Malang, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengutus enam delegasi untuk menghadiri ajang nasional Living Lab Summit 2026 yang berlangsung di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026). Dalam kegiatan ini, Tim SULU turut terlibat sebagai bagian dari Program BESTARI UPI guna memamerkan pengembangan inovasi teknologi asistif berbasis kebutuhan penyandang disabilitas.

Keikutsertaan kontingen UPI tersebut memenuhi undangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada para penerima Program BESTARI untuk berpartisipasi dalam Seminar Nasional dan Pameran Living Lab 2026 bertajuk “Meretas Masa Depan: Arah Baru Sains dan Teknologi Berbasis Dampak Sosial”.

Living Lab Summit 2026 menjadi ruang diseminasi hasil dan dampak program Living Lab, sekaligus mempertemukan perguruan tinggi, peneliti, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Forum ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman, memperkenalkan hasil pengembangan inovasi, serta membangun kolaborasi dalam pengembangan sains dan teknologi yang memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Keterlibatan tim SULU menjadi salah satu bagian dari partisipasi UPI dalam kegiatan tersebut. Melalui Program BESTARI, tim SULU mengembangkan inovasi teknologi asistif yang berkaitan dengan aksesibilitas dan mobilitas penyandang disabilitas. Keikutsertaan dalam forum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan proses pengembangan inovasi, bertukar gagasan, dan memperluas jejaring dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap teknologi inklusif.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan resmi, sesi panel, kunjungan ke booth Living Lab dan pameran poster BESTARI, temu media, serta coaching penulisan cerita perubahan dan keberdampakan. Agenda tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mendiseminasikan hasil program sekaligus membahas proses dan potensi manfaat inovasi yang dikembangkan.

Partisipasi tim SULU dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas diseminasi hasil riset dan pengembangan teknologi asistif. Dalam konteks pendidikan khusus dan inklusi disabilitas, pengembangan teknologi perlu memperhatikan kebutuhan pengguna serta melibatkan pihak-pihak yang akan memanfaatkan teknologi tersebut. Oleh karena itu, inovasi tidak hanya diarahkan pada pengembangan produk, tetapi juga pada potensi pemanfaatan dan kebermanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui keikutsertaan enam delegasi, UPI mengambil bagian dalam forum kolaborasi dan diseminasi inovasi tingkat nasional tersebut. Keterlibatan Program BESTARI dan tim SULU diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan serta membuka peluang pengembangan teknologi asistif yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. (Meggy)