatan diri secara aman dan efektif.

Tim Arjuna beranggotakan Andika Eka Kurnia (2306033), Asep Nadhirin (2308165), dan Maryam Silva Rahayu (2309227), dibawah bimbingan Raditya Muhammad, M.T. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung upaya edukasi kebencanaan di sekolah-sekolah dasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.

Keberhasilan dua tim UPI Cibiru dalam ajang ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat berjalan sinergis dalam mendorong lahirnya inovasi yang berdampak sosial. Melalui dukungan Bappelitbangda Kabupaten Bandung, mahasiswa memiliki ruang untuk berkontribusi secara langsung dalam menjawab berbagai permasalahan masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan teknologi.

Prestasi ini juga menjadi refleksi dari komitmen UPI khususnya Kampus UPI di Cibiru dalam membina mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan solutif. Melalui dukungan dosen pembimbing serta lingkungan akademik yang kondusif, kampus terus mendorong pengembangan inovasi lintas disiplin yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan agenda pembangunan daerah.

Dengan capaian tersebut, UPI kembali menegaskan posisinya sebagai inkubator inovasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. (DN)